Langsung ke konten utama

Postingan

Passionate Shopping at Cibinong City Mall

  If shopping doesn't make you happy, then you are in the wrong shop! (Mimosa Rose) Setuju 100% !   Sementara quote lainnya menyebutkan "Shopping is cheaper than therapy" (berbelanja lebih murah daripada pergi terapi), untuk menggambarkan bahwa belanja bisa dijadikan sebagai obat stress yang ampuh.  Korelasi kedua kuote diatas akan menyambung, dengan satu syarat :  Tempat belanjanya tepat.  Konsumen dalam memilih tempat berbelanja sangat ditentukan oleh karakteristiknya. Ada beberapa tipe pembelanja yang disebutkan oleh  Susie Hasler, stylist asal UK, antara lain : Belanja untuk bersosial, biasanya ke mal untuk mampir ke restoran atau sekedar ke cafe. Belanja untuk terapi, yaitu menjadikan belanja sebagai hadiah atas sebuah keberhasilan, atau untuk mengobati stress. Belanja untuk memberi hadiah, biasanya mencari benda-benda unik, lucu, fungsional. Belanja terencana, yaitu belanja dengan tujuan / target yang jelas, dengan mengikuti konsep atau daftar y...

Modul Digital Sampahku Tanggung Jawabku

Sering gemes, pas lagi di kendaraan umum, tiba-tiba ada seorang pemudi membuang gelas air mineral ke lantai begitu saja. Tangannya membuang diam-diam, sedangkan pandangan matanya menatap ke arah berbeda, berpura-pura tidak terjadi apa-apa. Dikiranya tidak ada penumpang lain yang melihat.  Miris memang, tingkat kesadaran membuang sampah pada tempatnya di masyarakat Indonesia masih tergolong rendah dibanding negara-negara tetangga. Tak heran jika lingkungan baik kota maupun desa kotor oleh sampah, di jalan jalan, di sungai, di pantai, di pemukiman dll. Sampahku Tanggung jawabku, sudah seharusnya menjadi program nasional untuk segala usia, dan dimulai sedini mungkin. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendibud, Jumeri, STP, MSi , menyampaikan bahwa pemerintah menyambut  setiap inisiatif yang dilakukan oleh berbagai pihak dalam memajukan pendidikan lingkungan sejak dini.  Pandemi mengubah cara belajar anak-anak kita. Satu ...

Program Baca Danone & Tentang Anak

Buku di atas adalah salah satu dari beberapa buku anak yang diluncurkan dalam program BACA dan webinar kolaborasi Danone Indonesia dan Tentang Anak yang mengusung tema “Dukung Anak Hebat Berliterasi dengan Asupan Gizi Seimbang dan Pola Asuh Orang Tua yang Baik”, Jumat (23/4).  Sudah sejak dulu, minat baca anak-anak Indonesia rendah. Mengutip pernyataan UNDP tahun 2008/2009, bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 96. Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2006, menunjukkan bahwa masyarakat lebih banyak tertarik dan memilih untuk menonton TV (85,9%) dan atau mendengarkan radio (40,3%) ketimbang membaca koran (23,5%). Itu dulu, bahkan sebelum anak-anak Indonesia akrab dengan gadget. Apa kabarnya sekarang? Sepuluh tahun berselang, Menurut penelitian yang dilakukan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2019, rata-rata indeks Alibaca di Indonesia tergolong rendah dengan angka 37,32 persen.  Ada ironi yang terja...

Danone Festival Isi Piringku

Stunting? Ketika mendengar istilah ini yang terbayang adalah pertumbuhan lambat atau gagal tumbuh tinggi pada anak-anak, sehingga hingga dewasa tinggi badannya masih di bawah rata-rata. Di Indonesia, angka stunting masih cukup tinggi. Karena itu, penting sekali untuk pemenuhan gizi seimbang terutama pada anak-anak usia dini (PAUD) dimana sedang tumbuh pesat. Persoalannya, anak usia dini kebanyakan masih picky eater dan tidak mengerti pentingnya nutrisi seimbang. Jadi tanggung jawab siapa dong? Tentu saja pemenuhan gizi seimbang pada anak-anak ini menjadi tanggung jawab orang-orang dewasa di sekitarnya, yaitu orang tua dan keluarga inti, guru, dokter dan nutritionist. Cegah Stunting- Pendekatan Kesehatan dan Pendidikan Acara dibuka oleh Vera Sugijanto selaku VP General Secretary Danone Indonesia. Tantangan penerpan gizi seimbang semakin berat terutama dalam masa pembelajaran jarak jauh (PJJ). Nah, ibu-ibu pasti pada mengalami yang namanya anak tidak tertib jam makannya, begitupun tidak...

Let’s Read, Mencukupi Hak Anak melalui Cerita Bergambar

Selama belajar dari rumah, beberapa kali Asa (10 tahun) diberi tugas membuat cerita bergambar, berupa poster atau komik.  Dia suka sekali tugas sejenis ini, karena memberi kesempatan buat dirinya berekspresi melalui tulisan dan gambar.  Sejak kecil, Asa memang menyukai menggambar di kertas maupun digital. Dia mencoba berbagai karakter gambar dengan cara belajar dari berbagai contoh dari buku maupun internet.  Sebagai bentuk dukungan atas minatnya, saya membelikannya buku-buku cerita bergambar dan aplikasi digital buku bergambar. Karena saya sadar, adalah hak anak untuk mendapatkan informasi , pendidikan dan mengembangkan kreatifitasnya. Jadi kalau anak bertanya, itu adalah haknya. Kewajiban orangtua memberikan jawaban yang benar sesuai usianya, bukan dibohongi. Anak itu juga kritis, nanya ini itu tentang apa saja yang dilihatnya dan dipikirkanya. Anak berhak untuk berkembang. Salah satu bentuk perkembangannya adalah memiliki pengetahuan akan dunia dan mengembangkan kreati...

Scarlett Whitening Body Care, My First Impression and Review

Akhir-akhir ini di timeline instagram saya wara-wiri review produk body care berwarna-warni ceria, namanya Scarlett Whitening . Sedikit penasaran, produknya seperti apa sih? Semula saya kira produk dari luar negeri, apalagi setelah kepoin harganya, ternyata enggak "murahan". Scarlett Whitening ini adalah produk yang dikreasi oleh artis Felycia Angelista , produk karya anak negeri. Tertarik? Terus terang iya. Makin penasaran karena setelah nonton dan baca reviewnya bagus.  Sebenarnya, bagi saya yang berkulit (cukup) cerah, memakai produk whitening bukan bertujuan untuk membuat kulit lebih cerah lagi atau malah transparan, enggak laaah :D Ketika bicara soal ' whitening ' dalam body care , BUKAN berarti mengubah seseorang berkulit gelap jadi ujug-ujug terang yaa, bukan begitu. Whitening yang dimaksud disini yaitu mengembalikan kecerahan kulit pada warna sebagaimana harusnya kulit sehatmu.  Nah, ini yang menjadi konsen saya belakangan ini, bahwa kulit cerah saya ini mulai...

Merawat Kulit Wajah Keluarga

"AAAHHH," saya menjerit ketika melihat setitik butiran merah 'calon jerawat' di wajah Asa. Sekaligus teringatkan bahwa Asa sudah memasuki usia pra remaja. Tahun ini, si bungsu ini sudah 10 tahun, sebentar lagi masuk masa pubertas. Mengingat pengalaman yang dulu-dulu betapa sulitnya mengobati jerawat, maka saya tekatkan "Jerawat ini harus dicegah. Harus dicegah!" Dalam satu keluarga, ada problema kulit wajah yang berbeda-beda , tergantung jenis kelamin, usia, aktivitas dan ketelatenan merawat diri.  Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan kulit dan penyebabnya apa.  Namun, walau berbeda problema, solusinya hampir sama, dan  sabun wajahnya cukup satu saja untuk sekeluarga.  Begini gambaran kondisi kulit wajah di keluarga saya: Ayah Ari, usia 43 tahun.   Kulit wajahnya sawo matang, pori-pori kecil, kering. Hampir tidak pernah jerawatan. Karena faktor usia, sudah mulai tampak keriput di sekitar mata dan bintik hitam mirip tahi la...