Selasa, 10 Desember 2013

Yuk, Pilih Cara Sehat Nggak Pakai Mahal !



Teringat saat saya mengantarkan anak untuk mendapatkan imunisasi di sebuah rumah sakit.  Imunisasi untuk pencegahan penyakit Hepatitis, Hib, Typus, MMR dan IPD (Pneumokokus) tidak didapatkan secara gratis di posyandu. Harga vaksinnya cukup mahal, menguras uang belanja selama seminggu. Kebetulan saja suami saya mendapatkan fasilitas kesehatan dari kantor, jadi sanggup bayar. Itupun masih diragukan sama suster di rumah sakit, "Vaksinnya harga sekian ya bu, bener ya mau imunisasi?" . Kesimpulannya, vaksin tersebut masih jarang digunakan orang karena harganya memang bikin orang berpikir seribu kali. Bukan nggak mau anaknya sehat, tapi karena nggak sanggup bayar!

Itu adalah potret kesehatan di Indonesia. Layanan kesehatan tergantung pada kemampuan. Yang sanggup bayar dapat sehat, yang nggak bayar harus pinter-pinter jaga kesehatan, jangan sampai sakit. Karena kalau sudah sakit lebih mahal lagi biayanya.


Tapi kita bisa apa? Menunggu pemerintah memberikan layanan kesehatan cuma-cuma untuk rakyat? Menunggu pengobatan gratis? Menunggu sumbangan sumber gizi? Menunggu perekonomian membaik ?

Kesehatan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Kalau hanya menunggu tanpa upaya untuk sehat, artinya kita menunggu saat sakit tiba. Dan itu artinya masalah yang lebih besar akan kita hadapi.


Ijinkan saya kembali mengingatkan, ada banyak cara murah dan gratis yang bisa kita pilih untuk menjaga kesehatan.

Mari sisihkan rasa gengsi terhadap hal yang sifatnya murah (apalagi gratisan). Kalau itu bisa menyehatkan kenapa pilih yang mahal?

Cara 1 : ASI itu murah, beri bayi ASI !


Sudah sering disebutkan bahwa bayi (wajib) diberi ekslusif 6 bulan pertama dan lanjutkan menyusui dengan tambahan MPASI hingga 2 tahun. Manfaat ASI untuk kekebalan dan kesehatan anak tidak diragukan lagi. Sayangnya, pada kenyatannya, masih cukup banyak ibu yang belum bisa memberikan ASI. Alasannya beraneka, antara lain tekanan lingkungan keluarga, tekanan kerja, kondisi fisik ibu.


Saya tidak ingin menuduh si ibu kurang usaha. Kesulitan setiap orang berbeda, tapi please, semoga bukan karena percaya bahwa susu formula lebih baik. Yang benar adalah susu formula lebih mahal, dan ASI lebih baik. Kesehatan anak kita tidak bertumpu pada gengsi dan mahal kan?


Kalau ASI lebih baik, plus murah, kenapa tidak?




Cara 2 : Pilih makanan sehat yang murah

Jangan dikira makanan yang mahal-mahal selalu sehat. Di Indonesia, daging relatif lebih mahal daripada ikan. Tidak perlu panik karena tidak sanggup makan daging setiap hari. Pilih saja yang lebih murah, seperti tempe, tahu, telur. Sehat kok!


Makanan rumahan sudah pasti lebih murah. Kabar baiknya, makanan rumahan lebih sehat karena pengolahan terjaga dan minim zat adiktif. Dengan fakta ini, kenapa masih suka makan di resto cepat saji yang harga satu porsinya bisa untuk makan sekeluarga?


Bagi yang mampu, memilih menu sehat yang murah tidak akan membuat anda kelihatan miskin. 
Bagi yang belum pernah makan di restoran, tidak perlu minder. Bersyukurlah, makanan yang anda lebih aman.
Bagi yang uang belanja pas-pasan, hanya cukup untuk beli sayur-mayur dan tempe, jangan berkecil hati. Gizi tidak dipengaruhi oleh harga makanan.

Cara 3 : Jaga kebersihan 


Kebersihan adalah sebagian dari iman. Demikianlah pentingnya kebersihan hingga agama sangat menganjurkan. Ada juga slogan bersih pangkal sehat. Bersih menjauhkan tubuh dari penyakit. Untuk menjaga kebesihan tidak perlu biaya tinggi. Yang diperlukan adalah rajin bersih-bersih ! 
Bersih dari debu, bersih dari tikus dan serangga penyebar penyakit, bersih dari sampah dan lain sebaginya. Bersih itu murah, bersih itu sehat.

Cara 4 : Lakukan olahraga yang murah.


Olahraga terbukti menyehatkan. Olahraga membuat otot tubuh bergerak dan bermanfaat untuk memperlancar metabolisme tubuh. Olahraga tidak harus mahal.  Jika kita tidak mampu membayar gym untuk fitness, bukan jadi alasan untuk tidak berolah raga. Banyak olahraga yang tidak perlu biaya, misalnya jalan sehat, lari, senam, atau sepak bola. Kita hanya perlu kemauan kita untuk melakukannya.


Cara 5 : Manfaatkan Posyandu dan Puskesmas


Posyandu adalah suatu tempat pelayanan kesehatan masyarakat yang berfokus pada manusia usia dini dan lanjut usia. Posyandu ada di tingkat desa, diberdayakan oleh ibu-ibu warga desa untuk warga desa secara gratis. Di posyandu tersedia layanan penyuluhan gizi, bantuan gizi balita, imunisasi dan pemeriksaan kesehatan. Posyandu ini hanya dilakukan berkala, biasanya sebulan sekali.

Puskesmas atau Pusat Kesehatan Masyarakat adalah tempat pelayanan kesehatan yang berfokus pada penyembuhan penyakit berbagai usia. Puskesmas memberikan layanan pengobatan gratis hingga murah. Biasanya pasien hanya dikenakan biaya administrasi. Obat dan jasa dokter gratis. Puskesmas sifatnya adalah pengobatan ringan hingga sedang, pada kasus sakit yang lebih berat Puskesmas merujuk ke Rumah Sakit.

Dua pos layanan kesehatan ini sudah ada sejak lama dan dikenal masyarakat. Walaupun siapa saja boleh ke Posyandu dan Puskesmas, umumnya yang mau ke sini adalah masyarakat menengah ke bawah, termasuk miskin dan dhuafa. Dan memang selayaknya mereka memanfaatkan ini.  
Puskesmas mempunyai kapasitas yang memadai untuk pertolongan sakit ringan hingga sedang. Puskesmas juga bisa membantu pemeriksaan tahap awal. Jadi jika terkena flu atau diare ringan, cukup datang ke puskesmas. 

Memang bantuan Puskesmas sifatnya tidak paripurna. Puskesmas juga tidak membantu problema-problema yang menyertai problem kesehatan, seperti bantuan pembiayaan.


Cara 5 : Pilih obat dan vitamin generik.

Masih terkait layanan kesehatan murah atau gratis, obat dan vitamin generik adalah sarana kesehatan yang murah. Obat dan vitamin generik adalah bahan aktif obat dan vitamin yang yang tidak diberi merk dagang sehingga mengurangi biaya produksi dan promosi.




Tidak semua masyarakat 'percaya' bahwa obat dan vitamin generik mempunyai khasiat yang sama seperti yang bermerk. Dan kenyataannya cukup sulit untuk benar-benar menyakinkan mereka.  Dalam benak mereka, obat dan vitamin yang mahal lebih ampuh daripada yang murah. Dampak pola pikir ini adalah menunda pengobatan atau menghentikan malah pengobatan. 

Yang repot lagi kalau si miskin termakan promosi penjual obat-obatan yang harganya mahal.

Cara 6 : Urus Jamkesmas.


Salah satu cara pemerintah untuk memudahkan masyarakat memperoleh layanan kesehatan di Rumah Sakit adalah dengan Jaminan Kesehatan Masyarakat.  Untuk mendapatkan kemudahan ini, tentu saja melalui prosedur pemeriksaan berkas untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan.  Sebagian orang merasakan prosedur ini sebagai hambatan.

Karena itu, masyarakat yang membutuhkan Jamkesmas sebaiknya mengurus kelengkapannya sejak masih sehat.  Kebanyakan baru terpikir Jamkesmas saat sudah sakit, sehingga keluarga panik dibuatnya.  Urusan yang serba terburu-buru juga tidak mudah.  


Cara 7 : Manfaatkan layanan kesehatan cuma-cuma..

Beberapa lembaga kemasyarakatan telah membuat layanan kesehatan gratis. Sudah pernah dengan tentang LayananKesehatan Cuma-Cuma (LKC) dari Dompet Dhuafa? Ini merupakan lembaga non profit di bidang kesehatan yang melayani kaum Dhuafa secara paripurna. Jenis layanananya pun banyak melingkupi berbagai kebutuhan kesehatan seperti penyuluhan, gerai gizi, khitanan, pengobatan, operasi hingga mobil ambulans dan mobil jenasah. Sumber dananya diperoleh dari dana sosial masyarakat (ZISWAF- Zakat, Infak, Sedekah dan wakaf) dan dana sosial perusahaan.

Yang bisa menerima layanan kesehatan cuma-cuma adalah mereka yang telah terdaftar sebagai peserta dan disurvey. Prosesnya tidak lama, namun juga tidak mudah melayani yang mendadak. Ada baiknya yang membutuhkan segera mendaftar.





LKC Dompet Dhuafa, Bukan sekedar layanan cuma-cuma

Dalam menjalankan Visi dan misinya, LKC Dompet Dhuafa mempunyai berbagai macam program unggulan yang strategis, efektif, efisien, dan terukur. LKC membagi programnya dalam dua pendekatan, yaitu pendekatan langsung dan tak langsung. Pendekatan langsung dirasakan langsung oleh penerima manfaat, Contoh programnya adalah gerai sehat, TB center, Aksi tanggap bencana, aksi layanan sehat, khitanan masal, operasi masal, pembiayaan pasien, pos sehat, pondok keluarga sehat, penyuluhan, medical check up, bina rohanii pelayanan ambulance dan mobil jenasah.

Pendekatan tak langsung berupa peningkatan kualitas layanan melalui peningkatan soft skill misalnya peningkatan kader TB Dots, Pusat Informasi TB Masyarakat (PIT Mas), Manajemen Laktasi, Peningkatan Kinerja Organisasi melalui Pembelajaran Organisasi (PKOPO), Program Konsultan Pendampingan Sarana Kesehatan, Program Pembangunan Sarana Kesehatan.


Sehat Milik Semua

Layanan kesehatan cuma-cuma bukan sekedar menyembuhkan, tetapi jangka panjangnya adalah mendidik masyarakat Indonesia lebih sehat. Harapannya, kesehatan menjadi milik semua. Pola hidup sehat nggak pakai mahal seperti yang saya sebutkan pada poin 1-6 di atas dapat mewujudkan kesehatan untuk semua. Yang miskin bisa tetap sehat karena sehat itu murah. Yang kaya tetap bisa sehat justru dengan menerapkan pola sehat sederhana.


Sedangkan poin 7, layanan kesehatan cuma-cuma, terutama pada aspek pengobatan, merupakan jembatan dari si mampu untuk dapat membantu si Miskin. Dalam wadah Dompet Dhuafa, si mampu dapat menyalurkan amal sedekah, infak dan zakat dalam bentuk layanan kesehatan cuma-cuma.

Konsep sehat milik semua seharusnya tidak berpihak kepada salah satu golongan. Konsep sehat nggak pakai mahal berlaku untuk semua masyarakat. Layanan kesehatan cuma-cuma yang membutuhkan pembiayaan diperuntukkan membantu kaum dhuafa. Sedangkan pengetahuan tentang kesehatan siapapun boleh menerimanya.


Referensi: www.lkc.or.id


10 komentar:

  1. tipsnya oke mak....
    tiap hari saya olahraga di tempat,simpel, 10 menit tapi keringat berkucuran,,,bener2 segarrr :D

    BalasHapus
  2. sehat tapi gak pakai mahal itu harus banget mbak

    BalasHapus
  3. walaupun susah, tapi mari wujudkan sehat yang tidak harus mahal :D...makasih tipsnya mak dan sukseees...

    BalasHapus
  4. sudah pengumuman tuh :)) .

    BalasHapus