Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label competition

Rumah Pertamaku, Rumah Penuh Asa dan Cinta

Setelah 8 tahun (2003-2011) saya dan suami menempati rumah kontrakan. Setelah penuh perjuangan, di tahun ke 9 pernikahaan, setelah kesana kemari, selama berbulan-bulan memilih rumah, dan proses KPR bank yang tidak mudah, akhirnya kami mendapatkan rumah pertama. Membeli rumah dengan segenap asa.  Pengalaman kami sembilan tahun silam mengisahkan, bahwa untuk membeli sebuah rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak semua bank dapat mengabulkan keinginan kita. Menggunakan jasa atau produk sebuah bank, apapun itu, berangkat dari satu komitmen kepercayaan. Karena urusan perbankan tidak lepas dari masalah keuangan dan investasi baik milik nasabah maupun milik bank.  Kemudahan persyaratan dan kepercayaan kepada kemampuan nasabah sangat menentukan cair tidaknya KPR yang diajukan. Kami hampir saja kehilangan mimpi memiliki rumah, sebelum akhirnya kami berjodoh dengan KPR dari sebuah bank. Dulu saya pikir, mengajukan KPR pada bank cukup memenuhi persyaratan ya...

Perjuangan Seorang Tenaga Kontrak Membeli Rumah Pertama

Dialah Anna, seorang tenaga kontrak yang berbagi cerita tentang keberhasilannya membeli rumah pertama. Baginya sangat luar biasa, merupakan mimpi yang menjadi kenyataan, karena tidak pernah terbayangkan akan terwujud memiliki rumah dalam keterbatasan ekonomi dan status pekerjaannya. Bagaimana bisa seorang tenaga kontrak membeli rumah? Bagaimana proses pengajuan KPR ke Bank? Dan bagaimana pembiyaannya kelak? Saya senang sekali ketika Anna bersedia berbagi kisahnya.  Memiliki rumah adalah impian hampir semua orang. Papan adalah kebutuhan pokok manusia, dan jika seseorang telah memiliki rumah sendiri, maka tenanglah batinnya, karena telah mempunyai tempat tinggal tetap.  Begitupun mimpi Anna. Setelah 7 tahun tinggal di rumah kontrakan bersama suaminya, Anna yang tidak memiliki orangtua lagi selalu dihantui kekuatiran, kemana dia akan tinggal kelak di hari-hari mendatang. Akankah akan selamanya tinggal di rumah kontrakan ? Bagaimana jika tiba-tiba pemilik rumah kontr...

Mau Motor? Kompetisi Blogger Astra Financial Ada Lagi!

Rasanya belum lama ini saya memegang Honda Scoopy hadiah dari Astra Financial 2018, kini telah dibuka lagi lombanya untuk tahun 2019. Siapa sih, yang enggak pengen dapat Honda Scoopy? Sebenarnya gini, tahun lalu saya dan keluarga jalan-jalan ke pameran mobil GIIAS 2018. Naluri blog hunter kali ya, yang membuat saya berpikir, acara segede ini masa' enggak ada lomba blognya sih? Mbok ya ada.. Walau tanpa kepastian saat itu (efek kudet), feeling saya, Astra Financial sebagai sponsor utamanya dilihat dari boothnya yang gede dan ada di beberapa spot. Jadilah menurut saya, Astra Financial adalah poin penting yang harus diperhatikan dibalik berbagai merk-merk mobil yang dipamerkan. Karena itu, saya dan anak-anak cukup lama bermain di booth Astra Financial dan banyak mengambil foto. Suami perhatian sama SPG mobil, saya perhatian sama sponsor, hahaha. Sepulang dari pameran mobil GIIAS 2018 saya searching info di internet soal lomba Astra Financial dan ternyata memang ada ...

Terbantu Astra Financial, Akhirnya Punya Mobil Sendiri

Serasa lulus dan mengambil ijazah, begitulah perasaan saya ketika melunasi cicilan bulan terakhir mobil Avanza biru. Gemetar tangan ini saat menerima sebuah amplop berisi BPKB (Buku Pemilik Kendaraan Bermotor). Sebuah surat berharga yang menyatakan mobil tersebut berkepemilikan atas nama saya. Alhamdulillah ya Allah, setelah 4 tahun menyicil, akhirnya saya punya mobil sendiri dan BPKB tersebut telah saya pegang. Mimpi menjadi kenyataan.  Teringat kembali bagaimana mula saya membeli mobil Avanza biru itu. Dulu saya pikir memiliki mobil hanyalah keinginan yang mustahil. Saat itu anak-anak saya masih kecil, rasanya kasihan kalau setiap kali bepergian harus naik angkutan kota. Kena panas, debu dan asap, ditambah saat musim hujan tak jarang kehujanan. Ada mobil kantor suami, tentu saja pemakaiannya tak leluasa. Hanya untuk suami bekerja. Hingga suatu hari menjelang lebaran, saat jalan-jalan ke Mal, seorang salesman menghampiri saya dan suami. Dia menjelaskan promo mobil...

Silaturahmi Lotte Choco Pie & Carissa Puteri

Dari cerita Ramadhan yang saya ikutkan dalam lomba menulis  #PremiumRamadhanTogether yang diselenggarakan Lotte ChocoPie, saya berhasil memenangkan juara ke 3 dan berkesempatan diundang meet and greet bersama Carissa Puteri dan Quenzino (putranya) yang cakeeepnya enggak ketulungan.  Acara bertajuk Silaturahmi @lottechocopie.id tersebut diadakan pada 15 Juli 2018 di SIKU Darmawangsa Cafe. Ternyata enggak boleh bawa anak. Ini meleset dari dugaan saya karena pada acara-acara sebelumnya yang diadakan Lotte ChocoPie biasanya merupakan kegiatan ibu dan anak. Kali ini beda, silaturahmi siang ini saya berkesempatan ngobrol-ngobrol face to face with Carissa Puteri soal melatih dan mendampingi anak berpuasa Ramadhan. Hadir pula Psikolog Anna Surti Ariani, Brand Manager Ochi Maharani dan 4 moms pemenang lomba. Sambil terpana memandang kecantikan Carissa Puteri yang tengah hamil 7 bulan, bersama putranya Q, saya dan para undangan kembali menceritakan secara lisan penga...

Cerita Ramadhan Asaku

Ramadhan tahun ini premium sekali buat saya dan Asa (8 tahun). Ini adalah tahun pertama Asa sukses puasa penuh hingga Maghrib sebanyak 20 hari dari total 29 hari puasa. Yeaay, congratulation My Boy!  Hari-hari pertama Ramadhan sangat butuh perjuangan menahan sabar, haus dan lapar menunggu berkumandangnya bedug maghrib. Keberhasilan Asa tak lepas dari motivasi yang saya berikan.  “Ayo Nak, Mama yakin kamu bakal kuat. Tenang saja, puasa tidak akan membuat kita sakit, justru puasa membuat tubuh lebih sehat” dan saya menjelaskan proses kaitan puasa dan kesehatan dengan bahasa yang dia mengerti. “Berapa lama lagi berbuka?” Tanya Asa.  “Sabar, jangan ditungguin, nanti terasa lama, mendingan kita lakukan hal-hal menyenangkan dan berguna, “ ajak saya. Semua hal baik di bulan Ramadhan ini berlipat ganda pahalanya. Lalu biasanya kami isi dengan bermain, bercerita, memasak bersama, atau sambil merapikan rumah.  “Berapa lama lagi, Ma?” Tanya Asa l...

Memetik Kebaikan Ramadhan dalam Menghargai Waktu

Hidup adalah rentang waktu yang terbatas. Sedangkan di dalamnya, manusia mempunyai tanggung jawab, pekerjaan, dan keinginan yang harus dilaksanakan. Begitu panjangnya daftar rencana, cukupkah waktu yang tersisa?  Karena itu kita harus bergegas. Bagi pribadi yang telah menyadari pentingnya waktu, sudahkah tahu, prioritas mana yang akan dipilih? Ibadah atau bekerja? Keluarga atau sesama? Membayar hutang atau membeli keinginan? Dilema selalu hadir dalam sempitnya waktu. Di titik inilah, kita harus bisa menentukan langkah.  Ramadhan menjadi “rem” bagi ambisi yang menggebu-gebu terhadap urusan duniawi, dan mengingatkan kita untuk memperbanyak ibadah. Ramadhan mengingatkan saya untuk menghargai waktu dan menyegerakan niat baik. Ketika kita menunda satu hal yang kita anggap sepele, belum tentu kita masih punya waktu untuk melakukannya.  Ramadhan adalah momen untuk berusaha #JadiBaik.  #JadiBaik 1. Sholat Tepat Waktu.  Ibadah wajib 5 kali sehari ...