Langsung ke konten utama

Postingan

Lulus dari Departemen Proteksi Tanaman

25 tahun. Lebih dari separuh hidup saya, berada di bawah naungan Departemen Proteksi Tanaman. Sebuah jalan hidup, yang  membuat saya semakin bersyukur, dan bersyukur. Betapa Tuhan melimpahkan rahmat terus menerus, sehingga hidup saya mengalir indah, tidak terlalu mudah, tapi juga tidak susah.  1996 Adalah Sebuah Awal. Tahun itu, saya diterima di Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT nama lama Departemen Proteksi Tanaman). Saya tidak memilih jurusan ini. Tepatnya saya dipilihkan oleh Kakak tertua, yaitu Mbak Profesor Sriati . Waktu itu pengetahuan saya tentang jurusan-jurusan perguruan tinggi sangat minim. Bahkan jika ditanya saya mau jadi apa, minatnya apa, mau kerja dimana, saya tidak tau jawabannya. "Pilihkan saja mbak, yang penting masuk perguruan tinggi negeri", begitu kata saya ke mbak Sri sambil menyodorkan form lamaran.  Batin saya, bisa diterima di universitas negeri sudah syukur, saya tidak berani berharap banyak dengan kisaran rangking yang 'hanya' berada di
Postingan terbaru

Aktif di Lapangan bersama Scarlett Hair Treatment

2022 ini saya mulai jalan-jalan lagi.  Bukan jalan-jalan dalam arti wisata atau traveler, tetapi jalan-jalan ke lapangan dalam rangka pengamatan ke lahan-lahan pertanian. Akhir-akhir ini saya suka mengikuti suami kerja ke lapangan, kalau waktunya pas weekend. Destinasinya adakah kebun jagung, kebun jeruk dll. Senangnya tetap sama seperti wisata, karena saya suka melihat tempat-tempat baru dan menggali pengalaman baru. Bagi suami, berpanas-panas di lahan pertanian dari pagi hingga siang bukan hal asing, sudah jadi kerjaan sehari-hari. Sedangkan bagi saya, baru beberapa kali ikut. Tantangannya adalah saya takut dengan binatang-binatang di area pertanaman seperti ulat, ular, belalang dll. Padahal saya lulusan jurusan hama dan penyakit tumbuhan, tapi takutnya sih tetep hehe.. Tantangan lainnya, adalah terik matahari. Kami wajib pake sunscreen, topi, dan kalau perlu payung. Kalau tidak begitu, kepala bisa pusing karena kepanasan dan kulit bisa gosong. Berpanas-panas, bagaimana dengan rambut

Debut Jadi Editor Buku

Setelah sekian lama, saya kurang menyambangi dunia literasi, tiba-tiba awal Mei lalu Mas Joko (Kakak ke 5) meminta saya untuk membimbing penulisan buku untuk guru-guru yang yang saat ini jadi "anak bimbingnya". Jadi ceritanya, Mas Joko ini menjadi Pembimbing Praktik pada program Guru Penggerak Batch 4 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud Ristek. Mas Joko bertugas membimbing satu kelompok Guru Penggerak yang terdiri dari 6 orang guru-guru SD-SMK di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Mentang-mentang Adiknya suka menulis, lantas dikenalin deh ketua kelompoknya dengan saya🤭 Keenam guru penggerak ini ingin membuat buku antologi tentang perjalanan mereka mengikuti pelatihan selama 235 hari yang sudah berjalan dari totalnya sekitar 9 bulan. Mereka meminta pembimbingan saya, gitu awal mula akadnya. Saya pun menyanggupi untuk buku antologi, karena ingin men- challenge diri sediri yang lama vakum dari literasi. Lalu saya minta mereka mengumpulkan tulisan minimal 50 halaman. S

Manfaat Internet untuk Pengelola Keuangan Demi Sistem Keuangan Institusi yang Akuntabel, Transparan dan Reliabel

Assalamualaikum. Saya Murtiyarini, seorang akuntan di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University). Akuntan merupakan salah satu profesi bagian dari tim pengelola keuangan IPB University. Pengelolaan keuangan IPB berada di bawah kewenangan Direktorat Keuangan dan Akuntansi, yang mana total personelnya sekitar 175 orang. Bukan jumlah yang sedikit, tentunya. Kenapa sebanyak itu? Iya, karena IPB University adalah institusi yang besar, terdiri dari 35 departemen, 9 fakultas, 20 kantor direktorat dan 9 unit layanan. Masing-masing unit mempunyai tim pengelola keuangan yang terdiri dari pemegang kas unit, bendahara, akuntan, dan supervisor keuangan. Tim pengelola keuangan bertanggung jawab terhadap alur keuangan di unit masing-masing dan melaporkannya secara terpusat ke Direktorat Keuangan dan Akuntansi IPB. Saya bangga sebagai akuntan di IPB University. Pertama karena menjadi bagian dari sistem yang sangat besar itu tidak mudah, perlu kinerja dan kolaborasi yang baik antar b

Thousand memories made at Cibinong City Mall

The moments we share are the moments we keep forever. Di dinding yang sama, posisi yang sama, namun urutan tinggi badan sudah berbeda, foto ini menimbulkan perasaan campur aduk saat melihatnya. Cibinong City Mall adalah tempat kenangan-kenangan ini tercipta.  Ada ribuan foto di ponsel kami, dari kunjungan sebanyak 1-2 kali sebulan, 12 bulan dalam setahun, dan sudah berjalan 9 tahun sejak Cibinong City Mall hadir di Bogor, hadir pula dalam hari-hari keluarga kami. Sudah 9 tahun lamanya, Cibinong City Mall menjadi bagian dari kenangan-kenangan manis ini. Tepatnya tahun 2013, saat mall seluas 90.000 meter ini resmi di buka. "Anak-anak, ada mal baru nih di Bogor, gedeee banget. Main ke sana yuk," begitu kata Si Ayah untuk mengajak anak-anak untuk pertama kalinya. Saat itu kakak Cinta dan Adik Asa baru berusia 8 dan 3 tahun. Sejak itu, kami sering ke Cibinong City Mall (CCM) yang berlokasi di Jl. Tegar Beriman No.1, Cibinong. Dengan adanya tenant-tenant ternama di dalamnya, CCM me