Jumat, 01 Desember 2017

Penyambung Rindu


Sesungguhnya, yang menjadi penghambat pertemuan bukanlah jarak, melainkan waktu.

Rindu.
Saya dan Mbak Sri adalah si bungsu dan si sulung dalam 7 bersaudara. Ketika saya lahir, Mbak Sri meninggalkan kampung halaman Trenggalek untuk kuliah di Bogor. Satu semester berlalu, Mbak Sri pulang dan mengendong saya yang masih bayi. Sayangnya, saya belum mengenalnya sebagai kakak kandung. Libur berikutnya pun demikian. Saat usia saya satu tahun dan mulai mengenali wajah-wajah, saya merasa asing pada mula kepulangan mbak Sri ke kampung halaman. Butuh waktu beberapa hari untuk akrab. Berkat usaha Mbak Sri sebagai kakak yang sangat ramah, akhirnya saya lengket dengannya. Giliran waktunya Mbak Sri kembali kuliah, dengan tangisan meraung-raung saya melepas keberangkatannya.

Kamis, 30 November 2017

Belanja Hepi di Thamrin City


“Besok tolong urus berkas akreditasi ke BAN-PT, bisa?” Tanya Pimpinan sambil menunjuk pada setumpuk berkas di mejanya.

Hm, Kantor BAN PT kan di Kemenristek Dikti di kawasan Thamrin-Jakarta ya? Mendadak saya antusias menerima tugas kantor ini. 

“Siap Pak, besok saya ke Jakarta,” jawab saya.

Sepintas yang saya ingat dari kata "Thamrin" adalah Thamrin City. Iya, sudah bisa ditebak kan niatnya, sepulang dari Kemenristek Dikti, saya berencana mampir ke Thamrin City. Hanya 15 menit dari kantor Kemenristek Dikti.

Minggu, 12 November 2017

Video yang Bercerita ala Fikri Hidayat [Danone Blogger Academy]


Banyak cara untuk menyampaikan sebuah cerita yang berhubungan dengan story telling non fiksi (video journalism) yang bukan reality show di TV, bukan juga artikel depan di media mainstream. 



Membuat video yang bercerita ini adalah materi dari mas Fikri Hidayat, Kameramen Kompas pada hari ke 3 (11 November 2017) Danone Blogger Academy (DBA) yang digelar di Gedung Cyber 2 Jakarta.  



Ada dua cara penyampaian cerita dalam video, yaitu pertama secara kronologis (dimulai dari awal hingga akhir) dan kedua, sampaikan yang penting terlebih dahulu.

Tutur Visual ala Yunaidi Joepoet [Danone Blogger Academy]



"Jika mendengar kata "kesehatan", apa yang ada dalam pikiran teman-teman? Coba gambarkan dalam maksimal 3 kata," Mas Yunaidi memulai kelasnya dengan pertanyaan tersebut.


Hari kedua Akademi Menulis Danone Blogger Academy (DBA), berlokasi di Gedung Cyber 2 Jakarta, hari yang membuat saya bersemangat. Hari itu dibuka dengan sesi Photo Blogging “Menangkap Fenomena Kesehatan di Sekitar Kita”, disampaikan oleh mas Yunaidi Joepoet, Photo Editor at Agency Fish and Colours, dan fotografer Majalah National Geography. Sosoknya masih muda, tetapi ilmunya membuat saya menjura. 

"Cuci tangan!"
"Air minum !"
"Bersih !"
"Makanan sehat!"
"Mata berbinar!"
"Senyum!"

Adalah jawaban para akademia DBA. Pinter-pinter jawabannya. Tinggal bagaimana agar bisa terekspresikan dalam sebuah foto.

Akademi Menulis [Danone Blogger Academy]


Di sela keriuhan grup chat Whatsapp, ada satu pesan yang menarik dari Evrina, berisi sebuah link pendaftaran Danone Blogger Academy.


Wah, apa ini? 

Adalah semacam workshop selama kurang lebih satu bulan yang terdiri dari akademi menulis online dan offline, visit lapang dan pengerjaan proyek tugas akhir. Materi yang akan diberikan dalam Danone Blogger Academy adalah tentang menulis kesehatan, membedakan fakta atau hoax, cara menulis kreatif dengan story telling, belajar membuat vlog dan fotografi. Timelinenya telah tertera jelas kapan peserta harus hadir di Jakarta dan Klaten. Hm, kira-kira saya bisa nggak ya? Akhirnya saya putuskan mendaftar sambil memikirkan bagaimana menjelaskan ke pimpinan saat meminta ijin cuti kerja pada 2x hari Jumat. 

Singkat cerita, saya terpilih sebagai 1 dari 20 peserta Danone Blogger Academy. Acara ini adalah kerjasama Danone Indonesia dengan menggandeng Kompasiana. Danone Blogger Academy ini adalah perpaduan antara upgrade kemampuan blogging dan pengetahuan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman serta meningkatkan kemampuan jurnalistik agar para blogger dapat menuliskan informasi mengenai kesehatan dengan mendalam.

Senin, 06 November 2017

Meeting Nyaman di Aston Bogor Hotel


Per tiga bulan sekali, para bendaharawan di IPB berkumpul untuk melakukan rekonsiliasi data triwulan. Puyengnya nggak main-main, mata ini dipaksa melihat ribuan lajur baris dan kolom berisi angka-angka yang njelimet. Belum lagi kalau ada yang tidak balance, wajib ditemukan selisihnya dimana. Sampai ketemu dan benar-benar pas.

Rekonsiliasi bertujuan mencocokkan antara data yang ada pada bendahara dengan data yang ada pada pusat. Kalau keduanya sudah cocok, maka rekonsiliasi telah sukses. Rekonsiliasi per tiga bulan biasanya dilaksanakan di hotel dan menginap. Bukan untuk senang-senang lho, nyatanya kami duduk berjam-jam di ruang meeting untuk bekerja. Pada jam-jam tertentu ada sosialisasi program baru. Kepala panas mengepul, wajarlah kalau untuk acara seperti ini dipilih diadakan di Hotel yang nyaman dengan fasilitas lengkap. Biar nggak stress. 

Salah satu hotel yang pernah menjadi tempat rekonsiliasi adalah Aston Bogor Hotel. Lokasinya di kawasan Batu Tulis, di kaki Gunung Salak. Tepatnya, cari sendiri di google map, pasti ada. hehehe.

Rabu, 01 November 2017

Dari Santap Bersama, Kumengenalmu

Makan tidak berbicara,adalah aturan saat santap bersama yang kami terapkan dalam keluarga. Namun, justru pada saat santap bersama inilah kami semakin mengenal satu sama lain. Aktifitas utama memang makan, di mana masing-masing harus fokus pada apa yang sedang dikunyah. Sesudah dan sebelum makan, ada cerita-cerita di antara kami, ada pilihan-pilihan khas, ada perbedaan selera yang tidak selalu bisa disatukan.



Bagi keluarga urban kota besar seperti kami, santap bersama paling memungkinkan dilakukan adalah saat makan malam dan akhir pekan. Biasanya sarapan dilakukan dengan terburu-buru, dan siang hari makan saya dan suami makan di kantor, sedangkan anak-anak makan di sekolah masing-masing. Tak ayal, begitu akhir pekan tiba, santap bersama adalah kegiatan sederhana yang paling ditunggu-tunggu. Baik itu makanan masakan sendiri maupun beli menggunakan aplikasi delivery. Khusus pada akhir pekan, kami lebih suka makan siang di luar, sekalian refreshing.

Minggu, 29 Oktober 2017

One Day at Aston Sentul Lake Hotel and Resort


"Cobalah eksplor Hotel atau Resort di sekitaran Bogor saja, waktu kita tidak banyak," demikian pesan pimpinan saat saya dan tim menyusun rencana untuk menyelenggaran workshop tenaga kependidikan. Workshop yang sifatnya tahunan ini memang selalu berusaha menghadirkan sekaligus ilmu baru dan tempat refreshing yang nyaman. Tujuannya agar saat kembali bekerja, pegawai lebih bahagia dan mendapat pencerahan.

Setelah survei di kawasan sekitar Sentul Bogor, saya dan tim memilih Aston Aston Sentul Lake Hotel and Resort. Begitu melihat suasana dari lobi, kami langsung terpukau. Ternyata ada resort yang super nyaman dan cantik di kota Bogor yang sudah pada ini. Pinter nih pemilihan tempat dan konsepnya. Dari balkon terpampang kolam renang yang luas dengan struktur lanscape yang cantik dan ada danau kecil alami yang memang ada di kawasan ini. 

Aston Sentul Lake Hotel and Resort terdiri atas 2 bagian , yaitu hotel dan resort. Hotel terdiri atas kamar-kamar, sedangkan resort terdiri atas rumah dengan kolam renang privat dan pintu langsung ke arah danau, lebih cocok untuk yang ingin menginap bersama keluarga.

Workshop Keselamatan Kerja dan Pertolongan Pertama P3K



Seringkali karyawan kantoran kurang menyadari bahaya-bahaya yang mungkin muncul di lingkungan kerja. Merasa nyaman di ruangan ber - AC, duduk di depan komputer dan berurusan dengan kertas-kertas sehingga melupakan bahaya bisa saja mengintai setiap saat. 

Menyadari hal ini, tim manajemen departemen memilih tema "Keselamatan Kerja" sebagai tema workshop untuk Tenaga Kependidikan di Departemen Proteksi Tanaman. Informasi : Tenaga Kependidikan ini adalah supporting staf selain dosen pengajar (pendidik). Jadi tenaga kependidikan terdiri dari tata usaha dan administrasi (saya sebagai bendahara ada di bagian ini), teknisi laboratorium, tim keamanan dan tim kebersihan.

Rabu, 25 Oktober 2017

Samsung Galaxy C9 Pro : Rising Professionalism in Me


Terinspirasi dari tagline Samsung Galaxy C9 Pro, sebagai smartphone yang menjanjikan profesionalisme, saya pun terpikirkan, apakah diri saya sudah bekerja dengan profesional? 

Berawal dari tantangan, saya meninggalkan zona nyaman.
Saat ini saya bekerja sebagai seorang bendahara, istilah kerennya akuntan. Posisi ini baru saya jalani 3 tahun terakhir. Saya menerima posisi itu dengan perasaan kurang percaya diri.  Bagaimana tidak, latar belakang pendidikan saya adalah sains pertanian, dan mendadak disodori posisi yang berhubungan dengan keuangan. Pekerjaan yang sama sekali tidak saya bayangkan sebelumnya.

Selasa, 24 Oktober 2017

Agrianita Jalan-jalan ke Sukabumi


Akhirnya kesampaian juga menjajal naik kereta api dari Bogor ke Sukabumi. Selasa 10 Oktober 2017, saya bersama rombongan ibu-ibu Agrianita Fakultas Pertanian IPB, plesir ke Sukabumi.

Skedul kami dimulai dengan naik kereta pukul 08.00 pagi. Saya pikir, stasiunnya yang di Stasiun Bogor, ternyata khusus untuk kereta api Sukabumi, stasiunnya adalah Stasiun Paledang. Nah kan, 20 tahun tinggal di Bogor baru tahu ada stasiun Paledang. Hihihi..

Garda Oto Digital, Asuransi Mobil Makin Gampang


Tahun berganti, sementara saya masih belum bisa menyetir mobil. Sejak remaja impian saya bisa menyetir mobil. Nyatanya, setelah hampir 10 tahun berkesempatan mengendarai mobil keluarga,  saya tidak berhasil mengumpulkan nyali untuk belajar menyetir. 

Seiring bertambah usia, ketakutan-ketakutan akan lalu lintas semakin bertambah. Apalagi memang pada kenyataannya, kondisi jalan raya semakin padat. Perilaku pengguna jalan masih banyak yang sembarangan dan egois.  Sehari-hari dihadapkan pada kejutan-kejutan di jalan raya yang membuat sport jantung. Beberapa kali mobil kami tergesek oleh setir motor, pernah juga terseruduk dari belakang oleh mobil lain, padahal jalan tengah macet dan melambat. Alhamdulillah nyawa masih dilindungi. Maka jangan salahkan saya kalau nyali menyetir semakin menipis.

Sudah pasti, asuransi mobil sangat diperlukan. Kalau tidak, dompet kita bakal terkuras untuk biaya servis mobil yang tidak murah. 

Rabu, 11 Oktober 2017

Memahami Fiskal




Dalam logika keuangan sederhana, pendapatan yang saya peroleh berasal dari berbagai sumber. Pendapatan itu digunakan untuk membeli kebutuhan sehari-hari, kebutuhan bulanan dan kebutuhan jangka panjang.

Pertanyaannya adalah, apakah pendapatan saya cukup untuk membayar semua kebutuhan itu?

Kemungkinan-kemungkinannya seperti ini :

  • Pendapatan lebih besar daripada pengeluaran, ini ideal sehingga saya bisa menabung. 
  • Pendapatan sama dengan pengeluaran, artinya uang hanya numpang lewat. 
  • Pendapatan kurang dari pengeluaran, sehingga solusinya adalah berhemat, dan jika diperlukan saya harus berhutang untuk modal usaha. 

Analog di atas bisa membantu kita memahami apa dan bagaimana kondisi fiskal di Indonesia. Sudah pasti beda level kerumitan dan kompleksitasnya. Karena itu tak heran jika pemerintah dalam hal ini Presiden dan Menteri Keuangan pusing tujuh keliling mikirin uang negara, hehehe.

Senin, 09 Oktober 2017

Konferensi Ayah Bunda Platinum



Entah kenapa saya selalu merasa tersentuh kalau melihat para ayah yang mau ikut mengurusi anak, mau tau apa sih yang terbaik untuk anak-anaknya. Pemandangan menyentuh ini banyak saya lihat dalam Konferensi Ayah Bunda Platinum di Bogor, 2 Oktober 2017 silam.

Pagi itu, IPB International Convention Center di'merah'kan oleh para orangtua yang antusias untuk hadir menimba ilmu dan merelakan akhir pekannya. Dan yang membuat saya terkesan adalah...banyak para ayah hadir lho.  Jempol buat para ayah yang hadir! Mereka sadar,  keberhasilan membentuk kecerdasan si kecil bukan hanya peran bunda saja, tapi juga harus bekerjasama dengan ayah. Iyalah, kan anak berdua, masa yang repot hanya bunda. Hehehe..

Tolong jangan baper ya lihat foto ayah-ayah yang penuh tanggung jawab berikut ini.

Kamis, 05 Oktober 2017

Pilih Ayam atau Telur ? Mau Semuanya!


Halo teman-teman,

Hari ini makan dengan lauk apa? Siapa yang lauknya telur? Siapa yang lauknya ayam?

Setiap hari, di keluarga saya hampir tak pernah ketinggalan menu ayam dan telur. 

Pagi hari, paling gampang saya membuat sarapan dengan lauk telur. Mau telur ceplok, telur dadar, atau nasi goreng telur? Nah, telur semuanya. Hahaha..soalnya gampang sih, cepat matang dan dijamin enak. 

Minggu, 01 Oktober 2017

Sate yang Terbakar dan Emosi yang Teredam


Dua 'aha' momen yang mengulik kesadaran saya terjadi di sebuah warung sate kambing sederhana di Trenggalek, Jawa Timur, sekitar 3 tahun lalu.

Dilihat dari luar, warung sate kambing itu tidak terlalu meyakinkan. Kalau saja tidak mencobanya, saya tidak akan tahu kenapa banyak orang merekomendasikan warung tersebut. Rahasianya adalah pada dagingnya yang segar dan bumbunya enak. Sate Kambing salah satu kuliner yang banyak dijumpai di Trenggalek, kota kelahiran saya (berulang kali dengan bangga saya menyebutnya, walaupun di profil blogger telah nyata tersebutkan). Dan warung sate ini dalam daftar wajib yang harus saya kunjungi saat mudik.

Sabtu, 16 September 2017

J . e . d . a .


Akhir 2015, perasaan jenuh itu mulai muncul. Saat itu saya tengah sibuk-sibuknya membereskan laporan tahunan keuangan, bertepatan dengan masa pergantian pimpinan unit, sehingga saya juga harus menyajikan pula laporan selama 5 tahun terakhir. 

Frekuensi saya dalam menulis berkurang drastis. Blogging pun sangat jarang. Apalagi ikut event-event comunity gathering yang seringkali diadakan di Jakarta. Rasanya energi saya tak cukup untuk melakukan hal-hal yang sesungguhnya saya sukai.

Sampai pada titik dimana saya tidak ingin melakukan apa-apa selain JEDA. Sayangnya, jeda inipun tak bisa benar-benar saya lakukan. Rutinitas terus berjalan. Tanggung jawab pekerjaan tak tega untuk saya tinggalkan. Saya tak hanya menempatkan diri sebagai ibu di rumah, namun juga jadi "ibu" di kantor. Kalau saya tak ada, bagaimana urusan rumah tangga kantor?

Minggu, 13 Agustus 2017

Diari Belanja Lebih Rapi dengan BNI Financial Planner


Orang lain punya diari untuk curhat soal cinta, kalau saya punya diari untuk curhat keuangan. 
Dari catatan pengeluaran hingga mimpi-mimpi di masa mendatang.
Tetapi, beberapa tahun terakhir saya mulai bingung menulis Diari Belanja. Kenapa?

Perkembangan pembayaran dengan cara e-money memang memudahkan. Sistem pembayaran banyak dilakukan dengan kartu debit, kartu kredit, transfer maupun pembayaran tagihan melalui internet banking. Namun di sisi lain, saya harus mengubah pencatatan dan pola pengelolaan uang pribadi.

Dulu saya masih menggunakan amplop untuk memisahkan pos-pos belanja. Begitu terima uang gaji bulanan dan nafkah dari suami, uang-uang tersebut lantas dibagi dalam amplop-amplop bertuliskan tujuan peruntukannya. Saat itu, tabungan BNI benar-benar hanya untuk menabung. Seluruh uang belanja ditarik tunai. Catatan pengeluaran saya tulis dalam Diari Belanja

Sabtu, 12 Agustus 2017

Wangi Yang Tak Kan Pudar


Pilih mana, baju rapi tapi bau, atau baju kucel tapi wangi?
Saya sih, pilih baju rapi tapi wangi. *smile*

Penampilan adalah representasi diri seseorang, dan wangi adalah bagian penting di dalam penampilan itu sendiri. Wangi identik dengan kebersihan, sebaliknya kotor identik dengan bakteri penyebab bau. Karena itu penting banget untuk tampil wangi sepanjang hari.

Ssst, orang nggak bakal mengira kamu belum mandi kalau mencium aroma wangi darimu. Hehehe. Tapi ini bukan trik yang boleh ditiru. Tetap, kebersihan tubuh menjadi kunci badan tidak bau.

Nasib tinggal di negara tropis seperti Indonesia ini membuat tubuh kita gampang berkeringat. Bukan salah keringatnya sih, karena berkeringat itu sehat kok. Tinggal bagaimana kita meredam bau keringat ini ketika beraktifitas seharian.

Rabu, 19 Juli 2017

Godaan-godaan dalam Menabung dan Cara Jenius Menjaga Prioritas




Jika Anda diminta memilih antara kedua kebutuhan, biaya kesehatan atau biaya pendidikan, mana yang Anda prioritaskan? 

Jika Anda diminta memilih antara membeli rumah atau mengontrak rumah sambil membeli mobil, mana yang Anda prioritaskan? 

Seringkali pilihan hidup - yang hampir selalu berhubungan dengan biaya - dalam posisi sama pentingnya. Pada titik itu, tidak mudah memilih prioritas.

Ada kalanya prioritas didasarkan pada tingkat kebutuhan terhadap 'sesuatu' tersebut, seberapa banyak anggota keluarga yang membutuhkan, dan mana yang lebih cepat harus dipenuhi.

Ada kalanya, kita tidak mendapatkan kesempatan lama untuk berpikir, hanya dalam hitungan hari, bahkan jam dan menit, harus membuat keputusan penting yang menguras tabungan.

Saya belajar dari kegagalan-kegagalan dalam menabung. Sekian tahun menabung, menyisihkan uang, membuat pos-pos tertentu, hingga tiba pada satu kesimpulan : keberhasilan menabung ditentukan oleh keteguhan niat.