Detox Praktis untuk Yang Aktif


3 Tantangan Wanita Aktif. 

Sebagai ibu bekerja, setidaknya ada 3 tantangan rutin yang saya geluti sehari-hari. Pertama, bergelut dengan rasa lelah mengerjakan urusan domestik. Kedua, bergelut dengan polusi kendaraan. Ketiga, bergelut dengan stress pekerjaan. 

Saya bangun pagi dengan helaan napas, rasanya seperti baru memejamkan mata malam hari, ternyata hari sudah berganti pagi. Tentu saja sepaket dengan kesibukan pagi seperti mencuci, menjemur, membuat bekal sekolah, mengantar anak, berangkat ke kantor dan sebagainya. 

Perjalanan ke kantor pun tidak mudah. Satu jam dalam angkutan umum membuat saya harus terpapar dengan debu dan asap kendaraan. Ditambah kemacetan yang membuat kesal perasaan. 

Dan hampir setiap sore, di kantor, saya menutup file data terakhir. Tapi ternyata pekerjaan yang tidak pernah ada selesainya. Sore itu, pekerjaan ditutup untuk saya lanjutkan besok lagi. Dan besok pasti ada lagi kerjaan baru lainnya. Begitu seterusnya. 

Malam hari, saya tidak bisa langsung istirahat karena banyak pekerjaan rumah menanti agar besok pagi tidak terlambat ke kantor. 

Tapi itulah seni ibu bekerja. 
Mencintai pekerjaan itu antara benci tapi rindu. 
Menjadi wanita aktif itu adalah kebanggaan pribadi. Bukti saya berkarya. 
Jadi walaupun banyak tantangannya, saya tetap menyukainya. 




Toksin Bikin Tubuh Tumbang. 
Tanpa disadari, setiap hari kita dikelilingi oleh zat beracun (toksin) yang menyebabkan tubuh kita mengandung racun (toksik). Tubuh yang bersifat toksik (mengandung racun) dapat membahayakan tubuh itu sendiri. Manifestasinya macam-macam, seperti badan sering merasa lelah, spaneng (tegang), diare, mual, muntah dan pusing. Pada sebagian orang, paparan racun dapat menimbulkan alergi, pembengkakan (radang), kulit gatal, berjerawat, ruam dan sebagainya. 

Toksin (racun) bisa berasal dari zat di luar tubuh seperti asap kendaraan, pengharum, zat aditif makanan, zat pewarna dan lain-lain. Namun toksin juga diproduksi oleh tubuh itu sendiri sebagai reaksi dari stress, emosi negatif, kurang tidur dan lelah. 

Tentu saja toksin tubuh ini berbahaya bagi tubuh itu sendiri dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Karena itu, tubuh perlu detoksifikasi (membuang racun) agar kadar toksin dalam tubuh berkurang. 

Di tengah banyaknya pekerjaan, saya pernah mengalami kondisi dimana tubuh ‘tumbang’ tidak bisa diajak kompromi. Tentu saja kondisi ini sangat menghambat aktivitas dan rencana-rencana yang telah tersusun rapi. Ya harap maklum, tubuh butuh istirahat, hanya saja saya sering tidak memenuhinya. Saat kurang enak badan itu, tubuh bisa bersifat toksik (mengandung racun) karena faktor dari dalam dan luar tubuh. 


Kenali Sumber Toksin di Sekitar Kita dan Minimalisir Dampaknya. 

Kalau di-cek list, ada banyak sekali hal-hal toksik di sekitar kita. Perlu diwaspadai tapi jangan ditakuti, karena rasa takut itu sendiri bisa menimbulkan emosi tak baik bagi tubuh. Agar kita bisa meminimalisir toksin, kita perlu tahu apa saja sumber toksin dan bagaimana mengatasinya. 

  • Asap kendaraan – untuk menghindarinya adalah berangkat lebih pagi dan menggunakan masker dalam perjalanan. 
  • Zat aditif makanan – makanan masa kini banyak mengandung zat aditif dalam pengolahannya. Zat aditif ini dapat menimbulkan gejala ketagihan, peningkatan berat badan hingga gangguan pencernaan. Solusinya, kurangi makanan olahan, perbanyak makanan segar. Lebih baik memasak sendiri makanan untuk keluarga. 
  • Bahan pangan yang terpapar pestisida – dalam pertanian moderen pestisida dipergunakan untuk meningkatkan jumlah produksi. Dampaknya, bahan pangan jadi mengandung pestisida. Cara mengurangi residu pestisida adalah dengan memilih bahan pangan organik dan mencuci bahan pangan sebelum dikonsumsi. 
  • Bahan kimia dalam kosmetik, sabun dan pewangi – ketiga jenis benda tersebut sudah menjadi produk ‘wajib’ yang digunakan sehari-hari. Sayangnya, kandungan bahan kimia di dalamnya dapat bersifat toksik apabila terakumulasi dalam jangka panjang. Untuk mengurangi ekspos terhadap racun dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi adalah dengan membaca label bahan pada produk tersebut. Beberapa bahan penting untuk dihindari dalam produk kecantikan dan perawatan pribadi antara lain: sodium laurel sulfate, natrium laureth sulfate, triclosan (ditemukan pada antibakteri produk), Parabens (Metilparaben, Etilparaben, p-Propilparaben, Isobutilparaben, n-Butilparaben dan Benzylparaben), minyak mineral, minyak bumi, Diethanolamine DEA, DEA Cocamide, Lauramide DEA, asam alfa dan beta hidroksi, talk, lanolin dan ftalat. 
  • Stres - stres dapat membunuh bakteri dan flora baik yang hidup di dalam tubuh kita. Bakteri dan floral baik tersebut bertugas menjaga kekebalan dan kesehatan pencernaan Anda kuat. Karena bakteri dan floral yang baik mati, maka bakteri dan floral jahat akan mampu mengambil alih. Untuk mengurangi paparan racun dari stres dan pemikiran negatif kita harus menciptakan afirmasi positif dalam diri agar emosi tubuh selalu baik. 
  • Kurang Tidur – tidur adalah mekanisme tubuh untuk memperbaiki sel-sel dan organnya. Karena itu jika kurang tidur, tubuh tidak sempat memperbaiki diri. Karena itu, disarankan untuk tidak begadang di malam hari. Jam 22 adalah batas maksimal jam malam biologis dimana kita harus tidur. 

Pergilah Racun, Aku Mau Produktif 
Sadar toksin dalam tubuh ini sangat mengganggu kesehatan sehari-hari dan jangka panjang, makanya saya berusaha keras menjaga kesehatan tubuh. Ada banyak cara detoks tubuh yang bisa dilakukan seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Ternyata, bahan peluruh racun tubuh itu adalah bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar kita. 

Segelas air madu dengan lemon adalah cara tradisional yang terbukti ampuh untuk melakukan detoksifikasi pada tubuh. Saat perut kosong setiap pagi akan memperbaiki dan mengatur gerakan usus. 

Sifat antiseptik madu membantu mengurangi keasaman di lambung, dan meningkatkan produksi lendir usus. Semua pekerjaan ini mendukung pengolesan tinja yang mudah dan teratur. Madu terdiri dari bakteri probiotik bermanfaat yang disebut Lactobacillus kunkeei. Ketika mentah, air madu murni dikonsumsi, bakteri probiotik dalam madu merangsang sel-sel hidup di tubuh kita. Madu mengandung banyak vitamin dan mineral yang meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menyediakan tubuh dengan vitalitas untuk melawan penyakit. 

Lemon memiliki sifat antioksidan, sementara madu — terutama madu soba — dikenal sebagai antibakteri, antiseptik, dan anti-virus. Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi lemon secara teratur dapat menurunkan kolesterol dan tekanan darah. Lemon dapat meningkatkan metabolisme lemak dan membantu mengekang peningkatan berat badan. Lemon mengandung senyawa bioaktif seperti asam askorbat, asam sitrat, dan flavonoid seperti kaempferol. Selain vitamin C, buah jeruk ini mengandung limonin yang terbukti dapat mencegah banyak kanker termasuk kanker usus besar, payudara, dan perut. 

Kita dapat memaksimalkan efek detoksifikasi air madu dengan menambahkan beberapa tetes lemon ke dalamnya. Meminum madu & lemon l, disertai istirahat cukup dan menghindari stress, makanan sehst dan berolahraga dapat meningkatkan kesehatan tubuh. 



Natsbee Honey Lemon, Cara Detox Praktis untuk Yang Aktif 
Saya tidak ingin racun mengganggu aktivitas saya. Jaman di mana waktu selalu terasa kurang ini, dibutuhkan cara praktis untuk bisa melakukan detoksifikasi (peluruhan racun) tubuh. Kendala saya sebagai wanita bekerja, tidak mudah untuk belanja lemon atau madu ke pasar, lalu mengiris, memeras dan menyeduhnya dengan air hangat. Selain itu, waktu untuk meminumnya juga tidak selalu bisa rutin. Idealnya pagi dan malam hari, tapi sayangnya pagi hari saya buru-buru ke kantor, dan malam hari sudah kelelahan. 

Sejak beberapa bulan lalu saya mencoba Natsbee, yaitu minuman madu lemon dari Pokka. Natsbee mengandung madu asli, air perasan lemon, vitamin C, dan antioksidan. Yang bikin lega, Natsbee ini tanpa bahan pengawet dan telah berlabel halal.
Natsbee merupakan cara asik tanpa toxic yang bisa membersihkan hari aktifmu dari toksin akibat gaya hidup tak sehat, stress dan polusi.

Yess, inilah yang saya butuhkan. 

Setelah saya coba rasakan, hmm..segar, enak dan rasanya natural. Saya merasa menemukan cara praktis untuk detoks yang bisa diminum kapan saja. Kebetulan saya suka minuman dingin, jadi saya minum dalam keadaan dingin. 

Kalau tidak sempat minum di rumah, saya bawa sebotol Natsbee untuk diminum dalam perjalanan ke kantor. Siang hari saat merasa stress dengan pekerjaa, sebotol Natsbee menemani kesibukan saya di meja kerja. Sore hari, saat ingin relaks di rumah, sebotol Natsbee dingin menyegarkan saya. 

Ada sebuah lagu jadul yang dinyanyikan Arie Wibowo, judulnya Madu dan Racun. Generasi 90 an pasti ingat lirik lagu ini. 

Madu di tangan kananmu. 
Racun di tangan kirimu. 
Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku?

Jadi pilih mana? Madu atau Racun? Kalau saya pilih Madu dan Lemon dalam sebotol Natsbee, cara asik bersihkan hari aktif saya.
#AsikTanpaToxic


Komentar

  1. Wah seru banget sambil kerja minum yang segar-segar

    BalasHapus
  2. Jadi hausss :) Ngebaca artikel ini Ibu Arin... :)

    BalasHapus

Posting Komentar