Minggu, 20 Juli 2014

Aksi Sehat 5 Menit Konsumsi Buah dan Sayur


Para mama sering "memaksa" anaknya memakan buah dan sayur. Eh, jangankan anak-anak, orang dewasa pun ada yang kurang suka makan buah dan sayur. Hayo, ngaku...! Siapapun, yang tidak suka buah dan sayur itu sebenarnya merugi. 

Buah dan sayur adalah menu wajib yang harus ada sehari-hari kalau anda ingin sehat.  Buah dan sayur adalah penyumbang terbesar kebutuhan vitamin, mineral dan serat bagi tubuh. Manfaat buah dan sayur untuk metabolisme dan daya tahan tubuh tidak diragukan lagi. Dengan mengkonsumsi buah dan sayur dalam jumlah cukup akan menjaga tubuh dari ancaman penyakit jantung, stroke dan kanker saluran cerna. World Health Organization (WHO) menyarankan agar setiap orang bisa mengonsumsi buah dan sayur sebanyak 400 gram/hari.  

Sayangnya, konsumsi sayur dan buah masyarakat Indonesia relatif sangat rendah. Penyebab rendahnya konsumsi buah dan sayur ini adalah pola hidup masyarakat yang menganggap sayur dan buah sebagai makanan selingan, makanan utama adalah nasi dan lauk (daging, ikan, gorengan).  Penyebab lainnya adalah mahalnya harga buah di Indonesia, terutama buah impor dan ketakutan-ketakutan pada residu pestisida dan kuman yang menyertai buah dan sayuran mentah.

Karena untuk alasan terakhir tadi, kebiasaan sehat mengkonsumsi buah dan sayur di keluarga saya, "wajib" didahului dengan mencuci menggunakan sabun dan air. 


Lebih lengkapnya saya jabarkan disini.

Pestisida dan bakteri di balik segarnya buah dan sayur.


Kuliah di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, IPB membuat saya tahu besarnya peran pestisida dalam budidaya tanaman. Apalagi suami saya juga bekerja di perusahaan agrochemical, jadi semakin tahu bagaimana proses sayur dan buah bisa mulus dan bebas dari kerusakan hama dan penyakit. Pestisida masih menjadi andalan petani dalam mengatasi masalah hama dan penyakit. Terlebih lagi pada tanaman buah-buahan dan sayur-sayuran yang memang lebih rentan serangan hama dan penyakit. Serangan hama yang parah memaksa petani main semprot pestisida, kadang-kadang malah over dosis. 

Sebagian pestisida disemprotkan secara lokal pada bagian tanaman yang terserang, misalnya daun atau buah. Sebagian lagi bersifat sistemik,  disemprotkan di tanah atau udara, lalu menyebar ke seluruh jaringan tanaman mengikuti alur transportasi. Pestisida akan mengendap di daun, buah atau bagian lain tanaman. 
Akibatnya, hampir semua buah dan sayur yang kita konsumsi membawa residu (sisa) pestisida. Residu yang berakumulasi dalam tubuh dapat membahayakan kesehatan. 



Hasil penelitian yang dirilis Environtmental Working Group di Amerika, ditemukan fakta rata-rata kentang memiliki lebih banyak pestisida berat daripada makanan lainnya, dan dalam sebuah sampel anggur satu berisi 15 pestisida. Sampel tunggal seledri, tomat, kacang polong jepret impor dan stroberi menunjukkan 13 jenis pestisida berbeda masing-masing. Sebaliknya, alpukat, kiwi, nanas, mangga dan melon sedikit mengandung residu pestisida.

Tinggi rendahnya residu dipengaruhi oleh jenis tanaman, jenis pestisida, dosis pestisida dan frekuensi penyemprotan serta kapan terakhir kali penyemprotan dilakukan sebelum panen. Disarankan, penyemprotan pestisida paling akhir 2 minggu sebelum panen. Tujuannya agar pestisida sudah terurai saat dipanen dan residunya minimal. Kenyataannya, di lapang sulit untuk benar-benar menerapkan hal itu, begitu juga sulit untuk memantaunya. Bisa saja petani baru menyemprotkan 2-3 hari sebelum panen. Bisa dibayangkan betapa racun-racun itu masih melekat pada tanaman yang dipetik.

Tanaman organik mulai banyak dilirik konsumen guna menghindari residu pestisida. Sayangnya, pertanian organik di Indonesia masih sedikit jumlahnya dan terbatas pada daerah-daerah tertentu sehingga ketersediaannya masih sangat kurang dan harganya lebih mahal.  Tanaman organik dibudidayakan dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia. Pertahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit didukung dengan menciptakan lingkungan yang sesuai dan nutrisi. Salah satunya adalah pemberian pupuk kandang.

Tanaman organik bukan tanpa resiko. Pemberian pupuk kandang berpotensi menebarkan bakteri dari kotoran hewan terbawa pada hasil panen tanaman. Terutama bagi tanaman yang buahnya ada di dalam tanah atau bersentuhan dengan tanah, misalnya kentang, bawang, wortel, bit, semangka, melon, dan banyak lagi.  


Itulah ancaman dibalik segarnya buah dan sayur. Bukan maksud saya menakut-nakuti, melainkan agar kita perlu lebih berhati-hati. 

Jangan takut konsumsi buah dan sayur, 

yuk cermat memilih!

Siapa yang tidak khawatir akan adanya residu pestisida dan cemaran bakteri pada sayur dan buah? Namun mengingat manfaatnya sebagai sumber vitamin, mineral dan serat, maka konsumsi buah dan sayur tidak boleh surut. 

Tetapi kami tidak takut mengkonsumsi buah dan sayur. Selalu ada jalan keluar untuk menghindar dari residu pestisida dan bakteri. 

Sebaiknya kita tahu asal-usul sayur dan buah yang akan kita beli. Namun tidak mudah bagi konsumen memperoleh informasi tentang sebuah komoditi, termasuk ada tidaknya residu pestisida dan cemaran bakteri. Dalam hal ini konsumenlah yang harus pandai-pandai mengolah sayur dan buah.





Karena itu kita mesti cermat memilih, berikut tips yang saya terapkan dalam memilih buah dan sayur:

  • Saya usahakan membeli sayuran dan buah segar yang sedang dalam musimnya, dimana tidak membutuhkan penyimpanan dan distribusi yang panjang. Di tempat penyimpanan, pestisida diaplikasikan untuk mencegah pembusukan buah oleh jamur dan bakteri, juga kerusakan yang disebabkan oleh hama gudang.
  • Buah impor yang kulitnya terlalu mengkilat bisa jadi mengandung lapisan parafin (lilin) untuk mencegah buah keriput karena penguapan. Buah seperti ini berada dalam pilihan terakhir saya.
  • Waspada pada bercak putih pada sayur dan buah karena mungkin saja
    merupakan sisa-sisa pestisida yang telah mengering. Saya lebih baik memilih buah dan sayur yang sedikit berlubang atau robek. Lubang menunjukkan bekas gigitan hama. Ada kemungkinan tanaman tersebut adalah produk organik, atau paling tidak hal itu menunjukkan pestisida terakhir diaplikasikan jauh hari sebelum dipanen.
  • Jika memungkinkan, saya membeli sayuran hidroponik. Cirinya tanaman hidroponik yaitu memiliki akar yang panjang. Biasanya tanaman ini dipelihara dalam rumah kaca tertutup sehingga jarang terserang hama dan mengurangi kemungkinan adanya aplikasi pestisida.
  • Menanam sendiri sayur dan buah menjadi alternatif yang baik. Di rumah saya menanam cabai, singkong, bayam, kemangi, pepaya, sawo dan sirsak.  Ada beberapa tanaman dengan ukuran tidak terlalu besar mudah ditanam di dalam polybag dan cepat dapat dipetik. Bayam, seledri, kailan, sawi, selada, kemangi, kenikir dan terong dapat dipanen setelah umur 1-2 bulan, sedangkan cabai dan tomat dipanen umur 2-3 bulan. Pemetikan dapat dilakukan beberapa kali hingga habis masa produksinya. Tauge adalah sumber vitamin E yang paling mudah ditumbuhkan sendiri di rumah. Membuat tauge dapat sekaligus mengajarkan pada anak-anak proses pertumbuhan tanaman.
  • Saya lebih sering membeli buah lokal Indonesia, seperti nanas, rambutan, sawo, manggis dan lain-lain, relatif minim penggunaan pestisida. Logikanya, buah lokal tidak perlu penyimpanan lama dalam distribusi, jadi tidak menggunakan pestisida di tempat penyimpanan.  Sementara itu, dari data yang dirilis oleh Environtmental Working Group di Amerika, berikut urutan buah-buahan yang paling besar kandungan (klik disini). Dari daftar tersebut, sebagian buah-buahan banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. 
Aksi Sehat 5 Menit kurangi resiko pestisida dan bakteri.

Jangan sampai manfaat buah dan sayur tidak kita dapatkan hanya karena takut akan bahaya residu pestisida dan kontaminasi kuman. Kita bisa menyiasatinya dengan melakukan hal sederhana, hanya 5 menit saja. Ya, cukup dengan melakukan aksi sehat 5 menit. 

Saya mendengar pertama kali gerakan "aksi sehat 5 menit" dari facebook Mama Indonesia. Ternyata aksi sehat 5 menit serupa dengan kebiasaan saya dan keluarga sejak lama.  Aksi Sehat 5 Menit merupakan gerakan sosial yang dicanangkan oleh PT Lion-Wings bersama produknya Mama Lime Anti Bacteria. Tujuan aksi ini adalah membangkitkan kesadaran masyarakat Indonesia agar lebih banyak mengonsumsi buah dan sayur.

Berikut langkah Aksi Sehat 5 Menit :



1.5 menit waktu digunakan untuk mencuci buah atau sayur. 
Rendam dan cuci buah dan sayur dalam air yang telah diberi beberapa tetes sabun / cairan pencuci. Perendaman ini untuk melarutkan minyak pembawa pestisida, juga untuk membunuh bakteri, kuman dan membuang telur cacing pada kulit buah dan sayur. Cucilah bagian-bagian tanaman dengan detil, misalnya pada lipatan-lipatan kubis, tangkai-tangkai bayam, serta gumpalan-gumpalan kuntum bunga kol dan brokoli. Ada kemungkinan pestisida dan bakteri masuk ke dalam celah-celah tersebut.


1.5 menit waktu digunakan untuk membilas buah dan sayur.Bilas sayur dan buah dengan air mengalir. Mencuci dengan air mengalir dapat mengurangi 20-70 % residu pestisida yang menempel, tergantung jenis pestisidanya. Tidak disarankan membilas menggunakan air diam karena racun yang telah larut dapat menempel kembali pada sayur dan buah. Jika anda membilas dalam baskom, aduk-aduk air dan pastikan bilas dengan seksama agar cairan pencuci benar-benar hanyut.

2 menit waktu digunakan untuk menyantap buah dan sayur secara langsung. Sayuran juga bisa langsung dimasak.

Cepat kan? 5 Menit yang menyehatkan. 

Memilih Sabun Pencuci yang Aman (Food Grade).

Mencuci dengan air saja tidak cukup.  Untuk membersihkan sesuatu dari kotoran kita mengenal adanya sabun untuk mencuci.  Sabun bersifat basa atau alkali, memiliki tingkat pH 8 sampai 9 sehingga tidak membahayakan kulit kita atau menyebabkan iritasi. Sementara itu, kebanyakan bakteri, kapang, khamir atau bahkan beberapa virus hanya dapat bertahan hidup pada tingkat pH sedikit asam sekitar pH 3-7. Bakteri dan kuman yang terkena sabun akan mengalami kerusakan membran / kulit selnya sehingga rusak atau mati.  Sabun juga mampu memecah ikatan kimia antara air dan minyak sehingga minyak larut dalam sabun dan terbawa oleh bilasan air.

Nah, mencuci dengan sabun juga berlaku pada buah dan sayur. 
Pestisida dirancang waterproof agar tidak terbilas oleh air hujan. Pestisida dijerap dengan minyak agar menempel lebih lama pada buah dan sayur. Minyak ini juga menyebabkan kuman seperti bakteri dan jamur menempel lebih lama. Penggunaan sabun dalam mencuci buah dan sayur dapat melarutkan minyak dan lilin sebagai zat pembawa pestisida pada kulit buah dan sayur. Sabun diharapkan juga mampu membunuh bakteri sesuai cara kerja sabun. Bahkan saat ini, sabun telah ditambah lagi zat antiseptik sehingga mampu membunuh bakteri dan kuman lebih ampuh.

Tentu saja bukan sembarang sabun.  Harus sabun yang aman untuk makanan (food grade). Sabun dapat menyerap ke dalam pori-pori buah dan sayur. Karena itu dalam membilas harus dilakukan dengan seksama.  Sabun yang baik adalah yang formulanya mampu membersihkan minyak dengan cepat, sekaligus mudah dibilas dengan air.

Saya mengenal Mama Lime Anti Bacteria  sebagai pioneer cairan sabun pencuci piring yang sekaligus aman digunakan untuk mencuci buah dan sayur (food grade). Mama Lime Anti Bacteria  mengandung formula baru Bioguard yang mampu bersihkan pestisida dan bunuh kuman hingga 99%. Saya menggunakan Mama Lime Anti Bacteria  awalnya karena suka aromanya yang lembut dan mudah dibilas sehingga tidak meninggalkan bau pada buah dan sayur yang dicuci. Mama Lime Anti Bacteria adalah cairan pencuci yang paling bersahabat dengan kulit tangan saya yang sensitif.




Sippp! Sekarang kita semakin tahu seluk beluk buah dan sayur serta bagaimana cara sehat mengkonsumsinya. Dengan menerapkan “Aksi Sehat 5 Menit” dalam pola konsumsi buah dan sayur maka masyarakat Indonesia dapat terhindar dari berbagai penyakit. Harapannya, semakin banyak generasi kini dan nanti yang menjadi penikmat sayur dan buah agar harapan hidup lebih panjang dan sehat.






Referensi :
  • Diskusi dengan Ir. Ari Budiawan, Product Development Manager sebuah perusahaan agrochemical.
  • Materi Kuliah Pestisida dalam Pertanian, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.
  • http://www.ewg.org/foodnews/ dengan judul artikel : EWG's 2014 Shopper's Guide to Pesticides in Produce
  • www.foodnews.org , judul artikel : Why Should You Care About Pesticides?
  • https://www.facebook.com/notes/mama-indonesia/press-release-mama-lime-anti-bacteria-targetkan-semua-masyarakat-indonesia-menja/509830992452372
  • Irfan Arief dalam http://www.pjnhk.go.id/content/blogcategory/30/33/9/54/ judul artikel : Cara memilih buah yang baik. Artkel Pusat Jantung Nasinal Harapan Kita. 

Tulisan ini diikutkan dalam MAMA LIME ANTI BACTERIA #AS5M Blogger Competition

Dan menjadi juara.





21 komentar:

  1. Woaaaa........... mau ikutan jadi minder duluan ... keren-keren tulisan yang sudah ikutan .. apalagi punya mbak Arin :D

    BalasHapus
  2. AYooo ikutan...buktikan mba Astri pakai Mama lime :D

    BalasHapus
  3. tunggu mak, saya beli dulu produknya, belum pernah coba soalnya.... semoga beruntung ya mak,,, itu buah-buahannya segar2 ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba dan rasakan manfaat Mama Lime^_^

      Hapus
  4. Asyiik jadi makin tahu cara sehat makan buah dan sayuran :)

    BalasHapus
  5. Kalo dokter tanaman sudah berkolaborasi hasilnya manstab. Betul sekali hati2 terhadap sayuran dan buah, klo dipetani disemprotnya dua minggu sebelum panen ternasuk jambu kristal ada baiknya menggunakan pestisida nabati

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pestisida nabati tetap beresiko pada kesehatan manusia. Tetap cuci buah dan sayur dg seksama

      Hapus
  6. wah untung ada mama lime yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, gak bingung lagi cari sabun foodgrade

      Hapus
  7. tulisannya keren sekali mak :)
    memang harus hati2 sebelum membeli dan tau cara membersihkan dan mengolahnya biar dapat manfaatnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih....semoga tulisannya bermanfaat

      Hapus
  8. jadi 5 menit ya mba....saya alhamdulillah sering beli yang organik, bahkan sering dari farmnya langsung di sini :), walaupun itu juga tidak menjamin ya...okay noted, kayaknya musti cari padanannya mama lime di sini nih :)

    BalasHapus
  9. Wah...bikin melek mata nih...:)

    Btw,Selamat menikmati Hari Raya Ya,
    Taqabalallahu minna wa minkum, Taqabbal Ya kariim...Shiyamana wa shiyaamakum
    Semoga kita diberi kesempatan lagi ber-ramadhan di masa datang...Salam :)

    BalasHapus
  10. sebagai seorang ibu, kita memang harus benar2 jeli dan teliti dlm menjaga kesehatan keluarga ya mak...

    BalasHapus
  11. Selamat ya Mak Arin sudah menang lomba blog Aksi 5 Menit....

    BalasHapus