Selasa, 17 Februari 2015

Wisata Maksimal di Kota Bogor


Suatu malam, saya dan keluarga menikmati momen berkesan di Jungle Festival, Bogor. Anak-anak enggan melangkah pulang.  
"Nanti kita ke Jungle Fest lagi, Nak! Hingga larut malam, dan menginap di Hotel itu," kata saya sambil menunjuk hotel megah di seberang jalan, Padjadjaran Suite Resort & Hotel. 


****

Benar adanya seperti yang telah banyak ditulis di berbagai media dan blog bahwa Bogor memiliki "sejuta" tujuan wisata. Nyatanya, saya yang sudah 18 tahun tinggal di Bogor, belum kelar-kelar juga menyambangi semuanya. 

Apalagi satu dekade ini banyak tempat wisata baru berdiri, dari taman bermain keluarga, resort, wisata belanja dan wisata kuliner. Banyak banget. Begitupun dengan wisata alam yang sebenarnya memang sudah ada sejak lama tapi belum populer, kian ke sini semakin populer dengan bantuan media dan blogger.


Sisi lain wisata Bogor.

Sebagai penduduk Bogor, saya merasakan perubahan lalu lintas seiring berkembangnya wisata Bogor.  Membludaknya wisatawan yang datang ke Bogor tampaknya belum diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai.  Sabtu-minggu menjadi hari-hari penuh kemacetan hampir di semua jalan utama di kota Bogor.  Kemacetan bahkan telah terjadi berkilo-kilo meter sebelum memasuki gerbang tol Ciawi dan Bogor. Kemacetan sungguh menjadi faktor utama yang mengganggu kenyamanan wisata. 



Wisatawan harus menyiasatinya agar agenda wisata bisa berjalan maksimal.

Agar Wisata Bogor efektif dan maksimal :

  1. Tentukan tujuan wisata. Banyaknya tempat wisata di Bogor membuat pilihan kita leluasa.  Sebelum mengunjungi ke tempat tersebut, saya sarankan mencari informasi di internet, dari web Dinas Pariwisata Kota Bogor, web-web seputar wisata Bogor ataupun dari cerita-cerita blogger.  Saya pribadi lebih suka membaca cerita blogger karena lebih natural, detil dan apa adanya. Blogger Bogor telah banyak menulis tentang seluk-beluk wisata Bogor.
  2. Sesuaikan lamanya tinggal dengan tujuan wisata.  Ini terkait dengan kemacetan yang terjadi pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari, serta pada akhir pekan dan hari libur.  Mungkin anda ingin mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat, jika demikian sebaiknya pada hari kerja di siang hari dimana lalu lintas lebih lengang. Namun jika anda berkunjung pada akhir pekan dan hari libur, saya sarankan kurangi target tujuan wisata anda hanya dengan 1-2 tempat wisata. Bukan membatasi, justru pengurangan ini agar benar-benar maksimal menikmati sebuah tempat wisata.
  3. Mulai kunjungan dari tempat terdekat. Jika anda memiliki beberapa tujuan wisata dalam satu kali kedatangan, urutkan dari tempat terdekat dengan asal anda, dilanjutkan ke tempat berikutnya dan terakhir ke tempat terjauh. Kenapa demikian? Agar semangat anda dan keluarga tidak pupus dalam kelelahan menjangkau tempat yang jauh. Jika ternyata pada lokasi pertama dan kedua sudah lelah, setidaknya anda sudah berhasil menyambangi 2 lokasi.

  4. Perhatikan informasi lalu lintas. Saya biasanya memantau kondisi jalan dari twitter @PolresBogorKota.  Selain itu, setiap memasuki gerbang tol perhatikan display yang menginformasikan kondisi macet atau lancar. Saya juga mengandalkan aplikasi peta Waze yang mampu menunjukkan tingkat kepadatan jalan.

  5. Jangan ragu mencoba obyek wisata baru.  Bogor identik dengan Kebun Raya Bogor, Taman Safari dan Kawasan Puncak. Tapi sekarang sudah banyak sekali wisata baru yang sangat menarik. Di antaranya adalah wahana petualangan Jungleland di kawasan Sentul, The Jungle Waterboom dan Jungle Festival di kawasan bukit Nirwana Residence. Saya rekomendasikan untuk mencoba "Trio Jungle"ini. Cerita tentang Jungleland telah saya buat pada postingan sebelumnya di link ini.

  6. Wisata malam patut dicoba. Jika siang hari sangat padat, malam biasanya kepadatan jalan berkurang.  Wisata malam pun menjadi pilihan yang menarik. Untuk wisata malam ini saya menyarankan mencoba Jungle Festival (Junglefest) di kawasan Bukit Nirwana Residence. Saya punya kesan tersendiri tentang Junglefest. Sebulan lalu saya melalui malam bersama keluarga sepulang kerja di Junglefest. Cerita jalan-jalam malam di Junglefest bisa dilihat di link ini.  Suasana malam bertabur lampu-lampu taman yang indah.  Musik menggema syahdu mengiringi air mancur yang menari-nari. Kami makan malam di sana, lanjut melihat festival musik dan drama. Awesome !


  7. Pilih Hotel yang terbaik, lengkap dan dekat tempat wisata.  Bagus lagi kalau bisa di booking via telepon maupun online. Ini penting untuk memastikan anda tidak perlu mencari-cari hotel lagi saat tiba di Bogor. Waktu anda akan lebih efektif.

    Saya sarankan memilih hotel yang all in one. Artinya nyaman untuk ditinggali, dekat dengan beberapa tempat wisata sekaligus dan akses fasilitas umum mudah. Hotel yang memenuhi kriteria ini akan sangat membantu efisiensi waktu dan tenaga selama agenda wisata berjalan. 


    Sebuah hotel yang lokasinya di kaki Gunung Salak, daerah yang masih segar dan nyaman adalah Padjadjaran Suites Resort & Convention Hotel. Lokasinya tepat di depan Jungle Festival.  
    Setelah siang mengunjungi beberapa tempat wisata, malamnya kita bisa menikmati Jungle Fest hingga larut malam. Lalu tinggal menyeberang jalan kaki untuk kembali istirahat di hotel. Bahkan dari kamar hotel pun masih bisa melihat gemerlap lampu Jungle Festival yang indah.

    S
    epulang dari Jungle fest sebulan lalu, saya berjanji pada anak-anak akan membawa mereka menginap di Padjadjaran Suites Resort & Convention Hotel ini. Beneran, janji Insya Allah bisa. Pasalnya sudah larut malam anak-anak saya masih betah di Jungle Fest dan nggak mau pulang. Kalau menginap di Pajajaran Suite pasti lebih seru, dan paginya bisa lanjut jalan-jalan dan berenang di The Jungle Waterboom.  

    Kalau masih betah berlama-lama menikmati suasana kota Bogor, Hotel ini memberikan penawaran murah 2 malam bonus 1 malam. Suasana hotelnya juga nyaman serasa tinggal di rumah. Untuk melihat promo yang tengah berlangsung, klik situsnya saja ya.
  8. Wisata kuliner di Bogor wajib hukumnya.
    Bogor sudah heterogen dalam hal kuliner, tak hanya masakan Sunda. Selain tutug oncom, nasi timbel komplit, sayur asem dan asinan, masih ada lontong sayur Medan, (langganan saya di jalan Lodaya), ada Mie Aceh, Soto Banjar, Sop Durian, Baso Malang, dan banyak lagi. Tinggal searching di internet, atau mencari dari aplikasi Foursquare, berderet info kuliner yang menggiurkan akan anda dapatkan. Untuk membeli oleh-oleh, sebelum pulang anda bisa mampir ke Lapis Talas Bogor yang telah tersebar outletnya, atau membawa cake dari Dapur Pisang di Jalan Pajajaran. Roti Unyil, Macaroni Panggang ataupun Keripik Talas juga menjadi pilihan. 

Tak kalah penting, kalau ke Bogor wajib sedia payung. Bogor dikenal sebagai kota hujan, tapi itu dulu. Sekarang hujan sudah berkurang intensitasnya, dan cenderung mengikuti musim. Kadang malah cuaca Bogor cukup panas dan terik. Payung pun tetap diperlukan. 

Semakin banyak membaca literatur tentang Bogor, semakin maksimal agenda wisata di Bogor. Karena itu sering-sering cari informasi. Blogger-blogger Bogor akan terus memberikan sumbangsihnya untuk memajukan dan promosi wisata Bogor. 


Tulisan ini menjadi pemenang dalam Lomba Menulis Blog Wisata Bogor yang diselenggarakan Kelas Bogor.

9 komentar:

  1. Aku juga blm abis2 menjelajah Bogor, mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selain banyak lokasi wisata, macetnya bikin kemana-mana lambat

      Hapus
  2. Menarik banget ya wisata di Bogor.. dan baca tulisan ini jadi tahu lebih luas lagi..
    nice post, Mbak.. as always :))

    BalasHapus
  3. Aku blm pernah ke jungleland, baru wisata yg gratis2 aja :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama dong...ini ke Jungleland juga dari gratisan hehehe

      Hapus
  4. saya sih beneran terasing deh, gak pernah jalan jalan ke Bogor :(

    BalasHapus
  5. makasih info wisata bogornya jadi gampang jika mau santai diluar rumah..tks sudah berbagi infonya

    BalasHapus
  6. Artikel yang sangat menarik dan informatif sekali. Foto-fotonya juga mengundang orang untuk membaca. Tidak heran pencapaian/prestasinya segudang.

    Salam kenal dari sesama blogger Bogor Mbak.

    BalasHapus