Selasa, 16 Agustus 2016

Ibarat Rumah Kedua, Mobil Harus Sehat dan Nyaman


Rumahmu dimana? 
di Mobil.    #Eh
Begitu besarnya porsi waktu dalam berkendara, mobil ibaratnya sudah menjadi rumah kedua bagi keluarga saya. Sebuah mobil sederhana telah lama menjadi bagian dari aktifitas keluarga kami sehari-hari.

Harap maklum, karena mobil keluarga kami multi fungsi banget. Selain untuk moda transportasi ke kantor dan sekolah, mobil juga untuk sarana jalan-jalan di akhir pekan saat kami tak ada tujuan tertentu. Cukup keliling kota, mengomentari sekitar dan ngobrol seru sambil mendengarkan radio.
Tidak heran, jika di dalam mobil kami terdapat perlengkapan dasar untuk berkendara kemana-mana. Misalnya, yang pasti harus ada adalah stock air minum, payung, sandal jepit, bantal, satu stel baju ganti masing-masing anggota keluarga, handuk, sabun, alat sholat dan sedikit cemilan. Tak lupa tentunya aneka gadget dan chargernya, yaitu leptop untuk suami agar bisa bekerja, dan smartphone untuk saya agar bisa foto-foto dan posting di blog sambil bermacet-ria. Nah kan, ini mobil atau rumah?
Gambar mobil diambil dari Dreamstime.com


Bagi masyarakat di Jabodetabek yang hampir selalu menghadapi kemacetan, dengan terpaksa menerima dan memaklumi kondisi di mana kita harus berjam-jam di dalam kendaraan. Hanya demi berangkat dan pulang kantor dengan jarak ke rumah yang sebenarnya tidak jauh. 



Dekat tapi lama. Karena macet. 

Ya, dekat tapi lama karena macet. 
Saya bakal kenang kalimat itu sepanjang hidup.

Jadi rutinitas kami dalam berkendara kira-kira seperti ini : 
  • Pagi hari Suami mengantar saya ke kantor kurang lebih selama 1 jam perjalanan untuk jarak tempuh 15 km. Parah kan macetnya? 
  • Kemudian suami melanjutkan perjalanan ke kantornya di jakarta sekitar 2 jam dengan jarak tempuh 60 km. Wajar sih, lewat jalan tol. Untungnya jam kantornya fleksibel. 
  • Sore hari, suami kembali ke Bogor dengan waktu dan jarak tempuh kira-kira sama. 
  • Setiba di Bogor mampir sekolah untuk menjemput anak dan pulang ke rumah, waktu tempuh 1 jam untuk jarak 15 km. 
Suami saya berperan sebagai driver yang tangguh dan tabah. Katanya, "Kalau mau menguji kesabaran, di sinilah (Jabodetabek) tempatnya". Istilah tua dijalan menggambarkan situasi masyarakat yang sangat lama menghabiskan waktu dalam kendaraan. Para pekerja akrab dengan sebutan commuter, silakan ditanya berapa jam per hari menghabiskan waktu di jalan.

Yang menjadi kekuatiran kami adalah banyaknya ancaman yang mengintai kesehatan selama kita berkendara. Sebut saja asap kendaraan dan polusi udara secara umum, debu, polen, mikroorganisme pembawa penyakit seperti virus dan bakteri, zat penyebab alergi, dan bau. 

Saya tidak menghitung secara pasti, namun kira-kira seperti inilah lamanya waktu anggota keluarga berada di dalam kendaraan saya dalam seminggu.
 

Dengan lama berkendara yang relatif tinggi, karena itu perlu menciptakan suasana mobil yang sehat dan nyaman.

Tips berkendara sehat dan nyaman bersama keluarga : 
  • Pasang sabuk pengaman, karena bagaimanapun keamanan membuat nyaman. 
  • Gunakan Carseat untuk bayi agar dapat duduk dengan nyaman dan aman. 
  • Bawa bantal untuk penumpang. Saya biasanya membawa bantal yang melingkar di leher untuk tidur dalam kondisi duduk. 
  • Jaga kebersihan, sediakan tempat sampah di dalam mobil. Jaga juga perilaku dengan tidak melempar sampah ke luar jendela mobil. 
  • Bawa air minum yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan kehilangan fokus. 
  • Nyalakan AC dalam suhu sedang yang sesuai dengan kondisi tubuh kita. 
  • Pasang filter udara untuk kabin. Ini penting dan akan saya bahas berikutnya.

Mencegah Keracunan dalam Kabin
Beberapa kali saya mendengar berita adanya orang yang meninggal dalam mobil karena keracunan gas karbonmonoksida. Duh, naudzubillah. Semoga tidak menimpa keluarga saya. Konon hal itu sering terjadi karena macet yang terlalu lama selama berjam-jam dan kondisi AC menyala. Mobil yang berhenti dengan AC menyala menyebabkan polusi di dalam kendaraan akibat ada saluran pembuangan AC yang bocor sehingga asap yang mengandung gas karbon monoksida bisa masuk ke dalam kabin mobil. Gas ini mengikat oksigen sehingga suplai oksigen dalam otak dan tubuh berkurang drastis. 

Karena itu, penting untuk mengecek ulang kendaraan sebelum memulai perjalanan. Apabila ada bunyi berisik dari dan tercium bau gas seperti elpiji, sebaiknya segera keluar dari mobil. 

Cara mencegah keracunan di dalam mobil :
  • Memeriksa secara berkala sistem pembuangan mobil untuk menghindari kebocoran. 
  • Tidak menyalakan AC dalam ruang tertutup seperti garasi dalam kondisi jendela mobil tertutup. Gas dari knalpot dapat terhisap kembali dalam mobil. 
  • Saat menyalakan mobil, buka jendela sedikit terlebih dahulu selama beberapa saat sebelum menyalakan AC. 
  • Tidak istirahat dalam mobil dengan kondisi AC menyala dan jendela tertutup rapat.
Ilustrasi diambil dari Getty Image
Filter udara dalam kabin mendukung kondisi mobil agar sehat dan nyaman. Sesuai namanya, filter berfungsi untuk menyaring. Dalam hal ini menyaring udara dalam kabin kendaraan yang bersirkulasi mengikuti arus udara air conditioner. Soal kebersihan udara dalam kabin ini telah menjadi kepedulian kami sejak lama. Karenanya, setiap servis berkala, kami selalu minta petugas untuk melihat kondisi AC dan mengganti filternya jika diperlukan.

Bagaimana udara dalam kabin bersirkulasi?
Sewaktu kita menghidupkan AC mobil, terjadi sirkulasi udara di dalam kabin mobil. Sirkulasi ini bermula dari putaran blower yang menghisap udara/kalori panas di dalam kabin. 

Pada saat yang sama, compressor AC hidup dan terjadi sirkulasi freon sehingga mendinginkan evaporator. Fungsi blower meniupkan angin ke evaporator agar tidak membeku. Penumpukan debu yang tebal pada evaporator menyebabkan angin yang berhembus terasa kecil.

Begitupun debu yang dibiarkan terlalu lama menempel di evaporator akan membuat evaporator menjadi keropos dan bocor. Dampaknya bagi kesehatan sangat fatal, karena penumpang akan menghisan udara yang kotor. 

Untuk mengurangi kotoran pada evaporator, pada mobil sebaiknya dipasang filter kabin yang mampu menyaring debu sebelum udara di tiup blower ke evaporator. Untuk perawatan, filter kabin sebaiknya di ganti setiap 4 – 6 bulan sekali. Adanya filter kabin menyaring debu sebelum ke evaporator membantu kebersihan evaporator dan menjadikan Ac lebih sehat. Udara AC jadi lebih segar dan nyaman.

Sering mencium udara yang bau dalam kabin?

Penyebab udara dalam kabin bau adalah dari sirkulasi udara AC yang tidak bersih. Karena itu saya wajib segera mengeluarkan sampah dari mobil setibanya di rumah atau pemberhentian lainnya.

Bau juga berasal dari evaporator AC yang kotor dan berlendir yang terhisap saat proses pendinginan terjadi. Begitu AC dinyalakan, aroma bau akan tercium ke dalam kabin. Bocornya bagian evaporator pun membuat kabin bau, yaitu bau freon yang keluar dari AC. Bersyukur sekali suami saya bukan perokok, jadi tidak ada aroma dan debu rokok yang menyumbang bau dalam kabin.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, bengkel bisanya menyarankan penggunaan filter kabin untuk melindungi evaporator dari debu, serabut maupun kuman. Pemasangan filter kabin ini terbukti efektif dalam menjaga kebersihan siklus pendinginan pada AC mobil. Yang harus diingat adalah filter kabin perlu dibersihkan secara berkala dan diganti jika masa pakainya telah habis.

Oiya, seringkali kita terlalu antusias memilih parfum mobil yang aromanya kuat demi menghilangkan bau. Yang terjadi adalah kabin malah bau tak karuan. Parfum dengan kualitas kurang oke dan kadar alkohol tinggi menimbulkan bau asam dalam AC. Baunya bisa menempel di baju lho. Jadi sekarang saya tidak terlalu sering menggunakan parfum mobil.

Cara kerja filter antara lain mampu menghentikan pertumbuhan virus dengan cara merusak membran virus dan kuman. Filter juga menghambat formasi bakteri dan jamur sehingga tidak berkembang.

Ulasan di atas bukan dalam kapasitas saya sebagai ahli otomotif lho. Saya perlu menuliskannya mengingat lama waktu berkendara yang kami jalani sehari-hari sehingga butuh kendaraan yang sehat dan nyaman.

Jika kondisi kemacetan di jalan raya masih seperti saat ini, "menua di jalan" sepertinya sulit dihindari. Tetapi, kami mau menua secara sehat.

11 komentar:

  1. Balasan
    1. I know you mba... btw, mobil masih pake yg putih?

      Hapus
  2. Bener ya, menua di jalan dengan sehat itu harus...

    BalasHapus
  3. Waah...aku dulu punya pengalaman buruk mbak gara-gara males ganti filter AC di kabin ini.Sekarang sih rajin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku percaya suami mba Nung pasti rajin banget merapikan mobil

      Hapus
  4. memang harus nyaman ya, kalau berpergian denagn mobil pribadi sih, kalau naik umum mah terpaksa pasrah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih banyak mobil pribadi yang gak pake filter. Kalau angkot kan buka jendela lebarr-lebar..pasrah sama polusi hihihi

      Hapus
  5. pewangi didlm mobil kdg malah mmbuat kepala saya pusing dan mendadak pengen muntah, mmg buka jendela malah lbh baik.. mgkn semua yg bawa mobil harus pakai filter spt sakura.. oya ini hanya utk mobil?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pilih yg soft aja dan slow release

      Hapus
    2. Pilih yg soft aja dan slow release

      Hapus