Jumat, 15 Juli 2016

1001 Manfaat Kamera Ponsel Sehari-hari


"Saya terima nikahnya, Murtiyarini binti Mukasir dengan mas kawin sebuah kamera dibayar tunai." Ehm, itu memori 12 tahun lalu. 

Istri macam apa ini, kok minta mas kawinnya kamera? Untungnya suami saya nggak berpikir kalau saya matre. Beliau tahu hobi saya foto-foto segala rupa. Dulu foto-foto yang saya ambil kebanyakan adalah momen kumpul-kumpul teman-teman atau saat rekreasi ke suatu tempat. Nunggu ada acara khusus baru foto-foto. Maklum, kamera segede gaban bikin malas nenteng kemana-mana. Apalagi cuma bisa maksimal 36 kali jepret dan film akan habis. Eaaa..

Jika dulu dikatakan bahwa pencatat sejarah adalah tulisan, menurut saya foto mampu bercerita lebih dari tulisan. Foto bisa merekam gambar, peristiwa, ekspresi, gesture, latar belakang, apapun yang tertangkap dalam gambar, termasuk mampu mereka tulisan juga. Sekali dayung, ribuan pulau terlampaui.

Begitu mengenal ponsel berkamera, perlahan kamera analog maupun digital mulai saya tinggalkan. Apalagi sekarang telah diperbarui dengan adanya kamera ponsel. Fungsi kamera dan fungsi ponsel telah setara sama pentingnya.  Istilah Kamera Ponsel mulai menggantikan  istilah Ponsel Berkamera. Dengan kata lain, fitur kamera dalam sebuah ponsel bukan lagi fitur sampingan, melainkan fitur utama.

Dalam praktiknya, kamera ponsel lebih banyak menghasilkan foto-foto dibandingkan kamera analog maupun kamera digital. Alasannya karena kamera ponsel sudah pasti dibawa kemana-mana, mudah dan cepat digunakan. Kamera ponsel juga multi purpose. Foto-foto bukan hanya soal seni fotografi untuk menyenangkan mata, foto spontan hingga foto asal jepret pun membawa makna lebih bagi penggunanya.

Nah, bicara soal kegunaan, saya bilang ada 1001 manfaat kamera ponsel sehari-hari. Agak lebay ya kalau disebut 1001, memang saya belum sampai segitu hitungannya. Tapi bisa saya katakan manfaat kamera ponsel dalam praktik sehari-hari sangat banyak. Ya udah yuk, saya coba ceritakan satu persatu dari sebagian kecil foto koleksi dari kamera ponsel saya.

Gambar 1 : Saya ambil sekitar 3 tahun lalu. Terlihat adalah gambar pembangungan jalan tol di Bogor. Saya kira hanya 2 orang diantara ribuan orang yang melintas dibawahnya yang mempunyai foto No 1 itu, yaitu saya dan pihak kontraktor.  Buat saya pribadi, manfaat foto itu adalah sebagai pengingat perjuangan saya ke kantor setiap hari menyaksikan pembangunan jalan tol selama sekitar satu tahun. Dampaknya pembangunan itu adalah kemacetan luar biasa di kawasan yang sedang dibangun, sehingga jarak tempuh 12 km dari rumah ke kantor dan sebaliknya harus saya tempuh selama 1-2 jam. Gilak!

Gambar 2 : Seorang bapak sedang mengayuh sepeda sambil membawa kayu yang telah dikumpulkannya, entah dari mana beliau mengumpulkan kayu itu. Saya memotretnya di alun-alun Trenggalek. Dugaan saya kayu itu untuk  bahan bakar di rumahnya agar sang istri bisa memasak. Kayu yang jika dikonversi ke dalam rupiah nilainya tak seberapa, tetapi bapak itu membawanya penuh cinta untuk sang istri. Apalagi yang harus saya deskripsikan dari perasaan saya saat melihat foto itu? Pastinya foto itu membuat saya kagum pada sosok bapak itu dan merasa saya nggak sehebat beliau.

Gambar 3 : Foto yang baru saya ambil minggu lalu saat mudik ke Medan. Seorang anak tidur dalam keranjang Becak Motor yang melaju. Spechless saya melihatnya, karena paranoid, merasa kondisi tersebut membahayakan si anak. Tapi ya saya hanya mampu memotretnya dan menjadikannya bahasan sepanjang perjalanan dengan suami saya. Ya, itulah salah satu potret sosial yang bisa saya lihat. Toh nyatanya sang bapak terlihat tenang mengemudikan becak motor, dan sang anak sangat nyenyak dalam buaian angin saat becak motor melaju.

Gambar 4. Marsha. Selalu saya temui setiap hari saat melintasi lampu merah di dekat rumah. Selalu juga jadi bahasan saya dan keluarga. Di Bogor ini sudah kayak disneyland aja ya, ada Marsha, ada Mickey Mouse, ada Winny the Pooh di jalan. Satu lagi bentuk potret masyarakat, dimana gelandanggan berbalut hiburan. Lagi-lagi saya tak bisa berkomentar banyak. Saya hanya berharap semoga esok hari kehidupan mereka lebih baik. Ya, kita tidak tahu perasaan di balik wajah Marsha dan latar belakang hadirnya Marsha di perempatan ini. Saya cuma bisa menebak satu hal, sepertinya sosok dibalik Marsha adalah seorang bapak.

Gambar 5 dan 6. Dua foto yang saya ambil dalam waktu dan lokasi berbeda. Keduanya di kota Bogor. Tapi ada satu kesamaan dari kedua foto tersebut. Yaitu adanya pelanggaran. Foto 5 adalah bentuk vandalism yang parah dan foto 6 adalah anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor. Pertanyaan saya kemudian, apakah orangtuanya tahu? Foto itu saya tunjukkan kepada anak-anak saya sebagai contoh tidak baik yang harus dihindari.


Gambar 7-12 adalah contoh-contoh fungsi foto sebagai pencatat. 
Gambar 7 adalah foto bahan presentasi dari sebuah seminar yang saya ikuti. Karena tidak cukup waktu untuk mencatat, sebagai cara praktis adalah memotretnya dengan kamera ponsel. 
Gambar 8 adalah catatan harga makanan yang saya beli di salah satu warung di Surabaya. Hanya ingin mencatat dan membandingkan dengan harga makanan di Jabodetabek saja. Sekedar membuktikan bahwa di Jawa Timur biaya hidup lebih murah daripada di Jabodetabek.
Gambar 9 adalah informasi nomor telepon penting yang saya foto dari papan pengumuman di kampus. Lagi-lagi fungsinya untuk catatan penting, sebelum saya pindahkan nomor-nomornya ke kontak telepon.
Gambar 10 adalah foto tulisan di amplop gaji untuk asisten rumah tangga saya. Saya tulis di amplopnya sebagai catatan untuk si bibi. Dan untuk menghemat waktu dan menghemat kertas kuitansi, saya foto saja amplopnya untuk pengingat buat saya sendiri. 
Gambar 11 adalah foto tempat parkir dimana mobil saya parkir. Seringkali kami lupa lokasi mobil diparkir saat ke sebuah mal atau gedung yang luas dan banyak lantainya. Memotret posisi mobil seperti itu membuat kami lebih mudah menemukan mobil, atau setidaknya sebagai pengingat dan mudah jika mau bertanya ke satpam.
Gambar 12 adalah foto supir taxi yang pernah saya tumpangi. Biasanya setelah mendapatkan foto ini saya kirimkan ke suami sekedar pemberitahuan dan berjaga-jaga. Agar jika diperlukan kami bisa mengingat nomor ID, nama dan foto supirnya. 

Gambar 13, 14 dan 16 adalah foto pohon kapuk, jeruk berukuran kecil dan sarang tawon. Terus terang saya tidak tahu nama jeruk itu. Hehehe. Dan adakah yang geli melihat foto lubang-lubang seperti itu? Ups, maaf ya. Ketiga foto ini saya ambil untuk saya tunjukkan kepada anak-anak saya. Ya agar mereka tahu aneka keragaman hayati yang ada di sekitar kita. Kedua foto ini hanya contoh dari banyak foto tumbuhan dan hewan yang saya ambil.

Gambar 17 lagi-lagi adalah foto pencatat nomor penting. Spontan saja saya memotretnya ketika melintas di minimart dekat rumah. Penting lho buat ibu sok sibuk macam saya ini mencatat nomor-nomor delivery order. 

Gambar 15 adalah gambar aneka jenis ubin di toko bangunan. Dan gambar 18 adalah gambar aneka jenis kue kering di toko kue, tentu saja. Tujuan saya memotret foto ini adalah untuk mengingat jenis, pilihan dan harga dari barang-barang yang sedang jadi incaran. Sebelum memutuskan membeli yang mana, foto tersebut saya tunjukkan ke suami atau ke rekan kerja untuk bahan diskusi.


Gambar 19 adalah acara seminar yang mana saya berperan sebagai panitia. Maksud memotret kali ini lebih dari sekedar mencatat momen, melainkan untuk laporan kerja dan publikasi kegiatan. 

Gambar 20 adalah foto deretan buku di toko buku. Ssst, salah satunya adalah buku karya saya. Itu lho yang judulnya Mommylicious. Foto ini untuk bukti bahwa buku saya pernah mejeng di toko buku. Foto diambil 2 tahun lalu, sekarang bukunya sudah tidak beredar di toko. Tapi kalau mau pesen sama saya masih ada kok. 

Gambar 21 adalah foto kedua orang tua saya (Almarhum). Foto ini saya ambil setelah pemakaman ibu, menyusul bapak yang telah mendahului. Foto ini selain untuk mengenang wajah kedua malaikat saya, juga untuk mengenalkan kepada anak-anak saya bagaimana wajah mbah kung dan mbah uti yang belum sempat mereka kenal. Selain kedua orang tua, saya juga selalu memotret saudara saat bertemu. Tujuannya sama, untuk dikenalkan pada anak-anak agar mereka mengenal wajah saudarnya walau jarang atau belum pernah bertemu sekalipun.

Gambar 22 adalah foto suami dan Cinta, putri saya. Foto iseng sih, buat menunjukkan bahwa mereka berdua mirip. Hahaha.. 

Gambar 23 adalah contoh foto untuk urusan kerja. Sebagai orang bijak, saya rajin bayar pajak dan telah punya NPWP. Setiap pekerjaan yang menghasilkan, pasti ditanya scan NPWP. Saya tinggal kirim fotonya aja, nggak usah repot-repot scan.

Gambar 24 adalah foto struktur organisasi mahasiswa. Sebagai pencatat juga, sewaktu-waktu diperlukan dalam urusan kerja dan organisasi.

Gambar 25 sengaja saya pasang ukuran besar. Biar jelas dilihat sama mbak Uniek. Itu adalah foto larva. Perhatikan teksturnya. Empuk, gendut, menggemaskan. Foto  Larva ini adalah simbol sebuah proses metamorfosa. Sesuatu yang semula dianggap "menggemaskan" (baca : menjijikkan) setelah bermetamorfosa bisa menjadi kupu-kupu yang indah. 


Gambar 26 terpaksa saya sensor. Tadinya mau saya pasang foto luka di kaki akibat bentol dan bernanah. Ihh..jijik kan? Makanya saya sensor. Saya memotret luka itu dan mengirimkan gejalanya kepada keponakan saya yang seorang dokter. Jadi sang dokter bisa mengambil diagnosa awal dari foto dan meresepkan salep sebagai pertolongan bertama. Alhamdulillah sembuh.


Gambar 27 adalah foto saya dong. Simpel saja, untuk dilihat-lihat lagi pas lagi nganggur. Kadang ditunjukkin ke anak dan suami, sambil bilang : Mama cantik kaaaan? Iya kaaan?

Gambar 28 adalah foto perpisahan TK anak keduaku. Dia yang paling tinggi tuh. Foto ini menjadi catatan tumbuh kembang anak. Sekaligus sebagai pengingat kelak dia dewasa.

Gambar 29 adalah foto kedua anak-anak saya. Ini foto favorit saya. Foto ini terasaaaa banget banyak cinta terpancar di dalamnya.

Waah, sudah 29 aja.  Sudah ya , kalau dilanjutin nggak habis-habis. Udah aja sekarang ini kamera ponsel menggantikan posisi dompet kemanapun kita pergi.

Tulisan ini untuk ikut dalam Giveaway Aku dan Kamera Ponsel by uniekkaswarganti.com

35 komentar:

  1. banyak momen yg bicara lewat foto ya mba...

    BalasHapus
  2. saya juga suka foto yang ke-29 Mba Arin, tatapan Cinta pada Asa menunjukkan kalo dia sayang banget sama adiknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu foto semasa adiknya masih kalem..kakaknya sayang. Pas udah adiknya besar kakaknya geregetaaaan wkwkwk

      Hapus
  3. Hebat,mbak Arin. Nggak sia-sia dulu minta mahar kamera. Ya, dengan mengabadikan sesuatu di luar sana lewat foto, mbak bisa berbagi 1001 cerita kepada keluarga khususnya anak.

    Baca keterangan gambar nomor 2 dan 3 bikin saya sontak berkaca-kaca. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamera mahar sendiri sekarang udah dimuseumkan karena masih pake film

      Hapus
  4. Foto-foto Mbak Arin, saya nikmati dan baca keterangannya sambil diresapi. Semua ada makna di dalamnya. Etapiii...begitu lihat foto yang ke-25, bulu kuduk saya langsung merinding...hiiiiii....geli mbak!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Naaah no 25 kudu lihaaat..lihaaat..hahaha

      Hapus
  5. Sebuah foto bisa bicara tentang banyak hal ya mba.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap. Kadang apa yg dilihat dan dipikirkan oleh sang fotografer beda dg yg dipikirkan orang lain

      Hapus
  6. wah... bener2 pengoleksi poto2 nih mbak Arin....
    suka bnget sma poto2nya mba :D
    punya makna2 trsendiri :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bangeeet...foto di smartphoneku ada 6000 an file. Yang di external harddisk udah jutaaan kaliii

      Hapus
  7. Kok gak ada fotoku mbak? Kabuur...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkwk..bumil nanti foto ya sama debay

      Hapus
  8. Ckckck, kamera ponsel bener2 bermanfaat buat mbak ya, capture momen everywhere. Btw...good luck ya mbak...

    BalasHapus
  9. wuaa puas banget liat foto2nya mba Arin. Btw, mudiknya ke Medan, tohh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa.. jadi pemudik Medan sejak 13 th lalu

      Hapus
  10. Waaaaaahhh aku ga sadar kalo kamera ponsel manfaatnya bisa segini banyak yaaaa. Hihiii. Kreatif maaak, semoga menang ya Maaaak :D

    BalasHapus
  11. Karena itu emang "segala2nya" di era seperti ini ya mbak.

    Btw, gudlak yaaa, insha Allah rezekiii :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi. Lagu Ruth sahanaya aku SMP dulu itu cocoknya ditujukan buat kamera ponsel

      Hapus
  12. Senang banget baca tulisan ini sampai gak kerasa sdh habis aja ...

    BalasHapus
  13. Kamera handphone memang bener2 bermanfaat untuk mengabadikan moment dalam kehidupan sehari - hari ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena handphone sendiri udah jadi pegangan nomor 1 mengalahkan dompet.

      Hapus
  14. Potonya bercerita banyak hal ya mbak Arin, kamera ponsel emang puenting bingit sekarang mah hehe

    BalasHapus
  15. Wah, benar2 multi-guna ya Kamera Ponsel bagi seorang mbak Murtiyarini. Saya jg suka filosofi mbak mengambil foto pada gambar 1-6. Saya banget. Menangkap fenomena di sekitar kita untuk dijadikan renungan, bahasan yg bermanfaat dan menggugah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Foto bicara lebih dari yang terlihat

      Hapus
  16. wah mantap memang kamera ponsel, jika dikisahkan dapat mengalahkan kisah dongeng 1001 malam. semakin banyak jeprat jepret, semakin banyak kisah.

    BalasHapus
  17. Hihihi... beneran ih foto larva itu bikin loss focus. Tapi emang bener ya dengan merekam memori lewat foto, saat kita pengin menunjukkan sesuatu bakalan lebih akurat. Saat ingin mengingat2 momen yg lampau pun cukup lewat foto. A picture means thousand words :)

    Thks sudah ikutan GA Aku dan #KameraPonsel ya. Good luck.

    BalasHapus
  18. Bener bnyk manfaatnya Kamera ponsel itu

    BalasHapus
  19. Wah, jepretan fotonya banyak banget ya, macam-macam pula mulai berupa momen-momen keluarga seperti foto perkembangan anak sampai foto lingkungan sosial seperti bapak tukang becak yang sedang membawa kayu itu. Kamera ponsel memang lebih praktis dan sekarang kualitasnya gak kalah sama kamera digital atau kamera analog ya, Bu, hehe :)

    BalasHapus
  20. Setiap moment ada arti masing-masing loh ya terus foto yang vandalism itu bisa juga ya jadi pembelajaran buat anak2,,
    penting memang foto sopir taksi ,, dan dikirimkan ke suami/kerabat terdekat,, jadi kalau ada something wrong maka bisa ditelusur dengan segera,,
    Foto parkir mobil ,, hahahahah memang saya dan suami juga sering lupa,, ampe naik turun lift dan mondar-mandir eskalator hanya mencari parkir mobil kita dimana? T_T

    BalasHapus