Sabtu, 20 Agustus 2016

Semangat 17 Agustus


Bulan Agustus tiba. Di sudut manapun Indonesia, berhias keriaan bernuansa merah putih.

Di kota Bogor, Agustus tahun ini tampak lebih semarak dengan dipasangnya umbul-umbul merah putih di sepanjang jalan-jalan raya. Umbul-umbul berbentuk segitiga, terinspirasi dari umbul-umbul kerajaan Majapahit. Ya, finally simbol Majapahit diterima di tanah Pajajaran. Semangat bersatu, yes?

Bagi pengguna jalan sejati seperti saya, umbul-umbul merah putih tersebut mengalihkan kekesalan hati dari kemacetan. Rasa optimis pun tumbuh, berharap Bogor semakin cantik dan tertata. Kalau pemerintah daerah menyemangati warga Bogor untuk mempercantik kota, salah satunya dengan pemasangan umbul-umbul ini, saya yakin warga akan semangat untuk menjaga keindahan. Minimal dengan menjaga lingkungan agar rapi, tangan tidak jahil dan tidak buang sampah sembarangan saat di jalan. Mudah lho sebenarnya dilakukan. Tapi kenapa belum terlaksanan maksimal? Saya rasa karena kurang semangat dan kurangnya rasa kebersamaan. Jadi semoga inisiasi pemerintah kota ini tersambut baik dan kontinyu ya.

Soal semangat, mari kita belajar sama anak-anak Sekolah Dasar. Tahun ini perayaan 17 Agustus di sekolah anak saya berlangsung sesaat setelah upacara bendera. Saya mendapatkam foto-foto berikut dari para guru. Terimakasih Bapak dan Ibu Guru.

Ada lomba balap karung, mengambil koin dari jeruk, memasukkan pulpen ke dalam botol dan banyak lagi. Tak lupa ibu-ibu wali murid berlomba membuat tumpeng bertema 17 agustus.


 



Perihal lomba 17 agustus ini seringkali ada yang "nyinyir". Katanya, kenapa perayaannya berupa lomba balap kelereng, makan kerupuk, panjat pinang atau balap karung? Kenapa tidak lomba-lomba semacam sains atau olympiade.

Ya, saya pun sempat berpikir seperti itu pada awalnya. Tetapi setelah saya mencoba memahami kenapa sih acara 17 Agustusan selalu khas dengan lomba-lomba tersebut? 

Coba pikir kembali tujuan perayaan. Namanya ini adalah hari bahagia seluruh lapisan masyarakat, lomba bernuansa kerakyatan itulah yang mudah dan seru untuk dilakukan. Siapapun bisa berpartisipasi, lintas usia, lintas pekerjaan, laki-perempuan. 

Apa salahnya, diantara 365 hari yang penuh perjuangan hidup digunakan 1 hari untuk perayaan. Mari kita ambil manfaatnya, dalam semangat 17 Agustus kita berkesempatan bertemu tetangga, rileks, bersilaturahmi, kompak dan refreshing untuk hari-hari berikutnya. 

Buat anak saya, semangat 17 agustus ini adalah moment untuk belajar lebih banyak tentang sejarah bangsa. Perlombaan yang diikutinya mengajarkan tentang sportivitas. 

Merdeka! Dirgahayu Indonesia ke 71 tahun. 

2 komentar: