Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mom Journal

Kangen-kangenan di HUT KEB 11 Tahun

  "Assalamualaikum Maaaak, apa kabar bayi-bayi?"  Sontak saya menghambur ke pelukan Mak Myra Anastasia (jalanjalankenai.com) dan Mak Ncie Hanie (Dewaseo.com). Kedua blogger ini adalah Srikandi Blogger 2012, yang sering banget nggodaain saya waktu saya jadi juniornya di Srikandi Blogger 2014. "Bayi-bayi sudah pada kuliah," Jawabnya.  "Haha, iya. Kita udah nggak laku lagi endorse susu anak ataupun event-event parenting," tambah saya.  Sudah 11 tahun lamanya kami dipertemukan dalam komunitas Kumpulan Emak-emak Blogger (KEB). Banyak kenangan yang tersimpan di rekam digital blog dan grup facebook, tempat kami saling bertegur sapa, belajar dan berinteraksi. Buat sebagian Emak Blogger, mereka tidak ketemu sejak awal pandemi Maret 2020. Tapi buat saya, jauh lebih lama tidak ketemu, karena terakhir ikut acara KEB sekitar tahun 2017. Dan setelah itu saya mulai jarang ikut event online maupun offline.  Karena itu, saya antusias banget sewaktu Mba Rina Susanti dan Mb...

Debut Jadi Editor Buku

Setelah sekian lama, saya kurang menyambangi dunia literasi, tiba-tiba awal Mei lalu Mas Joko (Kakak ke 5) meminta saya untuk membimbing penulisan buku untuk guru-guru yang yang saat ini jadi "anak bimbingnya". Jadi ceritanya, Mas Joko ini menjadi Pembimbing Praktik pada program Guru Penggerak Batch 4 yang diselenggarakan oleh Kemdikbud Ristek. Mas Joko bertugas membimbing satu kelompok Guru Penggerak yang terdiri dari 6 orang guru-guru SD-SMK di Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan. Mentang-mentang Adiknya suka menulis, lantas dikenalin deh ketua kelompoknya dengan saya🤭 Keenam guru penggerak ini ingin membuat buku antologi tentang perjalanan mereka mengikuti pelatihan selama 235 hari yang sudah berjalan dari totalnya sekitar 9 bulan. Mereka meminta pembimbingan saya, gitu awal mula akadnya. Saya pun menyanggupi untuk buku antologi, karena ingin men- challenge diri sediri yang lama vakum dari literasi. Lalu saya minta mereka mengumpulkan tulisan minimal 50 halaman. S...

Manfaat Internet untuk Pengelola Keuangan Demi Sistem Keuangan Institusi yang Akuntabel, Transparan dan Reliabel

Assalamualaikum. Saya Murtiyarini, seorang akuntan di Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB University). Akuntan merupakan salah satu profesi bagian dari tim pengelola keuangan IPB University. Pengelolaan keuangan IPB berada di bawah kewenangan Direktorat Keuangan dan Akuntansi, yang mana total personelnya sekitar 175 orang. Bukan jumlah yang sedikit, tentunya. Kenapa sebanyak itu? Iya, karena IPB University adalah institusi yang besar, terdiri dari 35 departemen, 9 fakultas, 20 kantor direktorat dan 9 unit layanan. Masing-masing unit mempunyai tim pengelola keuangan yang terdiri dari pemegang kas unit, bendahara, akuntan, dan supervisor keuangan. Tim pengelola keuangan bertanggung jawab terhadap alur keuangan di unit masing-masing dan melaporkannya secara terpusat ke Direktorat Keuangan dan Akuntansi IPB. Saya bangga sebagai akuntan di IPB University. Pertama karena menjadi bagian dari sistem yang sangat besar itu tidak mudah, perlu kinerja dan kolaborasi yang baik antar b...

Lulus dari Departemen Proteksi Tanaman

25 tahun. Lebih dari separuh hidup saya, berada di bawah naungan Departemen Proteksi Tanaman. Sebuah jalan hidup, yang  membuat saya semakin bersyukur, dan bersyukur. Betapa Tuhan melimpahkan rahmat terus menerus, sehingga hidup saya mengalir indah, tidak terlalu mudah, tapi juga tidak susah.  1996 Adalah Sebuah Awal. Tahun itu, saya diterima di Jurusan Hama Penyakit Tumbuhan (HPT nama lama Departemen Proteksi Tanaman). Saya tidak memilih jurusan ini. Tepatnya saya dipilihkan oleh Kakak tertua, yaitu Mbak Profesor Sriati . Waktu itu pengetahuan saya tentang jurusan-jurusan perguruan tinggi sangat minim. Bahkan jika ditanya saya mau jadi apa, minatnya apa, mau kerja dimana, saya tidak tau jawabannya. "Pilihkan saja mbak, yang penting masuk perguruan tinggi negeri", begitu kata saya ke mbak Sri sambil menyodorkan form lamaran.  Batin saya, bisa diterima di universitas negeri sudah syukur, saya tidak berani berharap banyak dengan kisaran rangking yang 'hanya' berada di ...

Working Mom Siap Ke Kantor Lagi, Masaknya dengan Smartchef

Dear working mom, apakah sudah siap untuk kembali bekerja ke kantor lagi? Kurva harian kasus positif Covid-19, pada bulan September-Oktober 2021 sedang turun, nih. Sebuah kabar gembira yang kita tunggu-tunggu bersama. Iya kan? Anak-anak mulai kembali sekolah tatap muka dengan kapasitas terbatas. Begitupun para working mom, mulai kembali ke kantor. Hayo lho…double-double sibuknya di pagi hari terutama. Gimana, siap? Ya tentu saja senang. Tapi, sudah siap atau belum? Selama sekitar 20 bulan Work From Home telah mengubah pola hidup kita, termasuk dalam manajemen waktu dan tenaga, membagi antara aktifitas rumah dan kantor. Buat saya pribadi, terjadi pertukaran jam kantor. Yang biasanya saya bekerja pagi-sore hari, selama pandemi ini jam kerja mulai subuh hingga malam, tapi disela dengan kesibukan membuat sarapan, membuat makan siang dan makan malam. Plus masih membereskan rumah. Jadi campur-campur gitu antara kerjaan kantor dan kerjaan rumah tangga. Ya habis gimana lagi, masa enggak makan?...