Langsung ke konten utama

Postingan

Kelimpahan Buah-buahan Nusantara dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Saat Pandemi

Siapa sangka, sebuah pandemi terjadi tahun ini. Anak-anak mulai sekolah di rumah pada awal maret 2020, sedangkan saya pun menjalankan WFH (work from home) mulai pertengahan Maret 2020. Virus Corona bernama resmi COVID-19 memporak-porandakan dunia dari berbagai aspek, terutama kesehatan, sosial dan ekonomi. Di Indonesia sendiri, sejak pemerintah mengumumkan adanya pasien pertama COVID-19 pada awal Maret 2020, kepanikan sosial terjadi. Masyarakat disadarkan bahwa kehadiran Virus Corona ini benar-benar nyata adanya, dilihat dari kurva jumlah penderita dan jumlah korban yang masih menanjak hingga saat ini. 
Melihat semakin tinggi sebaran virus ini, penguatan daya tahan tubuh adalah upaya sangat penting. Istilahnya, kita harus siap ‘pasang badan’ seandainya (amit-amit) virus ini sampai ke tubuh kita. Sebagaimana diketahui, penyakit bersumber dari virus adalah penyakit yang bisa dilawan oleh daya tahan tubuh. Dengan begitu, kita harus memberi dukungan pada tubuh agar membentuk antibodi yang …
Postingan terbaru

Serunya Belajar dari Rumah Saat Pandemi

Dulu main handphone dibatasi, sekarang boleh seharian. Dulu malas ke sekolah dimarahi, sekarang malah disuruh sekolah dari rumah. Ya itulah konsekuensi dari pandemi Covid-19 ini, salah satu dampaknya, bekerja dan sekolah dari rumah.
Per Maret 2020, anak-anak saya sekolah dari rumah. Bagi sebagian anak dan orang, belajar dari rumah itu lebih menyenangkan, karena tidak harus buru-buru mandi pagi dan berangkat ke sekolah. Di sisi yang lain, kendala gadget, kuota internet dan sistem pembelajaran membuat anak dan orangtua pusing tujuh keliling.
Apapun kendalanya, belajar dari rumah sudah diwajibkan. Mau tak mau, kita harus beradaptasi dengan cara baru ini.
Adaptasi Ruang dan Perangkat Seketika, rumah kami berubah menjadi ruang sekolah dan kantor. Harus ada zona berbeda dan tidak saling ganggu. Saat pagi hari, kami sibuk masing-masing. Sering dalam waktu bersamaan, masing-masing kami melakukan online meeting. Ada yang di kamar, ruang makan, atau ruang tamu.
Masing-masing kami punya belajar dan tem…

Menata Ruang Kerja di Rumah bersama iCreate.id

Bekerja dari rumah atau dikenal dengan Work From Home (WFH) menjadi kebiasaan normal baru  yang diadaptasi pada masa pandemi Covid-19 ini, terutama bagi para karyawan kantoran.  Pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan di kantor, seperti rapat, presentasi, mengetik, merapikan arsip dan lain-lain, sedikit banyak dipindahkan ke rumah agar bisa terus beraktivitas.
Saya mulai menjalani WFH sejak pertengahan Maret 2020, begitupun Suami. Hampir bersamaan dengan anak-anak menjalani SFH (School from Home). Alhasil, rumah pun menjadi kantor dan sekolah dadakan. Meja makan besar yang ada di ruang utama beralih fungsi menjadi meja serbaguna, untuk makan dan juga untuk bekerja. Pada sebagian sisi meja dikondisikan untuk meletakkan komputer dan printer.
Berhubung saya bekerja dengan berkas-berkas dan arsip yang setiap bulannya terus bertambah, perlu ditambah rak-rak untuk meletakkan berkas berkas tersebut. Makin lama bekerja di rumah, makin menumpuk berkas. Jika tidak dirapikan dan ditempatkan…

SENANG SERANGGA - Mengenalkan Keanekaragaman Serangga Pada Anak

Pertimbangkan lagi jika serangga termasuk dalam daftar hal yang ingin anda jauhi. Tidak semua binatang berkaki enam ini menjijikkan.  Di luar sana, terdapat jutaan spesies serangga yang unik dan indah.  Juga tidak semua serangga adalah hama.  Bahkan sebenarnya serangga yang menjadi hama hanya 1% dari total spesies serangga yang ada.  Lebih banyak serangga yang bermanfaat sebagai penyerbuk, musuh alami, pengurai dan pengendali gulma. Peran serangga di alam sangat besar, terutama untuk menjaga keseimbangan.  Mengenalkan serangga pada anak-anak kita menjadi salah satu cara mencintai alam.

Besar–kecil, warna-warni, terbang-meloncat, serangga memang menarik!

Menakjubkan


Apa reaksi anda mendapati si kecil sedang mengamati seekor ulat? Jika anda langsung merasa panik dan jijik, itu adalah reaksi yang wajar.  Tetapi simpan larangan anda.  Dampingi anak agar tak sembarangan menyentuh. Beri apresiasi rasa ingin tahunya karena sesungguhnya dia sedang memulai mempelajari suatu hal yang luar biasa.

Rumah Pertamaku, Rumah Penuh Asa dan Cinta

Setelah 8 tahun (2003-2011) saya dan suami menempati rumah kontrakan. Setelah penuh perjuangan, di tahun ke 9 pernikahaan, setelah kesana kemari, selama berbulan-bulan memilih rumah, dan proses KPR bank yang tidak mudah, akhirnya kami mendapatkan rumah pertama. 

Membeli rumah dengan segenap asa. 
Pengalaman kami sembilan tahun silam mengisahkan, bahwa untuk membeli sebuah rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak semua bank dapat mengabulkan keinginan kita. Menggunakan jasa atau produk sebuah bank, apapun itu, berangkat dari satu komitmen kepercayaan. Karena urusan perbankan tidak lepas dari masalah keuangan dan investasi baik milik nasabah maupun milik bank. 
Kemudahan persyaratan dan kepercayaan kepada kemampuan nasabah sangat menentukan cair tidaknya KPR yang diajukan. Kami hampir saja kehilangan mimpi memiliki rumah, sebelum akhirnya kami berjodoh dengan KPR dari sebuah bank. Dulu saya pikir, mengajukan KPR pada bank cukup memenuhi persyaratan yang tertera di leaflet …

Perjuangan Seorang Tenaga Kontrak Membeli Rumah Pertama

Dialah Anna, seorang tenaga kontrak yang berbagi cerita tentang keberhasilannya membeli rumah pertama. Baginya sangat luar biasa, merupakan mimpi yang menjadi kenyataan, karena tidak pernah terbayangkan akan terwujud memiliki rumah dalam keterbatasan ekonomi dan status pekerjaannya. Bagaimana bisa seorang tenaga kontrak membeli rumah? Bagaimana proses pengajuan KPR ke Bank? Dan bagaimana pembiyaannya kelak? Saya senang sekali ketika Anna bersedia berbagi kisahnya.
Memiliki rumah adalah impian hampir semua orang. Papan adalah kebutuhan pokok manusia, dan jika seseorang telah memiliki rumah sendiri, maka tenanglah batinnya, karena telah mempunyai tempat tinggal tetap. 
Begitupun mimpi Anna. Setelah 7 tahun tinggal di rumah kontrakan bersama suaminya, Anna yang tidak memiliki orangtua lagi selalu dihantui kekuatiran, kemana dia akan tinggal kelak di hari-hari mendatang. Akankah akan selamanya tinggal di rumah kontrakan ? Bagaimana jika tiba-tiba pemilik rumah kontrakan tiba-tiba memintan…

Deteksi Dini Cegah Alergi

Sudah lama enggak punya anak kecil (#ups), jadi pas ikut webinar DANONE SN INDONESIA pada 25 Juni 2020 soal alergi semacam recall memory dulu pas duo Asa & Cinta kecil. Mereka ada sedikit bakat alergi, saya bilang sedikit karena dalam usia hingga remaja (hanya) beberapa kali kejadian. Terutama saat sakit dan minum obat-obatan tertentu.
Dulu cukup sering juga si kakak Cinta selalu batuk setiap kali ada angin berputar-putar di halaman rumah. Sempat dipikir itu hal biasa karena dingin dan berdebu. Tapi tidak selalu setiap dingin dan tidak selalu setiap kena debu. Apa dong? Sampai sekarang hanya menebak-nebak apakah itu termasuk alergi atau bukan. Saya tidak pernah membawanya untuk periksa, karena dianggap tidak terlalu serius. Apalagi biaya test alergi cukup mahal.
Pencetus alergi bisa sangat bervariatif, seperti debu, serbuk bunga, bulu kucing, makanan berprotein hewani, coklat dan banyak lagi. Nah, untuk tau pencegahan alergi, harus tahu jenis pencetusnya agar bisa dihindari. 
Dal…