Senin, 01 Oktober 2012

Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga ( The Urban Mama)

 Resensi buku dimuat di situs  theurbanmama.com 

Judul : Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga
Penulis : Ayah Edy
Penerbit : Tangga Pustaka
Tebal : 260 halaman
Cetakan : 1, Agustus 2012
ISBN : 979-083-057-2
Harga : Rp69.000



Iya, bener juga sih..

Ayah Edy (Penggagas Gerakan “Indonesia Strong From Home”) mengajak kita merenung, sudahkan sebagai guru sudah mengajar dengan cara yang tepat, sebagai orangtua sudah melakukan cara mendidik yang tepat dan sebagai pribadi sudah menjadi manusia yang berkarakter baik? Apakah selama ini kita menjadi “sekrup”, walaupun kecil tapi menguatkan negeri besar bernama Indonesia? atau justru menjadi “rayap” yang menggerogoti dan merapuhkan?


Buku berjudul “Membangun Indonesia yang Kuat dari Keluarga” karangan Ayah Edy berisi 80 renungan kejadian sehari-hari yang terjadi dalam keluarga. 4 Bab nya bertema tentang bagaimana membesarkan calon manusia hebat, pendidikan, permasalahan candu dunia, kasih sayang orangtua dan kebahagiaan anak, dan bab terakhir adalah tentang interospeksi sebagai orangtua. Ternyata hal-hal kecil yang terjadi di keluarga sangat menentukan bagaimana pembentukan anak-anak kita, yang kelak akan turut andil dalam menentukan ke arah mana Indonesia akan dibawa. Renungan-renungan dalam buku ini sebelumnya telah dipublikasikan pada facebook Komunitas Ayah Edy, dan disertakan juga komentar-komentar pembaca. Nggak bosen deh, bacanya…malah nggak mau berhenti sampai lembar terakhir.

Satu judul tulisan yang mampu mencubit kita sebagai orang tua adalah “Toko Penjual Anak” (Halaman 181) . Diumpakan ada sebuah toko yang menjual anak, terdiri dari 6 lantai. Setiap pembeli hanya boleh memilih satu anak, dan hanya bisa melalui setiap lantai tanpa kembali.

Sepasang suami istri hendak membeli seorang anak. Maka mereka memasuki toko dan berdiri di lantai pertama. Lantai pertama berisi anak yang sehat, sempurna.

Suami istri itu berharap akan menemukan anak yang lebih baik lagi di lantai kedua. Lantai kedua berisi anak sehat, sempurna, penurut.

Mereka semakin senang, pasti di lantai berikutnya tersedia anak yang lebih baik lagi. Lalu mereka naik ke lantai ketiga yang berisi anak sehat, sempurna, penurut dan cerdas.

Benar kan, semakin ke atas anak yang tersedia lebih baik. Bagaimana jika lanjut ke lantai keempat? Di lantai keempat berisi anak sehat, sempurna, penurut, cerdas dan cakep.

Belum puas, pasangan itu naik ke lantai kelima yang ternyata berisi anak sehat, sempurna, penurut, cerdas, cakep dan perempuan. Wah, perempuan semua? tak ada laki-laki? padahal mereka menginginkan anak laki-laki.

Lalu mereka mencoba naik ke lantai keenam, dan mereka mendapati tulisan : maaf, anda pengunjung ke 7.363.713, tidak tersedia satu anakpun baik laki-laki maupun perempuan. Pasangan itu tidak mendapatkan satu anakpun.

Tulisan ini menyadarkan kita bahwa kita harus bersyukur apapun kondisi anak kita dan tidak harus menuntuk yang sempurna, karena anak mampu menghiasi keluarga.

Itu baru satu renungan dari 80 renungan menarik lainnya.

Penasaran? Saya rekomendasikan anda untuk membaca buku ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar