Minggu, 28 September 2014

[Doctor For A Day] Jadi Dokter Cilik di Mount Elizabeth Hospital


Pengantar :
Sungguh sebuah kejutan dan kehormatan. Tidak ada kompetisi, kuis atau proposal apapun yang saya ajukan sebelumnya, tiba-tiba hari itu, saya mendapatkan email pemberitahuan bahwa saya dan Cinta diundang untuk menghadiri acara Doctor-For-A-Day (DFAD) di Mount Elizabeth Hospital, Singapura. Selain saya, undangan lain adalah dari Majalah Ayahbunda, MommiesDaily.com, Superkids Indonesia, Kompas.com serta blogger Alanda Kariza. 

Yeaay, jalan-jalan gratis nih berdua Cinta! Seluruh akomodasi berupa tiket pesawat Garuda dan menginap di Hotel ditanggung penyelenggara, masih bonus uang saku selama dua hari, dan tentunya pengalaman baru yang luar biasa. Akhir pekan di Singapura bersama Cinta, saya tuliskan dalam beberapa postingan. Berkah Blogging !

****

Inilah acara utama kunjungan saya dan Cinta ke Singapura, mengikuti program Doctor For A Day dan Hospital Land di Mount Elizabeth Novena Hospital. 
Bersama tim media, saya tiba di Mount Elizabeth Novena Hospital tepat pukul 10.00 waktu setempat. Ternyata peserta bukan hanya kami tim media. Mereka adalah penduduk lokal. Untuk mengikuti program ini mereka dikenakan biaya 15 dollar per anak. Hospital land dilaksanakan yaitu 27-28 September 2014. Jadi kami kebagian giliran pada hari ke 2. Ada sekitar 9720 pengunjung Hospital land dalam dua hari itu. Wow..!

Rumah sakit ini adalah bagian dari Parkway Hospital Group, berdiri sejak Juli 2012 dan memiliki 333 ruang rawat inap dengan tempat tidur single modern. Mount Elizabeth Novena Hospital memenuhi permintaan berkelanjutan untuk jasa pelayanan kesehatan berkualitas tinggi dengan harga kompetitif di Singapura dan seluruh dunia.



Hospital Land adalah karnaval  dan pameran pendidikan medis.  Hospital land memberikan kesempatan para anak dan orang tua untuk belajar mengenai kesehatan dan kebugaran melalui beragam aktivitas. Mereka juga akan belajar mengenai profesi yang berbeda di dalam bidang industri medis seperti dokter mata, apoteker dan banyak lagi. 

Kami bertemu dengan Mrs Lynndy Lee, Marketing Manager untuk Regional Mount Elisabeth Hospital. Beliau mengungkapkan melalui program ini anak-anak akan dididik sedari dini agar mampu mengapresiasi industri pelayanan kesehatan secara lebih baik dan untuk menginspirasi mereka agar dapat menjadi tenaga medis yang profesional ketika mereka dewasa nanti.

Doctor-For-A-Day (DFAD) merupakan program khusus anak-anak (5-10 tahun) dimana mereka bisa bermain menjadi dokter dengan setting rumah sakit. Para "dokter cilik" ini akan dipandu untuk melakukan aktivitas-aktivitas medis dalam ruang-ruang perawatan di rumah sakit.  Anak-anak bergabung dalam kelompok terdiri 10-12 anak. Cinta membaur dengan anak-anak lokal. Para dokter cilik ini dipandu mengunjungi satu per satu sentra interaktif.  Pada setiap sentra ada 2 pemandu. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris. Nyatanya anak-anak dari Indonesia-pun mengerti karena dibantu alat peraga dan sangat interaktif. 

Ada 5 sentra dengan aktivitas yang menyenangkan. Kelompok dokter cilik diajak mencoba satu persatu sentra peragaan. Setiap menyelesaikan satu tahapan sentra, mesing-masing anak mendapatkan reward berupa pin lucu. Berikut 5 sentra aktivitas yang dimaksud: 

Radiology, sentra ini berfokus pada tanggung jawab seorang radiolog. Dengan menggunakan mesin berteknologi penampakan yang canggih, seorang radiolog berusaha untuk memberikan diagnosis yang tepat jika ada kelainan dalam tubuh manusia.Anak-anak dapat belajar bagaimana untuk memindai pasien dan PET-MRI scan pada sesi interaktif ini.


Build A Body. Dipandu oleh ilustrasi yang informatif, pada sentra ini anak-anak mengungkap misteri sistem tubuh, melihat struktur dan menemukan bagaimana bagian dalam tubuh manusia bekerja. Anak-anak di sini bermain puzzle menempelkan bagian-bagian tubuh sambil mendengarkan penjelasan pemandu.



A-B-See adalah sentra di mana anak-anak belajar tentang peran pekerjaan seorang dokter mata. Mereka mempelajari cara untuk mengidentifikasi masalah penglihatan untuk melihat apakah sesseorang perlu kacamata.  Beberapa metode sederhana yang diperagakan antara lain seperti melihat benda dari jauh dengan menutup mata secara bergantian, membaca huruf dari besar hingga kecil dan menebak huruf dalam pola polkadot warna-warni untuk menguji buta warna.



Be A Pharmacist. Apa yang dilakukan seorang apoteker di dalam sebuah apotek? Apoteker memberikan obat kepada pasien sesuai resep dokter dan memberi penjelasan kepada pasien tentang penggunaan obat dan efek samping dari obat-obatan. Seorang apoteker wajib menjelaskan tentang manfaat dan efeksamping obat kepada pasien agar terhindar dari kesalahpahaman dalam meminum obat. 


Di Hospital Land, juga ada aktivitas tambahan yaitu My Food Plate, adalah sentra bermain dengan alat interaktif nutrisi yang membimbing orang tua dan anak-anak dalam membuat pilihan makan yang ideal. Sstt, pada sentra ini saya dapat menebak makanan kesukaan anak-anak itu dengan memperhatikan jenis makanan yang diambilnya. Cinta mengambil ek krim dan telur ceplok. :)




Oiya, Hospital land ini sebenarnya adalah pre-event untuk menyambut diluncurkannya Aplikasi digital untuk tablet dan iPad bertajuk "Doctor For A Day". Aplikasi ini memungkinkan anak-anak untuk  peran-bermain dalam skenario medis yang berbeda dan memperoleh poin. 

Di Singapura aplikasi ini sudah tersedia dalam versi bahasa Inggris. Kabar baiknya,  di Indonesia nanti akan menyusul versi dalam bahasa Indonesia. Asyiiik, bakal ada game seru kaya mafaat buat anak. Aplikasi Doctor For A Day ini baru akan diluncurkan bulan November 2014. 




Usai mencoba semua booth di loby Mount Elizabeth Novena Hospital, anak-anak berganti baju dengan baju dokter. Para doker cilik diajak ke lantai dua untuk mengikuti satu persatu aktivitas di ruang-ruang medis yang berbeda. Nah, di sini puncak keseruannya. Bayangkan, mereka berada di ruang-ruang medis sesungguhnya dan memegang langsung peralatan medis tersebut. 

Oiya, pada sesi DFAD ini para orangtua tidak boleh mendampingi atau mengambil gambar. Tapi kami, tim media Indonesia malah dipersilakan mengambil gambar dengan bergiliran satu persatu masuk ke ruang-ruang tempat dilaksanakan DFAD.

Ruang Bayi (Nursing Room)
Pada ruang ini para dokter cilik diajarkan memandikan, mengganti popok, memberi susu dan menidurkan boneka bayi. 





 

Ruang Operasi (Operating Theater).
Dari ruang bayi para dokter berpura-pura menaiki mobil ambulance menolong korban kebakaran. Korban dibawa ke ruang operasi. Para dokter cilik memperagakan cara menggunakan masker, membersihkan luka bakar dari kulit mati, dan mengeringkannya dengan kain.





Ruang Jantung (Heart Room). 
Sebuah ruang didesain gelap dengan alat peraga jantung berukuran besar.  Di ruang ini ditunjukkan simulasi jantung yang tidak berdetak. Para dokter cilik diminta mencari saluran pembuluh jantung yang terlepas atau bocor dan menggantinya dengan yang baru. Para dokter cilik juga diajarkan menggunakan alat pacu jantung hingga terdengar bunyi jantung berdetak.



Pada sesi terakhir, para dokter cilik memasuki ruang wisuda dan mendapatkan sertifikat Doctor For A Day. Setiap anak mendapatkan goodie bag berisi cokelat, kartu pos, celengan lucu dan pulpen berbentuk jarum suntik. Sungguh pengalaman yang sangat berkesan bagi anak dan orang tua.




Selesai. Alhamdulillah.

Thanks to Parkway Hospital. I and My Daughter appreciate this invitation so much.  We got so many memorable and valuable experiences from Doctor For A Day activity.
Hopefully, I will be invited again on the following programs of Parkway Hospital. See you :)


Infomasi lebih lanjut / More information see :
https://www.facebook.com/mountelizabethnovenahospital
http://mountelizabeth.com.sg/doctorforadayapp/


Tulisan terkait / Related post to Doctor For A Day Singapore 2014 :
http://www.superkidsindonesia.com/ina/news-event/8401102014131818/
http://www.superkidsindonesia.com/ina/news-event/1201102014220131/
http://m.kompas.com/health/read/2014/10/04/124313023/Serunya.Belajar.Jadi.Dokter-dokteran

21 komentar:

  1. mauuuuu bgt....diundang ke acara kayak gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. andaikan boleh ajak teman...kuajak ambu dan haya

      Hapus
  2. seru banget sih.. cinta dapet banyak pengalaman berharga yah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. seru, semoga di sini segera ada kegiatan serupa

      Hapus
  3. waw.. pengalaman yang sangat berharga dan mengesankan tentunya :)
    mama dan putrinya sama-sama keren....

    BalasHapus
  4. keren dari blogging ternyata tidak hanya menambah ilmu, memperluas wawasan tetapi juga jalan-jalan gratis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. blogging dg bahagia...membawa berkah :)

      Hapus
  5. Pengalaman yang sangat bagus dan mudah-mudahan tercapai cita-citanya menjadi seorang dokter

    BalasHapus
  6. nanti di Jakarta bakalan ada acara serupa ya mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang akan ada bulan november aplikasi Doctor For A Day. bisa diunduh.

      Hapus
  7. Kereeeen, kagum sama dirimu, Mak Arin :)
    Cinta enjoy banget ya menikmati perjalanan dan karnavalnya.
    Ditunggu cerita-cerita selanjutnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. we are very... very enjoy the trip, mak Indah.. thankyou

      Hapus
  8. senengnya ya,,,cinta juga seperti menikmati kegiatannya,,,,ditunggu cerita selanjutnya,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga ada cerita lanjutannya ya...senang jalan2 ke sana lagi

      Hapus
  9. Anak2 Indonesia kalo ada acara seperti ini di rumah sakit-rumah sakit pasti senang banget Mak, pasalnya DOKTER kelihatannya masih menjadi cita2 terfavorit anak2 seindonesia. Sy memperhatikannya pada beberapa Kelas Inspirasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya pernah lihat liputannya di RS Omni, hanya saja kurang tau apakah persis sama atau tidak muatannya

      Hapus
  10. Yeaay, keren banget pengalamannya. Cinta, dikau sekeren Mama..

    BalasHapus
  11. mak Arin dan Cinta emang KEREN maksimallll....

    BalasHapus
  12. pasti pengalaman luar biasa buat cinta...eh janganpulang dari sana cita-cita cinta jadi dokter ya mba ...

    BalasHapus