Selasa, 01 Maret 2016

Aman di Daycare


Sudah 10 tahun saya jadi pelanggan Daycare alias tempat penitipan anak. 10 tahun itu adalah 6 tahun untuk si kakak, dan 5 tahun si adik. Tapi bukan perhitungan penjumlahan biasa lantas jadi 11 tahun totalnya, karena ada masa dimana 1 tahun kakak dan adik bersama-sama di Daycare. Lokasi daycare di dalam Kampus IPB, satu lokasi dengan kantor saya. 
Drama Daycare terjadi hampir pada setiap hari kerja. (Terus ada yang nyeletuk: salah sendiri pilih drama?) Hihihi, iya namanya drama di mana-mana ada saja ya, nggak cuma di Korea saja :p Untungnya sih hanya drama Daycare yang jadi cerita saya, Alhamdulillah..masih bisa diatasi dengan aman sentosa.



Banyak kelebihan anak tinggal di Daycare, antara lain belajar mandiri dan bersosialisasi. Sedangkan kekuatirannya juga banyak. Namanya jauh dari orangtua, pastilah ada hal-hal yang membuat kita bertanya, apakah dia di sana baik-baik saja?

Sejauh ini anak-anak saya aman dalam asuhan ibu-ibu guru yang baik dan lembut. Jujur, sikapnya lebih lembut daripada saya, selaku orangtua. Nah lho..

Apa saja sih kekuatiran orangtua saat anaknya di titip di Daycare dan bagaimana solusinya? Berdasar pengalaman saya, hal-hal yang harus mendapat perhatian lebih demi keamanan anak adalah: 

Aman dari perkelahian. 
Namanya juga anak-anak, seringkali berantem. Biasanya dalam satu kelompok anak ada yang jagoan. Di Daycare Asa juga ada. Bukan Asa lho, dia anak yang manis. Justru karena Asa sikapnya kalem dia beberapa kali dibentak oleh temannya. Asa mengadu pada saya. Kesal tentunya, tapi nggak gampang buat saya langsung memarahi balik temannya Asa itu. Jadi caranya, Asa yang harus banyak diberitahu. "Kalau ada temanmu yang nakal, kamu menjauh saja dan bermain dengan teman lain." kata saya. Iyalah sebagai ortu pasti was-was. Setiap hari saya cek ricek ke Asa, pancing agar dia mau bercerita. Misalnya, hari ini apakah temanmu baik semua? Kamu main apa aja? Biasanya kalau ada kejadian, Asa akan cerita dengan sendirinya. Idealnya rasio pengasuh Daycare maksimal 1:5 agar anak terawasi dengan baik. Seumpama sudah kejadian anak kita dibully sama temannya, wajib dong lapor sama Bu Guru / pihak Daycare. Agar Daycare juga bisa menyampaikan kepada orangtua si anak tersebut.

Aman dari insiden permainan.

Sarana bermain anak sebaiknya aman. Tapi tidak selalu disadari bahwa ada alat bermain yang tidak aman. Anak yang belum mandiri tidak boleh main ayunan, perosotan atau panjat besi tanpa pengawasan. Ingatkan anak memilih mainan yang tepat. Ingatkan pengasuh untuk mengawasi Terkesan protektif ya? mungkin. karena saya berpikir kalau sebuah insiden terjadi kita akan menyesal. jadi kenapa tidak dilindungi? Lagi-lagi perlu peran pengasuh Daycare dalam mengawasi anak. Dan memang itulah tugasnya. Sebagai orangtua kita juga bisa membantu mengawasi bagian-bagian tidak aman yang mungkin terlewat dari perhatian. Misalnya, mainan yang tidak bersih, mainan yang tajam, ayunan yang mulai berkarat, dan lain-lain.

Aman dari wabah penyakit.

Resiko menitipkan anak di Daycare adalah tertularnya wabah penyakit anak. Kalau satu sudah kena, bisanya menular dan merembet. Sejauh ini sih penyakit anak-anak tidak sampai membahayakan jiwa, paling umum batuk pilek, cacar air, kutuan.Hiiiii....! Yang cukup berat kalau ada wabah diare atau typhus. Sedangkan demam berdarah umumnya berasal dari lingkungan rumah. Walaupun tidak menutup kemungkinan anak terkena juga di Daycare.

Aturan Daycare melarang anak yang telah bergejala sakit untuk datang ke Daycare. Terkesan tega ya, tapi ini terbaik untuk semua. Agar penularan dapat dicegah. Tapi seringkali gejala muncul saat penyakit sudah lebih dari seminggu bersarang di tubuh anak. Penularanpun sulit dihindari. Apalagi sekarang ini kuman penyakit berevolusi lebih kuat, ditandai dengan munculnya penyakit-penyakit baru. 

Usaha pencegahan sedini mungkin adalah dengan sanitasi lingkungan dan pembiasaan berlaku higienis pada anak. Misalnya menutup mulut saat batuk dan bersin, mencuci tangan setelah bermain, tidak berbagi gelas dan sendok, dan sebelum makan, mandi minimal 2x sehari. Daycare sudah mengantisipasi hal tersebut. Untuk meyakinkan lagi, saya membawakan Asa sabun keluarga Lifebuoy Clini-shield10 dalam tasnya. Enteng bawanya, karena dalam bentuknya sabun shower gel sehingga tidak seberat sabun cair. Dan tidak kuatir tumpah di tas. Penggunaannya cukup satu tetes, dikasih air dan busa akan melimpah. Saya wanti-wanti Asa untuk mencuci tangan secara mandiri dengan sabun anti kuman Lifebuoy Clini-shield10 setelah bermain dan sebelum makan, tidak perlu menunggu dibantu oleh pengasuh Daycare. Ya, selain biar Asa belajar mandiri, juga membantu pekerjaan pengasuh Daycare yang seabreg.



#CukupSatuTetes 

Bukan berarti di Daycare anak sering sakit ya, bukaaaan... Di rumahpun anak bisa sakit. Tergantung kemauan masing-masing kita untuk menjaga kebersihan. Iya kan? Malah di Daycare anak belajar menjaga kesehatan dan disiplin. Nyatanya Asa jarang sakit kok. Alhamdulillah... 

Aman dari paparan acara TV yang tidak mendidik. 

Daycare yang baik tidak memutar TV pada saat ada anak-anak. Paling banter memutar video edukasi di sore hari saat anak sudah mandi dan menunggu dijemput pulang. TV di Indonesia belum ramah anak, jadi mendingan tidak usah menonton TV. Nah, kalau di Daycare sudah aman dari TV, bagaimana setibanya di rumah? Lanjutkan tidak menonton TV ah, mendingan main.

Aman dari prasarana bangunan
Apakah saya termasuk paranoid jika memperhatikan tepi jendela ruang yang tajam, keset kamar mandi yang basah, lantai yang licin, colokan listrik, permainan yang berserak dan berpotensi membuat anak tersandung? Apakah anak suka bermain dapur? Apakah anak suka sembunyi di sudut Daycare dan diam saat dipanggil? Sebelum ada kejadian tidak menyenangkan, hal-hal yang berpotensi mengancam keamanan anak harus disampaikan pada bu guru Daycare. Kepada Asa, saya sampaikan hal-hal yang perlu diperhatikannya. Dia masih 5 tahun, tapi bisa kok dibilangi tentang kehati-hatian.

Tulisan ini tidak bermaksud menakut-nakuti, melainkan untuk berbagi tips bagaimana mengatasi problema di Daycare. Di manapun kita harus berhati-hati. Bukan berarti Daycare tidak aman. Saya sendiri sebagai orangtua sering sembrono juga kok di rumah. Daycare-nya Asa jauh lebih aman daripada saya tinggalkan dia di rumah dengan asisten. Ini soal kepercayaan saja, saya lebih percaya pada Daycare.

12 komentar:

  1. Wah seru ya udah dpt daycare yg cucok buat anak2 mba.
    Mmg anak2 jd dituntut lebih mandiri ya ketimbang di rumah n ada yg "nemenin"

    BalasHapus
  2. baru tahu kalau mbak arin pakai jasa daycare. Ade iparku juga pakai jasa ini mbak. MEmang harus lebih detail ya peraturan yg ada di daycare jagan sampai anak kita asal dititipkan saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi..iya ya..padahal sering aku cerita soal daycare ini

      Hapus
  3. ini daycare masih agak jauh dari kantor, harus masuk kampus dulu tapi suka sama lingkungan sekitarnya yg jauh dari jalan raya

    BalasHapus
  4. Asa dan Cinta ...anak-anak Day care ya mbak. Tapi emang Day care solusi jitu buat ibu bekerja yaa

    BalasHapus
  5. ini produk baru ya Sabunnya Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baru banget..cobain deh..enak. Ada juga yg hijau rasanya mentol

      Hapus
  6. pernah mengikutkan anak ke daycare tapi nangis terus...jadinya nggak bertahan deh di day care

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seminggu pertama kebanyakan anak menangis saat ditinggal ortunya. Wajar sih. Setelah itu terlalui, tinggal asyiknya :))

      Hapus