Sabtu, 29 April 2017

Together, More, More, and More !

Hari ini, 3 tahun yang lalu.
Teringatkan kembali, saya pernah menuliskan ini di Facebook.


Anakku, 
seandainya bisa, Mama ingin memandangmu setiap waktu,
dalam bangun dan tidurmu. Bersamamu selalu.

Karena hidup adalah waktu yang bergulir.
Ada saat bersama, ada saat terpaut jarak.
Berharap kamu paham, waktu bermain kita di sore hari,
Bukanlah waktu yang mama sisakan untukmu. 

Sekali lagi, bukan sisa waktu.
Karena bercengkerama sore hari 
adalah kebersamaan yang memang kita ciptakan, rencanakan dan harapkan sejak pagi. 
Bahkan sejak hari-hari sebelumnya. 

Tetaplah bertumbuh.
Mama akan merekam waktu bersamamu. 
Menuliskannya dalam diary Mama.

Kamis, 20 April 2017

Ngeblog Sehat Bersama SoMan


Ketika mengetahui akan diadakan BloggerDay 2017 yang diselenggarakan Blogger Crony bekerjasama dengan SoMan, yang pertama saya ingat adalah "Wah, SoMan? Ini kan jamu tetes yang berhasil menyembuhkan mertua saya dari dampak pasca stroke." Maka tak perlu beralasan ini itu, suami saya langsung mengijinkan saya mengikuti acara ini. "Sudah saatnya kita mengonsumsi SoMan juga," katanya.

Saya mengenal SoMan kurang lebih setahun lalu. 

Ketika itu Bapak Mertua menyampaikan berbagai keluhan pasca stroke, antara lain mudah lelah, lemas, tangan kanan masih kaku, tenggorokan sulit menelan dan sulit berbicara. Dari seorang mantri kesehatan di Medan, kami mengetahui tentang produk SoMan. "Ini lebih dari obat Pak Cik, tapi khasiatnya luar biasa. Dokter-dokter di rumah sakitpun menyarankan untuk mengonsumsi SoMan," kata Pak Mantri itu kepada Bapak Mertua saya.

Sabtu, 08 April 2017

Keluarga Minum Susu itu Penting dan Seru !



Agak aneh kedengarannya, di kala produk susu saat ini relatif mudah didapatkan, namun kebiasaan minum susu masyarakat Indonesia masih sekitar 30% dari jumlah penduduk Indonesia. Badan Pusat Statistik melansir pada tahun 2015, konsumsi susu di Indonesia lebih rendah di antara negara-negara di Asia lainnya, yaitu 12,1 liter per orang per tahun. Artinya, hanya sekitar 1 liter per bulan.

Sabtu lalu, 1 April 2017, saya diundang oleh Frisian Flag dalam acara Blogger Gathering "Kampanye Frisian Flag Saatnya Keluarga Minum Susu Sekarang!" di Rumah Kencur, Pejaten Barat, Jakarta.  Saya datang satu jam sebelum acara dimulai, jadi sempat melakukan foto-foto di berbagai sudut yang sengaja ditata sangat apik.

Selasa, 04 April 2017

Hadiah untuk Sang Eksplorer


Saya jatuh cinta lagi. Dan semakin bertambah setiap harinya. 
Senyumnya yang selalu ceria, saat bicara matanya yang bening menatap ramah. Semakin ke sini, sikapnya semakin “gentleman.” Kepada dia kah kelak tempat saya akan menggantungkan hari tua? Kepada anak lelaki tercinta, Asa.

Kini Asa masih berusia 6,5 tahun, sudah SD, tingginya sudah 130 cm. Berbeda dengan sikapnya sewaktu balita, Asa kini lebih kalem, tapi lucu.  

Asa itu anaknya penuh perhatian. 

Adalah wajar jika seorang mama menyayangi anaknya tanpa berharap balasan. Maka ketika Asa berbalik memberikan perhatian pada saya, sudah pasti perasaan saya begitu membuncah bahagia dan haru. 

"Mama sudah makan malam belum?" 

"Kakak jangan tidur di lantai, nanti masuk angin." 

"Ayah sudah mengunci pagar belum? Sudah malam loh." 

"Mau hujan nih, jemuran sudah diangkat belum?"

“Sebelum bobok, Mama jangan lupa mematikan kompor, takut kebakaran” 
Begitu perhatiannya Asa pada anggota keluarga lainnya.

Yang lucu lagi saat dia mengingatkan saya saat kami selesai makan di restoran, "Tidak ada yang ketinggalan kan? HP dan dompet mama sudah dibawa semua?" Katanya sambil merapikan kursi yang baru kami duduki.

Sabtu, 01 April 2017

Bekerja dengan Tersenyum


Tulisan ini saya dedikasikan untuk rekan-rekan kantor yang berhasil membuat saya bisa tersenyum di antara pekerjaan yang bertumpuk.

***

Sebagai abdi negara, kami bertugas melayani klien dengan senyum. Dalam lingkungan pendidikan tinggi, klien kami adalah mahasiswa dan sesama rekan kerja itu sendiri. Pasalnya, urusan administrasi dan manajemen perguruan tinggi cukup rumit dan melibatkan banyak bidang, jadi selain mahasiswa, kami juga harus saling melayani sesama civitas akademika lintas unit maupun profesi. 

Pekerjaan yang banyak tentu melelahkan. Ditambah lagi deadline yang serba mendadak dan mendesak. Mau tak mau tugas harus diselesaikan. Satu mata rantai tugas tidak beres akan berimbas pada rantai pekerjaan lainnya. Dalam situasi penuh stres, saya beruntung berada di lingkungan kerja yang menjunjung semangat kekeluargaan dan keakraban. Rekan-rekan kerja saya adalah sosok-sosok yang sukses membuat saya tersenyum. Mereka terdiri dari cleaning servis, petugas keamanan, petugas ruangan, staf administrasi dan para dosen pengajar yang saya tidak bisa sebutkan satu persatu. Kami tergabung dalam keluarga Departemen Proteksi Tanaman, IPB.