Sabtu, 07 Juli 2012

TIPS MENGUBAH KISAH PENGALAMAN PRIBADI MENJADI ARTIKEL


TIPS MENGUBAH KISAH PENGALAMAN PRIBADI MENJADI ARTIKEL
(Diskusi 6 Juli 2012)

Saya sering mendapat keluhan tentang sulitnya membuat artikel. Definisi artikel itu apa? Saya tidak hapal, bisa cari di google (maaf, saya minim teori) hehe... Yang saya tau, di media ada jenis tulisan pengalaman pribadi dan artikel. Sekilas bedanya begini :
Ciri Pengalaman pribadi :
-sudut cerita penulis sebagai orang pertama
-melibatkan orang-orang terdekat penulis dalam bercerita
-detil menuliskan kronologi atau ditulis berdasar kronologi
-tulisan panjang, biasanya tanpa sub judul
-ending terdiri dari satu atau dua solusi yang diterapkan oleh penulis

Ciri Artikel
-penulis tidak menyebutkan dirinya sebagai tokoh dalam tulisan
-tidak ada tokoh dalam tulisan, atau kalaupun ada tidak menonjol ke seseorang
-kadang kala menyisipkan teori dari pakar
-tulisan dibagi atas sub judul dan poin-poin tapi tidak selalu urut kronologi
-ending terdiri atas berbagai solusi yang bisa diterapkan oleh orang banyak

Nah, biasanya ibu-ibu lebih lancar nulis pengalaman pribadi. Untuk mengubahnya jadi artikel bisa ambil langkah berikut :
1. Jadikan cuplikan pengalaman pribadi sebagai prolog yang mengantar pembaca pada isi
2. Tarik kesimpulan/hikmah dari pengalaman anda, misal 3-4 hal yang kemudian bisa jadi sub judul / poin-poin
3. Uraikan kembali sub judul tersebut dengan meminimalkan kata "saya" . Generalisasi pengalaman anda seolah orang kebanyakan mengalaminya
4. Cari data (tidak harus angka-angka lho) di internet atau wawancara teman-teman untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pendapat dari sudut pandang berbeda. Rangkum dan masukkan dalam sub judul yang sesuai
5. Untuk mempermanis, cari teori dari tokoh/pakar yang mendukung poin-poin/sub judul anda.
6. Pada bagian akhir, boleh sedikit beramah tamah dengan pembaca dengan kembali menampilkan kata "saya"

Itu langkah-langkah saya menulis artikel berdasar pengalaman pribadi. Lama-kelamaan, saya lebih suka menghilangkan kata "saya" dan menulis secara lebih general.

Berikut adalah contoh artikel dari pengalaman pribadi dan saya lengkapi datanya dengan menanyakan pengalaman teman-teman di facebook.

http://asacinta.blogspot.com/2011/10/cinta-kedua.html?m=1

Ayo ibu-ibu, yang naskahnya tidak lolos audisi antologi, ubah jadi artikel dan KIRIM KE MEDIA !! *ngomporin..hehehe

Suka ·  ·  · 6 Juli 2012 pukul 11:57 melaluiseluler
  • Nina RusmiatiIda TahmidahRani Iriani Safari dan 56 lainnya menyukai ini.
  • Hidayah Sulistyowati Yup, keren kan kalau tulisan tentang pengalaman pribadi bisa mejeng di media, plus dapat honor pula ;D
    6 Juli 2012 pukul 12:04 · Suka
  • Candra Nila Murti D sangat bermanfaat. Terimakasih mbak
    6 Juli 2012 pukul 12:07 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Sip Mba Hidayah... yg jago nulis pengalaman inspiratif 
    6 Juli 2012 pukul 12:09 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini senangnya kalo bermanfaat..Alhamdulillah..
    6 Juli 2012 pukul 12:10 melalui seluler · Suka
  • Sukimah Yono langsung tak simpen, Mbak Arin- Murtiyarini.. terutama yg ttg artikel..Makasih ya Mbak.....
    6 Juli 2012 pukul 12:10 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Sip mba Imah, udah nggak usah terpaku teori, tulis sajaa...
    6 Juli 2012 pukul 12:12 melalui seluler · Suka · 1
  • Hidayah Sulistyowati Kan aku belajar dari mbak Arin- Murtiyarini, hehehhe, makasih sharingnya mbak :-))
    6 Juli 2012 pukul 12:12 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Makin kesini, aku merasa makin sulit menuliskan pengalaman pribadi, mungkin idenya udah habis. Jadi untuk variasi, pengalaman pribadi dimodif ke artikel hihihi...
    6 Juli 2012 pukul 12:14 melalui seluler · Suka · 1
  • Hidayah Sulistyowati Hehehe...kiat yang jitu nih, mbak
    6 Juli 2012 pukul 12:16 · Suka
  • Rina Susanti Lagi belajar nulis artikel brdasar pengalaman pribadi. Thank u tipnya mba arin
    6 Juli 2012 pukul 12:17 melalui seluler · Suka
  • Irhayati Harun mabk arin boleh ikut komen? dalam menulsi pengalam pribadi saya sering pake sub judul begitu juga saya lihat di majalah seperti oh mama oh papa , goresan hati dsb. dgn adanya sub udul pembaca lebih enak membacanya dan lebih teratur atau apik
    6 Juli 2012 pukul 12:19 · Batal Suka · 1
  • Nurul Ikoma keren tipsnya, jadi makin bersemangat. Makasih mbk Arin 
    6 Juli 2012 pukul 12:19 · Batal Suka · 1
  • Nita Lana Faera waw makasih banyak ya infonya.
    6 Juli 2012 pukul 12:20 · Batal Suka · 1
  • Arin- Murtiyarini Betul mba Iir, yg di Kartini dg sub judul. Kalo artikel lebih banyak sub judul dan poinnya.
    6 Juli 2012 pukul 12:25 melalui seluler · Suka
  • Irhayati Harun mabk arin oh mama oh papa kan termasuk pengalaman pribadi mbak:)
    6 Juli 2012 pukul 12:44 · Suka
  • Arin- Murtiyarini Betul mba Iir, aku tidak generalisasi kok 
    6 Juli 2012 pukul 12:52 melalui seluler · Suka · 1
  • Irhayati Harun heheheheh
    6 Juli 2012 pukul 12:55 · Suka
  • Rina Susanti Tapi oh mama oh papa seingat saya bentuknya curhat ya bukan artikel, btw udah sangat lama gak baca rubrik itu
    6 Juli 2012 pukul 12:57 melalui seluler · Batal Suka · 2
  • Arin- Murtiyarini Tulisanku untuk rubrik buah hati Leisure (Republika) sebenarnya banyak sub judulnya, tapi karena model tulisan di rubrik tersebut lurus-lurus aja, sub judul malah dihilangkan.
    6 Juli 2012 pukul 12:58 melalui  · Suka
  • Sri Rahayu thanks mba Arin infonya
    6 Juli 2012 pukul 12:59 melalui seluler · Batal Suka · 1
  • Arin- Murtiyarini Maksud mba Iir, itu lho diatas aku bikin sekilas tentang ciri2 artikel dan pengalaman pribadi. Bagian pengalaman pribadi ada kutulis BIASANYA tanpa sub judul.
    6 Juli 2012 pukul 13:01 melalui  · Suka
  • Arin- Murtiyarini Ibu-ibu sebenarnya nggak perlu saklek ke aturan ini-itu yang kadang membatasi karakter menulis kita. Contohnya dalam menulis artikel perjalanan, disini biasanya penulis malah menceritakan pengalaman pribadi. Nah, kalo itu disebut artikel atau pengalaman pribadi? Bingung kan?...hehehe..
    6 Juli 2012 pukul 13:09 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini Samaaa..aku juga bingung. tapi seringnya disebut artikel, karena walaupun pengalaman pribadi tapi bukan curhat abis full cerita tentang pribadi penulis, melainkan cerita tentang hal-hal yang sifatnya umum dan orang lain bisa lakukan hal yang sama.
    6 Juli 2012 pukul 13:10 melalui seluler · Suka
  • Raditya Surya Kereen... makasih sharingnya Mbak Arin- Murtiyarini
    6 Juli 2012 pukul 13:32 · Batal Suka · 1
  • Sri Widiyastuti lama-lama jadi pakar menulis nih mbak Arin- Murtiyarini  *bangga
    6 Juli 2012 pukul 14:20 · Batal Suka · 2
  • Arin- Murtiyarini Mmuaaach...!! Karena gabung ibu-ibu disini jadi bikin semangat.
    6 Juli 2012 pukul 14:25 melalui seluler · Suka · 2
  • Hayu Hanggani ilmu bnget mba..dr jmn sklh dulu sy suka bingung menentukn sub judul..kudu latihan lagi nie..makasi ilmuny mba Arin 
    6 Juli 2012 pukul 14:55 melalui seluler · Batal Suka · 1
  • Hana Sugiharti ok banget ilmuny 
    6 Juli 2012 pukul 19:37 · Batal Suka · 1
  • Beta Kun Natapradja terimakasih ilmunya mba Arin- Murtiyarini, sangat bermanfaat utk saya yg masih mengawang-awang soal menulis artikel. Saya akan coba & berani mengirimkannya. 
    6 Juli 2012 pukul 21:30 · Batal Suka · 1
  • Liza P Arjanto kereeeeeennnn
    6 Juli 2012 pukul 22:12 · Batal Suka · 1
  • Diandra Nasution Thanks for sharing 
    9 Juli 2012 pukul 13:37 melalui seluler · Suka
  • Rina Rosdiana terima kasih ilmunya mba Arin- Murtiyarini 
    10 Juli 2012 pukul 1:04 · Suka
  • Eisya Shiraz sangat bermanfaat ilmunya...;~)
    10 Juli 2012 pukul 2:26 melalui seluler · Suka
  • Irma Irawati Ikut menimba ilmu di sini. Makasii mbak Arin 
    10 Juli 2012 pukul 9:05 melalui seluler · Suka
  • Arin- Murtiyarini Syukurlah.. 
    10 Juli 2012 pukul 17:29 melalui seluler · Suka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar