Kamis, 25 Mei 2017

Sepucuk Surat untuk Anakku, tentang menjadi Wanita dan Cita-citanya



Dear my daughter Cinta,
Selamat ya Nak, tahun ini kamu lulus SD. Kalau lihat tinggi badanmu, Mama sering lupa bahwa kamu baru beranjak remaja. Tinggi badanmu sudah menyamai Mama, Nak.

Dalam secarik kertas yang kamu tuliskan pada malam perpisahan sekolah itu membuat Mama terharu. Kalimat sederhana, ucapan terimakasih untuk Mama dan Ayah. Buat Mama, secarik kertas itu adalah “sertifikat” keibuan Mama. Yeay, tahun ini Mama naik kelas, dari seorang ibu dari anak-anak dan kini menjadi ibu dari seorang remaja. 

Mama deg-degan Nak, banyak yang bilang mendidik remaja itu tidak lebih mudah dari mendidik balita dan anak-anak. Walaupun remaja sudah mandiri, justru perkembangan pikirnya yang semakin mandiri menjadi tantangan bagi Mama dan Ayah untuk membimbingmu.

Minggu, 21 Mei 2017

#MemesonaItu seperti Mata Air

Vitalis Body Scent

Apa yang paling menyeramkan dari diri seseorang?
Ketika marah, ketika berbohong, ketika kata-katanya menyakiti.
Jangan harapkan diri tampak memesona ketika itu terjadi. Secantik apapun, sewangi apapun, semodis apapun penampilan, seseorang akan tampak seram saat tidak bisa menahan dirinya dari api dalam jiwa.

#Memesonaitu menurut saya tidak bisa memiliki definisi terbatas bagi seorang wanita.  Bagaimana kalau kita balik alur berpikir tentang definisi memesona. Sikap seorang wanita dalam menghadapi berbagai situasi dalam hidupnya akan menunjukkan apakah dirinya mampu bersikap memesona atau tidak.