Kamis, 24 April 2014

Sehari Tanpa Internet, Sejuta Manfaat Terlewatkan



Internet ibaratkan dua mata pisau, satu sisi bermanfaat, satu sisi bisa berdampak negatif. Mana yang akan kita pilih? Buat saya, internet adalah perangkat dengan sejuta manfaat. Dampak negatif internet terjadi apabila kita tidak bisa mengendalikan diri dalam pemanfaatnya. Jika kita sudah bisa menguasai internet, maka banyak manfaat akan kita peroleh.

Terus terang, saya tidak berani membayangkan apa jadinya sehari tanpa internet. Tangan terus memegang ponsel, tapi koneksi internet terputus, apa jadinya? Berulang kali pencet-pencet tombol "refresh" dan tak segera muncul pembaharuan. 


Sehari tanpa internet, maka sejuta manfaat akan terlewatkan. Berikut diantara manfaat yang bisa saya rasakan dari internet :

Manfaat Sosial

Pagi hari sebelum mata benar-benar terbuka, tangan saya meraih-raih ponsel yang terletak di samping tempat tidur. Sekilas saya mengecek apakah ada email baru, chattingan baru, mention twitter baru, atau pemberitahuan facebook baru yang mungkin masuk ke ponsel saya tadi malam selama saya tinggal tidur. Penting banget buat saya melihat update berita dari keluarga dan kenalan di pagi hari. Seusai sholat subuh, satu persatu saya respon sesuai prioritas kepentingan.

Saat dalam perjalanan ke kantor, tak ingin membuang waktu dalam kemacetan, saya memilih bertegur sapa dengan teman-teman melalui facebook, twitter, atau instagram. Media sosial sangat bermanfaat dalam silaturahmi, menambah kenalan, mengakrabkan pertemanan, saling bertegur sapa, dan saling berbagi. Pertemanan melalui internet bukan pertemanan maya, karena interaksi yang saya jalin nyata. Kita bukan lagi individu-individu yang terpisah jarak. Interaksi semakin luas. Dari keluarga dekat, sahabat, hingga kenalan baru. Bahkan kita bisa berinteraksi dengan tokoh-tokoh masyarakat ataupun selebriti dengan media internet. 

Kopi darat dengan teman Komunitas Emak Blogger

Apa jadinya kalau sehari saja tanpa internet ? Banyak tegur sapa terabaikan. Banyak komunikasi tertunda. Hal yang kelihatannya sepele, tapi sebenarnya sangat berpengaruh. Bisa saja dari komunikasi sederhana berarti peluang luar biasa. Jika itu terlewatkan sehari saja, kita bisa melewatkan kesempatan yang tidak selalu datang dua kali.



Manfaat Informatif

Saat sarapan, tak hanya perut yang butuh diisi. Otakpun butuh penyegaran dengan update berita-berita baru. Satu persatu portal berita saya kunjungi : kompas.com, koran-jakarta.com, detik.com, mediaindonesia.com, dan banyak lagi. Penting buat saya untuk tahu isu-isu terbaru apa yang terjadi di sekitar kita.  
Jika tidak ada internet hari itu, terpaksalah saya pergi ke lapak koran untuk membeli koran. Haus akan berita setiap harinya, tak cukup satu koran saya beli. Bisa 2-3 jenis koran.

Jurnalisme masyarakat yang tumbuh subur  juga berperan sebagai media informatif. Berita apapun bisa dikabarkan dan dibaca dalam genggaman tangan kita, tanpa harus menyalakan TV atau membaca surat kabar. Dari masalah pribadi hingga masalah negara. Dari berita politik negara sampai berita info kemacetan di sebuah ruas jalan. Dari info rumah makan favorit, hingga info pelecehan seksual di sebuah sekolah. Berita yang disampaikan juga realtime, tanpa sensor, detil dan variatif karena berasal dari banyak pewarta. Masalah keakuratan dan kejujuran berita tentu saja tidak ada yang bisa menghakimi, siapa saja berhak memberikan informasi. Pembaca sendirilah yang harus bijak mencerna masing-masing berita.

Google lebih mengenal anda daripada ibu anda, ungkapan itu ada benarnya. Seperti yang sering terjadi pada saya, setiap ada kebutuhan informasi saya menggunakan mesin pencari google.com. Saat anak sakit, saya cari informasi cara penangangan cepat dari google. Saat keluarga masih bingung menentukan liburan akhir pekan mau kemana, saya cari informasi tentang tempat wisata, lengkap dengan alamat dan deskripsinya. Saat saya bingung mau memasak apa dengan bahan terbatas, saya mencari inspirasi resep dari google. Saat anak bertanya tentang pelajaran sains yang baru diajarkan di sekolah, saya juga mencari jawabnya dari google. 

Tanpa internet hari itu artinya saya harus ekstra tenaga dan waktu untuk mencari jawaban beberapa informasi yang ingin saya ketahui. Misalnya saya harus ke perpustakaan atau toko buku. Jika tidak ada waktu, terpaksa menunda sampai internet tersambung kembali. Bisa besok, lusa atau minggu depan. Banyak kegiatan tertunda, banyak waktu terbuang. :(




Manfaat Edukatif

Saya merasakan manfaat internet bagi dunia pendidikan. Pertama, masih ada hubungannya dengan manfaat informatif.  Terkait pendidikan, saat ini sudah ada buku-buku perlajaran yang sesuai KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diunduh gratis untuk anak saya.  Buku-buku penunjang dan bahan ajar juga banyak tersedia dalam bentuk PDF atau e book. 


Dalam proses pelaksanaan sekolah manfaat internet juga lekat dirasakan. Saat ini anak saya yang pertama sudah duduk di bangku sekolah dasar. Beruntung, sekolahnya menyediakan fasilitas informasi melalui internet yang terbarui setiap hari. Ada guru yang bertugas khusus memberitakan aktivitas siswa melalui situs internet sekolah.



Di perguruan tinggi tempat saya bekerja, seluruh civitas akademika sudah terfasilitasi oleh internet. Berbagai urusan akademik, kepegawaian dan perkuliahan sudah yang menggunakan internet sebagai media dan sarana bekerja. Apabila satu hari saja jaringan internet drop atau terputus, maka banyak pihak dirugikan. Mahasiswa tidak bisa mengunduh materi kuliah, tidak bisa melihat nilai, tidak bisa melakukan pembayaran, dan tidak bisa mencari literatur. Bagi dosen, hilangnya koneksi internet berakibat pada tidak bisa mengunggah materi e-learning, mencari data terkait penelitian atau melakukan submit proposal melalui internet.  Sedangkan bagi pegawai administrasi seperti saya, sehari tanpa internet berarti tidak bisa mengunggah atau mengirimkan dokumen pekerjaan kepada pihak terkait sehingga berbagai urusan tertunda. Tertundanya satu mata rantai urusan akademik karena ketiadaan internet bisa berakibat fatal, yaitu tertundanya berbagai urusan, atau bahkan hangus karena deadline.

Manfaat edukatif internet juga bisa dirasakan bagi kelompok belajar informal seperti kelas-kelas online dan komunitas online dimana bisa dilakukan diskusi bersama. Sungguh luar biasa manfaatnya, bisa bertemu di 'udara' dan berbagi ilmu secara online dengan pembelajar lain di berbagai wilayah.  Saya pernah berperan sebagai "tutor" , pernah juga menjadi "siswa" dalam kelas online.  Keduanya dapat berjalan lancara dengan bantuan internet.  Untungnya, pada saat kelas online yang saya ikuti sedang berlangsung diskusi, jaringan internet pada ponsel saya tidak pernah turun.  


Manfaat Aksi Cepat Tanggap


Demokrasi informasi ini membawa kekuatan yang dahsyat. Berbagai kasus booming dan akhirnya mendapatkan kepedulian publik. Citizen jurnalism juga menghadirkan kecepatan informasi publik. Hal ini sangat penting dan bermanfaat dalam situasi darurat dan tanggap bencana. Dalam peristiwa meletusnya gunung Merapi dan Kelud baru-baru ini, relawan dan masyarakat luas bisa mendapatkan informasi penting terkait situasi terbaru, realtime melalui internet. Dengan cepat saya bisa mendapatkan kabar tentang situasi kampung halaman saya yang berada dekat Gunung Kelud.

Juga pada kasus-kasus kebutuhan donor darah, di twitter dengan cepat menjadi trending topic  “Urgent donor darah O untuk ibu yang mengalami pendarahan habis melahirkan. Hubungi kontak XXXXX". Sering juga muncul di timeline twitter saya ada informasi anak hilang, lengkap dengan foto dan kepada siapa kita harus menghungi. Informasi yang ditulis hanya 140 karakter, bisa sebegitu cepatnya menyebar luas melalui twitter dan mendapatkan respon sangat cepat. 

Terlihat kan manfaat internet dalam hal ini? Bayangkan jika sehari saja tanpa internet, aksi-aksi cepat tanggap itu tidak akan bisa berjalan sebagaimana mestinya. Bayangkan dampaknya apabila respon bantuan datang terlambat.





Manfaat Kreatif dan Produktif

Beberapa manfaat internet terkait pekerjaan formal saya adalah mengecek email dari kolega dan klien, mengirimkan surat dan informasi melalui email, membuka sosial media milik instansi karena saya berperan sebagai administrator, mengunggah pengumuman terkait informasi kuliah, pelatihan dan workshop di laman instansi, mengunggah nila-nilai mahasiswa di situs induk instansi, mengunggah materi e-learning dan banyak lagi. 



Di luar kantor, saya aktif menulis artikel dan blogging. Ini adalah bentuk refreshing buat saya. Tiada hari tanpa menulis dan blogging. Tentunya sangat membutuhkan bantuan internet. Tidak perlu lama, cukup 30-60 menit per hari saja sudah bisa menyegarkan energi.  Dalam keterbatasan waktu dan deadline, saya memerlukan konektivitas memadai dan kuota yang cukup besar untuk menunjang aktivitas blogging.
Tulisan saya tidak akan bermanfaat jika tidak ada yang membaca. Jejaring sosial mau tidak mau menjadi faktor penting dalam mendukung hobi saya. Mengingat pentingnya bergaul di dunia maya. Kembali manfaat sosial internet saya rasakan. 

Sehari tanpa internet berarti satu hari tanpa kreatifitas dan produktivitas. Dan itu berarti sekali.  Bukankah waktu adalah uang?


Tak ingin seharipun kehilangan manfaat.

Yang tersebut di atas hanya sebagian dari manfaat yang bisa dipetik dari hadirnya internet dalam kehidupan kita, khususnya saya. Manfaat internet yang lain adalah dalam bidang seni, sosial, budaya, wisata, teknologi, ekonomi, bisnis, perbankan, dan hiburan. Pokoknya, banyak sekali manfaat internet!


Situasi "panik"sehari tanpa internet yang saya jabarkan di atas bukan untuk mendorong kita seharian terus-menerus berinternet-ria. Saya ingin menjelaskan bahwa kebutuhan internet sehari-hari sangat penting. Setidaknya dalam sehari harus ada satu kali koneksi internet sesuai kebutuhan masing-masing orang.

Jika sehari saja internet tidak tersambung, berbagai manfaat itu akan terlewatkan. Sebagian diantaranya mungkin masih bisa dikejar, sebagian lagi hangus begitu saja. Ada beberapa hal yang sifatnya urgensi terpaksa harus terlewatkan. Kalaupun sebagian masih bisa ditunda, itu artinya ada pekerjaan yang menumpuk untuk dikerjakan esok hari. Artinya pula, lebih banyak energi dan waktu yang dibutuhkan.

Karena itu pula, saya berusaha terus agar kuota dalam ponsel saya selalu tercukupi untuk keperluan rutin penggunaan internet.  Penting juga memilih provider selular yang mempunyai layanan internet baik, lancar, dan jangkauannya luas.  




Yuk, Berantas Buta Internet

Mengingat betapa banyaknya manfaat internet, seyogyanya kita galakkan penggunaan internet secara positif. Saat ini masih sering terlihat orang-orang yang memiliki gadget memadai, bahkan canggih, namun penggunaan ponsel hanya sebatas menelepon dan sms. Masih banyak yang beranggapan bahwa 
internet adalah hal rumit dan hanya cocok digunakan anak muda. Malah ada yang menganggap internet tidak bermanfaat karena memberi pengaruh negatif.

Tahun 2014 ini Telkomsel meluncurkan program "Indonesia Genggam Internet" yang bertujuan memberantas "buta internet" yaitu berupa edukasi tentang internet pita lebar (broadband) kepada pengguna awal. Tujuannya agar lebih banyak penduduk Indonesia yang melek internet dan merasakan manfaatnya.
Saat ini baru ada sekitar 23 persen penduduk Indonesia yang bisa dibilang "melek internet."

Sesuai dengan kapasitas utama sebagai pengguna internet untuk sosial media dan blogging, dua hal itulah yang saya tularkan ilmunya pada orang-orang di sekitar saya. Mereka adalah ibu-ibu di kantor, rekan-rekan mahasiswa dan teman-teman. Pengenalannya secara bertahap dimulai dari hal mudah. Yang tadinya hanya bisa telepon dan sms, kini sudah dipasang aplikasi untuk chatting dan facebook. Yang tadinya sudah bisa facebook, kini mulai belajar membuat blog. Yang tadinya berbisnis tapi kurang aktif di sosial media, kini lebih aktif untuk memasarkan produknya. Yang tadinya ingin belajar menulis, saya kenalkan pada kelas-kelas menulis online. Mengajarkan menggunakan internet satu paket dengan mengajarkan bagaimana menggunakan internet secara aman dan sehat agar manfaatnya optimal.





Tulisan ini diikutkan dalam Lomba Menulis dengan tema Sehari Tanpa Internet 

ID Agen Internet : BO 00190

7 komentar:

  1. wuih kereen mak, mantap, bener semua alasaannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih mak Rodame...kita oni tertolong banget oleh internet dan sudah merasakan manfaatnya kan? Hehehe....

      Hapus
  2. Jangan sampe kecanduan aja mak,... :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, seperti yang sudah kusebutkan dalam tulisan di atas :)

      Hapus
  3. Pripun kabare mak? hehe
    Sehari tanpa internet? apa kata dunia haha
    di era modernisasi ini rasanya internet sudah jd bagian dr hidup deh mak, jd kl ga ada internet ya tentu ada yg kurang rasanya...

    mampir di post baruku jg ya mak, mgkn berkenan hehe
    http://mieagoblog.blogspot.com/2014/04/culinary-tourism-of-banda-aceh.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabar kulo sae.... :)
      Kita kenal berkat internet ya..abis ini aku berkunjung ke rumahmu ...yessss

      Hapus
  4. Setuju mbak Arin ^_^

    banyak informasi yang saya dapatkan dari dumay

    BalasHapus