Langsung ke konten utama

Postingan

Jalan Malam di Khaosan Road. Antara pijat berjamaah, tatto dan ikan bakar.

Malam kedua di Bangkok (11 November 2018). Walaupun siangnya kami sudah gempor menyusuri permukaan Chatuchak Weekend Market, malamnya kami tak ingin melewatkan waktu tanpa kemana-mana. Pilihannya, yang dekat-dekat saja dari tempat kami menginap di Samsen Road, yaitu ada satu kawasan yang sangat popular, Khaosan Road . Ya, selepas magrib kami berjalan kaki 500 meter ke Khaosan Road. Jalan ini tidak terlalu panjang. Juga tidak terlalu lebar. Tidak seberapa dibanding Malioboro, Yogya. Namun bule-nya jauuuuuh lebih banyak dari Malioboro, hehehe. Why? whyyyy? Jam segitu di Khaosan Road pedagang-pedagang baru 'buka lapak'. Di kanan kiri jalan banyak rumah-rumah pijat. Nggak tanggung-tanggung, kasur pijatnya digelar berjajar sampai ke pinggir jalan. Semakin malam semakin banyak yang pijat 'berjamaah' di sini. Seandainya enggak ingat malu, enak banget bisa bergabung bersama ikut dipijat. Pijat aja kok, enggak macam-macam. Yang memijat juga jenis kelaminnya sama dengan yang
Postingan terbaru

Merawat Kulit Wajah Keluarga

"AAAHHH," saya menjerit ketika melihat setitik butiran merah 'calon jerawat' di wajah Asa. Sekaligus teringatkan bahwa Asa sudah memasuki usia pra remaja. Tahun ini, si bungsu ini sudah 10 tahun, sebentar lagi masuk masa pubertas. Mengingat pengalaman yang dulu-dulu betapa sulitnya mengobati jerawat, maka saya tekatkan "Jerawat ini harus dicegah. Harus dicegah!" Dalam satu keluarga, ada problema kulit wajah yang berbeda-beda , tergantung jenis kelamin, usia, aktivitas dan ketelatenan merawat diri.  Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mengidentifikasi permasalahan kulit dan penyebabnya apa.  Namun, walau berbeda problema, solusinya hampir sama, dan  sabun wajahnya cukup satu saja untuk sekeluarga.  Begini gambaran kondisi kulit wajah di keluarga saya: Ayah Ari, usia 43 tahun.   Kulit wajahnya sawo matang, pori-pori kecil, kering. Hampir tidak pernah jerawatan. Karena faktor usia, sudah mulai tampak keriput di sekitar mata dan bintik hitam mirip tahi la

Gizi Seimbang Selama Sekolah dan Bekerja dari Rumah

Sebulan pertama, Sang Ibu senang bisa bekerja dari rumah. Kesempatan beberes rumah dan memasak untuk keluarga lebih banyak. Sementara itu Sang Anak senang karena bisa belajar dari rumah sambil ditemani ibu. Terlebih bisa makan masakan ibu setiap hari, pagi siang sore. Sejenak, di rumah saja terasa seperti hari libur yang menyenangkan. Bulan kedua, ketiga... dan sekarang sudah bulan ketujuh. Bosan pun mulai melanda. Situasi pandemi belum mereda. Kita masih harus sekolah dan bekerja dari rumah. Sang Ibu mulai kehabisan ide menu harian, juga ketakutan keluarga sudah mulai bosan akan masakannya. Sementara itu membagi pikiran antara urusan rumah, sekolah anak dan kantor tidak mudah. Membuat kreativitas memasak semakin menguap. Anak pun mulai ogah-ogahan makan. Di sisi lain, menghadapi pandemi ini dibutuhkan daya tahan tubuh yang baik melalui penerapan gizi seimbang dalam keluarga.  Apakah anda merasakan problema yang sama? Ya, kita tengah menghadapi tantangan kesehatan global yang mengharu

Melepas Kangen ke Cibinong City Mall

Benar apa yang dikatakan Dilan, rindu itu berat. Seberat itu kami menahan rindu pada Cibinong City Mall. Bagaimana kami, keluarga yang doyan banget nge-mall, bisa menahan diri tidak jalan-jalan ke mall selama masa pandemi COVID-19 ini. Mau sampai kapan menahan rindu? Setelah sekitar 6 bulan bersabar di rumah saja, tidak ke mall, akhirnya bulan ini kami melepas rindu ke Cibinong City Mall. Tentu saja karena memang ada keperluan yang sangat penting yang harus dibeli di sana. Kepentingan berikutnya, demi menjaga otak kami tetap waras, sehingga kami putuskan nge-mall secara singkat dan padat.  Hari itu bagi kami merupakan one fine day at Cibinong City Mall . Acara melepas kangen ini terasa sangat istimewa, selain karena sudah saking rindunya, ada hal-hal baru yang kita temui selama di Cibinong City Mall. Apa saja? Yuk simak cerita ini. Suasana Nge-mall di Era New Normal. Kita sedang menjalani era new normal, yang mana diharapkan aktifitas ekonomi bisa berjalan normal dengan adaptasi kebias

Serunya Belajar dari Rumah Saat Pandemi

Dulu main handphone dibatasi, sekarang boleh seharian. Dulu malas ke sekolah dimarahi, sekarang malah disuruh sekolah dari rumah. Ya itulah konsekuensi dari pandemi Covid-19 ini, salah satu dampaknya, bekerja dan sekolah dari rumah. Per Maret 2020, anak-anak saya sekolah dari rumah. Bagi sebagian anak dan orang, belajar dari rumah itu lebih menyenangkan, karena tidak harus buru-buru mandi pagi dan berangkat ke sekolah. Di sisi yang lain, kendala gadget, kuota internet dan sistem pembelajaran membuat anak dan orangtua pusing tujuh keliling. Apapun kendalanya, belajar dari rumah sudah diwajibkan. Mau tak mau, kita harus beradaptasi dengan cara baru ini. Adaptasi Ruang dan Perangkat Seketika, rumah kami berubah menjadi ruang sekolah dan kantor. Harus ada zona berbeda dan tidak saling ganggu. Saat pagi hari, kami sibuk masing-masing. Sering dalam waktu bersamaan, masing-masing kami melakukan online meeting. Ada yang di kamar, ruang makan, atau ruang tamu. Masing-masing kami punya belajar d

Kelimpahan Buah-buahan Nusantara dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Saat Pandemi

Siapa sangka, sebuah pandemi terjadi tahun ini. Anak-anak mulai sekolah di rumah pada awal maret 2020, sedangkan saya pun menjalankan WFH ( work from home ) mulai pertengahan Maret 2020.  Virus Corona bernama resmi COVID-19 memporak-porandakan dunia dari berbagai aspek, terutama kesehatan, sosial dan ekonomi. Di Indonesia sendiri, sejak pemerintah mengumumkan adanya pasien pertama COVID-19 pada awal Maret 2020, kepanikan sosial terjadi. Masyarakat disadarkan bahwa kehadiran Virus Corona ini benar-benar nyata adanya, dilihat dari kurva jumlah penderita dan jumlah korban yang masih menanjak hingga saat ini.  Melihat semakin tinggi sebaran virus ini, penguatan daya tahan tubuh adalah upaya sangat penting. Istilahnya, kita harus siap ‘pasang badan’ seandainya (amit-amit) virus ini sampai ke tubuh kita. Sebagaimana diketahui, penyakit bersumber dari virus adalah penyakit yang bisa dilawan oleh daya tahan tubuh. Dengan begitu, kita harus memberi dukungan pada tubuh agar membentuk antibodi ya

My Favourite Shower Gel from The Body Shop

Jam berapa biasanya kamu mandi selama di rumah saja? Jujur, saya mandi lebih siang daripada saat saya harus berangkat ke kantor. Tidak hanya saya, anak-anakpun demikian. Pasalnya, yang biasanya harus butuh waktu 45 menit untuk menuju ke kantor atau sekolah, sekarang setidaknya ada diskon waktu perjalanan. Jadi yaaa, enggak harus buru-buru mandi pagi kaaan? Nah, ibu-ibu yang harus memasak sarapan pagi, pilih mandi sebelum atau sesudah masak? Jujur, kalau saya pilih sesudah masak. Hihihi, malas kan kalau sudah mandi segar, eeeh, badan keringatan lagi dan harus mengulang mandi. Tapi itu duluuuu, sebelum saya kenalan sama shower gel dari The Body Shop.  Gara-garanya The Body Shop bulan September 2020 pas lagi ada sale 50% untuk berbagai produk, di antaranya adalah shower gel yang banyak variannya. Wih, langsung kalap. Hampir semua varian saya check out dari Thebodyshop.co.id .  Dan anak gadis saya sempat protes, ngapain sih Ma , beli sabun banyak-banyak? Yaaa, kan Mama penasaran pengen men