Senin, 07 April 2014

Srikandi, Darimana Datangnya Inspirasi ?


Euforia Srikandi Blogger sepanjang bulan Maret membuat saya 'berdiam' cukup lama. Menjelang satu bulan berlalu baru saya bisa menuliskan apa dan bagaimana kegiatan Srikandi Blogger 2014.

Anda sudah pernah melihat video saya untuk final Srikandi Blogger ? Di situ ada Cinta, anak saya, sebagai narator. Rupanya, narasi Cinta cukup menarik perhatian. Adanya anak-anak dalam video itu mewakili diri saya bahwa saya sangat 'family minded'.


"Murtiyarini itu mamaku, dia seorang srikandi blogger. Mama suka menulis untuk media dan menang lomba. Kata Mama, inspirasinya adalah aku. Sekarang Mama menjadi inspirasi banyak orang. Aku ingin seperti Mama, berkarya, berbagi, menginspirasi" demikian narasi Cinta. Tentunya saya yang memilihkan kata-katanya hehehe...


Ya, anak-anak adalah inspirasi terbesar bagi saya. Saya aktif menulis sejak anak lahir. Topiknya nggak jauh-jauh dari mereka. Lebih luas lagi topiknya adalah keluarga. Ke sininya, saya menulis untuk mereka. Keluarga senang kalau saya menulis lantas ada 'efek samping' yang bermanfaat bagi mereka. Misalnya, rekreasi dari menulis, diundang ke sebuah acara dari menulis, atau ke acara Srikandi Blogger ini dari menulis juga. Cinta terutama yang paling menikmati. Mulai dari persiapan kostum, bikin video, melihat saya didandani, jalan-jalan keliling museum, dan detik demi detik acara, Cinta menikmati itu. Saya melihat keinginannya untuk "capture the moment". 




Inspirasi bisa datang darimana saja. Bahkan dari hal-hal yang tidak kita sukai. Inspirasi yang kita sukai membuat saya ingin mengikutinya. Sebaliknya, inspirasi dari hal yang tidak disukai membuat saya berpikir bagaimana menghindari hal tersebut.

Ada banyak sekali inspirasi dalam Kumpulan Emak Blogger. Berapa yang saya sebutkan disini hanya sebagian kecil diantaranya.


Saya terinspirasi dari kelembutan mak Ida Nur Laila. Senyumnya adem, suaranya enak, dan ngemong.  Beneran, suwer :)

Saya terinspirasi dari mak Fadlun Arifin, yang orang baiiik dan ramaaaah banget ke semua orang. Setiap orang diajakin foto berdua. Mak Fadlun ini selalu ceria dan membuat siapapun yang melihatnya jadi ikut ceria. Pengen bisa sepertimu mak, pengen bisa selalu tersenyum.

Saya terinspirasi dari mak Mira Sahid, yang aktif, tampilannya modis, luwes, dan supel. Aduh, malu ingat diri sendiri yang suka grogi kalau ketemu orang *jujur*

Saya terinspirasi dari mak Mia yang nama blognya Kacamata Mia. Blognya ditulis dalam bahasa Inggris, buat saya itu keren banget. Jadi terinspirasi, tahun ini pengen intensif kursus bahasa Inggris. Masa kalah sama anak saya yang masih SD.

Saya terinspirasi dari teman yang berani berpendapat dan bersilat jari di dunia maya. Status panjangnya cetar membahana dan dia telaten banget berbalas pantun (hihihi, balas komentar maksudnya). Jadi malu, saya nggak berani karena kurang isi. Harus banyak baca dan menimba ilmu lagi nih.

Satu yang saya catat,  "Beda pendapat di Indonesia seringkali berakhir dengan debat dan gontok-gontokan. Karakter kita masih belum terbiasa bertukar pendapat. Padahal di luar negeri (lupa negeri mana, Eropa/Amrik sepertinya) beda pendapat itu biasa dan tidak mudah terpancing emosi. I do learn about that (bener nggak nih englishku? Hihihi)

Soal beda pendapat ini ada kejadian "seru" yang saya lihat dibalik layar gladi resik Srikandi Blogger. Waktu itu mak Haya selaku ketua panitia menyodorkan angklung kepada mak board untuk latihan membuka acara. Rupanya mak Indah Sibarani nggak setuju, pengennya pakai gong seperti tahun sebelumnya. Sempat terjadi perdebatan. Saya yang kebetulan di sekitar situ melongo saja. Tak lama mak Mira meredakan suasana dengan latihan memegang angklung dengan gaya yang cantik. Entah apa yang terjadi kemudian, yang saya tahu esoknya kesemua makboard memegang angklung di depan. Perdebatan angklung -gong sudah terlupakan. Salut dengan cara para emak itu berdamai kembali. Itu baru soal alat musik, apalagi pas penentuan Srikandi ya mak? Pasti lebih seru lagi debatnya, hehehe...tapi tetep bisa kembali berdamai. Salut mak! 




Saya terinspirasi pada rasa kebersamaan dan partisipasi para emak model dalam acara Srikandi Blogger. Mereka bersedia datang dari berbagai kota menuju Jakarta, tanpa imbalan apapun, selain demi bisa kopi darat. Acara Srikandi Blogger benar-benar menjadi acara kita dengan kehadiran para emak model ini, dari emak, oleh emak dan untuk emak.

Saya terinspirasi dari para emak yang rajin mengikuti give away yang diadakan sesama blogger. Banyak nama, diantaranya mak Myra Annastasia, Mugniar, Lusi Trisnawati, Muna Sungkar, dll. Bukan soal hadiah, tapi soal solidaritas. Maafkan saya yang jarang ikut give away, bukan karena hadiah juga, tapi karena keterbatasan waktu dan tenaga. Semoga bisa lebih sering ikut Give Away di waktu mendatang.

Ketika saya turun panggung, seorang emak meminta foto bersama. Maaf, saya lupa namanya walaupun sudah berteman di facebook. Bukan sombong, melainkan faktor U. Sang emak mengaku suka dengan blog saya. Ya Allah, tersanjung bangeeeet. Terimakasih ya mak. Ini dia foto si emak itu, siapa ya namanya? Walau lupa nama, tapi wajahmu kuingat mak :)


Maaf, maaf, maaf, tak bisa saya sebutkan satu persatu. Keramahan dan kehangatan para emak blogger adalah inspirasi terindah yang bisa saya petik.

Terimakasih, terimakasih, terimakasih tak terhingga atas gelar yang tersemat pada saya sebagai Srikandi Blogger Inspiratif 2014. Jika ditanya, apa yang menginspirasi dari saya, tak satu kata pun bisa saya tahu jawabnya. Setiap sahabat mungkin memetik inspirasi yang berbeda.

Tapi jika di tanya siapa yang menginspirasi saya, jawabnya adalah anda-anda semua.















Foto dari koleksi pribadi, Maria Citinjak, Indah Nuria Savitri, Anita Handayani

31 komentar:

  1. Ikutan terharu baca postingan ini :D
    Mak Arin juga sangat menginspirasi ;)

    BalasHapus
  2. Keren foto loncatnya mak dan tentu tulisannya.

    BalasHapus
  3. emak..saya juga senang gabung di KEB...banyak manfaatnya..seperti rajin nulis sekarang, share, dapat tambahan wawasan dll..moga di ajang srikandi blogger tn 2015 bisa ikutan n kita ketemu ya mak...tulisannya keren mak

    BalasHapus
  4. kereeeen... :D
    jadi terinspirasi.. *penuh harap* :D

    BalasHapus
  5. Aku udah nonton video yang ada suara cinta emnag kereen. SElamat ya mak, emak emang sangat menginspirasi. SIap-siap jadi panitia di SB tahun depan hihihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya aku juga sukaaa suara cinta divideo ^^

      Hapus
  6. Wahhh...akhirnya yang ditunggu datang juga. suer mak daku menunggu postingan ini nih... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, iya ya...aku kelamaan sih ngarangnya :)

      Hapus
  7. Itu debby transilia mak org bogor juga mak arin ^^
    Selamat dan selalu menginspirasi ^^

    BalasHapus
  8. Mak Arin selalu menginspirasi. Keep writing, Mak!

    BalasHapus
  9. Aku suka suara Cinta, Mak. Aku suka narasi videonya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mak haya....suara cinta jadi fokusnya

      Hapus
  10. hickz,belum apa2 saya udah terharu baca pembukannya..narasi cintanya keren bangetttt ^^

    BalasHapus
  11. aiiihh....sandal gunungku ikutan kepotret di sini hihihii... senang bertemu langsung denganmu Mak Arin setelah mengagumimu dari jauh selama ini.

    BalasHapus
  12. Selamat yah mak jadi srikandi inspiratif
    Saya jg terinspirasi dari mak krn sering menang lomba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih...aku suka lomba karena tantangannya :))

      Hapus
  13. aiiih emak2 kereeeeen, terima kasih telah menginsprasi.

    BalasHapus
  14. mak arin keren banget. tadi pagi saya liat di tivi hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh iya, baru jadi artis dadakan :))

      Hapus
  15. akhirnya ditulis juga. seru ya, mak. apalagi bareng temen2 ke sananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seru..seru...yg bikin seru para emak itu sendiri

      Hapus
  16. emak emak yang aktif selalu menginspirasi
    pingin deh ikutan aktif juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahhh...semua ibu pastinya aktif kok...wara-wiri selalu :))

      Hapus
  17. Dija udah boleh daftar ajdi anggota KEB belom ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleeeeh, asal mau dipanggil emak Dija

      Hapus
  18. ahhh.. seperti biasa, gaya bahasa Mak Arin itu mengalir dengan tenang dan indah...

    BalasHapus