Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Health

Deteksi Dini Cegah Alergi

Sudah lama enggak punya anak kecil (#ups), jadi pas ikut webinar DANONE SN INDONESIA pada 25 Juni 2020 soal alergi semacam recall memory dulu pas duo Asa & Cinta kecil. Mereka ada sedikit bakat alergi, saya bilang sedikit karena dalam usia hingga remaja (hanya) beberapa kali kejadian. Terutama saat sakit dan minum obat-obatan tertentu. Dulu cukup sering juga si kakak Cinta selalu batuk setiap kali ada angin berputar-putar di halaman rumah. Sempat dipikir itu hal biasa karena dingin dan berdebu. Tapi tidak selalu setiap dingin dan tidak selalu setiap kena debu. Apa dong? Sampai sekarang hanya menebak-nebak apakah itu termasuk alergi atau bukan. Saya tidak pernah membawanya untuk periksa, karena dianggap tidak terlalu serius. Apalagi biaya test alergi cukup mahal. Pencetus alergi bisa sangat bervariatif, seperti debu, serbuk bunga, bulu kucing, makanan berprotein hewani, coklat dan banyak lagi. Nah, untuk tau pencegahan alergi, harus tahu jenis pencetusnya agar bisa dih...

Detox Praktis untuk Yang Aktif

3 Tantangan Wanita Aktif.  Sebagai ibu bekerja, setidaknya ada 3 tantangan rutin yang saya geluti sehari-hari. Pertama, bergelut dengan rasa lelah mengerjakan urusan domestik. Kedua, bergelut dengan polusi kendaraan. Ketiga, bergelut dengan stress pekerjaan.  Saya bangun pagi dengan helaan napas, rasanya seperti baru memejamkan mata malam hari, ternyata hari sudah berganti pagi. Tentu saja sepaket dengan kesibukan pagi seperti mencuci, menjemur, membuat bekal sekolah, mengantar anak, berangkat ke kantor dan sebagainya.  Perjalanan ke kantor pun tidak mudah. Satu jam dalam angkutan umum membuat saya harus terpapar dengan debu dan asap kendaraan. Ditambah kemacetan yang membuat kesal perasaan.  Dan hampir setiap sore, di kantor, saya menutup file data terakhir. Tapi ternyata pekerjaan yang tidak pernah ada selesainya. Sore itu, pekerjaan ditutup untuk saya lanjutkan besok lagi. Dan besok pasti ada lagi kerjaan baru lainnya. Begitu seterusnya.  ...

Mengembalikan Fitrah Susu

Susu masih menjadi barang mewah bagi masyarakat Indonesia dikarenakan daya beli masyarakat yang belum bisa meraih harga susu. Selain itu, masyarakat Indonesia ternyata juga kurang menyukai susu karena kondisi perut yang peka terhadap susu, dengan efek diare atau mual. Faktor – faktor di atas menjadikan tingkat konsumsi susu di Indonesia masih terendah di Asia, yaitu 11,09 liter per kapita per tahun. Sementara masyarakat Malaysia dan Filipina mencapai 22,1 liter, Thailand 33,7 liter , India 42,08 liter, bahkan Vietnam lebih tinggi dari Indonesia yaitu 12,1 liter per kapita per tahun (sumber: Republika 2012 ) Mirisnya lagi, dari konsumsi masyarakat yang rendah tersebut, hanya 30% diperoleh dari produksi susu dalam negeri, sisanya 70% adalah susu impor. Tingginya persentase susu impor ini karena masyarakat lebih banyak mengkonsumsi susu bubuk yang lebih banyak adalah produk luar negeri, dibandingkan mengkonsumsi susu segar cair. Untuk mendorong meningkatnya daya beli susu masyar...

Diet Nyaman dengan Piring Gizi Seimbang

Cerita diet ini bermula dari kepanikan saya ketika baju-baju mulai tidak muat dan lengan tampak membesar. Semenjak anak mulai mandiri, aktivitas fisik saya berkurang dan berat badan terus menanjak. Dari semula 47 kg, secara signifikan naik menjadi 57 kg dalam kurun setahun. Saya mulai merasa panik ketika banyak yang berkomentar : "Pipinya tambah cubby" "Badannya makin seger aja" "Kelihatannya makin makmur, nih" dan serentetan pujian yang saya rasakan sebagai ungkapan "Kamu tambah gemuk aja, Rin!" Saya pun mulai memikirkan cara untuk diet. Konon diet itu menyiksa karena bikin lapar. Biar enggak menyiksa, saya anggap diet itu adalah kunci menuju sehat. Diet bukan mengurangi makan, itu istilah salah kaprah. Diet itu mengatur pola makan sesuai kebutuhan tubuh. Ada diet untuk menambah / menurunkan berat badan, ada juga diet untuk mencegah penyakit tertentu. Saya banyak membaca tentang beberapa jenis diet dan protokol pola makan. Saya mey...

Bbrr, Dinginnya Gudang Sunpride

Tak terasa sudah satu tahun berlalu dari Meet Up Fruitaholic 2017. Kami para fruitaholic sudah mendesak-desak mba Sherly (Tim Sunpride) untuk ngadain acara kangen-kangenan lagi. Iya, kangen rebutan buah-buahan Sunpride hehehe. Tertentukan pada 27 Januari 2018, Sunpride mengundang kami untuk Kopdar Fruitaholic ke gudang buah PT Sewu Segar Nusantara di Tangerang. Waaah? Ke gudang buah? Reflek tubuh menggerakkan saya untuk memilih tas besar mana yang kudu dibawa saat ke sana. Main ke gudang buaaah, lhoo..! Eh, Bu, ini mau kopdar atau mau "menjarah" buah? Hihii. ya harap maklum, bagi fruitaholic melihat buah-buahan Sunpride itu seperti melihat emas. Saya mengajak Bu Sofa, teman kantor penggemar cavendish banana-nya Sunpride. Beliau paling sering mencuil pisang yang saya bawa buat lunch. Enak kan bu? Sengaja dari Bogor belum sarapan. Ngarepnya mau sarapan pisang aja di lokasi. Sesuai harapan, di ruang meeting dengan meja panjang beralas taplak putih, fruitaho...

SO GOOD Sumber Protein Keluarga

Tidak hanya IPK (Indeks Nilai Kumulatif) yang menjadi persyaratan melamar kerja, pada pekerjaan-pekerjaan tertentu, tinggi badan juga menjadi persyaratan. Contohnya, pramugara/i, pilot, tentara, pelayanan publik dll.  Karena itu saya selalu mendorong anak-anak untuk cukup mendapat asupan protein sebagai zat pembangun tubuh. Mengejar berat badan bisa nanti-nanti, yang penting mengejar tinggi badan dulu. Karena usia tumbuh terbatas hanya sampai usia 17-18 tahun. Selain untuk tumbuh, protein juga untuk memperbaiki sel yang rusak dan meningkatkan daya tahan tubuh biar nggak gampang sakit. Protein juga membentuk otak dan menjaga sel darah merah agar tidak pecah sehingga aliran darah ke otak cukup. Dengan kata lain, protein menambah kecerdasan.  Untungnya, anak-anak saya nggak nolak sama makanan berprotein hewani. Doyan malah. Apalagi dengan ayam dan produk olahan ayam. Ngakunya sih senang ayam goreng biar kayak upin ipin, tapi saya yakin emang doyan dari dulu. Bai...

Kantor Peduli Hidrasi, Karyawan Sehat dan Produktif

Jika Anda seorang bos atau pimpinan, tentu kesal menemukan kejadian-kejadian berikut ini di kantor.  Si A, bekerja di bagian administrasi, baru saja melakukan kesalahan fatal, yaitu salah mengetikkan alamat email. Akibatnya, suatu urusan rahasia terkirim kepada orang yang bukan seharusnya menerima.  Sementara itu Si B, akhir-akhir ini sering menghilang dari ruangan pada jam kerja. Usut punya usut Si B ditemukan tidur di Mushola karena ngantuk dan lelah. Lebih parah lagi, Si C, belum masuk kerja karena baru opname di rumah sakit akibat konstipasi berat. Bagaimana roda kegiatan kantor berjalan baik jika produktifitas karyawan menurun? Dalam sebuah rapat kantor, keadaan ini menjadi bahasan, lebih tepatnya obrolan, karena fokusnya ngalor ngidul dan cenderung ngerumpi. Mereka membicarakan rekan kerjanya sambil menikmati kopi atau teh, dan snack. Giliran rapat serius dimulai, hanya selang 20 menit kemudian satu per satu mulai menguap. Ketika salah seorang menanyak...