Jumat, 28 November 2014

Memahami Kebutuhan Wisatawan Suramadu

www.wikipedia.org

Halo, apa kabar Suramadu? 

Tak terasa, jembatan Suramadu sudah berusia 5 tahun sejak peresmiannya tahun 2009 oleh Presiden SBY. Congratulation, Indonesia punya jembatan yang membelah laut ! Saat itu yang terbersit dalam benak saya, wah, Indonesia bakal punya ikon wisata baru.

Saya tahu tidak semudah membalikkan telapak tangan menyulap Jembatan 
Suramadu sebagai tujuan wisata kelas Dunia. Eh tunggu, setidaknya menjadi tujuan wisata domestik dulu ya.

Memang awalnya, pembangunan jembatan ini untuk menjadi infrastruktur yang menghubungkan Madura dengan pulau Jawa dengan tujuan membangkitkan geliat aktifitas ekonomi.  Ternyata dampak positifnya adalah Suramadu menjadi obyek wisata baru. Menyusuri jembatan sepanjang 5438 m mendatangkan sensasi baru. Suramadu mempunyai potensi wisata yang besar. Daya tarik wisata ini membawa nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar Suramadu. Tapi sejauh mana wisata Suramadu berkembang?

Coba kita lihat apa saja sih yang diharapkan wisatawan dengan mengunjungi Jembatan Suramadu ? 



pict: dreamstime.com

Point of View

Pemandangan menakjubkan yang beda dari biasanya menjadi tujuan utama kebanyakan wisatawan. Jembatan 
Suramadu jelas memiliki potensi itu. Sebagai jembatan antar pulau pertama di Indonesia, sekaligus jembatan terpanjang, Suramadu menjadi yang paling spektakuler di Indonesia untuk saat ini.

Nah, point of view ini tentunya harus indah ya. Dengan rentang jembatan yang panjang, maka jarak pandang  untuk bisa memandang keseluruhan jembatan hampir mencapai cakrawala. Sejauh itu pula seharusnya wilayah Madura dan Surabaya yang harus di "indah"kan. Kongkritnya begini, untuk mendapatkan pemandangan spektakuler indah dan bersih jembatan Suramadu, maka ada wilayah tepian pantai Madura dan Surabaya yang perlu dipercantik dalam rentang kilometer yang panjang, bukan hanya sebatas ujung jembatan saja. Gunanya, selain untuk keindahan, juga agar wisatawan leluasa mengambil foto dengan angel yang luas. 


Point of view Jembatan Suramadu di malam hari adalah deretan lampu-lampu sepanjang jembatan dan pada tiang pancang. Lampu ini adalah daya tarik malam hari. Karena itu perlu diperlihara. Jika ada lampu rusak atau padam harus segera di ganti. Lebih indah lagi kalau malam hari ditambah atraksi lampu-lampu laser yang menyorot ke langit. 

Anjungan untuk berfoto


Apa yang bakal dilakukan seorang wisatawan dengan pemandangan yang spektakuler ini? Apalagi kalau bukan untuk berfoto-foto dan selfie. Iya kan? 


Saya ingin bertanya, darimana biasanya wisatawan berfoto dengan latar Jembatan Suramadu? Dari ujung jembatan? Atau dari desa-desa di sepanjang pantai? Atau dari pantai Surabaya? Wisatawan mencari-cari sendiri posisi terbaiknya untuk berfoto.




Nah, bagaimana kalau wisatawan yang gemar foto-foto ini difasilitasi? Wisatawan tentu akan lebih puas dan nyaman berfoto kalau saja dibuatkan anjungan agar bisa berfoto dengan latar Suramadu. Anjungan ini sedikit menjorok ke laut, dengan desain yang kokoh dan nyaman untuk berjalan-jalan santai para wisatawan. Lebih cantik lagi kalau di kawasan anjungan ini ada patung-patung dan taman yang menjadi ikon wisata Pulau Madura. Jadi bisa mendapatkan banyak obyek foto.  Anjungan ini bisa dibuat setidaknya di dua titik sebelah kanan dan kiri Jembatan Suramadu. 

Jika foto seseorang dengan latar Suramadu di upload ke sosial media, ratusan atau ribuan orang yang melihatnya akan tergoda pergi ke sana.

pict. shutterstock.com

Pusat belanja  murah dan berkualitas.

Berwisata hampir tak bisa dipisahkan dari belanja oleh-oleh. Pembeli dalam hal ini wisatawan tentunya ingin mendapatkan barang-barang khas Madura dengan harga yang murah namun berkualitas. 


Mental pedagang harus diluruskan kembali. Apabila pedagang terlalu mengambil untung besar dengan menjual mahal barang-barang berkualitas rendah, maka pembeli akan kapok. Ini yang harus diwaspadai, kapoknya seorang pembeli bisa membuat puluhan dan ratusan calon pembeli lain mundur. Akibatnya, penjualan oleh-oleh tidak mencapai jumlah yang diharapkan. Siapa yang rugi? Ya si penjual itu sendiri.


Karena itu, para pedagang souvenir dan oleh-oleh Khas Madura layaknya mendapatkan edukasi tentang bagaimana menarik wisatawan agar mau membeli lagi, lagi, dan lagi.  Satu wisawatan puas, apalagi jika dia blogger atau wartawan, maka bukan tak mungkin seribu wisatawan akan datang.

pict: istock.con

Pusat belanja bagian dari daya tarik wisata. Wisatawan yang gila foto pasti akan berfoto-foto sambil tawar menawar barang sekalipun. Karena itu pusat belanja juga perlu ditata rapi baik isinya maupun luarnya. Kios-kios berderet tidak seragam, banyak ditambal spanduk-spanduk bekas akan mengganggu keindahan. Solusinya, pedagang dihimbau untuk merapikan kiosnya. Tentu butuh biaya. Jika memungkinkan Pemda memberi bantuan pembangunan kios-kios yang rapi dan seragam. Atau membuka peluang sponsorship untuk mendanai pembangunan kios-kios. Sebagai gantinya, sponsor boleh memasang iklan, dengan syarat iklannya bernuansa wisata khas Madura.


pict : 123rf.com

Pusat kuliner yang bersih, enak dan murah


Dari berbagai pengalaman saya, makan di tempat wisata itu mahal. Penjual sering mematok harga terlalu tinggi. Mentang-mentang saya belum tentu ke situ lagi, jadi dianggap sebagai suatu kewajaran. 


Coba kalau cara berpikirnya diubah. Menjual makanan dengan harga masuk akal dan rasa yang lezat akan membuat wisatawan datang lagi dan lagi. Satu wisatawan akan merekomendasikan wisatawan lainnya. Dan ini akan menjadi getok tular dan promosi gratis yang membuat warung kuliner laris manis.


Kebersihan tempat makan juga harus ketat di jaga. Entah kenapa ya, orang Indonesia identik dengan kotor. Saya pikir tergantung karakter lingkungan sekitarnya. Nyatanya, di lingkungan yang terkesan mewah, orang merasa malu membuang sampah. Tapi begitu keluar dari lingkungan itu, merasa mendapat angin berlaku bebas. Nah loh! Jadi bisa kan kalau sebuah kawasan wisata diberlakukan "rasa malu" bagi siapapun yang tidak bisa menjaga kebersihan.


Transportasi Umum yang memadai


Sejauh ini, orang yang melintasi Suramadu menggunakan mobil pribadi atau carter mobil travel plat hitam. Kalau ingin mengalirkan wisatawan lebih banyak, dari berbagai kalangan, tentunya adalah dengan pengadaan angkutan umum yang memadai. 

Transportasi memadai juga diperlukan untuk menghubungkan dari ujung jembatan ke berbagai kawasan wisata di Bangkalan dan Madura pada umumnya. Bahkan sebelum Suramadu berdiri, wisata Bangkalan dan Madura telah berkembang. Hanya saja transportasi umumnya belum memadai.




Madura Connection

Apa nih maksudnya? Maksudnya, sejak lama pulau Madura dikenal dengan aneka tempat dan aktivitas wisata. Dengan Madura Connection, wisatawan Suramadu diarahkan untuk menikmati berbagai tempat wisata di Pulau Madura. Dalam hal ini bisa bekerjsa sama dengan agen-agen wisata yang menawarkan paket-paket wisata.

Madura Connection ini juga terintegrasi dengan travel bandara, terminal dan stasiun. Wisatawan luar daerah yang menggunakan pesawat, bis dan kereta api bisa dengan mudah memesan paket wisata ke Madura secara instan atau perorangan.

Suramadu Cruise

Selain mencari pemandangan yang spektakuler, wisatawan juga mencari pengalaman tak biasa. Berperahu menyusuri Jembatan Suramadu menghadirkan sensasi tersendiri. Memang saat ini pun sudah ada perahu-perahu boat yang disewakan untuk melintasi bagian bawah jembatan suramadu. Tapi melihat dari sisi kelayakan dan keamanan boat belum terstandar untuk wisata nasional maupun international. Dalam hal ini perlu adanya pengadaan boat-boat yang memadai, ergonomis, bernilai estetika dan dengan perlengkapan keamanan yang memadai, misalnya pelampung, kru profesional dan tim penyelamat.

Tidak usah muluk-muluk dengan kapal pesiar yang mewah. Cukup dengan boat kayu nan kuat dan cantik akan menjadi pesona tersendiri. Keren loh kalau bisa berfoto di atas perahu dengan latar Suramadu. Hehehe, foto-foto lagi...


pict : fotosearch.com

***
Itulah ide-ide percepatan pengembangan wisata Suramadu dari kacamata wisatawan. Dari sini diharapkan  Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura (disingkat BPWS) dapat merealisasikan keinginan wisatawan. BPWS adalah lembaga non struktural yang bertugas mengembangkan wilayah Surabaya Madura. BPWS berkedudukan di Surabaya. 

Untuk bisa menjaga kelangsungan pembangunan wisata di kawasan Suramadu, masyarakat perlu dilibatkan.
Datangnya wisatawan ke Suramadu bisa dipastikan akan menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.  Belajar dari masyarakat Bali dan masyarakat Jogya yang sadar bahwa hidupnya sangat diuntungkan dengan hadirnya wisatawan, Masyarakat Madura pun juga akan bisa termotivasi dengan hal yang sama. 

Hal -hal yang perlu ditumbuhkan dengan kesadaran adalah soal kebersihan, kerapihan dan keramahan. Sebagus apapun pemerintah membangun kawasan wisata, jika kesadaran tuan rumah belum tumbuh, maka tidak akan berkembang dan bertahan lama.

Sedangkan masyarakat di luar pulau Madura sangat bisa dan sangat mau tentunya untuk diajak mengkampanyekan ikon wisata negeri ini. Seperti halnya saya ini. Sebagai wisatawan dan juga blogger, dengan senang hati akan menceritakan Suramadu di Blog.  Blogger yang berkumpul dalam komunitas akan bisa berbuat lebih banyak. Misalnya Plat M, dengan semboyannya Menduniakan Madura. Saya yakin kekuatan blogger bisa menduniakan Suramadu sebagai tujuan wisata. 

8 komentar:

  1. mantap mak idenya buat suramadu... :)

    BalasHapus
  2. wow,keren bangettt idenya makk..mantaph nih,semoga pas pulang ke jawa bisa kesini,bagus bangettt^^
    sukses ya mak ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide2nya berdasar kebutuhan pribadi pas jaan2 :))

      Hapus
  3. pengen nyobain traviling melintasi suramadu...smog kesampaian , sukses mba kontesnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ke Suramadu yuk mba, trus upload di blog

      Hapus
  4. setuju....!
    mulai tahun 2014 ke depan trendnya itu adalah narsis :D
    jadi spot spot untuk selfie harus di perbanyak di semua tempat,
    tujuannya biar wisatawan punya banyak pilihan untuk berfoto :D

    keren bund tulisannya :)
    salam hoki

    BalasHapus
    Balasan
    1. selfie sudah jadi sifat genetis manusia hahaha

      Hapus