Jumat, 28 April 2017

Mengenal Bariatric Surgery dalam Penanganan Obesitas



Obesitas alias kegemukan adalah momok bagi hampir semua orang.  Pasalnya, obesitas menyangkut soal penampilan, ketidaknyamanan tubuh dan yang paling buruk obesitas menjadi penyebab berbagai masalah kesehatan.

Faktanya, obesitas di seluruh dunia telah meningkat dua kali lipat dalam satu dekade ini. Tahun 2008, badan kesehatan dunia WHO mencatat ada sebanyak 1,4 milyar orang dewasa menderita kegemukan. Dan setiap tahunnya sedikitnya 2,8 juta orang dewasa meninggal dunia akibat obesitas ini.

Obesitas, kok bisa ?

Secara singkat dapat dijelaskan bahwa obesitas terjadi karena jumlah asupan kalori dengan jumlah kalori yang digunakan oleh tubuh tidak seimbang. Akibatnya terjadi penimbunan kalori dalam bentuk lemak tubuh.

Pola hidup masyarakat moderen menjadi faktor utama pendorong terjadinya obesitas, di antaranya pola makan berlebihan, kebiasaan ngemil sedikit-sedikit ternyata menjadi banyak kalori dikonsumsi, kurangnya aktifitas fisik, kemudahan fasilitas hidup membuat orang tidak perlu banyak bergerak, faktor keturunan (80% anak dari orangtua penderita obesitas akan mengalami obesitas juga), faktor polutan, faktor medis karena penyakit tertentu dan penggunaan obat-obatan tertentu dan faktor stres atau kurang tidur.

Obesitas ? Takutttt.
Metabolisme yang terganggu karena kelebihan lebih tersebut dapat menimbulkan komplikasi penyakit. Orang dengan obesitas parah biasanya akan menderita berbagai penyakit antara lain tekanan darah tinggi, diabetes, penyakit jantung, timbunan kolesterol, sumbatan pembuluh darah, stroke, penyakit sendi, gangguan pernapasan dan lain sebagainya.

Operasi Bariatrik, diet yang tidak pernah gagal.
Butuh perjuangan dan tekat kuat bagi penderita obesitas untuk menurunkan berat badan. Berbagai cara telah banyak diketahui orang. Cara yang paling populer dan dirasa aman adalah diet makanan dan olahraga. Sebagian lagi orang mengonsumsi obat-obatan dan ramuan peluruh lemak. Banyak yang berhasil, tidak sedikit yang putus asa dan menyerah. Konsistensi adalah masalah utama yang sulit dilakukan bagi pejuang melawan obesitas.

Ketika berbagai cara gagal memberikan solusi untuk penurunan berat badan, dunia kedokteran menemukan harapan baru bagi penderita obesitas yang hampir putus asa. Ada sebuah teknologi mutakhir di bidang pembedahan dengan manipulasi pengecilan lambung .  Metode ini dinamakan operasi bariatrik. Teknologi ini dikembangkan oleh seorang dokter dari China. Dalam satu dekade terakhir, metode  ini sangat populer dan digemari karena telah menyelamatkan penderita obesitas dan mengembalikan kualitas hidupnya. Seiring kemajuan teknologi kedokteran, teknik operasi bariatrik menjadi semakin aman.  

Apa itu operasi bariatrik ?
Operasi bariatrik tidak serta merta membuat pasien langsing pasca operasi. Operasi bariatrik bukan operasi plastik atau sedot lemak yang langsung mengurangi volume tubuh. Operasi bariatrik dilakukan dengan mengurangi ukuran lambung sehingga kapasitas lambung berkurang, dan berdampak pada berkurangnya asupan kalori ke dalam tubuh. Dengan memanfaatkan efek dari perubahan hormon pada penekanan rasa lapar, timbulnya sensasi kenyang, metode ini telah menjadi senjata yang ampuh untuk membantu pasien memulai pola hidup sehat. Secara berangsur tubuh akan menggunakan kalori dari timbunan lemak, hingga pada akhirnya berat badan menyusut.  

Apa manfaat operasi bariatrik ?
Pasien operasi bariatrik akan merasakan penurunan berat badan secara signifikan dan bertahan lama yaitu sekitar 50-70% dalam tempo 12-18 bulan.  Secara otomatis, ketika tubuh mencapai berat badan ideal dan bugar, risiko penyakit akan dapat ditekan dan harapan hidup meningkat. Kualitas hidup pasien juga akan lebih baik dengan berat tubuh ideal sehingga rasa percaya diri dan kemampuan mobilitas meningkat. Bagi yang telah menikah, kehidupan seksual dan kesehatan mental akan lebih baik.

Bagaimana langkah-langkah operasi bariatrik ?
Dari website http://www.bedahobesitas.com yang saya baca, operasi menggunakan metode laparoskopi yaitu penggunaan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam rongga perut melalui sayatan mini sehingga dokter bedah bisa melihat seluruh organ didalam perut. Tentu saja pasien akan mengalami pembiusan total sehingga tidak merasakan sakit. Besaran sayatan juga tidak terlalu besar.

Secara garis besar operasi bariatik dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:

  • Operasi restriktif – dengan mengecilkan ukuran lambung maka kemampuan tubuh dalam mengongsumsi makanan akan berkurang. 
  • Operasi malabsorbsi – dengan mem-bypass bagian tertentu saluran pencernaan maka proses penyerapan makanan menjadi kalori tubuh akan berkurang.
Adapun jenis operasi yang bisa dilakukan adalah :

  • Operasi Gastric Banding – yaitu pemasangan cincin/band pada lambung. Operasi ini termasuk metode restriktif. 
  • Sleeve Gastrectomy – yaitu mengecilkan dengan memotong ukuran lambung sebanyak 75-80%. Operasi ini juga termasuk metode restriktif. 
  • Operasi Bypass Lambung – yaitu membuat bypass dari bagian atas lambung langsung ke usus halus. Operasi ini menggabungkan metode restriktif dan malabsorbsi. 

Nah kan, semakin menarik kan? Di mana kita bisa tahu lebih lanjut tentang Operasi bariatrik ini?
Asia-Prio Bariatric & Metabolic International Surgery Center adalah pionir pusat operasibariatrik internasional pertama di Asia . Pusat Asia-Prio ada di Taiwan, R.O.C, didirikan oleh Prof C.K. Huang. Di Indonesia, telah ditunjuk Klinik Operasi bariatrik Asia-Prio, di RS Omni Hospitals Alam Sutera sebagai cabang pertama dan satu-satunya, dengan Dr. Handy Wing sebagai dokter ahli.

Sebagaimana reputasi RS Omni Hospitals Alam Sutera yang banyak dikenal masyarakat sebagai center of excellence, Klinik Operasi Bariatrik menerapkan standar kualifikasi skill dan teknik kemampuan yang sama, kecanggihan peralatan medis, standarisasi prosedur operasional dan pelayanan dokter spesialistik multi bidang. Keunggulan RS Omni Hospitals Alam Sutera tersebut menjadi jaminan pelayanan bagi setiap pasien obesitas. Mereka akan merasa seperti terlahir kembali dengan kondisi kesehatan dan kualitas hidup yang semakin membaik pasca operasi.

Sumber foto : RS Omni Hospitals

Pastinya semakin banyak pertanyaan yang menari-nari di kepala seputar operasi bariatrik ini kan? 
Saya bukan ahlinya, saya hanya menuliskan kembali informasi yang saya dapatkan dari RS Omni Hospitals Alam Sutera.
Untuk lebih jelasnya, bagi yang penasaran dan berminat silakan kontak langsung ke alamat berikut :
Klinik Operasi bariatrik Asia-Prio
RS Omni International - Alam Sutera
Jl. Alam Sutera Boulevard Kav. 25, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
Telp./Whatsapp. : 0812-996-1063
Dengan motto Care with Passion, RS Omni Hospitals Alam Sutera akan dengan senang hati membantu para penderita obesitas untuk mengenal lebih lanjut tentang operasi bariatrik ini
Sumber foto : RS Omni Hospitals
Referensi :
http://www.bedahobesitas.com/
https://www.omni-hospitals.com/alam-sutera
Foto dari pixabay dan website RS Omni Hospitals

4 komentar:

  1. Menarik juga ya Rin. Metode baru ya. Pengen kenal lebih lanjut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Eka. Buat yang udah hopeless dg diet. Sebelumnya harus konsultasi dokternya dulu mba

      Hapus
  2. Ternyata obesitas bisa diobati dgn cara begini ya, info baru nii.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih tepatnya diatasi ya. Dikurangi ukuran lambungnya

      Hapus