Kamis, 14 Februari 2013

Bebaskan Ide Kreatif Anak

Dulu, sewaktu Cinta masih TK, saya paling bingung kalau anak dapat tugas membuat prakarya. Pasalnya, saya tidak terlalu kreatif mencari ide mau membuat apa, bahannya apa saja dan mesti dibagaimanakan. Bisa-bisa seharian menuntun Cinta membuat hasta-karyanya. Dan kalau dia sudah mengeluh capek, ya sudah, apa boleh buat. Saya melanjutkan pekerjaan itu sampai selesai. Kadang sampai begadang karena saya juga tidak terlalu terampil. Itupun hasilnya tidak prima.

Sebenarnya Cinta tergolong anak aktif dan kreatif. Dia suka bermain di luar rumah dan membawa pulang benda-benda yang akan dibuatnya hasta karya. Ada daun dan ranting kering, atau kemasan bekas makanan dan minuman. Namun, seringkali saya marah karena membawa benda-benda kotor ke rumah. Saya dulu terlalu mendiktenya. 


Kemudian saya sadari cara saya salah. 
Saya berpikir, kenapa tidak membiarkan Cinta berkreasi memilih sendiri ide, bahan dan membuat sendiri tugas hasta-karyanya. Mungkin selama ini saya terlalu mendikte sehingga kreativitas anak tidak keluar optimal.


Sekarang Cinta sudah SD. Seiring waktu saya lihat Cinta makin kreatif dan mandiri. Hobinya sehari-hari menggunting koran, kertas, kardus bekas, gelas plastik bekas dan lain-lain untuk membuat sesuatu. Senang banget saya melihatnya, walaupun seringkali berakhir dengan benda-benda yang berserakan.

Sudah setahun terakhir ini, setiap ada tugas membuat hasta karya Cinta mengeksplorasi idenya sendiri. Di antaranya saat mendapat tugas membuat denah rumah. Saya biarkan Cinta menggambarkan sendiri rumahnya. Bahan diambil dari kardus bekas yang tebal dan kardus tipis aneka warna. Beberapa karakter kartun diambil dari majalah lama.  Saya baru membantunya saat dia meminta bantuan. Dan hasilnya, wow, mengejutkan! Bagus banget.



Beda lagi tugas menjelang ocean day, yaitu semacam pentas akhir tahun di sekolah bertema laut. Kami berdiskusi cukup panjang mencari ide unik dan bahan yang diperlukan. Akhirnya Cinta memutuskan memilih membuat kostum kura-kura dari bahan gabus warna-warni. Hasilnya, taraaa..! Tidak kalah keren dengan teman-temannya.




Terakhir, bulan lalu saat sekolah mengadakan green day, dengan tema yang diusung adalah menyelamatkan bumi. Setiap siswa diminta membuat benda daur ulang dari bahan apa saja yang ada di rumah. Apa ide Cinta kali ini? Sebuah kotak tempat pensil dari kardus bekas. Bagian luarnya ditempel ornamen berbentuk daun dan bunga, diambil dari kardus warna-warni.  

Jadi, sekarang kalau ada tugas hasta-karya dari sekolah saya tidak perlu pusing. Karena Cinta punya segudang ide kreatif. Anak aktif dan cerdas, banyak ide kreatifnya. 


Proses kreatif itu tidak datang begitu saja. Untuk dapat berpikir kreatif anak harus dalam kondisi sehat, bugar. Tentu diperlukan nutrisi penunjang agar otaknya bekerja dengan baik. Nutrisi terpenuhi dari menu seimbang. Sedangkan untuk meningkatkan kerja otak, diperlukan 
vitamin anak yang mengandung minyak ikan COD dengan kandungan DHA lebih banyak. Minyak hati ikan Cod yang diperoleh dari perairan Atlantik  lebih baik karena bebas pencemaran. Minyak ikan Cod mengandung Omega 3 yang membantu pertumbuhan otak dan memelihara sel-sel otak. Diperlukan juga vitamin A yang membantu kesehatan mata dan memelihara tubuh dari infeksi. Nutrisi yang diperlukan otak tersebut terdapat pada Seven Seas Emulsion

Selain itu, pendukung kreatifitas anak adalah kebebasan bereksplorasi dan menentukan pilihan. Anak tidak perlu didikte agar berani mengemukakan ide. Saya menfasilitasi Cinta dengan berbagai peralatan untuk membuat hasta karya atau seni, misalnya kertas, alat gambar, cat, gunting, lem, manik-manik dan aneka kertas warna-warni.  Jika ada kardus bekas kemasan, saya kumpulkan dan berikan pada Cinta untuk bahan kreasinya. Cinta juga suka mengumpulkan batu rumah keong atau daun kering untuk dibuat hiasan. Tak heran jika tiba-tiba saya sering mendapatkan kejutan kartu ucapan berhias daun kering atau pigura berhias batu-batu kecil. 




Terakhir tapi tidak kalah penting adalah kasih sayang dan perhatian orangtua. Dengan itulah anak mendapatkan motivasi. Disadari atau tidak, orangtua adalah motivasi anak, lihat saja setiap usai menyelesaikan sesuatu anak menunjukkan karyanya untuk dipuji atau menunjukkan kasih sayangnya pada orangtua. Saat Cinta menunjukkan hasil karyanya, dan saya memberikan apresiasi, adalah momen spesial bagi kami berdua. Karena itu, melimpahi mereka kasih sayang dan perhatian akan  memupuk kecerdasan dan memberikan memotivasi pada kreativitas anak.



Tulisan ini diikutkan dalam Kontes Blog “Moms and Baby’s Diary” dan menang di periode ke 3

2 komentar:

  1. woaaaaaaaaaaaa menang lagi ya ............... selamet ya mbak arin .
    Kompormu selalu asyik ...

    BalasHapus
  2. Thankyou mba Astri, berkat info dari mba Astri nih jadi ikutan, alhamdulillah bisa buat belanja seminggu :)

    BalasHapus