Sabtu, 27 September 2014

Cinta Jalan-jalan ke Singapura [Part 2]


Pengantar :
Sungguh sebuah kejutan dan kehormatan. Tidak ada kompetisi, kuis atau proposal apapun yang saya ajukan sebelumnya, tiba-tiba hari itu, saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya dan Cinta diundang untuk menghadiri acara Doctor-For-A-Day (DFAD) di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Selain saya, undangan lain adalah dari Majalah Ayahbunda, MommiesDaily.com, Superkids Indonesia, Kompas.com serta blogger Alanda Kariza. 

Yeaay, jalan-jalan gratis nih berdua Cinta! Seluruh akomodasi berupa tiket pesawat Garuda dan menginap di Hotel ditanggung penyelenggara, masih bonus uang saku selama dua hari, dan tentunya pengalaman baru yang luar biasa. Akhir pekan di Singapura bersama Cinta, akan saya tuliskan dalam beberapa postingan. Berkah Blogging !

****
Day 2.
Setelah kemaren seharian berjalan di Orchad road dan Merlion-Singapore River Cruise, dan tepar malam harinya, pagi ini badan sudah segar kembali. Target setelah sholat subuh adalah belanja ! Hah, subuh-subuh belanja? Karena saya perhitungkan waktu yang tidak banyak sementara target beli oleh-oleh untuk Asa harus terlaksana. Saya dan Cinta belanja pagi-pagi ke Mustafa Center yang buka 24 jam. Waktu menunjukkan pukul 7.00 waktu Singapore alias pukul 6.00 WIB saat kami naik taxi. Lancar, sepi, dan 5 menit sampai di Mustafa center. Suasana toko masih sepi sekali. Kami langsung berburu oleh-oleh dengan leluasa.


Saya membeli pesanan Asa, gelang lampu Ben 10 dan robot transformer. Sebenarnya mainan ini sudah ada di toys city di Bogor. Tapi sebagai upeti karena dia  nggak diajak, mainan harus tetap dibeli di Singapura. Lagipula harganya cukup miring, yang di Bogor dibeli dengan harga 200 ribu, di sini bisa dibeli 10 dolar aatau sekitar 90 ribu. 


Alarm hp saya berbunyi pukul 09.00. Saya naik taxi kembali ke Hotel. Menyusuri jalan di Singapura mengingatkan saya pada jalan-jalan di Trenggalek. Sepiiii.... padahal ini hari minggu. Hai, kemana orang-orang kok jalanan sepi? Apakah mereka menghabiskan akhir pekan di rumah setelah seminggu bekerja? Beda banget dengan di Bogor yang justru ramai saat akhir pekan.



Tiba di hotel saya sudah ditunggu teman-teman untuk sarapan. Saya hanya berani makan roti dan buah. Menu lain yang digoreng saya hindari karena tidak tahu penggorengannya apakah terpisah dari makanan haram atau tidak. Kemudian kami bersiap-siap menuju Mount Elizabeth Hospital Novena. Total ada 5 anak Indonesia yang akan mengikuti program dan 6 Mama yang siap meliput.  Mereka adalah Kartika Firdaus  (Ayahbunda), Anna (Kompas.com) Adisty (Mommiesdaily.com), Ocha (Superkids.com), Alanda Kariza (Blogger) dan saya sendiri. Sepanjang kegiatan kami di dampingi mba Nurul sari Bw Comm.

Acara Hospital land dan Doctor for A Day di Month Elizabeth Hospital berlangsung dari pukul 10.00-13.00 waktu setempat. Cerita  di Month Elizabeth Hospital akan saya buat terpisah. Usai acara DFAD kami dijamu makan siang di sebuah resto ikan di Novena Medical Center - Square oleh perwakilan Mount Elizabeth. Ragu-ragu saya memesan makanan. Setelah saya lihat ada sertifikat Halal Singapore di dinding saya jadi mantap memesan Baked Salmon with Rice. Sudah sehari nggak ketemu nasi nih.



Beres makan, kami berpisah dengan tujuan masing-masing. Saya dan Cinta memilih ke Garden By The Bay. Sebuah conservatorium tumbuhan di tepi pantai. Dari promosinya yang gencar membuat saya penasaran ke sana. Konon ada sky walk, berjalan di atas pepohonan. Sebelumnya saya pernah ke kawasan cagar alam Bodogol di Sukabumi. Di Bodogol ada jembatan gantung yang sangat panjang di atas pepohonan. Kita bisa menyusuri hutan dari atas. Apakah Garden by The Bay seperti itu?

Ternyata saya salah. GARDEN by the Bay adalah conservatorium buatan. Tanaman dipelihara dalam dua dome. Ada Flower dome dan Rain Forest Dome. Memasuki Rain Forest dome disambut air terjun buatan setinggi kira-kira 100 meter. Dalam hati saya membandingkan dengan curug nangka di Bogor yang tingginya aduhai, apalagi air terjun Sigura-gura yang ada di Sumatera Utara yang spektakuler, jelas di Garden by The Bay ini tak ada apa-apanya.  Di dalam dome bukan hutan rimba dong ya, melainkan taman buatan yang rapi dan cantik. Tersedia lift menuju sky walk dimana kita bisa berjalan diatas pohon. Sama-sama sky walk, tapi yang di Garden by The Bay lebih aman, dan bebas becek. Ya iyalah, conservatorium buatan yang ada lantainya. Dalam hal ini kita patut bangga bahwa Indonesia punya alam yang menawan. Tinggal merapikan dan mengelolanya dengan baik untuk wisata.










Menyusuri dua dome besar membuat kaki gempor. Kami lanjutkan ke Super Tree. Tapi karena kelelahan dan sedikit takut ketinggian, maka saya dan Cinta tidak naik sky walk di Super tree. Kami hanya leyeh-leyeh di pelataran pohon besar buatan itu.

Lagi-lagi salut sama Singapura. Mereka tidak punya yang alami, tapi berusaha menciptakannya. Di Garden by the Bay diputarkan film dan terpampang poster-poster pesan konservasi. Tentang air, tentang hutan, tentang polusi. Saya kok merasa pesan-pesan itu sebenarnya ditujukan pada pengunjung dari negara tetangganya. Siapa tuh? Napas Singapore sangat tergantung dari konservasi hutan Indonesia. Kalau paru-paru dunia itu tak dijaga, pastilah negara tetangga pun ikut kebakaran jenggot.

Kami kembali ke hotel pukul 6 sore untuk mengambil barang-barang. Kemudian lanjut ke bandara Changi. Pukul 8 malam waktu setempat kami meniggalkan Singapura, memandang gemerlap kota dari langit.

Dua hari satu malam yang berharga. Bertualang berdua Cinta, mengingatkan pada masa-masa dulu sering berduaan saja dengannya. Sekarang jarang bisa berdua.

Berharga, akan sebuah undangan blogger dari klien lintas negara yang membanggakan. 


Dari kiri : Ocha (Superkids.com), Nurul (BW Comm),
Adisty (Mommiesdaily.com), saya, Anna (Kompas.com),
 Alanda Kariza, Kartika (Ayahbunda)

Berikutnya cerita tentang Doctor For A Day akan saya tulis di link:

http://asacinta.blogspot.com/2014/09/doctor-for-a-day-mount-elizabeth.html

16 komentar:

  1. wah cepat juga nih posting liputannya...asik nyoo jalan2 gratis ke sg dapat ilmu pula

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang keren gini bikin pengen cepet2 nulis

      Hapus
  2. Asiknyaaa......di batam ads jugs mustafa msrt tapi hehe

    BalasHapus
  3. wow... asyik banget mbak. Itulah berkah ngblog ya mbak. Apapun yang kita tulis dengan tujuan agar bermanfaat buat orang lain, hadiahnya bermanfaat ke kita juga.
    Selamat ya mbak, atas pengalaman yang sangat berharga bersama buah hati..

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus menulis hal positive mba, Insya Allah rejeki mendekat

      Hapus
  4. Betul kata mak murti, sebenernya Negara kita ini kaya akan SDA nya, tinggal berbenah di pengelolaannya. Kerennya di dalam, tapi lebih baik mencoba yg asli dulu kali ya mak,, semoga bisa jalan2 ke bogor, nunggu anak udah gede,, hehehe ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. buat pecinta petualangan alam, Garden by the bay kurang memuaskan.Tapi buat wisata keluarga sih oke

      Hapus
  5. Halo mbak, saya pertama kali berkomentar di sini. Selamat ya untuk tripnya! Sepertinya seru sekali :D Gak sabar menunggu tulisan lanjutannya :)

    BalasHapus
  6. Usaha Singapore untuk menarik wisatawan keren, ya. :)

    Kita yang punya banyak wisata alam harus melestarikannya ya, Mba. :)

    BalasHapus
  7. Maaak Ariin aku kok malah jadi penasaran ke Bodogol yang di Sukabumi itu ya? Baru tau akuu >.< wajib di datengin nih kayanya!

    Di singapore, gak ada pohon2 besar dibuat adaa, di Indonesia pohon2 besar ada malah di buat gak ada, kok kebalik ya mak hiksss

    BalasHapus
    Balasan
    1. coba kucari2 foto lamaku ya mba..kali masih ada. ntar kutunjukin. Seru deh kesana

      Hapus
  8. Iih senengnya..tau gitu minta bawain oleh2 juga nih mak :D

    keren bisa jalan2 gratis ke sing..seru2

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi..uang sakunya dihabisin buat jalan2.Membeli pengalaman

      Hapus