Senin, 28 April 2014

Harapan Sembuh Pasien TB (Tuberkulosis)

"Saat sakit, tetaplah memiliki harapan. Karena harapan yang akan mendorong kita untuk kuat dan sembuh"



Orang hidup akan terus bekerja, berjuang, dan berusaha jika mereka mempunyai harapan. Begitupun pada orang yang sedang sakit, harapan akan membangkitkan kemauan untuk berobat dan sembuh.  Harapan memberikan kekuatan lagi pada mereka.

Seperti saya sampaikan dalam tulisan tentang TB (Tuberkulosis) di seri ke 2, bahwa penderita TB bisa disembuhkan. Terlebih dengan fasilitas obat gratis, diharapkan akan mengurangi keengganan pasien TB untuk berobat.



Harapan dan Kemauan Berobat untuk Sembuh

Ketika seseorang tervonis TB, hal pertama yang harus dilakukan adalah menerima kenyataan bahwa ia terkena TB. Hal berikutnya adalah menyadari bahwa penyakit TB harus diobati dan disembuhkan demi kesehatan diri, keluarga dan banyak orang. 

Kemauan untuk sembuh membuat pasien tetap semangat menjalani pengobatan walaupun harus dilakukan dalam jangka panjang, dengan jenis obat yang banyak dan tidak boleh terputus.  Pengobatanpun tidak lepas dari efek samping yang tingkatannya berbeda setiap pasien

Kembalilah pada harapan dan semangat untuk sembuh. Pasien TB akan melakukan pengobatan sebagaimana melakukan perlombaan. Bedanya, kali ini berlomba melawan penyakit TB. Sebagian pasien terlihat menyerah dan akan berakibat fatal. Karena itu, melanjutkan pengobatan hingga tuntas adalah pilihan satu-satunya. 

Di sinilah peran keluarga dan orang-orang terdekat sangat diperlukan untuk menumbuhkan semangat berobat hingga tuntas.

Tanda-tanda membaik 

Keampuhan obat TB akan terlihat dari perbaikan kondisi pasien pada minggu ke 3-4 dari awal pengobatan.

Jika awalnya pasien dewasa mengalami batuk-batuk yang sering siang-malam, akan berangsur berkurang frekuensinya. Biasanya batuk masih akan datang malam hari saja saat suhu udara dingin, dan lama kelamaan akan menghilang sama sekali. Demam yang sering dirasakan pasien TB pun berangsur hilang.

Nafsu makan pasien TB juga akan membaik. Diiringi dengan asupan nutrisi yang efektif untuk tubuh karena tidak lagi terambil porsinya untuk energi melawan penyakit. Tak heran apabila berat badan pasien cenderung meningkat. Ada yang perlahan 1-3 kg, ada yang drastis hingga 20 kg. Intinya ada peningkatan sehingga tubuh pasien yang awalnya sangat kurus berangsur berisi.


Seiring hilangnya batuk, demam dan meningkatnya berat badan, tubuh pasien TB juga terasa lebih segar. Yang tadinya merasa lesu dan loyo, setelah pengobatan akan merasa lebih segar. Yang tadinya tidak sanggup berjalan, jadi punya energi lebih dan bisa berjalan kembali. Namun, pengobatan bukan tanpa efek samping. Sebagian pasien merasakan mual, muntah, pusing, atau pegal dengan tingkatan yang berbeda. Tidak perlu kuatir dan jangan hentikan pengobatan. Konsultasikan dengan dokter soal efek samping ini.

Rutin periksa dan lanjutkan pengobatan hingga tuntas
Tanda-tanda perbaikan kondisi pasien TB belum menjadi jaminan baksil TB sudah terbasmi tuntas. Karena itu pengobatan tidak boleh terhenti sebelum dokter menyatakan sembuh walaupun pasien terlihat membaik.

Pengobatan TB memang memerlukan waktu yang tidak singkat. Seringkali pasien yang berobat merasa sudah menjadi lebih baik dengan hilangnya gejala batuk, demam, berat badan turun dan lesu. Hal ini membuat pasien mengira dirinya sudah sembuh dan lantas berhenti berobat. Waduh, padahal berhenti di tengah masa pengobatan bisa mengakibatkan TB MDR (Multi Drug Resistant) atau penyakit menjadi kebal dan sulit diobati. Untuk kasus baru TB premier (pertama kali terkena TB) minimal harus berobat secara teratur selama 6 bulan.

Dokter akan memeriksa kembali dahak (sputum) selama 3 kali untuk melihat apakah masih terdapat kuman TB. Selain itu juga dilakukan pemeriksaan foto Rontgen dada, untuk dijadikan perbandingan dari masa awal pengobatan TB. Kedua hal ini akan menjadi pertimbangan utama bagi dokter. Jika hasil tes dahak dinyatakan negatif dan foto rontgen menunjukkan hasil sama atau berkurang maka pasien dinyatakan sembuh.

Flek bekas TB di paru-paru tidak bisa dihilangkan. Bekas di paru timbul akibat penyembuhan jaringan paru yang terinfeksi sehingga menimbulkan bekas parut di paru yang tampak saat di rontgen. Hasil inilah yang membuat dokter yakin pasien sudah sembuh.

Pasien dinyatakan sembuh dari TB Primer harus tetap mewaspadai bahwa TB pada pasien tersebut dapat kambuh lagi sewaktu-waktu apabila kembali tertular.


Tetap menjaga kesehatan tubuh.

Penyembuhan pasien TB tidak hanya difokuskan pada minum obat semata, tetapi juga support kesehatan pada tubuh agar maksimal melawan penyakit. Bentuk support tersebut antara lain dengan asupan makanan sehat bergizi, olahraga ringan hingga sedang, menjaga kebersihan tubuh, sanitasi libgkungan, dan tidak merokok. Turunnya kondisi tubuh dapat menyebabkan sistem imunitas berkurang sehingga baksil TB sulit dilawan.  





TB sembuh, harapan baru hidup sehat

Bagi pasien TB primer, 6 bulan pengobatan akan berlalu dengan kesembuhan. Dan bagi TB MDR suntik intravena setiap hari akan berlalu. Asalkan harapan dan semangat sembuh tetap ada.

Akhirnya hari-hari suram berlalu. Pasien TB berharap untuk yang terbaik , bahwa mereka bisa sembuh total dan kembali berkumpul dengan keluarga tanpa perasaan was-was akan menular, dapat kembali bekerja dengan tubuh segar dan menikmati hidup secara normal. Tak perlu lagi merasa malu karena sering batuk di hadapan orang-orang.

Pesan untuk pasien TB : jangan menyerah. Tetaplah berharap dan semangat berobat. Anda tidak akan mati. Tuntaskan pengobatan dan TB dapat disembuhkan !

Untuk pengawas minum obat : " Sampaikan sugesti positif untuk pasien. Kata-kata penuh harapan akan bermanfaat untuk pasien karena mereka lebih kuat dalam minum obat obat ! "

Untuk orang-orang umum: "Mohon dukungan moril pasien TB ! Jangan kucilkan dan permalukan. Mereka dapat disembuhkan !"



[Bersambung]

Tulisan ini diikutkan dalam Seri III Lomba Blog "Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" 

Referensi :
www.tbindonesia.or.id
www.stoptbindonesia.org
www.depkes.go.id
www.pppl.kemkes.go.id
www.cdc.gov
www.who.org
kncv.or.id
www.fhi.org


11 komentar:

  1. Setuju apabila kita sakit tapi memiliki harapan untuk sembuh maka penyakit apapun bisa dilawan karena sel-sel tersugesti melawan kuman2 nakal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata bisa dijelaskan secara ilmiah ya

      Hapus
  2. paling sedih waktu lihat anak-anak kena TB, Mbak.. Jadi senang mbaca artikel yang mencerahkan inii............(Sukimah Yono)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan udah sembuh ya mbak Imah? Sehat selalu yaaaa...

      Hapus
  3. sugesti itu memang sangat penting mbak arin. begitu juga dengan harapan. dengan adanya harapan sakit yang berat sekalipun akan terasa ringan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul bu dokter...orang begitu tau sakit biasanya langsung down. Harua disemangati agar harapan tetap ada

      Hapus
  4. sungguh keajaiban dari allah yang maha kuasa.
    salam
    hobi komputer

    BalasHapus
  5. saya baru terindikasi TB waktu oktober 2015.. kadang masih suka drop badan.
    ternyata kuncinya harus semnagat dan sugesti diri ya..

    YAKIN BISA SEMBUH..!!

    BalasHapus
  6. Makan teratur dan jaga apa yang dikonsumsi udah bisa bikin sehat kok :) InshaAllah

    BalasHapus