Minggu, 09 Juni 2013

Inspirasi Memasak dari Modena Cooking Clinic



Pernah frustasi karena urusan masak-memasak?

Saya pernah, malah sering. Setiap hari wajib memasak 2x untuk sarapan dan makan malam, kalau dalam seminggu nggak mau berulang menu sama, berarti minimal ada 14 menu untuk dimasak. Belum lagi selera anak-anak, saya dan suami yang berbeda. Otomatis perlu variasi menu lebih banyak.

Makin bingung menentukan menu karena hanya mengandalkan si abang sayur yang delivery ke rumah setiap pagi, pilihan bahannya itu-itu aja. Di tambah lagi, kalau misalnya ada bumbu atau bahan yang lupa belum di beli sementara si abang sayur sudah berlalu, huwaaaa....bisa nangis bombay, hilang mood dan ujung-ujungnya menelepon 140xx untuk makan darurat. Kalau terus-terusan bisa bangkrut dan nggak sehat.



Dengan berbagai alasan di atas, saya langsung mendaftar begitu tahu di fanpage Modena Indonesia membuka kesempatan untuk Modena community mengikuti Cooking Clinic. Sssst, plus tujuan lain, ingin ketemu chef cantik Vania Wibisono sekaligus kopi darat dengan teman-teman komunitas Modena.

(Note: komunitas Modena bukan hanya untuk mereka yang telah memiliki produk Modena, tapi terbuka untuk siapa saja yang ingin sharing tentang urusan masak memasak dan dapur. Kalau mau gabung di sini dan di sini)


Saya datang di showroom Modena, Jl. Satrio Kav c4 Jakarta, kira-kira pukul 13.00. Saya datang bersama mbak Eka Candra Lina, dan di sana saya bertemu dengan mbak Nunung Yuni Anggraini. Seperti biasa, begitu kumpul langsung ngobrol seru dan kamera pun beraksi. Kami berfoto di "dapur" Modena, berharap setelah berfoto bisa ajukan proposal ke suami untuk membelikan aneka home aplliance Modena yang cantik dan kualitasnya oke banget.

Sambil menunggu Chef Vania, kami dijamu kopi dan aneka kue. Me time banget yak? Hehehe..






Sekitar pukul 14.00 Chef Vania Wibisono datang dan acara masak-masak dimulai. Dari 8 orang yang hadir, kami dibagi 2 kelompok. Saya dan kelompok kebagian memasak masakan Ayam panggang ala Malaysia.  Kelompok berikutnya memasak Mie Rebus Malaysia.












Namanya juga Cooking Clinic,  jadi saya manfaatkan untuk bertanya beberapa hal terkait masak memasak yang selama ini menjadi kendala. Chef Vania yang ramah menjawab setiap pertanyaan secara jelas, terstrukstur dan komunikatif. Pantas aja beliau naik daun sebagai chef di beberapa TV. Dan terlihat banget Chef Vania sangat memahami teknik memasak yang sehat dan enak.

Chef Vania memberi solusi, jika ada bahan yang tidak lengkap, bisa disubstisusi atau bahkan ditiadakan. Misalnya santan diganti susu kedelai, pasta diganti mie, tidak ada lengkuas jahe pun jadi. Harus berani bereksperimen, yang penting memasak lanjut terus.

Chef Vania sangat healthy cooking minded. Beliau menyarankan untuk menghindari proses penggorengan agar tidak menambah kolesterol dari minyak goreng dalam menu masakan. Makanan bisa dimasak dengan memanggang, merebus atau mengukus. Chef Vania juga menghindari MSG. Untuk anda penggemar mie instant, sebaiknya ambil mienya saja dan dimasak dengan bumbu buatan sendiri yaitu bawang putih, garam dan merica.

Dalam memasak daging sapi atau ayam, disarankan daging segar (bukan dari kulkas) agar rasa daging masih gurih saat dimasak. Kepepetnya, jika kita menggunakan daging kulkasan, sebelum diolah daging dibiarkan dalam suhu kamar hingga es hilang. Memasak daging langsung saat beku dapat mengurangi rasa gurih daging tersebut.




Saya bertanya, kenapa sih kalau memasak ayam kecap tidak bisa hitam meresap sampai ke dalam? Ternyata menurut Chef Vania, sebelum dimasak ayam dilumuri dulu dengan garam, merica dan kecap lalu di kulkas 3-4 jam sehingga terjadi proses marinated (perendaman/penggaraman), yaitu dimana bumbu meresap ke dalam pori-pori ayam. Prinsipnya sama seperi kalau kita luluran, agar nutrisi meresap dan bermanfaat maksimal, harus diiamkan dulu beberapa saat pada kulit sebelum disiram.

Begitu juga saat memanggang daging sapi atau ayam dalam oven. Untuk hasil optimal, oven dipanaskan terlebih dahulu sehingga suhu oven panas merata. Baru kemudian daging yang telah dibumbui dimasukkan ke oven. Tujuannya agar daging matang merata dan bumbu meresap dengan sempurna.

Nah, kalau kita mau membuat ayam goreng crispy ala resto cepat saji, paling sulit membuat tepungnya terasa renyah. Rahasianya, ayam yang telah dilumuri tepung dikulkas dulu selama 3-4 jam. Kemudian langsung digoreng saat beku dalam minyak yang telah panas. Ini demi mendapatkan lapisan tepung yang renyah dan tetap menempel pada ayam.

Hm, sebenarnya masih banyak yang ingin ditanyakan. Tapi waktu tidak memungkinkan.  Chef Vania berjanji akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk melalui Modena Indonesia.  Sebagai saran untuk acara Cooking Clinic selanjutnya, peserta mengusulkan tema menu sarapan 15 menit. Cocok untuk ibu-ibu yang super sibuk dan punya sedikit waktu untuk menyiapkan sarapan. Aduh, jadi penasaran ingin datang lagi. Ketagihan deh ikut Cooking Clinic Modena. Semoga lain waktu ada kesempatan.

Menjelang pukul 16.00, acara usai. Masing-masing peserta pulang membawa godiebag berisi tempat makan kedap udara, kaos dan voucer diskon 20% untuk pembelian Modena. 

Cooking clinic Modena secara keseluruhan seru, menambah wawasan dan inspiratif. Begitu sampai rumah, langsung semangat memasak dan praktek resep yang tadi dicoba. 
Yummy..




with my sister, chef Vania Wibisono ^_^




16 komentar:

  1. kalo ada tips lagi bagi ya. mbak. penasaran benernya dengan masak daging tumis ala hotel tu. gimana biar bisa empuk. padahal masaknya ga lama.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah iti aku juga pengen nanya tapi gak sempat

      Hapus
  2. aduuuh, senengnya, jadi penasaran dengan madonna ... eh, modena cooking clubnya , ada nggak ya di Malang ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba bun tanya ke modena. Linknya ada di atas.

      Hapus
  3. KLo liat mak arin kok seger aja yah

    BalasHapus
  4. wow...asyiknya...btw, makasih share nya mbak...selama ini masak daging seringnya langsung, masih beku ada esnya...he2. males nungguinnya...:(
    btw, kalau rambut pendek gini, mbak Arin mirip banget teman SMU saya...:-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Idem, aku juga langsung beku kucemplungin air mendidih, apalagi kalo buru-buru hehe...ternyata salah. Tapi sejauh ini enak-enak aja. Mungkin kalau sesuai prosedur lebih enak ya

      Hapus
  5. wihhh serunya,...saya jd banyak belajar jg nih baca postingan ini. makasih ya mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama-sama mak Irma..
      jadi nyadar pantas aja chef dibayar mahal, ternyata ilmunya penting banget

      Hapus
  6. Dah normal mba tampilannya. asik banget ya, belajar masak, itu makanan bikin ngiler.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Syukurlah kalo udah membaik, kemaren kayaknya lagi pada eror ya blogspot

      Hapus
  7. Balasan
    1. Terimakasih udah mampir, moga manfaat ya mba Wuri ^_^

      Hapus
  8. Wah asyik nih bisa belajar masak langsung sama chefnya...:)

    BalasHapus
  9. oo baru ngeh kalo ayam yg udah dilumuri tepung harus didiamkan di kulkas dulu baru digoreng, mba. pantes beda hasil ya

    BalasHapus