Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2011

CINTA KEDUA (Majalah Parents Indonesia)

Ini tentang kekuatiran untuk jatuh cinta lagi.. Saya merasa seperti berada dalam mesin waktu dan tiba-tiba terlempar beberapa tahun ke depan ketika menyadari putri pertama saya, Cinta, sudah berusia 4 tahun. Begitu larutnya dalam kebahagiaan (dan kelelahan) mengasuh anak, hingga saya lupa sudah saatnya memberi Cinta hadiah terpenting dalam hidupnya, yaitu seorang adik. Saya baru tersadar ketika seorang teman yang anaknya baru berusia 2 tahun mengabarkan berita kehamilan keduanya. ” Hayoo..kamu kapan nyusul? Cinta sudah besar lho..” Kata teman saya memanas-manasi, dan kenyataannya saya memang mulai merasa gerah karena pertanyaan serupa telah saya terima berulang kali baik dari teman dan keluarga. Saat itu saya mengira Cinta belum siap untuk mempunyai adik. Yang terbayang adalah setiap hari akan ada rengekan si sulung mencari perhatian ketika perhatian hampir semua orang terpusat pada si bayi. Karena itu saya kaget kita suatu hari Cinta menanyakan kapan dia mempunyai seorang ad

PERPUSTAKAAN RAMAH ANAK

Ayo Membaca Prihatin, minat baca masyarakat Indonesia dikatakan rendah, terutama golongan anak-anak. Pernyataan ini dikeluarkan UNDP tahun 2008/2009 bahwa minat baca masyarakat Indonesia berada pada peringkat 96 dari negara di seluruh dunia. Padahal kegiatan membaca buku merupakan kegiatan kognitif yang mencakup proses penyerapan pengetahuan, pemahaman, analisis, sintesis, dan evaluasi. Dengan terbiasa membaca maka seseorang akan memiliki cakrawala pengetahuan yang luas, imajinasi tinggi, kreativitas terbuka, pemikiran yang maju dan berkembang serta menjadi cikal bakal pemberdayaan manusia yang cerdas dan berintelektual. Membaca adalah wujud dari sifat pembelajar. Agar membaca menjadi suatu hobi, perlu pembiasaan sedini mungkin dan menjadikan kegiatan membaca sebagai hal yang menyenangkan. Gerakan Peningkatan Minat Baca akan lebih efektif jika disasarkan kepada anak-anak. Minat baca = Aset Negara Negara-negara maju telah lama menyadari bahwa minat baca sejak dini adalah aset pen