Langsung ke konten utama

Postingan

Taman Asa Cinta, Rumah Yang Mengerti Kami

Dalam kurun waktu Mei-Oktober 2019, isi grup WA keluarga saya bombardir dengan foto-foto keramik, pintu, hingga WC duduk. Sampai yang lain pada bosan dan menjawab sekenanya yang penting si Mama tidak nanya-nanya lagi. 😁😁😁 Dan saya juga jadi sangat menyukai pergi ke Toko Bangunan daripada Nge -Mall. Itulah sekelumit kesan dari proses renovasi Taman Asa Cinta. Di antara kesibukan tahun ini yang pernah saya tuliskan beberapa bulan lalu, https://asacinta.blogspot.com/2019/09/tahun-yang-sibuk.html , yang paling menyita energi, waktu dan tabungan adalah renovasi rumah. Rumah kami adalah rumah tipe 45/164, posisi hook, yang dibeli dengan cara KPR tahun 2011. Sejak awal kami maklum kalau membeli rumah KPR itu ibarat membeli lingkungan dan lokasi saja, karena bangunan rumahnya sendiri dibangun dengan kualitas sekedarnya. Memahami itu kami memang mentargetkan pada tahun ke lima sudah harus ancang-ancang renovasi. Tapi apalah daya, budget belum terkumpul dan baru di tahun ke 8 kami
Postingan terbaru

Scarlett Whitening Acne Cream Day

Berjalan 2 tahun ini, saya jadi suka sekali berkebun. Kebetulan setelah renovasi tahap pertama, halaman samping rumah masih disisakan untuk area hijau. Kebetulan juga, sudah satu setengah tahun saya bekerja di rumah, jadi punya waktu lebih untuk mengurus tanaman. Resiko berkebun itu salah satunya yang pasti harus rela berpanas panas. Pasalnya, jam terbaik untuk menyiram tanaman dan menyemprotkan pupuk sekitar pukul 9 pagi, saat matahari sudah naik, dan daun aktif berfotosintesis.  Walaupun berkebun itu di rumah saja, tapi persiapannya seperti mau jalan-jalan lho. Pertama, enaknya tentu saja mandi pagi dulu biar badan nyaman bergerak. Kalau nanti panas dan keringetan, ya mandi lagi.  Kedua, berbaju lengkap, karena sambil berkebun kadang tetangga lewat dan bertegur sapa, malu kan kalau cuma pake baju tidur atau dasteran, nanti dikira aspri alias asisten pribadi, hehehe. Ketiga, berpelindung lengkap untuk kepala dan kulit. Kepala bisa pakai topi biar enggak kepanasan. Bahaya kalau kepala

Anak dengan Kelahiran Prematur Bisa Tumbuh Hebat! Ini Tantangan dan Penanganan Kesehatannya.

Di atas adalah foto sekelompok siswa SMA yang ikut pembelajaran tatap muka di salah satu SMA di Kota Bogor.  Ukuran tubuhnya hampir sama. Kemampuannya juga hampir sama. Mungkin ada diantara mereka yang lahir prematur. Tidak ada yang tau selain dirinya sendiri. Juga tidak ada yang tahu tentang bagaimana orangtuanya memberi perhatian dan pengasuhan 'ekstra' , sebuah tantangan yang lebih besar agar anaknya bisa mengejar ketinggalan dan berkompetisi dengan teman-teman sepantarannya. Bertepatan dengan Hari Prematur Sedunia 17 November 2021, Danone Specialized Nutrition Indonesia (Danone SN Indonesia) menyelenggarakan Bicara Gizi yang mengangkat tema Tantangan dan Penanganan Kesehatan bagi Ibu dan Anak Kelahiran Prematur. Dalam webinar ini hadir 2 narasumber Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K) dan Dr. dr. Putri Maharani TM, Sp.A(K). Kelahiran Prematur dan Resikonya. Dr. dr. Rima Irwinda, Sp.OG(K)  menyampaikan, kelahiran prematur (preterm) adalah kelahiran pada usia kurang dari 37 minggu

Mensyukuri Nikmat Taman AsaCinta (Tentang Renovasi Tahap 2)

Empat bulan setelah menikmati rumah yang baru direnovasi, dunia terlanda pandemi Covid 19. Yang mana kami sedang semangat-semangatnya menata rumah, dan beberapa kali mengundang teman untuk ke rumah. Fix, semua aktifitas luar dikurangi dan kami di rumah saja. Rencana mau mengundang teman masih ada yang tertunda. Rencana mau menawarkan diri jadi host arisan RT juga masih tertunda. Entah sampai kapan. Rumah pun mendadak jadi kantor. Per 17 Maret 2020, kantor saya (IPB University) menyatakan partially closedown. Kampus ditutup, mahasiswa dipulangkan dan karyawan bekerja dari rumah. Awalnya hanya untuk 2 minggu ke depan. Tapi lanjut ke 2 minggu berikutnya, berikutnya, berikutnya dan hingga tulisan ini dibuat sudah berjalan 1.5 tahun.  Sejak awal diterapkan WFH, saya sudah memprediksi bahwa pandemi ini tak sebentar, karena itu saya memutuskan untuk membawa perangkat kerja (komputer, printer dan berkas) ke rumah. Rumah mendadak menjadi kantor. Hal yang sama terjadi di kantor Suami dan sekola

Working Mom Siap Ke Kantor Lagi, Masaknya dengan Smartchef

Dear working mom, apakah sudah siap untuk kembali bekerja ke kantor lagi? Kurva harian kasus positif Covid-19, pada bulan September-Oktober 2021 sedang turun, nih. Sebuah kabar gembira yang kita tunggu-tunggu bersama. Iya kan? Anak-anak mulai kembali sekolah tatap muka dengan kapasitas terbatas. Begitupun para working mom, mulai kembali ke kantor. Hayo lho…double-double sibuknya di pagi hari terutama. Gimana, siap? Ya tentu saja senang. Tapi, sudah siap atau belum? Selama sekitar 20 bulan Work From Home telah mengubah pola hidup kita, termasuk dalam manajemen waktu dan tenaga, membagi antara aktifitas rumah dan kantor. Buat saya pribadi, terjadi pertukaran jam kantor. Yang biasanya saya bekerja pagi-sore hari, selama pandemi ini jam kerja mulai subuh hingga malam, tapi disela dengan kesibukan membuat sarapan, membuat makan siang dan makan malam. Plus masih membereskan rumah. Jadi campur-campur gitu antara kerjaan kantor dan kerjaan rumah tangga. Ya habis gimana lagi, masa enggak makan?

Dukung Nutrisi Anak dengan Kelainan Jantung Bawaan

Dalam webinar Bicara Gizi yang diselenggarakan Nutrisi Bangsa pada 29 September 2021, saya belajar banyak dari semangat orangtua-orangtua dari anak dengan kelainan jantung bawaan (KJB). Anak KJB seringkali mengalami malnutrisi. Karena itu perlu perjuangan agar berat badan dan tumbuh kembang mereka bisa mengejar ketinggalan. Yuli Lestari, seorang ibu dari anak KJB menceritakan, pada saat anaknya lahir, dia menyusu terputus-putus, nafas cepat, detak jantung cepat, dan berat badannya sulit naik. Dari pemeriksaan fisik dan pemeriksaan tambahan, anaknya didiagnosis memiliki kelainan jantung bawaan dan harus menjalani operasi. Menyadari kondisi anak yang memerlukan perhatian ekstra, Yuli rajin berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung anak dan dokter gizi untuk mengejar tumbuh kembang anak. Agustina Kurniari Kusuma, ibu asal Yogyakarta ini melahirkan anaknya pada usia kandungan 7 bulan. Persalinannya dilakukan secara caesar. Setelah lahir, bayinya justru tak mampu bernapas dengan norm

Travelling dalam Kota yang Merekatkan Keluarga

(Sebuah surat untuk anakku, 2017. Kutemukan di google drive) Dalam rangka kangen jalan-jalan. Hai Nak, akhir pekan ini kita kemana? Akan Mama puaskan rasa rindu bersama kalian. Seperti minggu-minggu sebelumnya. Dua hari yang berharga di akhir pekan. Di mana kita bisa berjalan-jalan keliling kota. Kalian, Mama dan Ayah. Lengkap. Nak, jangan sedih kalau Mama hanya mengajakmu wisata dalam kota. Ingat, kita hanya punya waktu dua hari dalam seminggu untuk jalan-jalan. Inilah kesempatan buat kita berempat untuk bersama. Waktu, dan juga uang, hanya cukup untuk jalan-jalan keliling kota. Lagipula, biar kamu mengenal kota tempat tinggalmu ini dengan lebih baik. Bogor, sebuah kota yang menjadi paru-paru Ibu Kota dan sekitar dengan hijauannya. Sekarang luas kawasan hijau menyempit, berganti dengan kawasan beton bertingkat. Sebelum semuanya berubah, mari kita kenali Bogor lebih dekat Nak. Bogor memiliki Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, Museum Kepresidenan, Taman Safari, Taman Buah Mekarsari, Jung

Review Scarlett Brightly Ever After Serum and Whitening Facial Wash

Halo, apa kabar kulit di saat memasuki pandemi sesi dua ini...? Lama banget ya, saya sudah work from home selama 16 bulan, kirain bakal segera normal kembali, ternyata jusrtu kita sedang mengalami gelombang kedua pandemi covid 19. Sedih,marah, kecewa, takut, pasrah, suasana hati campur aduk. Bagaimana menumbuhkan semangat? Rutinitas di rumah terus mulai membuat saya lupa ini hari apa, karena antara hari kerja ataupun hari libur semua terasa sama. Satu kesibukan yang saya pilih agar otak tetap waras adalah merawat tanaman, dan satu lagi, merawat kucing. Merawat tanaman membuat lingkungan rumah hijau dan mampu memanjakan mata, mengalihkan jenuh dari layar komputer ke pemandangan hijau di samping rumah. Dan merawat kucing ternyata membahagiakan dan membuat suasana ceria di rumah. Tak lupa, merawat kulit dong.. Kalau sedang musim kemarau, jarang hujan gini, kulit saya terasa lebih kusam, kering dan anehnya walau kering jerawat tetap muncul. Agak  heran juga diusia yang saya kira sudah jauh