Rabu, 20 Juni 2012

Eksplorasi Ponsel Pintar Mendukung Peran-peran Perempuan

oleh : Murtiyarini


Saya betul-betul berterimakasih atas kehadiran internet di jagad raya ini. Internet berhasil menyingkat waktu dan mendekatkan jarak, sangat membantu aktivitas manusia, termasuk saya sebagai perempuan. Apalagi perempuan semakin berumur semakin banyak perannya, seperti saya saat ini dengan dua peran utama, sebagai ibu rumah tangga dan sebagai perempuan karier. Di lain waktu, saya juga masih ingin menikmati peran-peran lain dalam kehidupan bersosial, diantaranya sebagai penulis dan blogger. Untuk peran yang terakhir ini, sulit sekali mencari kesempatan diantara kesempitan. Karena itu sekali lagi saya berterimakasih pada internet !!


Kira-kira 3 tahun silam saya berinternet menggunakan laptop tipe netbook. Saya memilih netbook yang paling ringan dengan daya tahan baterai di atas 6 jam. Tujuannya, agar bisa diselipin dalam diapers bag saat ke mall, kemudian bisa duduk di foodcourt sambil berinternet dengan wi-fi saat anak-anak bermain dengan ayahnya. Selain itu, netbook yang ringan memungkinkan saya membawanya dalam tas kerja, sambil menenteng diapers bag dan menggendong anak. Sekedar informasi, saya bekerja kantoran dan anak dititipkan di daycare. Karena anggaran terbatas, saya hanya mampu membeli netbook dengan kemampuan menengah. Yang penting fungsi-fungsi utama yang saya perlukan ada pada netbook tersebut, yaitu MS word, Adobe photoshop dan internet.

Namun kini, kesempatan membuka netbook sangat langka, padahal banyak sekali yang ingin saya lakukan terkait dengan dunia maya. Terpaksa, hobi blogging, chatting, menulis, surfing terpaksa ditunda. Pasalnya, anak saya sangat tahu kalau mamanya membuka netbook, itu artinya dia akan kurang diperhatikan. Dengan pintarnya dia mengambil alih leptop, memencet-mencet tombolnya. Atau kalau saya sedang “khusyu” mengetik, dia mengambil “posisi wuenak” di pangkuan saya sambil tangannya beraksi kemana-mana. Yang jelas, saya tidak bisa berkonsentrasi lagi.

Akhirnya, setelah mengumpulkan rupiah dari pundi-pundi yang saya punya, ditambah donasi dari suami, saya berhasil membeli sebuah ponsel pintar highend. Pertimbangannya, karena saya ingin mengembangkan hobi menulis dan blogging, serta saya melihat bahwa peluang karir dari hobi menulis terbuka lebar, maka saya merasa perlu sebuah gadget yang mendukung hobi ini.

Ternyata, tidak salah keputusan saya untuk membeli sebuah ponsel pintar highend. Sebuah ponsel pintar seharusnya memiliki kemampuan komputasi yang lebih tinggi, sistem konektivitas yang lebih mantap ditambah fitur-fitur canggih yang menjadi penujang aktivitas saya. Saat menentukan memilih produk tersebut, saya berkonsultasi dengan suami. Kebetulan suami hobi sekali oprek gadget. Sedikit demi sedikit saya mengerti fungsi fitur-fitur yang ada di ponsel saya. Tekad saya, jangan sampai beli ponsel dengan menguras kocek hanya untuk gaya-gayaan, menelpon, sms, chatting atau update status di social media. Saya berusaha mengoptimalkan fungsi ponsel pintar. Minimal harus balik modal, dari ponsel yang saya beli bisa dimaksimalkan fiturnya dan bisa menghasilkan uang.

Sementara ini netbook saya istirahatkan, tugasnya hanya untuk gudang data. Saya pindahkan semua aktivitas digital ke dalam ponsel baru. Sekarang saya lebih leluasa bereksplorasi digital cukup dengan satu tangan. Saya bisa browsing sambil memasak. blogging sambil setrika asal, chatting sambil menyuapi si adik, atau mengetik sambil berbaring menyusui tanpa kuatir keberatan gadget. Bisa dibayangkan, kalau masih menggunakan leptop tidak mungkin mengetik sambil berbaring, apalagi ketiduran, kan? Itu keuntungan pertama yang saya dapatkan dari sebuah ponsel pintar, yaitu bentuk dan ukurannya yang mungil memudahkan kita menggunakannya sambil beraktivitas lain, dimanapun dan kapanpun.




“Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps, saling tumpang tindih, peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. “
(http://www.imadiklus.com/2012/04/handphone-sebagai-pembelajaran-masyarakat.html)

Tentu saja, bukan hanya masalah ukuran yang menjadikan ponsel begitu “berharga”. Sebuah alat akan tampak pintar kalau penggunanya juga pintar. Saya mempelajari secara detil fitur-fitur di ponsel. Dan semakin mengenal ponsel saya, semakin terjalani dengan baik peran-peran saya sebagai perempuan.

Ponsel dan Peran Karier

Saya bekerja sebagai staf administrasi. Pekerjaan saya berkaitan surat menyurat, membuat proposal, mengirim dan menerima email, menghitung anggaran, mencari literatur dan membuat bahan presentasi. Di kantor saya menyelesaikan tugas-tugas itu dengan perangkat komputer. Namun kadang kala, pekerjaan cukup banyak sehingga harus saya lanjutkan di rumah. Untuk itu saya mengirimkan file-file tugas yang belum selesai ke email saya, mengunduhnya ke dalam memori data di ponsel, dan mengerjakannya sambil beraktivitas di rumah. Saya menggunakan fitur dokumen Word to Go untuk mengetik Microsoft word, membuat tabel anggaran dengan Microsoft excel, dan presentasi Microsoft power point.

Adakalanya saya perlu menterjemahkan tulisan. Karena itu saya memasang kamus Inggris – Indonesia dan Indonesia – Inggris yang saya install dari store yang tersedia dari vendor ponsel. Saya tidak tidak perlu membawa kamus digital Alfalink apalagi kamus tebal dengan hardcover. Aplikasi kamus juga dapat saya lakukan dengan dengan bantuan Google Translate. Terjemahan yang didapatkan bukan hanya kata per kata namun juga kalimat. Tinggal copy kalimat dan masukkan dalam kolom penterjemah. Hanya saja saya perlu mengecek ulang apakah susunan kalimat hasil terjemahan sudah mengalir dan enak dibaca. Bagaimanapun, manusia memiliki sense lebih baik daripada gadget, bukan?

Setelah tugas selesai, saya kembali mengirimkannya ke email untuk diunduh esok hari di kantor. Pekerjaan kantor selesai tepat waktu, pekerjaan rumah juga beres. Anak-anak tidak protes karena saya tetap bisa menemani mereka bermain.

Terkait pekerjaan kantor, selain fitur dokumen, saya juga memerlukan fitur kalkulator, kalender dan alarm. Saya membuat jadwal kegiatan dalam format agenda yang telah tersedia di ponsel. Deadline tugas kantor, deadline menulis, janji pertemuan dengan guru, janji pertemuan dengan teman, jadwal belanja, jadwal les dan hal-hal lain yang harus diingat semuanya saya catat dalam agenda ponsel. Dalam ponsel pintar saya masukkan ribuan alamat kontak. Data terkait seseorang juga bisa disimpan dengan lengkap seperti alamat email, nomor selular, nomor telepon rumah, nama perusahaan, alamat mesengger, tanggal lahir, situs atau blog, dan catatan-catatan khusus tentang kontak tersebut.

Bagi perempuan yang tidak berkarir kantoran, fungsi ponsel pintar bisa dioptimalkan untuk bisnis dengan sarana chatting, blogging dan social media sudah sangat membantu perkembangan sebuah bisnis. Fitur foto digunakan untuk foto produk, dan bisa langsung upload di social media.



Ponsel dan Peran Ibu
Peran ibu adalah paling utama dalam kehidupan saya. Walaupun tugas kantor sedang padat, namun jika anak memerlukan kehadiran saya, misalnya saat sakit, maka saya minta ijin untuk tidak masuk kantor. Agar pekerjaan kantor tidak menumpuk terlalu banyak, saya mencicilnya saat ada kesempatan di rumah.

Saat ini anak saya yang pertama sudah duduk di bangku sekolah dasar. Saya tidak bisa mengantarnya setiap hari, dan tidak memungkinkan untuk bertemu dengan gurunya setiap hari untuk menanyakan perkembangannya. Beruntung, sekolahnya menyediakan fasilitas informasi yang terbarui setiap hari. Begitu anak-anak masuk kelas, saya bisa membaca aktivitas apa saja yang dilakukan saat itu di kelas. Ada guru yang bertugas khusus memberitakan aktivitas siswa melalui situs internet sekolah. Konsultasi dengan guru juga bisa saya lakukan melalui email. Begitu juga dengan nilai raport yang bisa dilihat melalui situs sekolah, melalui akun masing-masing siswa yang sifatnya personal dan rahasia. Situs sekolah ini bisa saya buka dari fitur Opera Mini atau Web Browser yang ada di ponsel saya. Bahkan, situs sekolah menjadi salah satu speed dial di opera mini. Speed dial di ponsel saya berisi 9 situs penting dan favorit yang paling sering saya kunjungi, yaitu Facebook, Blogger, situs sekolah, situs kantor, dan 5 situs media massa.





Hal terseru menjadi ibu adalah melihat tingkah polah anak-anak yang lucu. Apalagi anak saya sudah dua. Tambah banyak anak, tambah ramai, tambah seru. Saya tidak ingin melewatkan momen-momen indah itu begitu saja. Setiap kali ada tingkah lucu si adik atau saat kakak baru bisa naik sepeda, segera saya ambil ponsel untuk merekam. Saya membuat satu tombol shortcut sehingga hanya dengan sekali tekan, mode kamera dan kamera video bisa saya gunakan. Hasil rekamannya sangat bermanfaat, tidak hanya untuk saya, tapi juga untuk dilihat oleh anak-anak kembali, dan bisa saya kirimkan ke kakek, nenek , atau keluarga yang jauh. Untuk foto dan video yang sifatnya pribadi saya kirimkan melalui Yahoo Messenger dan Whatsapp, sedangkan yang untuk dibagi untuk umum saya share melalui aplikasi Facebook.

Kamera di ponsel pintar tak hanya untuk menfoto, tapi juga untuk scan kartu nama. Saya tidak perlu menyalin saat hendak memindahkan data kontak dari kartu nama, cukup dipotret data otomatis berpindah secara digital dalam kontak. Ponsel pintar juga bisa untuk memindai Quick Respone kode yang sering kita jumpai di majalah atau koran. Quick Respone Code adalah gambar kotak-kotak tak beraturan yang berisi informasi tautan ke web tertentu. Cukup dengan mengarahkan kamera ke QR code dan browser akan menuju laman yang tertulis di QR code.





foto QR scanner dan cardscanner diambil dari sini


Fitur ponsel yang paling sering digunakan terkait peran ibu adalah web browser. Saya menggunakannya untuk mencari informasi tentang apa saja. Saat anak sakit, saya cari informasi cara penangangan cepat dari google. Saat keluarga masih bingung menentukan liburan akhir pekan mau kemana, saya cari informasi tentang tempat wisata, lengkap dengan alamat dan deskripsinya dari google. Saat saya bingung mau memasak apa dengan bahan terbatas, saya mencari inspirasi resep dari google. Saat anak bertanya tentang pelajaran sains yang baru diajarkan di sekolah, saya juga mencari jawabnya dari google. Harap, maklum, saya sudah banyak lupa tentang pelajaran sekolah dasar.

“Google mungkin lebih mengenal anda daripada ibu anda “
(Kevin Bankston, pengacara senior AS)





Berbicara tentang tempat wisata, fasilitas umum atau informasi point of interest, kadangkala saya mendapatkan informasi dari teman sesama pengguna ponsel pintar. Saya cukup meminta ordinat tempat tersebut, lalu saya masukkan angka latitude dan longitude pada fitur GPS (global positioning system) di ponsel, selanjutnya GPS akan memandu kami menuju lokasi tersebut. Selain GPS bawaan ponsel, aplikasi GPS yang lain juga bisa diunduh dari store vendor ponsel. Malu bertanya kini tak lagi sesat dijalan.

Selain menggunakan fitur GPS, dengan bantuan BTS saya bisa menggunakan Google Maps. Ketika membuka google map dan memilih "my location" maka akan digambarkan posisi titik kita di atas peta sesuai dgn posisi kita berada. Di Indonesia data Google Map cukup lengkap dan terbarui.

Laman situs yang berhasil saya temukan dan saya anggap penting saya simpan dalam opsi “halaman tersimpan” dan “bookmark “di Opera Mini untuk memudahkan saya melihatnya kembali di lain waktu.



Ponsel dan Hobiku

Menulis dan blogging adalah passion saya. Keduanya saya lakukan pada saat-saat me time alias saat saya bisa sendiri. Bisa menulis atau blogging setengah jam saja sudah bisa menyegarkan energi.

Dalam keterbatasan waktu, saya memerlukan konektivitas ponsel 3G. Kuota yang besar dan kecepatan yang memadai penting untuk menunjang aktivitas blogging yaitu untuk mengunggah tulisan dan foto-foto. Saya blogging menggunakan beberapa platform, diantaranya Blogger dan Wordpress. Saya juga memposting tulisan dan foto-foto di portal online seperti kompasiana.com, blogdetik.com, mommiesdaily.com dan theurbanmama.com. Kesemuanya bisa saya lakukan dari ponsel.

Untuk memperkaya wawasan sebagai penulis, saya membutuhkan nutrisi bacaan. Kalau dulu orang sarapan pagi sambil membaca koran, saya juga melakukannya. Bedanya, koran yang saya baca tidak hanya satu. Ada koran-jakarta.com, pikiran-rakyat.com, kompas.com, jurnas.com, mediaindonesia.com, dan banyak lagi. Semuanya bisa saya baca dari ponsel.


Tulisan saya tidak akan bermanfaat jika tidak ada yang membaca. Jejaring sosial mau tidak mau menjadi faktor penting dalam mendukung hobi saya. Dulu saya menulis di blog, sekarang bertambah satu lagi tempat menulis yang langsung dibaca oleh ratusan teman, yaitu menulis di catatan Facebook (arin.murtiyarini). Sedangkan tulisan di blog biasanya saya bagikan lewat Twitter (@arin_murti). Mengingat pentingnya bergaul di dunia maya, aplikasi sosial media seperti Facebook dan Twitter menjadi aplikasi wajib yang saya pasang di ponsel. Selain itu saya juga menggunakan Yahoo Messenger dan Whatsapp untuk ngobrol dengan teman-teman, baik individu maupun grup.

Dari hobi menulis dan blogging , modal saya untuk membeli ponsel pintar telah kembali, bahkan lebih. Banyak tulisan saya telah dimuat di media massa dan memenangkan berbagai perlombaan (www.asacinta.blogspot.com).

Merawat Ponsel Pintar

Menggunakan ponsel pintar dengan banyak program tentu membutuhkan perawatan agar ponsel berjalan sesuai harapan, tidak lemot (lambat) apalagi hang (macet). Untuk itu saya harus sering boosting memory (merapikan memori agar daya tampung meningkat), backup data (menyimpan data di tempat lain) , restore data (mengembalikan data pada ponsel), dan membuang file tidak diperlukan seperti pesan lama, jadwal lama, foto dan video yang tidak diperlukan. Aplikasi yang jarang saya gunakan biasanya saya hapus, toh kalau ingin menggunakan kembali bisa saya unduh ulang.

Seminggu sekali saya sempatkan menyimpan data ponsel ke PC. Selain di PC saya juga menyimpan data di Google Sync dengan menggunakan email gmail. Saya juga menggunakan auto backup untuk menyalin data kontak ke email Yahoo. Jika terjadi sesuatu dengan ponsel saya, maka tidak perlu meminta ulang nomor atau email setiap kontak yang jumlahnya ratusan bahkan ribuan, cukup dengan mengambil kembali data dari PC ke ponsel. Jika saya tidak sedang di rumah, saya bisa mengambil data kembali yang tersimpan di email, atau tinggal masukkan alamat email dan password, ponsel akan sembuh dan data kembali utuh.

Saat ini juga tersedia cloud computing, yaitu server layanan penyedia folder penyimpanan data. Ada banyak macam cloud computing yang bisa diunduh di masing-masing store vendor ponsel yang kompatibel dengan sistem operasinya.



Pintar = Bertanggung Jawab

Asyik berponsel tidak boleh membuat kita melupakan rambu-rambu. Sebagai perempuan, banyak tanggung jawab menanti. Jangan sampai keasyikan berponsel lalu masakan menjadi gosong. Harus berhati-hati juga, ponsel tidak boleh terlalu dekat dengan benda panas misal kompor atau setrikaan karena dikuatirkan bisa meledak. Atau jika anak-anak mulai sering marah dan uring-uringan, itu tandanya perlu dikaji ulang frekuensi penggunaan ponsel kita. Mungkin saja anak-anak kesal karena mata ibunya lebih banyak melihat ponsel daripada memandangnya. Sama seperti kepada anak, perhatian kepada suami juga jangan sampai berkurang. Kalau suami ngambek bisa-bisa surat ijin menggunakan ponsel dicabut, tidak mau begitu bukan? Terkait jejaring sosial di dunia maya yang dipenuhi dengan curhat dan komentar, jangan sampai apa yang kita tulis menyakiti seseorang dan menjauhkan pertemanan.

Sebagai ibu kita harus pandai berhemat, banyak keperluan rumah tangga yang membutuhkan budget tidak sedikit. Jadi, penggunaan pulsa untuk internet juga jangan sampai membuat keuangan keluarga terganggu. Paket yang hemat dan bisa memenuhi kebutuhan misalnya paket bundling Indosat Mobile dan Nokia berisi Kartu Indosat Mobile dan handset Nokia kini hadir untuk para Wanita Indonesia dengan benefit GRATIS paket Hebat Keluarga Selama 30 Hari dan Layanan Info Wanita.

Bagaimanapun, penggunaan ponsel dan fitur-fiturnya akan sangat bermanfaat jika kita menggunakan dengan bijaksana. Saya suka bereskplorasi, mencoba jenis-jenis gadget dan ponsel, dan semuanya bisa dipelajari jika kita niatkan untuk menunjang peran-peran kita sebagai perempuan. Dengan ponsel pintar, dunia kini dalam genggaman.








“Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes “Ponsel Pintar untuk Perempuan Indonesia” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger”

dan menjadi pemenang pertama :)


3 komentar:

  1. Selamat ya Mbak Arin atas kemenangannya. Maaf ucapannya telat. Saya banyak belajar lho dari tulisan-tulisan Mbak Arin. Tulisan Mbak punya ciri khas selalu mengupas lengkap disertai foto dan referensi. Sekali lagi, selamat dan sukses ya!

    BalasHapus
  2. Tulisan ini cerdas banget..
    Ya ampun, KEB tahun 2012.. Belum nge-blog saya mah..

    BalasHapus