Sabtu, 28 Juni 2014

Tb Terkendali Jika Kita Peduli


Sebagaimana yang telah saya ulas pada tulisan berjudul Ditektif Tb, bahwa yang paling tahu keberadaan pasien Tb adalah orang-orang yang paling dekat dengan pasien. Jika anda seorang ibu/ ayah, perhatikanlah keluarga anda. Jika anda seorang guru, perhatikanlah murid dan rekan sejawat anda. Jika anda seorang karyawan, perhatikanlah rekan kantor anda. Dan sebagainya.


Diperkirakan sebanyak 1/3 kasus Tb masih belum terakses atau dilaporkan. Setiap tahunnya 9 juta orang terjangkit Tb, tapi 3 juta diantaranya tidak mendapatkan pengobatan.  Bahkan sebagian besar kasus TB terlambat ditemukan sehingga saat diagnosa ditegakkan mereka sudah dalam tahap lanjut bahkan kuman telah resistan obat sehingga sulit untuk diobati. Nah, kalau sudah seperti itu kasusnya, tanggung jawab ada di pundak masyarakat.

Peran masyarakat diharapkan dapat menemukan pasien Tb sehingga tidak ada lagi "kecolongan" adanya pasien Tb yang tidak terobati. Tidak mudah menyarankan seorang pasien TB untuk memeriksakan diri. Beberapa alasan yang sering dikemukakan adalah malu menerima kenyataan dirinya terkena TB, ketiadaan biaya, rasa malas, menganggap remeh penyakit karena gejala kurang terlihat dan kurangnya pengetahuan tentang bahaya TB.

Siapa saja yang berperan mengendalikan Tb ? Kelompok-kelompok masyarakat dapat bersinergi melakukan bentuk kepedulian dengan cara yang sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

1. Ahli Medis peduli
2. Posyandu peduli
3. Rukun Tetangga yang peduli
4. Lingkungan kerja yang peduli
5. Sekolah peduli
6. Komunitas peduli
7. Blogger peduli
8. Dll

Kita semua dapat menjadi "Relawan Tb" yaitu siapa saja yang tergerak untuk ambil bagian dalam pengendalian Tb.





Hal-hal yang bisa kita lakukan adalah :

1. Membekali dirinya dengan informasi dasar tentang Tb, sehingga paham benar apa dan bagaimana harus bergerak. Bagi ahli medis tentunya sudah mempunyai pengetahuan mumpuni soal Tb, tinggal bagaimana menyampaikannya kepada masyarakat luas dengan bahasa yang mudah. Relawan lainnya dapat membekali diri dengan membaca dari berbagai sumber website terpercaya seputar kesehatan dan penyakit Tb.

2. Menyampaikan kepada masyarakat terdekatnya tentang Tb dengan bahasa yang mudah dipahami. Peran relawan tidak sama dengan peran dokter, karenanya informasi yang disampaikan bersifat mudah dan ringkas agar mudah dicerna. Hendaknya juga relawan tidak melangkahi peran dokter, yaitu tidak membuat diagnosa sendiri atau meresepkan obat sendiri kepada pasien. Blogger adalah salah satu kelompok yang sangat berperan memberikan edukasi luas kepada masyarakat melalui tulisan-tulisan tentang Tb dalam blognya. Komunitas, kelompok pengajian, atau arisan juga bisa menjadi penggerak untuk sosialisasi Tb.

3. 
Sekolah menjadi pusat edukasi pada pelajar tentang Tb. Sebagaimana diketahui sekolah merupakan kerumunan yang berpotensi menularkan Tb dan pelajar merupakan kelompok yang rawan terkena Tb. Di sisi lain, pelajar adalah akses mudah pendidikan Tb. Dengan mendidik pelajar melalui sekolah-sekolah akan banyak target sasaran yang bisa dirangkul. 

4. Kelompok masyarakat yang solid (misalnya RT, RW, keluarga masjid dll) dapat melakukan "sweeping" Tb pada anggota masyarakat di sekitarnya untuk menemukan pasien Tb dan melakukan pendataan serta pelaporan pada Puskesmas atau Dinas Kesehatan terdekat. Aksi "sweeping" ini dilakukan dengan pendekatan damai secara personal mengingat pasien Tb biasanya merasa malu dan terpuruk dengan sakitnya. Membesarkan hati pasien Tb termasuk juga dalam daftar tugas Relawan Tb.

5.  Bergerak bersama kelompok mengantarkan pasien Tb yang ada di sekitarnya dan menghubungkannya pada akses medis. Termasuk membantu dalam kepengurusan asuransi kesehatan, membantu pasien menemukan dokter yang tepat, mengantar ke Puskesmas dan laboratorium uji, hingga pasien mendapatkan terapi pengobatan.

6. Menggalang dana atau menghubungkan dengan pihak donatur guna menolong pasien Tb dari kelompok miskin sehingga mengurangi beban ekonomi dan mencegah kematian.


Siap menjadi relawan Tb? Kepedulian kita bersama akan mampu melawan Tb di Indonesia. Let's Fight against Tb !




[Bersambung]


Tulisan ini diikutkan dalam Seri VII Lomba Blog "Temukan dan Sembuhkan Pasien TB" 


Referensi :
www.tbindonesia.or.id
www.stoptbindonesia.org
www.depkes.go.id
www.pppl.kemkes.go.id
www.cdc.gov
www.who.org
www.kncvtbc.org
www.fhi.org 

3 komentar:

  1. tuh, seuper hero aja ikut memberantas TB, ya hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoiiii..bener...masa kalah sama super hero :v

      Hapus
  2. Ini tulisan yang menang lomb ya. Mak .. kereen. Selamat ya

    BalasHapus