Kamis, 21 April 2016

Langkah Kecil di Hari Bumi


"Kemana kita hari ini, Ma?"
"Main yuk ke Kebun Raya Bogor"
Dan langkah kecilpun dimulai.
Sebenarnya jalan-jalan ke Kebun Raya Bogor ini dalam rangka survei lokasi untuk fieldtrip tamu-tamu dari Eropa dan Asia, bulan depan. Saya harus melihat rute, ketentuan masuk KBR, mau lihat apa di sana, sekaligus reservasi tempat makan siang. Hari itu, kami masuk dari pintu depan Hotel Amaris di jalan Padjajaran. Kami berjalan kaki menyusuri jalan dengan deretan bunga Heliconia dan pepohonan. Matahari cerah dan awan biru. Pemandangan yang sempurna.

Kebun Raya Bogor adalah pilihan tepat rekreasi outdoor untuk mengalihkan kebiasaan ke mall. Di samping kesempatan untuk memperkenalkan keanekaragaman tumbuhan dalam wujud "hutan kecil".  Anak-anak akan belajar pentingnya keanekaragaman hayati dan konservasi tumbuhan untuk menjaga udara tetap segar dan air tetap melimpah. 



Mengenal Kebun Raya Bogor.

Adalah Prof. Caspar George Carl Reinwardt, tahun 1816 diangkat oleh pemerintah Belanda menjadi Direktur Pertanian, Seni, dan Pendidikan untuk Pulau Jawa. Reinwardt melakukan riset dalam bidang ilmu tumbuh-tumbuhan, dan mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di sekitar halaman Istana Bogor. Gubernur yang menjabat saat itu adalah Letnan-Gubernur Thomas Stamford Raffles. Dengan bantuan seorang ahli botani William Kent, lahan yang awalnya merupakan halaman Istana Bogor dikembangkan menjadi sebuah kebun yang cantik. Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya yang sekarang.

Kebun Raya Bogor berkembang dari yang semula sebagai kebun percobaan bagi tanaman perkebunan yang akan diperkenalkan di Hindia Belanda, kemudian mengawali perkembangan ilmu pengetahuan di Indonesia bidang botani. Dari sini lahir beberapa institusi ilmu pengetahuan lain, seperti Bibliotheca Bogoriensis (1842), Herbarium Bogoriense (1844), Kebun Raya Cibodas (1860), Laboratorium Treub (1884), dan Museum dan Laboratorium Zoologi (1894.

Berjalan dengan visi "Menjadi salah satu Kebun Raya terbaik di dunia dalam bidang konservasi dan penelitian tumbuhan tropika, pendidikan lingkungan dan pariwisata", Kebun Raya Bogor seluas sekitar 47 hektar ini kini menjadi paru-paru kota Bogor, sekaligus tempat wisata edukatif dan konservatif. Koleksi botani di Kebun Raya Bogor saat ini adalah  sekitar 218 family, 1227 genus, 3.301 spesies dan 13.061 spesimen


Setibanya langkah kami di hamparan rumput yang luas, mulai terlihat ramainya orang berpiknik. Banyak kelompok-kelompok gathering dan reuni. Sekelompok gadis-gadis berpanas-panas di hamparan rumput. Mereka asyik berfoto dengan latar kolam teratai dan rumpunan pepohonan di kejauhan.
"Ayah, boleh ya menginjak rumput?"
"Tergantung jenis rumputnya, Nak. Yang ada di hamparan itu jenis rumput Teki, yang relatif tahan diinjak-injak"
"Oh, pantes tetap kelihatan hijau"


Yuhuu, ada air mancur dan kolam teratai di tengah Kebun Raya Bogor. Anak-anak betah berada di sekitaran kolam. Tentu saja, di sekitaran kolam udara terasa lebih sejuk. 

Teratai nan cantik mekar di tengah kolam. Capung-capung beterbangan di sekitar kolam. Capung adalah simbol ekosistem air yang terjaga. 

Ada beberapa perairan di wilayah Kebun Raya Bogor.  
"Kamu tahu tidak manfaat air?"
"Buat minum manusia dan hewan"
"Betul, ada lagi?"
"Buat menyiram tanaman. Tanaman kan butuh minum juga"
"Pintar, ada lagi?"
"Hm, apa ya?"

Selain untuk sumber cairan makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, air sangat menunjang kehidupan di bumi ini. Air hujan yang tersimpan dalam tanah menjadi sumber air tanah, adalah stock jangka panjang untuk kehidupan. Air membuat tumbuhan hidup, sehingga mampu menyediakan kebutuhan makanan untuk manusia dan hewan. 

"Kita harus menjaga kebersihan air dan menghemat air, Nak"
"Aku tahu, caranya dengan tidak membuang sampah ke sungai kan?"
"Kalau hemat air, tahu caranya nggak?"
"Eng..apa ya..dengan tidak sering-sering mandi!"
Hahahaha...celetukan yang membuat semua tertawa.

"Boleh dong mandi, agar badan bersih dan sehat. Tapi mandinya pakai shower, agar tidak banyak menggunakan air. Air bekas mandi dan mencuci bisa dialirkan ke taman untuk menyiram tanaman"

Jika tanaman subur, dampak positif akan dirasakan.  Tumbuhan juga membuat udara sejuk karena di siang hari mampu mengubah karbon dioksida menjadi oksigen.

"Apa itu karbon dioksida dan oksigen?"
"Karbon dioksida adalah udara sisa pembakaran misalnya asap, sedangkan oksigen adalah udara segar yang dihirup manusia dan hewan"

Hm, agak susah ya menjelaskan dengan bahasa yang bisa dimengerti anak-anak.




Langkah-langkah kecil membawa kami semakin ke dalam Kebun Raya Bogor, di mana kawasan pohon besar dan tua berada. 

"Waaaah, besar dan tinggi sekali pohonnya."
"Iya, itu umurnya udah ratusan tahun. Semakin tua semakin besar pohonnya"

Kami mendekati dua pohon besar yang di bawahnya ada bangku taman. Sepertinya memang disediakan untuk pengunjung Kebun Raya Berfoto.

Tapi sayang, sayaaaang banget, banyak goresan di batang pohon. Dan jika dilihat lebih dekat, banyak coretan di bangku batu itu. Aduuuh, parah banget ya. Saya tidak mengerti apa yang ada dipikiran mereka yang mencoret-coret. Eksis untuk kepentingan pribadi, alih-alih membawa manfaat, malah merusak keindahan dan merusak kelestarian pohon.

"Nggak boleh ya coret-coret pohon, bangku, batu atau apapun di tempat wisata," kata saya dengan nada geram, entah kepada siapa. Anak-anak pun tahu, mencorat-coret adalah perbuatan buruk yang memalukan.

Kebun Raya Bogor ini melestarikan spesies pohon yang sudah tua dan langka. Tahukah kamu, sudah banyak hutan heterogen di Indonesia yang beralih menjadi hutan homogen, misalnya hutan karet, damar, jati dll. Akibatnya apa? Ekosistem tumbuhan dan hewan terganggu. Keseimbanhan alam terusik. Akibatnya, banyak spesies tanaman dan hewan yang lambat laun punah.





Dari kawasan pepohonan, kami melangkah ke Botani shop. Di sana terdapat display aneka bibit tanaman.  Tak jauh dari situ ada museum zoologi, tempat koleksi hewan yang diawetkan. Manfaatnya agar anak-anak sekolah bisa belajar dari koleksi di sana.

Di tengah jalan terlihat sekelompok anak-anak Pamuka tengah beristirahat. Tampaknya mereka baru saja keliling Kebun Raya Bogor untuk belajar tentang tumbuhan.

"Coba tebak, Nak, nanti sampah makanan mereka dibuang pada tempatnya nggak?"

"Nggak tau deh Ma, kalau ibu-ibu yang di sana tadi nyampah. Jorok deh"

Suasana hening sejenak.

"Kalau anak sekolah pada mengerti menjaga kebersihan, kan sudah diajari di sekolah, Ma"
"Iya betul Nak, buang sampah pada tempatnya termasuk cara kita mencintai bumi." 
Tuh, kan..malu sama anak sekolah kalau masih buang sampah sembarangan.





Lelah kaki ini melangkah. Kami kembali ke Grand Garden Cafe, mendekati pintu semula kami masuk. Sambil minum Es Teh Manis, kami melanjutkan obrolan dengan anak-anak. Sambil saya ingatkan bahwa Hari Bumi pada 22 April akan segera tiba. Kepada anak-anak perlu dikenalkan cara-cara sederhana tentang mencintai bumi. Kami banyak belajar hari ini. Bersama langkah-langkah kecil anak-anak, mereka jadi tahu tentang manfaat pohon, manfaat air, manfaat udara segar, mengapa tidak boleh merusak coret-coret, mengapa tidak boleh buang sampah sembarangan.

Sebuah langkah kecil di Hari Bumi. Walaupun kecil tapi jangan surut. Dan bukan hanya pada hari ini saja Bumi harus dijaga.  Karena sesuatu yang besar bermula dari yang kecil, dilakukan secara konsisten dan terus menerus.

Menjelang sore, kami pulang. Anak-anak belum puas dan masih ingin ke Kebun Raya lagi. Bagaimana kalau minggu 24 April 2016? Akan ada peringatan Hari Bumi di sana.


Ikuti Persiapan Aksi Cinta Bumi (23-24 April 2016). Info lengkap di http://www.krbogor.lipi.go.id/

Facebook : Kebun Raya Bogor-LIPI
Twitter : @KR_Bogor_LIPI
Instagram : bogor_botanic_gardens

Ada beberapa rangkaian acara menarik.

1. Penanaman bersama Tarakanita

Dilaksanakan hari Sabtu, 23 April 2016

Penanaman sejumlah 300 pohon di Ecopark, CSC-Cibinong

2. Tenda Seni. Dilaksanakan hari Minggu, 24 April 2016. Kegiatan yang akan dilaksanakan disini : lomba mewarnai, lomba menggambar, lomba sketsa, lomba ilustrasi botani.

3. Lomba blog, Tema : “Hari Bumi Kebun Raya Bogor”

4. Selfie with tree.

Salam lestari.
#HariBumi2016
#BogorBotanicGardens
#22April

***
Tulisan ini menjadi Juara 1 Lomba Blog Hari Bumi- Kebun Raya Bogor


15 komentar:

  1. Yeyyy kebun raya...tempat melepas galau kuliah hahaa

    BalasHapus
  2. Pengen ngajakin Marwah liburan kesana ah, asri ya dan sepertinya udaranya sejuk

    BalasHapus
  3. Paling senang kalau ke kebun raya bogor. adem :)

    BalasHapus
  4. Wah teratainya... cantik banget. Museum zoologi tu masuknya dari kebun raya-kah? Liburan ajak Hana kesana ah

    BalasHapus
  5. Salam lestari, jd pengin selfie with tree :)

    BalasHapus
  6. wah kangen nih sama kebun raya, penuh kenangan. Oha ya itu yang coret2 memang nyebelin ya, suka gemes gitu

    BalasHapus
  7. Pengen. Belum pernah kesana T.T

    BalasHapus
  8. "buang sampah pada tempatnya termasuk cara kita mencintai bumi"

    sepakat banget sama kalimat Mba Arin ini :)

    BalasHapus
  9. belum kesampean aja mau nagajak anak-anak ke KRB, padahal aku juga udah lama gak ke sana nih

    BalasHapus
  10. saya belum pernah sampai sana... jauh sih... mudah2an suatu saat nanti disempatkan melihat langsung kebun raya bogor

    BalasHapus
  11. Melangkah, memungut ilmu ya mba, di hamparan rumput Kebun Raya

    BalasHapus
  12. wah kapan lagi ya ke kebun raya...jauh...

    BalasHapus
  13. Suka deh sama foto-fotonya .. anyway jadi pengen ke kebun raya Bogor .. entah sudah berapa lama cuma lewat doang tapi gak masuk ke sana

    BalasHapus
  14. Saya pun tidak pernah bosan ke Kebun Raya Bogor. Hanya malasnya kalau kena macet menuju sini :)

    BalasHapus
  15. Jadi pengen ke Kebun Raya Bogor lagi neh mbak, kebetulan anak bungsu belum pernah dibawa kesini

    BalasHapus