Minggu, 05 Juni 2016

Perpisahan Sekolah Agriananda


Asalamualaikum Wr Wb.
11 tahun yang lalu, saya panik ketika pengasuh anak saya memilih pulang kampung, sementara saya harus kembali bekerja. Bertepatan dengan saat itu, Tuhan menurunkan pertolongan, yaitu dengan mengenalkan saya pada Daycare Agriananda. Saat itu putri pertama saya masih berusia 3 bulan. Bu Ita adalah pengasuh utamanya di Agriananda, dan kemudian kami sebut sebagai sekolah, walaupun saat itu belum usia sekolah.


Anak kedua saya, Asaku Mulia, (TK B2) juga mengikuti jejak kakaknya. Asa mulai saya titipkan di Agriananda sejak usia 1 tahun, dengan pengasuh utama Bu Ucha. 


11 tahun berpartner dengan Agriananda memberi kesempatan kepada saya mrlihat dinamika. Dari masa Agrianada hanya terdiri dari 20 anak, hingga saat ini lebih dari 90 anak. 

Agriananda adalah pilihan terbaik bagi saya. Anak-anak berada pada pengasuhan yang aman dan penuh kasih sayang. Ada duka, namun lebih banyak keceriaan. Ada perbedaan pendapat, yang kami sadari akhirnya bahwa perbedaan itu memperkaya silaturahmi. Secara umum, anak-anak begitu nyaman. Agriananda sudah menjadi rumah kedua bagi mereka.

Di sinilah putri saya melangkahkan kakinya pertama kali, bisa gosok gigi sendiri dan naik sepeda. Di sinilah putra saya bisa menghapalkan doa sebelum tidur dan mengulangnya di rumah. Kedekatan putri dan putra saya pada ibu guru dan para pengasuh, terutama kepada Bu Ita dan Bu Ucha tidak sedikitpun membuat saya iri. Saya justru bersyukur, Tuhan mengirimkan mereka sebagai ibu kedua bagi anak-anak saya. Terimakasih kepada para ibu guru dan pengasuh Agriananda, yang telah memberikan kekayaan ilmu dan melengkapi pembentukan karakter anak-anak saya sejak usia awal kehidupan mereka. 

Hari ini, saya tidak ingin menyampaikan salam perpisahan. Mewakili kedua putra putri saya, serta mewakili putra-putri TK B Agriananda, "hanya" mohon doa restu untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. 

Mohon Agriananda tetap membuka pintu bagi kami, manakala kami rindu dan ingin bersilaturahmi. Karena kami adalah anak-anak Agrinanda, dan kita adalah keluarga. Karena Agriananda telah menjadi rumah kedua bagi kami.

Wassalamualaikum wr wb.


(Bogor 5 Juni 2016, speech perwakilan wali murid, edisi kedua kisah Usia Enam)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar