Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Strategi Mama Hebat

Menjadi Mama (yang Hebat) Saya terdidik dengan bahagia. Bukan berarti kondisi kami serba berkecukupan dan bebas masalah, namun kedua orangtua saya banyak mengajarkan tentang bagaimana memilih sebuah keputusan, membuat rencana serta beralih ke rencana cadangan apabila rencana pertama gagal. Intinya, apapun yang terjadi dalam hidup harus dihadapi dengan optimis, dan sebagai bonusnya, hal itu akan mendatangkan bahagia. Sebelum berumah tangga rasanya ilmu tersebut di atas belum banyak diterapkan. Dulu hidup penuh dengan keceriaan tanpa harus banyak berpikir karena status saya masih sebagai anak. Kini status saya menjadi mama, dan barulah saya mengerti bagaimana ibu saya dulu begitu pandainya menyiasati uang belanja, pekerjaan rumah tangga, waktu untuk keluarga, dan berbagai urusan lain. Dengan ini saya sampaikan penghargaan setinggi-tingginya untuk semua ibu-ibu di dunia, karena walau bagaimanapun kondisi mereka, mereka selalu berusaha untuk bisa memberikan situasi yang terbaik untuk

CERITA CINTA BERSAMA MAMA (OBH COMBI PHOTO STORY CONTEST)

Saatnya berbagi ilmu kepada sahabat. Ilmu apa? ya ilmu menulis... Sahabat siapa? ya jelas Cinta dong.. Tidak mudah, karena Cinta baru menjelang 6 tahun, menjelang masuk SD saat dilatih menulis ini. Baca sih sudah bisa, menulis didikte sih sudah bisa, chating sudah mahir, bercerita juga sudah sangat ceriwis, tapi menuliskan cerita yang dia pikirkan itu yang butuh perjuangan. So, bagaimana caranya? Beruntung Cinta sangat imaginatif, kritis dan ceriwis. Saya ajukan beberapa pertanyaan yang kemudian akan menjadi kerangka pokok cerita. Misalnya, apa kesukaanmu di hari libur? Biasanya mama mengajakmu kemana dan melakukan apa saja? Bagaimana kesan-kesanmu? dan sebagainya... Dari ngobrol-ngobrol itu saya minta dia menulis ulang menjadi kalimat-kalimat pendek dan sederhana. Dan jadilah cerita seperti di bawah ini. Tema berbagi pengalaman tentu lebih mudah daripada tema yang belum pernah dialami. Memperkaya pengalaman adalah cara yang ideal, tapi kalau kesempatan kurang, melatih anak be

Diary Ibu : Bekerja Kembali Demi Si Kecil

Murtiyarini, 34 tahun. Karyawati Institut Pertanian Bogor. Menikah dengan Ari Budiawan 35 tahun , dikaruniai putri Cinta Ing Larasati (6 tahun) dan Asaku Mulia (1 tahun) Untung Ada Penitipan Anak Satu minggu menjelang cuti melahirkan usai, mendadak asisten rumah tangga berhenti bekerja. Bisa dibayangkan bagaimana paniknya saya memikirkan siapa yang akan mengasuh anak selama saya bekerja. Berhenti bekerja bukanlah hal yang saya harapkan. Bertepatan denga itu saya mendapat informasi adanya tempat penitipan anak di dekat kantor. Saya lega sekali. Setelah melakukan observasi, saya percayakan pengasuhan anak saya di tempat penitipan anak (daycare) Agriananda, tepat sejak anak saya berumur 3 bulan. Dukungan Suami dan Perjuangan Ibu Bekerja Banyak pertentangan yang terjadi dalam diri saya ketika memilih untuk tetap bekerja. Perasaan bersalah ketika berangkat bekerja, diiringi tatapan mata sedih dari anak selalu memberatkan langkah ini. Belum lagi orang-orang yang saya jumpai di jal

Melempar adalah Milestone Anak (Nakita)

Dimuat di Tabloid Nakita 25 Juli 2011, rubrik komentar facebook

Sehat dan Segar dengan Sarapan Bernutrisi

Saya pernah mengalami ini : pagi merasa malas sarapan karena perut belum siap dan terburu-buru hendak beraktifitas, ketika sekitar pukul 9 – 10 pagi saya merasa sangat lapar saya langsung memakan sepiring nasi rames komplit dengan porsi cukup banyak, dan kira-kira setengah jam kemudian saya mengantuk luar biasa. Lalu saya berpikir “ Nggak sarapan loyo, tapi kalau sarapan malah ngantuk?” Ternyata saat itu saya masih salah dalam dalam memilih waktu dan menu sarapan. Sekarang saya mengganti pola sarapan. Setelah berpuasa selama sekitar 8 jam di malam hari, kadar gula darah menurun, tubuh memerlukan nutrisi dan energi untuk dapat bermetabolisme secara optimal. Segera saya berbuka dengan segelas air putih di pagi hari untuk mengganti cairan tubuh, kemudian sebelum pukul 7 pagi saya sudah menyantap sarapan. Namun mengingat waktu sarapan yang singkat dan perut belum sepenuhnya siap, maka sarapan tidak perlu banyak kuantitiasnya, cukup 300 – 400 kalori. Justru apabila terlalu kenyang, tubuh

Karena Aku Sayang Mama

Namaku Cinta. Umurku 6 tahun. Kata Mama aku anak yang mandiri dan Mama bangga padaku. Setiap pagi Mama menyiapkan bekalku ke sekolah dan bekal Adik ke daycare. Aku bisa membantu Mama membuat roti oles meises. Aku juga sudah bisa mandi, sikat gigi dan pakai baju sendiri. Kemudian kami berangkat bersama. Aku membawa tas ransel sendiri. Aku sayang Mama dan ingin membantu Mama. Setelah mengantar kami, Mama berangkat ke kantor. Sepulang sekolah, aku sering menghadiahkan hasil karyaku untuk Mama. Sore hari sesampainya di rumah Mama istirahat dulu sambil menyusui Adik. Aku tahu Mama pasti capek. Kalau Mama tidur aku tidak mau mengganggunya. Aku suka membaca buku atau bermain sendiri di dalam rumah. Pernah aku pengen pipis pas Mama tidur. Aku pergi kamar mandi sendiri dan menyiram badan sendiri. Aku hebat kan? Itu karena aku sayang Mama. Kalau Mama sedang memasak, aku menemani Adik bermain. Aku menuruti nasehat Mama untuk banyak makan dan minum susu agar tidak mudah sakit. Kat