Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label thoughts

Lulus dari Departemen Proteksi Tanaman

25 tahun. Lebih dari separuh hidup saya, berada di bawah naungan Departemen Proteksi Tanaman. Sebuah jalan hidup, yang  membuat saya semakin bersyukur, dan bersyukur. Betapa Tuhan melimpahkan rahmat terus menerus, sehingga hidup saya mengalir indah, tidak terlalu mudah, tapi juga tidak susah.  1996 Adalah Sebuah Awal. Tahun itu, saya diterima di Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT nama lama Departemen Proteksi Tanaman). Saya tidak memilih jurusan ini. Tepatnya saya dipilihkan oleh Kakak tertua, yaitu Mbak Profesor Sriati . Waktu itu pengetahuan saya tentang jurusan-jurusan perguruan tinggi sangat minim. Bahkan jika ditanya saya mau jadi apa, minatnya apa, mau kerja dimana, saya tidak tau jawabannya. "Pilihkan saja mbak, yang penting masuk perguruan tinggi negeri", begitu kata saya ke mbak Sri sambil menyodorkan form lamaran.  Batin saya, bisa diterima di universitas negeri sudah syukur, saya tidak berani berharap banyak dengan kisaran rangking yang 'hanya' berada di ...

Renungan Hari Lingkungan Hidup : Menjaga Keanekeragaman Hayati di Lingkungan Rumah

Sadarkah kita? Ketika menyemprotkan obat pembasmi serangga, juga dapat membunuh binatang kecil lainnya. Sadarkah kita? Ketika menjadikan seluruh area rumah dengan lantai semen, akan mengurangi kemampuan resapan air ke dalam tanah dan menggangu habitat makhluk pengurai. Sadarkah kita? Ketika mengunakan setrika, hair dryer, memasak, menyalakan lampu dan lain-lain akan meningkatkan suhu lingkungan yang berdampak pada terganggunya habitat tumbuhan, hewan dan mikroba. Serangga, binatang, tanaman, mikroba adalah komponen keanekaragaman hayati di alam. Kehadiran mereka mengisi rantai makanan yang berguna untuk menjaga keseimbangan alam. Jika di sekitar rumah masih terdapat binatang-binatang seperti burung, kupu-kupu, kumbang, laba-laba, cacing, katak, kadal, itu tandanya lingkungan rumah tersebut masih kaya akan keanekaragaman hayati dan menjadi habitat yang disukai. Keanekaragaman Hayati hilang, Hama datang. Saat habitat terganggu, hewan predator punah, maka spesies mangsa akan meningkat ju...

Fase

Tiba juga saya di fase ini. Saat blog lama tak di isi. Saat melewatkan berbagai lomba blog  tawaran job, tanpa penyesalan. Saat melihat hadiah gadget mewah atau uang jutaan rupiah, lalu saya hanya membantin "Oooh, gitu". Dan sudah. Begitupun dengan media sosial facebook, instagram dan twitter yang selama ini saya pelihara. Saya berada pada kegalauan, nyari follower lagi gak ya? Buat apa, toh tidak semua kenal saya. Dan saya juga bukan siapa-siapa. Posting ke publik gak ya? Buat apa? Sejak kapan saya tiba di fase ini, saya tidak ingat tepatnya. Bermula dari tim saya di kantor yang semula 3 orang menjadi 1 orang sendiri, lantas saya tertarik dalam arus pekerjaan yang tiada henti. Semula saya pikir saya bakal kewalahan, ternyata sebaliknya, bekerja sendiri membuat ritme kerja lebih cepat, menguasai alur pekerjaan sendiri dan saya lebih bahagia dalam bekerja. Ya, inilah penyebab saya tidak sempat ngeblog lagi, bagaimanapun waktu dan energi kita hanya 100%. Bukan lebih. B...

Mengembalikan Fitrah Susu

Susu masih menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia dikarenakan daya beli masyarakat yang belum bisa meraih harga susu. Selain itu, masyarakat Indonesia ternyata juga kurang menyukai susu karena kondisi perut yang peka terhadap susu, dengan efek diare atau mual. Faktor – faktor di atas menjadikan tingkat konsumsi susu di Indonesia masih terendah di Asia, yaitu 11,09 liter per kapita per tahun. Sementara masyarakat Malaysia dan Filipina mencapai 22,1 liter, Thailand 33,7 liter , India 42,08 liter, bahkan Vietnam lebih tinggi dari Indonesia yaitu 12,1 liter per kapita per tahun (sumber: Republika 2012 ) Mirisnya lagi, dari konsumsi masyarakat yang rendah tersebut, hanya 30% diperoleh dari produksi susu dalam negeri, sisanya 70% adalah susu impor. Tingginya persentase susu impor ini karena masyarakat lebih banyak mengkonsumsi susu bubuk yang lebih banyak adalah produk luar negeri, dibandingkan mengkonsumsi susu segar cair. Untuk mendorong meningkatnya daya beli susu masyar...

Semangkuk Bubur Kacang Hijau dan Berubahnya Semangat Kerja

Percayakah Anda, semangkuk bubur kacang hijau dapat membawa perubahan yang besar? Lebih dari kuantitasnya yang mampu menyumbang kalori, di balik semangkuk bubur kacang hijau itu, terjadi proses perubahan-perubahan di lingkungan kerja.  “Bagaimana jika setiap Jumat Pagi, kita luangkan waktu untuk berkumpul sambil menikmati semangkuk bubur kacang hijau?” Usul Farih Evita Ekasari, tiga tahun lalu. Saat itu, Farih baru bertugas sebagai Kepala Tata Usaha (KTU) Departemen Proteksi Tanaman.  Pada waktu yang hampir bersamaan, saya ditugaskan sebagai Pemegang Kas Unit (Bendahara). Kami berdua berada dalam ruang yang sama, Ruang Tata Usaha, yang mana sebagian besar terdiri dari perempuan. Kami merasa, inilah saatnya kami harus membuat perubahan.  Lebih dari 50% tenaga kependidikan adalah perempuan. Kami banyak berdiskusi tentang situasi kerja di unit, terutama di kalangan Tenaga Kependidikan. Tidak dipungkiri, terjadi kesenjangan yang demikian besar antara Tenaga Ke...

Memetik Kebaikan Ramadhan dalam Menghargai Waktu

Hidup adalah rentang waktu yang terbatas. Sedangkan di dalamnya, manusia mempunyai tanggung jawab, pekerjaan, dan keinginan yang harus dilaksanakan. Begitu panjangnya daftar rencana, cukupkah waktu yang tersisa?  Karena itu kita harus bergegas. Bagi pribadi yang telah menyadari pentingnya waktu, sudahkah tahu, prioritas mana yang akan dipilih? Ibadah atau bekerja? Keluarga atau sesama? Membayar hutang atau membeli keinginan? Dilema selalu hadir dalam sempitnya waktu. Di titik inilah, kita harus bisa menentukan langkah.  Ramadhan menjadi “rem” bagi ambisi yang menggebu-gebu terhadap urusan duniawi, dan mengingatkan kita untuk memperbanyak ibadah. Ramadhan mengingatkan saya untuk menghargai waktu dan menyegerakan niat baik. Ketika kita menunda satu hal yang kita anggap sepele, belum tentu kita masih punya waktu untuk melakukannya.  Ramadhan adalah momen untuk berusaha #JadiBaik.  #JadiBaik 1. Sholat Tepat Waktu.  Ibadah wajib 5 kali sehari ...

Sesibuk Apapun, Rayakan Cinta 15 Menit Setiap Hari

Sesibuk Apapun, Rayakan Cinta 15 Menit Setiap Hari. Setelah kehadiran 2 anak di keluarga kami, otomatis berkurang intensitas berbicara berdua saja antara saya dengan suami. Nyaris tak ada lagi kencan berdua, digantikan dengan diskusi seru berempat dengan anak-anak. Namun, ada hal-hal yang tidak mungkin dibicarakan di hadapan mereka, seperti masalah keuangan, pekerjaan, sex, pertemanan dan berbagai urusan orang dewasa lainnya. Jadi, kapan dong bisa ngobrol berdua saja dengan suami?  Kesempatan itu harus diciptakan.  Pola tidur saya dan suami berbeda semenjak semenjak kehadiran anak-anak. Saya biasa tidur larut malam karena harus menemani anak-anak belajar, bermain, mendongeng hingga akhirnya mereka tidur. Setelah itu saya lanjutkan dengan menyelesaikan berbagai pekerjaan seperti menyiapkan bekal esok pagi, merapikan lemari pakaian, dan menyalurkan hobi sebagai blogger.  Sebaliknya Suami seringkali tidur lebih sore dan bangun pada malam hari. Sesampainya d...

Relativitas Uang

Albert Einstein, Ilmuwan super jenius dari USA pada tahun 1905 telah mengenalkan teori relativitas umum . Teori ini menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara benda-benda di alam semesta yang saling mempengaruhi satu sama lain, tidak mutlak. Salah satu implikasinya adalah relativitas waktu yang dirasakan berbeda (dilatasi waktu) antara manusia di bumi dan astronot di dalam pesawat luar angkasa. Dari sudut pandang di Bumi, waktu astronout melambat.  Contoh lain, saat kita bahagia waktu berjalan cepat, saat kita menunggu waktu berjalan lambat. Apakah ini juga masuk teori relativitas umum? Maaf, untuk selanjutnya saya tidak akan membahas teori ini lebih lanjut..maklum udah lama nggak belajar fisika. Hehehe. Pada kehidupan ini, nyatanya relativitas berlaku dalam berbagai aspek. Cantik itu relatif, jelek itu mutlak , kaya itu relatif, pintar itu relatif. Banyak kepala banyak pemikiran. Banyak mata, banyak cara pandang. Ini sebenarnya adalah ganjalan yang ingin saya tulis se...