Sabtu, 28 Juli 2012

IT’S NOT ALL ABOUT THE MONEY


IT’S NOT ALL ABOUT THE MONEY (DISKUSI 27 Juli 2012)

Pertanyaan sering muncul masalah dihonor pemuatan di media. Ada honor nggak, berapa besaran honornya? Atau dapat apa? Lalu membandingkan media satu dengan yang lain. Media nasional umumnya lebih besar daripada media lokal. Media yang banyak iklannya honornya juga lumayan.Tapi ada juga media (nasional) yang tidak selalu memberikan honor, terutama untuk tulisan-tulisan pendek.

Lantas, apakah anda merasa tidak dihargai tanpa honor? Atau memilih media berdasar honor? Ini adalah pilihan. Honor adalah hak penulis, hanya saja bentuknya bisa bermacam-maam. Setiap penulis punya kriteria berbeda. Terkait honor, saya pribadi punya urutan prioritas.

Pertama adalah adanya kesamaan pola pikir media tersebut dengan diri saya. Jika saya sukaaaaa, nggak dihonorpun nggak masalah. Yang penting ide saya tersampaikan. Untungnya nggak sering kejadian begini, hampir semua memberi honor. Pernah ada satu media nasional yang tidak memberi honor berupa uang. Pihak media sudah menyampaikan di awal pada saya, bahwa mereka tidak ada space untuk contributor, jadi tidak ada honor. Tapi ketika tulisan yang saya kirim diminta untuk tayang, saya seneng banget dan merupakan suatu kehormatan, so its oke tanpa honor

Kedua, skala besar kecilnya media. Untuk media nasional, bisa dimuat saja sudah seneng, apalagi di honor. Namun, ada rubriK-rubrik tertentu tanpa honor, misalnya rubrik yang meminta opini pendek/testimoni. Tetep saya aktif nulis disana. Kok mau sih tanpa honor? Saya mau karena saya punya tujuan lain, yaitu branding nama, agar semakin sering nama saya dibaca.

Ketiga, menulis untuk siapa? Jika untuk organisasi yang saya ikuti, atau untuk amal atau demi bisa sebuku dengan ibu-ibu dalam satu komunitas misalnya, saya rela tidak dihonor. Tapi jika menulis untuk kepentingan seseorang atau satu golongan yang hanya membesarkan nama sepihak, tentu saya menuntut honor yang pantas, hehehe….

Di atas adalah pilihan saya, bagaimana dengan anda?

So Ibu-ibu, tentukan criteria honor yang anda inginkan, lalu yakinlah tulisan anda itu bagus, dan silakan memilih dimana tulisan anda akan tampil dengan indah.
Selamat berdiskusi.

27 Juli 2012 pukul 12:12 melaluiseluler
  • Nina Rahayu NadeaAry Nur AzizahMiyosi Ariefiansyah dan 35 lainnyamenyukai ini.
  • 50 dari 95
    Lihat Komentar Sebelumnya
  • Arin- Murtiyarini Wiiii..baru tau grup Moran gede honornya, secara jarang kulirik. Punya beberapa edisi sekedar buat arsip 
    28 Juli 2012 pukul 0:16 melalui seluler · Suka
  • Bulan Nosarios kita bikin majalah sendiri aja yuk Mbak, hihi...
    28 Juli 2012 pukul 0:22 · Suka · 1
  • Fardelyn Hacky aku juga mau tau dong, nama majalahnya mbak Prita 
    28 Juli 2012 pukul 0:25 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Hahahaaa...dr kemaren ngajakin bikin majalah sendiri 
    Nunggu digandeng pengusaha dulu, hihihi...
    28 Juli 2012 pukul 0:32 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini Mba Bulan, gimana kalo bikin majalah yg semua isinya adalah tulisan kontributor ? 
    28 Juli 2012 pukul 0:33 melalui seluler · Suka
  • Bulan Nosarios terus kita ngapain Bu CEO, eh, Pimred? ah...ntar aku bakal merindukan rasanya dihonor dan dikirimi imel pemberitahuan ^^
    28 Juli 2012 pukul 0:37 · Suka · 1
  • Prima Dewi kadang2 kepuasan tampil di media lebih dari sekedar mendapatkan honor...* bongkar2 dompet...hiks...
    28 Juli 2012 pukul 0:52 melalui seluler · Batal Suka · 1
  • Wida Waridah Saya mengirim tulisan ke media sejak tahun 2000-an, waktu itu honor biasanya dikirim via wesel. Saya mencairkannya ke kantor pos. Terus, lucunya lagi, saya simpan struk setiap tulisan yang dimuat. Nah, kemarin-kemarin saya sempat bongkar-bongkar lemari, ketemu tuh struk, berasa gimana gitu...
    28 Juli 2012 pukul 1:30 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Waaaaah... dipigura bagus tuh Mba  tahun segitu udah krismon, honor udah agak tinggi mestinya.
    28 Juli 2012 pukul 1:33 melalui  · Suka · 2
  • Wida Waridah waktu itu saya masih kuliah, jadi lumayan lah untuk beli buku dan ongkos ke kampus 
    Satu waktu saya ikutan lomba, eh juara pertama, hadiahnya 1,5juta. Ngirimnya masih pake wesel, karena yang ngadain domisilinya di Riau. Tanpa sadar, saya ke kantor po
    ...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 2:11 · Suka
  • Christanty Putri Arty Waduh rame bgt lapaknya  ikutan nimbrung ya..
    Meskipun saya teritung baru gabung disini tapi jiwanya serasa melayang pada masa lalu. Apalagi liat pengalaman n info ibu2 yang aktif menulis plus dgn kompensasi yang diperoleh.Hehehe.
    Saya tertarik menul
    ...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 3:13 · Suka · 1
  • Pritha Khalida haha iyaaa beneerr aku th 2008 masi dikasi sejuta sm moran's family itu. Skrg setengahnya kah? Alhamdulillah brati hoki bgt dulu yaa
    28 Juli 2012 pukul 5:04 melalui seluler · Suka
  • Anisa Widiyarti Kalau saya, sebenarnya tak terlalu masalah dengan besarnya honor. Asalkan media tersebut menghargai karya kita. Kalau memang dimuat, ya berikan honornya. Jujur, saya suka dengan kompas group. Mereka langsung mentransfer honor tanpa banyak babibu, hanya...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 7:07 melalui seluler · Suka
  • Sri Widiyastuti Lampost kah mbak Anisa Widiyarti?

    kalau pengalaman saya dengan elka sabili, sampai hari ini (sudah setengah tahun) honor menulis saya belum di kirim. katanya minta saya ambil sendiri, sementara saya ada di malaysia  minta tolong adik saya, lupa ter
    ...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 7:22 · Suka
  • Wida Waridah Lampost dan Sindo seringkali kita dipingpong kalo nanya honor. Saya memutuskan tidak mengirim tulisan lagi ke sana. Elka Sabili juga saya dulu pernah sekali gak nyampe honornya, namun sebelum2nya honor dikirim kok...
    28 Juli 2012 pukul 8:16 melalui seluler · Suka · 1
  • Sri Widiyastuti keren deh mbak Wida Waridah ngirim udah ke mana-mana 
    28 Juli 2012 pukul 8:17 · Suka
  • Wida Waridah Itu dulu, Mbak. Setelah menikah, justru saya lebih teliti memilih media. Sekarang justru honor kejaran saya. Saya gak akan kirim ke media yang gak jelas juntrungannya soal honor. Hehe... Maklum, saya dan suami hidup hanya dari menulis 
    28 Juli 2012 pukul 8:48 melalui seluler · Suka · 6
  • Sri Widiyastuti cap jempol deh buat mbak Wida Waridah, saya add ya mbak 
    28 Juli 2012 pukul 9:14 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Mba Wida, media mana aja nih yg recomended bagi yg ngejar honor?
    28 Juli 2012 pukul 9:24 melalui seluler · Suka · 2
  • Evi Andriani Saya sepakat dengan mba Arin. Pernah saya nulis di koran lokal Medan tapi honor belum turun-turun udah hampir 8bulan tapi bukan berarti kita jera untuk mengirim. Kalau untuk keluar belum berani untuk mencoba tapi selalu ada niat tinggal dipraktekkan. U...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 9:34 · Suka
  • Wida Waridah Kompas dan grupnya tentu yg ada di urutan pertama. Selain mereka teratur dalam pengiriman honor, mereka juga punya arsip ttg penulis yg pernah dimuat di koran mereka. Keren kan? Setelah itu Jawa Pos keknya. Tapi gak termasuk koran grupnya lho, sebab ko...Lihat Selengkapnya
    28 Juli 2012 pukul 9:39 melalui seluler · Suka · 4
  • Ety Budiharjo Klu saya jujur, sudah dimuat aja senengnya minta ampun, krn berbagi ilmu itu tak ternilai. Apalagi klu ditambah honor, selain itu bisa buat latihan menulis jg.Saking byknya tulisan sy yg dimuat akhirnya sy diminta utk jd wartawan tetap di satu media, tapi itu dulu....10 thn yg lalu. hixxxxx. skrg mulai dr nol lg krn pertumbuhan dunia menulis itu cpt banget. Writing....I comming !
    28 Juli 2012 pukul 9:48 · Suka · 2
  • Anisa Widiyarti Mba Tuti; Tebakan yang tepat. 

    Ya, menurut saya semuanya kembali ke masing-masing pribadi.
    Kalau sejak awal tau itu acara amal, tentu harus siap jika tak dihonor.
    Tapi untuk media, saya benar-benar membuat list siapa saja yang pantas saya kirimi karya.
    Honor menurut saya bukan hanya masalah Rupiah, tapi bagaimana media tersebut menghargai karya kita. 
    28 Juli 2012 pukul 11:14 melalui seluler · Suka · 2
  • Rina Susanti ceu Wida Waridah sering turun gunung akhir-akhir ini hehehe...ayo wid, terus nulis pilihan katamu gak ada duanya....btw, ngomongin soal honor yang tepat waktu n konsisten grup femina betul gak mba Arin- Murtiyarini...hehehe
    28 Juli 2012 pukul 11:30 · Batal Suka · 2
  • Wida Waridah @Rina Susanti: hehe... Soalnya bahasan Mbak Arin mengingatkan saya ka 'jaman baheula', Rin. Jaman awal-awal ngirim tulisan. Tah, kalau soal ngirim ke majalah, saya harus belajar banyak sama kamu dan Mbak Arin. Soalnya saya gak pengalaman ngirim ke majalah. Baru ada niat yeuh, nunggu inbox darimu soal kriteria tea. Mana atuh?
    28 Juli 2012 pukul 12:38 melalui seluler · Suka
  • Rina Susanti Halah poho euy... Nanti malam ya. Siang2 mah gak bisa ol di pc riweuh ku budak
    28 Juli 2012 pukul 13:13 melalui seluler · Suka
  • Sri Rahayu setiap status mba Arin- Murtiyarini muncul pasti followernya bejibun.... kalo suamiku dan keluargaku dikabari tulisanku nongol adem ayem aja. terutama tuh Ebes...katanya masuk media gampang. soalnya dia bikin media sendiri sama temennya :((
    28 Juli 2012 pukul 13:51 · Batal Suka · 1
  • Arin- Murtiyarini Alhamdulillah, paling seneng kalo lapak laris hehe.. Apalagi trus bermunculan cerita-cerita yang lama "terpendam" dari ibu-ibu disini. Ternyata, banyaaaaak yang bisa saling dibagi. Berharap di waktu2 berikutnya selalu ada yang mau berbagi pengalaman, walaupun sedikit atau dianggap biasa saja, tetap saja menarik bagi orang lain.
    28 Juli 2012 pukul 22:10 melalui seluler · Suka · 1
  • Tri Wahyuni Zuhri ikut nimbrung ya mbak Arin- Murtiyarini. awalnya dulu beberapa tahun yang lalu saya mulai nulis karena suka dan hobbi aja. bahkan intens nulisnya, saya pakai target setiap bulan minimal 1 atau 2 tulisan nembus media cetak. dulu nggak kepikir buat dap...Lihat Selengkapnya
    29 Juli 2012 pukul 3:43 · Suka · 1
  • Bunda Haifa meskipun aku memang cari duwit dalam menulis tapi aku senang sekali dengan honor yang kuterima,berapapun itu. Tulisan pertama saya dihargai 3000 (2006). Dan satu yang [pasti, aku hanya nulis yang bermanfaat sajah.
    29 Juli 2012 pukul 6:42 · Suka · 1
  • Sri Widiyastuti maksudnya yang bermanfaat saja itu apa ya Bunda Haifa?
    29 Juli 2012 pukul 7:38 · Suka
  • Bunda Haifa Relatif memang arti manfaat itu tapi yaa... sesungguhnya bermanfaat itu bisa membuat orang berpindah dari titik tidak baik ke mendingan, dari titik mendingan ke titik lebih baik, Sebagaimana arti belajar. Belajar adalah proses membuat orang menjadi lebih baik.
    29 Juli 2012 pukul 7:45 · Suka
  • Sri Widiyastuti hehehe iya, maaf ya, saya bacanya kok maksudnya jadi ambigu ya, seolah-olah ibu-ibu yang lain tak menulis sesuatu yang bermanfaat 
    29 Juli 2012 pukul 7:56 · Suka
  • Bunda Haifa Terlalu berlebihan(kalau tidak mau disebut merendahkan) menganggap saya punya anggapan bahwa ibu2 yang lain menulis tidak bermanfaat. Saya hanya baca apa yang ditulis thread starter, gak baca koment2 bawahnya. Jadi aku beropini saja, bahwa saya cari d...Lihat Selengkapnya
    29 Juli 2012 pukul 8:00 · Suka · 1
  • Bunda Haifa sedikit pu saya gak punya anggapan seperti itu
    29 Juli 2012 pukul 8:00 · Suka · 1
  • Sri Widiyastuti saya bilang kan "ambigu" bisa jadi dua pengertian di sana  mohon maaf jika kurang berkenan ya mbak 
    29 Juli 2012 pukul 8:05 · Suka
  • Bunda Haifa ya persepsi, mau apa lagi.
    29 Juli 2012 pukul 8:05 · Suka
  • Bunda Haifa gpp bu, santai saja.beda kepala,beda persepsi
    29 Juli 2012 pukul 8:08 · Suka · 1
  • Ratna Ayu Budhiarti dibikin doc aja mbak Arin- Murtiyarini, media yg recommended buat dikirimi tulisan kita..biar kita2 yg "mengejar honor" bisa pilih..
    29 Juli 2012 pukul 8:15 · Suka
  • Rosmery Ashalba teh Wida Waridah, nanya dong. 
    emang kalau dimuat di PR honornya harus diambil sendiri? 
    secara minggu kemarin 2 tulisanku tembus disana.
    boleh dikuasakan ngak ya kira"?
    sekalian minta bocoran nominalnya dong, teh? nuhun 
    29 Juli 2012 pukul 8:55 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Aku sering tuh nulis yang gak bermafaat dalam artian gak penting-penting banget, misal bikin status gak penting, atau komentar sekenanya :))
    29 Juli 2012 pukul 8:58 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini Mba Ratna Ayu Budhiarti, silakan kalau mau didokumentasikan di grup ini. Aku sendiri belum pernah membuat dokumen disini, lebih suka bikin postingan di kolom status aja. Dokumentasi ada di blog pribadiku, tapi nanti-nanti kalo sempat..hehe..
    29 Juli 2012 pukul 9:01 melalui seluler · Suka
  • Rosmery Ashalba aku juga mba Arin-, terutama waktu masih jaman ngeblog, kadang kita perempuan (kita? gue aja kaleee..) perlu wadah untuk menumpahkan apa yang ada dalam rasa dan pikiran kita dalam sebuah tulisan. terlepas tulisannya penting apa ngak, yang penting menarik orang lain untuk membacanya, sukur" bisa memberikan pencerahan bagi sesama teman bloger lainnya 
    29 Juli 2012 pukul 9:11 · Telah disunting · Suka
  • Pritha Khalida Waktu tahun 2008 blog pribadiku dibukukan. Awalnya menurutku tulisan itu ga penting. Ya iyalah saat orang-orang nulis sesuatu yang smart kayak tips ini dan itu atau novel bergizi eh ini cerita keseharian aku diterbitkan. Tapi saat penjualannya lumayan dan banyak respon yang positif masuk ke emailku, aku baru ngeh ternyata sesuatu yang biasa aja (bahkan sempat bikin ragu) buatku ternyata berarti buat banyak orang.
    29 Juli 2012 pukul 9:04 · Suka · 1
  • Rosmery Ashalba jadi, "biasa" itu relatip ya, Prit? 
    29 Juli 2012 pukul 9:07 · Suka
  • Rosmery Ashalba Pritaaa..aku teh kagok pisan mangil nama pendek kamu teh, ngak enak pisan, kayak piriwit,hehhe..
    29 Juli 2012 pukul 9:08 · Suka
  • Wida Waridah @Teh Rosmery: bisa dikuasakan kok. Bikin surat kuasa aja plus copy ktp kita dan nanti yang mau ngambil. Kalau nominal sih tergantung tulisan kita muat di rubrik apa... Tapi kalau dirata-rata, ya berkisar antara 150ribu sampe 400ribu kayaknya...
    29 Juli 2012 pukul 10:38 melalui seluler · Suka
  • Rosmery Ashalba ok, sip, makasih infonya teh Wida, lansung bikin surat wasiat, eh, surat kuasa nih 
    29 Juli 2012 pukul 10:43 · Suka
  • Diandra Nasution Bahasan yang menarik.
    Saya memilih media yg baik dalam pembayaran sebgai prioritas walaupun untuk tau mana yg oke dan yang enggak harus melalui trial and eror dulu. Beberapa karya dimuat tanpa honor dan malas nanyain. Kebanyakan koran yang begitu.
    30 Juli 2012 pukul 14:11 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini Hmmm..trial and eror ya? Poin bagus. Thanks for sharing mba Diandra 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar