Jumat, 08 Februari 2013

Membeli Rumah Berkat Kepercayaan Bank Mandiri

Menggunakan jasa atau produk sebuah bank, apapun itu, berangkat dari satu komitmen kepercayaan.  Karena urusan perbankan tidak lepas dari masalah keuangan dan investasi baik milik nasabah maupun milik bank.

Pada beberapa produk seperti tabungan, tabungan berencana, deposito, asuransi, dan lain-lain ditentukan oleh nasabah. Nasabahlah yang memilih kepada bank mana bisa memercayakan uang dan investasinya untuk disimpan dalam jangka waktu lama. Dalam hal ini bank berusaha meyakinkan nasabah. 

Hal sebaliknya terjadi saat nasabah membutuhkan pinjaman kredit. Pada layanan ini, bank yang lebih berperan menentukan kepada siapa bisa memercayakan pemberian kredit pinjaman tersebut. Dalam  hal ini, nasabah berusaha meyakinkan bank.  


Pengalaman kami dua tahun silam mengisahkan, bahwa untuk membeli sebuah rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak semua bank dapat mengabulkan keinginan kita.  Kemudahan persyaratan dan kepercayaan kepada kemampuan nasabah sangat menentukan cair tidaknya KPR yang diajukan. Kami hampir saja kehilangan mimpi memiliki rumah,  sebelum akhirnya kami berjodoh dengan KPR dari Bank Mandiri.  Dulu saya pikir, mengajukan KPR pada bank cukup memenuhi persyaratan yang tertera di leaflet . Ternyata, tidak semua bank memberi kemudahan. Status saya kala itu belum genap 2 tahun menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil).  Dengan penghasilan bersama suami, kami berangan membeli sebuah rumah baru di kompleks perumahan sederhana. Setelah dihitung-hitung dengan berbagai simulasi KPR, kemampuan kami berada pada jangka cicilan 15 tahun, DP kurang dari 20%. Dan rumah sederhana itupun cicilan per bulannya hampir menghabiskan 40% dari gaji  kami berdua.  

Ditambah lagi satu permasalahan, kami pernah mengambil rumah KPR di kota lain beberapa tahun sebelumnya.  Saat itu, status rumah telah kami jual dan KPR dilanjutkan oleh pembeli tanpa pindah nama, jadi nama kami masih sebagai penanggung KPR lama. Oleh penilai bank, kami dikira masih mencicil KPR yang lama dan tentu saja memperberat beban cicilan jika dicairkan KPR baru. Namun kami diperkuat oleh akta jual beli dihadapan notaris yang menyatakan bahwa cicilan KPR ditanggung oleh pembeli rumah.

Bank mana yang bisa menerima kriteria kami?
Bank mana yang bisa memercayakan investasinya yang tidak sedikit pada kami?

Beberapa bank yang kami datangi menggugurkan pilihan satu persatu. Ada yang tidak bisa menerima status pekerjaan saya yang belum genap berusia 2 tahun sebagai pegawai tetap. Ada juga yang jangka waktunya tidak bisa sampai 15 tahun, itupun dengan kisaran DP antara 20% - 30%.  Darimana kami dapatkan nilai DP sebesar itu?

Dan yang membuat kami  mundur telak adalah penghasilan gabungan yang diyatakan tidak cukup untuk membayar cicilan, Kebanyakan bank menentukan besaran cicilan maksimal 30% atau sepertiga dari penghasilan. Kalaupun ada yang masuk budget dan kemampuan kami, tampaknya kami harus menurunkan standar rumah yang kami pilih. Tuhan, akankah memiliki rumah tetap menjadi impian tanpa kenyataan? Kapan penghasilan kami bisa mengejar kenaikan harga properti?  Gaji mungkin naik, namun harga properti naik berlipat ganda dari kenaikan gaji.  Semakin menunda pembelian rumah semakin tak terjangkau oleh penghasilan kami.



Konon, membeli rumah ibaratkan mencari jodoh. Kalimat itu ada benarnya. Setelah pilih sana-sini  dan hampir putus asa, akhirnya kami menemukan perumahan yang bekerjasama dengan bank yang bisa memercayai kami mendapatkan KPR.  Tentu saja, dengan rumah yang masih masuk dalam kategori rumah impian bagi kami.

Ada sebuah perumahan sederhana nan asri di Bogor dengan lokasi strategis dan harga terjangkau yang bekerja sama dengan Bank Mandiri. Terus terang, awalnya Bank Mandiri belum pernah kami datangi untuk surve mendapatkan KPR.  Kami justru mendapatkan banyak penjelasan tentang Mandiri KPR dari marketing perumahan.

Kami pun mendatangi pihak Bank Mandiri untuk menanyakan kemungkinan pengajuan Mandiri KPR.  Kami sampaikan berbagai permasalahan yang mengganjal kami selama ini. Dan rupanya kami berjodoh dengan Mandiri KPR.

Semua proses berjalan mudah dan cepat. Diawali dengan pembukaan rekening Mandiri Tabungan yang setoran awalnya hanya sebesar Rp.500.000,- kemudian melengkapi semua berkas yang diperlukan untuk pengajuan Mandiri KPR   Mandiri KPR menawarkan kemudahan kepada nasabah berupa suku bunga kompetitif.  Masa kerja saya tidak menjadi masalah untuk mendapatkan Mandiri KPR  karena persyaratannya memiliki pekerjaan dan penghasilan sebagai pegawai tetap dengan masa kerja minimal 1 tahun atau masa usaha 2 tahun untuk profesional/wiraswasata.

Uang muka yang kami bayarkan juga ringan, hanya 10% untuk pembelian rumah pada perumahan yang developernya telah bekerjasama dengan Bank Mandiri.  Tercatat lebih dari 350 proyek developer di seluruh Indonesia yang bekerjasama dengan Bank Mandiri dan tersedia program-program yang menarik untuk pembelian rumah, misalnya selain DP ringan, Mandiri KPR  bisa mencakup biaya BPHTB, pemasangan PDAM, instalasi listrik dan lain-lain.  Dan karena banyaknya kebutuhan saat ini, tak ada salahnya kami mengambil jangka waktu terpanjang 15 tahun. Toh seiring waktu, besaran gaji akan menutupi cicilan menjadi lebih ringan.  Dua minggu sejak pengajuan aplikasi kami disetujui, sebulan kemudian kami akad kredit, dan tiga bulan kemudian rumah sudah jadi dan bisa kami tempati.  Akhirnya kami dipercaya untuk mendapatkan Mandiri KPR.


Berangkat dari kepercayaan Bank Mandiri pada kami, kami ingin mencoba produk perbankan yang lain dari Bank Mandiri  seperti Mandiri KTA (Kredit Tanpa Agunan), Mandiri Tabungan Rencana dan Mandiri Kartu Kredit.

Mandiri KTA rencananya akan kami gunakan untuk keperluan menambah bangunan rumah. Limit kredit bisa sampai dengan Rp. 200 juta dan cicilan ringan.  Syaratnya juga mudah, bisa diajukan oleh mereka yang memiliki pekerjaan tetap dengan penghasilan per bulan minimal: Rp. 2,5 juta (di wilayah Jabodetabek - Bandung) dan minimal: Rp. 2 juta (diluar Jabodetabek - Bandung).

Adapun Mandiri Kartu Kredit diperlukan untuk memudahkan berbagai jenis transaksi pembayaran.  Mandiri Kartu Kredit diterbitkan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. di bawah lisensi Visa & MasterCard yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran atau penarikan tunai di seluruh merchant berlogo Visa atau ATM berlogo Plus untuk Mandiri Kartu Kredit Visa dan yang berlogo MasterCard (maestro®/Cirrus®) untuk Mandiri Kartu Kredit Mastercard.  Jaman sekarang, dengan pemahanan dan pengelolaan yang baik, kartu kredit telah menjadi gaya hidup yang memudahkan penggunanya. 

Ke depannya akan banyak biaya-biaya yang kami perlukan terkait pendidikan dan kesehatan keluarga. Biaya-biaya tersebut tidak sedikit jumlahnya, sehingga tidak mungkin tersedia dalam waktu cepat. Jalan satu-satunya adalah menabung. Namun, memilih produk tabungan yang terpercaya juga harus menjadi prioritas, agar investasi kita terpelihara dengan baik.
Dalam waktu dekat, kami akan membuka Mandiri Tabungan Rencana. Tujuannya untuk lebih mempersiapkan masa depan terbaik hingga 20 tahun ke depan. Mandiri Tabungan Rencana sudah dilengkapi dengan ekstra perlindungan asuransi bekerjasama dengan PT. AXA Mandiri Financial Services yang memberikan perlindungan asuransi bagi penabung hingga Rp. 5 juta atau USD 500,- per bulan untuk setiap penabung. Besaran tabungan bisa dimulai dari Rp. 100.000,- atau USD 10,- per bulan.  Cukup ringan untuk kondisi kami yang tengah menyicil KPR. 


Rumah sudah tercapai berkat kepercayaan Bank Mandiri. Insya Allah, menyusul impian-impian kami yang lain. Apapun impian kami, selayaknya kami datang ke Bank Mandiri  Terbukti, Bank Mandiri dan nasabah bisa saling memercayai, saling memahami.







Sumber :http://www.bankmandiri.co.id

24 komentar:

  1. keren bun reviewnya..rumahnya juga keren banget^^ salam kenal ya bun

    BalasHapus
  2. Makasih Bun, rumahnya masih simpel banget. Alhamdulillah udah punya berkat Bank Mandiri ^^

    BalasHapus
  3. menginpirasiku mbak, pengen deh nantinya pakai KPR Mandiri :)

    BalasHapus
  4. Balasan
    1. Trimakasih, hehehe..jadi malu dibaca teman kantor. Belum sempat ngundang setelah pindah rumah ^^

      Hapus
    2. Usul kantor ah, biar kerjasama dengan Bank Mandiri dan pagawai difasilitasi secara kolektif untuk KPR

      Hapus
  5. Jadi ingat perjuangan kita mendapatkan rumah. Semoga jadi rumah yang meneduhi dan memberi ketenangan.

    BalasHapus
  6. memilih rumah dan banknya seperti jodoh ya mba....heheh gampang gampang susah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Rina, coba langsung ke Mandiri KPR, mungkin gak pake susah.

      Hapus
  7. pengalaman mbak bisa jadi pelajaran buat saya, jadi pengen coba KPR Mandiri juga. Sukses ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mba Dwi Dira. Pengalaman berharga, jadi tau seluk beluk nyari KPR yg mudah dan cocok budget

      Hapus
  8. top mba ceritanya ... jd mupeng ... tapi ..., tapi selamat deh mba dah punya rumah baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. iiih..Ita, kamu juga udah bisa banget ambil Mandiri KPR. Kan udah lebih dari 2 tahun masa kerja.

      Hapus
  9. Wahh ternyata mengurus KPR Mandiri mudah banget prosedurnya ya Mba... Jadi pengen juga. Mudah-mudahan suatu saat impian saya punya rumah sendiri bisa terwujud Aamiin, Semoga Bank Mandiri mau bantu ya Hehe :)

    BalasHapus
  10. Ayo dicoba, sebelum janur kuning melengkung sudah bisa loh hehehe...kan enak, begitu menikah sudah punya rumah :)

    BalasHapus
  11. mandiri kpr ga ada batasan lama kerja yah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek disini untuk detil batasan lama kerja dan usia maksimum
      www.bankmandiri.co.id/article/378083840178.asp

      Hapus
  12. Waah, bisa buat info ke anakku nih, dianya juga lagi mikir-mikir mau ngambil KPR, tapi masih belum tau mana yang bagus hehehe... Makasih, Mbak Arin!

    Agnes Bemoe

    BalasHapus
    Balasan
    1. KPR juga jodoh-jodohan mba Agnes Bemoe. Nah, kalau Mandiri KPR kayaknya jodoh sama siapa aja tuh, gampang banget... :)

      Hapus