Senin, 12 Maret 2012

Ayah, Dukung Bunda Hamil dan Menyusui !


Selamat, anda akan segera menjadi ayah !
Saatnya anda merayakan berita bahagia ini. Dan agar berita bahagia ini menjadi kenyataan, ayah harus memenuhi dan mendukung kebutuhan kesehatan bunda selama kehamilan dan menyusui. Kesehatan jasmani dan rohani calon buah hati anda bergantung sangat tergantung pada kesehatan bunda. Dan roda-roda rumah tangga dapat berjalan sebagaimana mestinya hanya jika bunda selalu dalam kondisi sehat.

Keterlibatan ayah selama hamil dan menyusui akan mempermudah bunda menjalaninya, sehingga berdampak besar pada kebahagiaan dan kesehatan bunda dan calon bayi. Dukungan ayah juga terbukti meningkatkan kesiapan bunda menghadapi persalinan, dan meningkatkan produksi ASI.

Kehamilan menjadi perubahan besar bagi seorang wanita. Proses ini membahagiakan sekaligus melelahkan. Bunda akan mengalami mual dan muntah, cepat lelah dan mudah mengantuk. Perubahan fisik dan hormon menjadikan bunda sering tidak fokus pada pekerjaan, emosional dan rendah diri. Perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron dapat membuat mood bunda berubah-ubah. Tidak heran jika bunda sering lupa pada sesuatu. Sementara begitu banyak urusan bunda selama hamil, aturan kesehatan yang harus ditaati, pola makan baru bagi bunda, serta berbagai kebutuhan bunda dan calon bayi. Tidak mudah bagi bunda untuk mengingat dan memenuhi semuanya seorang diri. Harap hal ini dimaklumi. Karenanya, ayah, ayo bantu bunda menjaga kehamilannya!

Ayah, ayo bantu bunda
Ayah tidak mungkin menggantikan bunda hamil, namun ayah dapat melakukan hal-hal berikut:
•Bantu bunda memperhatikan kebutuhan nutrisinya selama hamil. Kehamilan membutuhkan energi dan nutrisi yang lebih banyak untuk perkembangan janin dan keselamatan ibu. Karenanya kebutuhan nutrisi menjadi hal penting pertama yang harus diperhatikan oleh ayah dan bunda.
•Bantu bunda mengurus rumah tangga. Kurangi kegiatan fisik bunda yang membutuhkan energi besar. Ingatkan bunda untuk tidak melakukan gerakan-gerakan yang membahayakan otot-otot penopang rahim. Ayah dan bunda dapat mempelajarinya dari buku, majalah, internet atau berkonsultasi pada dokter dan bidan.
•Bahagiakan bunda. Sebagian bunda ada yang sangat percaya diri dengan tubuhnya saat hamil, namun tidak sedikit yang merasa sebaliknya. Yakinkan bunda bahwa ayah semakin mencintai bunda, perubahan fisik tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta anda padanya, bahkan kian bertambah.
•Beri perhatian pada keluhan bunda. Bantu bunda mengatasi keluhan mual, muntah, pegal, lelah, sulit tidur, kram dan sebagainya. Bantu juga bunda untuk mengatasi rasa cemas dan takut dalam menghadapi proses persalinan.
•Mengikuti perkembangan kehamilan dengan memberi perhatian lebih pada bunda dan calon bayi. Antarkan bunda untuk periksa setiap bulan pada dokter atau bidan. Ayah juga dapat ikut menikmati kehamilan dengan sering berkomunikasi pada janin.
•Hentikan kebiasaan merokok di dekat bunda karena berbahaya bagi kesehatan bunda dan janin. Ketika bunda banyak mengalami pantangan makanan seperti durian, sate kambing, junkfood, gula dan garam berlebihan, sebaiknya ayah juga ikut menahan diri tidak memakan pantangan tersebut di depan bunda.
•Melakukan seks rutin dengan memperhatikan kondisi tubuh bunda yang berbeda dari sebelumnya serta menjaga keselamatan dan keamanan janin.
.Bersama bunda terus belajar, membuka wawasan dan menggali informasi tentang pengasuhan anak sesuai dengan perkembangan terbaru. Informasi terbaru ini penting untuk membedakan apakah anjuran atau pantangan yang banyak beredar di keluarga dan masyarakat adalah mitos atau kebenaran.

Ayah, penuhi nutrisi bunda
Tahukah anda berapa kebutuhan nutrisi bunda, pola makan selama hamil, apa makanan yang dianjurkan dan makanan yang dilarang? Ayah dapat mempelajarinya dari berbagai buku, majalah dan internet. Salah satu link internet yang banyak memuat informasi tentang kesehatan kehamilan bunda adalah http://nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition/ . Karena nutrisi adalah kebutuhan utama bunda dan janin, kewajiban sang ayah untuk memenuhinya.

Kebutuhan nutrisi bunda selama hamil mengalami peningkatan dari sebelumnya. Bagaimana menandai kebutuhan nutrisi bunda sudah cukup ? Di saat hamil berat badan bunda harus naik sebesar 10-12 kg selama kehamilan. Selain itu dari USG atau pemeriksaan dokter atau bidan bisa diketahui besar janin apakah sudah sesuai dengan usia kehamilan.

Ayah, berikut adalah petunjuk praktis kebutuhan nutrisi bunda selama hamil :
•Karbohidrat dan Lemak, berfungsi sebagai sumber zat tenaga. Ibu hamil membutuhkan energi lebih banyak. Dalam sehari diperlukan 2250 kalori, atau satu setengah porsi lebih banyak dari biasanya. Kebutuhan kalori bisa diperoleh dari serealia, umbi-umbian, daging dan ikan.
•Protein, berperan sebagai sumber kalori dan zat pembangun untuk membentuk sel-sel darah merah bunda dan sel-sel tubuh janin. Kebutuhan protein ibu hamil sebanyak 60-75 gram per hari. Protein bisa diperoleh dari telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, daging, dan ikan.
•Asam Folat, berguna untuk menutup celah dengan pembentukan sum-sum tulang belakang, pembentukan tabung otak dan menormalkan fungsi otak.. Bagi ibu, folat mengurangi risiko anemia, dan menghindarkan risiko preeklamsia. Kebutuhan bunda hamil adalah 800 mikrogram asam folat per hari, dan itu bisa kita dapatkan dari sayur-sayuran berwarna hijau gelap dan buah-buahan seperti bayam, brokoli, kangkung, kembang kol, jeruk, pisang, papaya, tomat, wortel, gandum dan beras merah.
•Zat besi, terutama diperlukan untuk mencegah kurang darah atau anemia. Darah berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh jaringan tubuh untuk memperlancar proses metabolisme sehingga membantu perkembangan janin dan kesuksesan proses persalinan. Kebutuhan akan zat besi meningkat selama kehamilan. Ibu hamil membutuhkan zat besi 30 miligram per hari atau dua kali lipat dari biasanya, dan itu bisa di peroleh dari sayuran hijau, kacang-kacangan, aprikot, telur, jagung, kismis daging dan hati.
•Kalsium, penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi sang bayi, serta mengurangi risiko osteoporosis pada bunda. Kebutuhan kalsium ibu hamil sebanyak 1000 miligram per hari. Sumber kalsium itu sendiri bisa kita dapatkan dari sayuran hijau, kacang-kacangan, yogurt, sawi, brokoli, daun singkong, ikan, kacang, kedelai dan sumber terbanyak adalah susu.
•Mineral dan Vitamin, kebutuhannya tidak banyak, namun sangat penting. Mineral berfungsi memperlancara proses metabolism tubuh, Sedangkan vitamin berfungsi untuk menjaga organ agar berfungsi dengan baik. Kedua nutrisi ini banyak dijumpai pada biji-bijian, kacang-kacangan, minyak sayur dan sayuran hijau.

Ayah, ingatkan bunda meminum suplemen. Sebenarnya, jika bunda telah mencukupi kebutuhan gizinya dengan pola makan seimbang, bunda tidak perlu lagi mengkonsumsi suplemen. Namun, biasanya dokter atau bidan tetap menganjurkan untuk memastikan kebutuhan bunda dan janin tercukupi. Suplemen yang disarankan untuk dikonsumsi ibu hamil adalah 400 mcg asam folat per hari selama 12 minggu pertama, 10 mcg vitamin D per hari selama hamil dan kalsium 300 mg per hari pada trimester akhir.
Selain kuantitas dan kualitas yang harus dijaga, pola makan bunda juga berubah. Di saat hamil bunda mengalami mual, muntah, sulit menerima makanan, sementara nutrisi yang dibutuhkan lebih banyak. Bujuk bunda agar mau makan sedikit demi sedikit namun sering. Pahami selera makan bunda yang cepat berubah. Ingatkan bunda jika menginginkan makanan yang seharusnya dihindari selama hamil.

Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari :
•Mengurangi makanan jenis makanan cepat saji (fastfood dan instant food) yang banyak mengandung MSG, kue yang terlalu manis, dan makanan yang cenderung tinggi lemak, gula, dan garam.
•Alkohol dan kafein. Bunda tidak dianjurkan meminum alkohol dan sebaiknya mengurangi kafein hingga tidak lebih dari 200 mg per hari atau maksimal 2 cangkir kopi atau 6 cangkir teh.
•Hati atau produk yang mengandung hati, karena mengandung retinol yang dapat membahayakan perkembangan bayi.
•Daging dan telur mentah atau setengah matang karena masih mengandung bakteri yang membahayakan bayi dalam kandungan. Masak daging dan telur hingga matang.
•Makanan laut (seafood) atau tuna yang kemungkinan tercemar zat merkuri.

Ayo menjadi ayah menyusui
Ketika buah hati sudah dalam pelukan, peran Ayah sangat diperlukan demi suksesnya proses menyusui ekslusif selama 6 bulan pertama, dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun. Menyusui tak hanya tanggung jawab bunda, tapi juga tanggung jawab ayah. Menjadi breastfeeding father (ayah menyusui) dapat dilakukan dengan cara :
•Mencukupi kebutuhan nutrisi bunda seperti ketika masih hamil
•Membantu aktifitas mengasuh bayi terutama di malam hari sehingga bunda cukup istirahat agar produksi ASI meningkat. Aktifitas ini juga dapat meningkatkan kelekatan ayah dengan anak.
•Membahagiakan bunda dengan memberikan perhatian, misalnya membuatkan minum, memijat lembut atau berkata manis pada bunda. Perhatian ayah terbukti dapat meningkatkan produksi ASI.
•Bersedia mendengar keluh kesah bunda dan membagi kerepotan dan kesulitan mengasuh bayi bersama. Ingat Ayah, pasca melahirkan bunda biasanya mengalami babyblues dan stres yang dapat mengurangi produksi ASI.
•Berkoordinasi dengan keluarga besar seperti ibu/bapak dan ibu/bapak mertua agar mendukung rencana ASI ekslusif.

Sekali lagi, selamat menjadi calon Ayah. Selamat menanti buah hati sehat dan cerdas dambaan Ayah dan Bunda.

Ditulis oleh Murtiyarini, diikutkan dalam lomba http://nutrisiuntukbangsa.org/blog-writing-competition/


http://www.tabloidnova.com/Nova/Kesehatan/Wanita/Nutrisi-Sehat-Ibu-Hamil
http://www.ayahbunda.co.id/Artikel/Gizi+dan+Kesehatan/Kehamilan/tepat.konsumsi.suplemen.saat.hamil/001/001/1340/50/3
http://medicastore.com/artikel/268/Kebutuhan_Gizi_Ibu_Hamil.html

foto : http://www.hawaiianbirth.com/

1 komentar:

  1. Setelah memabaca artikel anda, tidak sabar rasanya saya mo jadi seorang ayah :)

    Salam kenal Ibu, Saya juga mo berbagi pengalaman neh tentang bunda yang terserang Virus toxoplasma.

    BalasHapus