Selasa, 06 September 2016

Jadi Anak Pantai



Suara tawa anak-anak pecah renyah bersamaan dengan debur ombak yang yang memecah mengenai kakinya. Kemudian mereka berlari menepi seakan air laut mengejarnya. Lalu berguling-guling di pasir dengan baju setengah basah.


Di Pantai Kuala Putri, Asa dan Cinta memenuhi rasa penasarannya akan buih yang mengantarkan kerang ke tepian, memuaskan keingitahuan bagaimana galian pasirnya bisa berisi air dari dalam tanah padahal ombak masih jauh.

Bagi anak-anak yang tinggal di kota, pantai adalah tempat melarung lelah dari rutinitas sekolah. Jika pun diminta memilih mau liburan ke gunung atau ke pantai, opsi kedua menjadi pilihan. Pantai itu wisata praktis, dan tidak melelahkan. 



Pantai Kuala Putri selalu kami kunjungi setiap mudik lebaran ke Medan. Waktu tempuh dari rumah kakek hanya 30 menit dengan mobil. Kami lebih suka ke sana pagi jam 9 an, saat air surut. Satu pondok yang menjual seafood bakar menjadi langganan kami. Ibu pemilik pondok sudah tahu keinginan kami: Hasil laut yang fresh!

"Saya ambil ikannya dulu ya, itu sampannya baru merapat," tunjuknya. Ibu itu menyongsong sebuah perahu yang merapat. Saya dan Cinta pun menyusul, kami ingin leluasa memilih hasil tangkapan. Akhirnya kepiting, udang dan ikan menjadi pilihan.

"Kepiting dan Udang dimasak saus tiram, ya Bu," pesan saya. "Kalau ikannya di bakar saja, sambal kecap".

Sambil menunggu masakan matang, anak-anak melanjutkan bermain pasir dan berkejaran dengan ombak.




Pantai merupakan anugerah Allah Yang Maha Kuasa bagi semesta.

Pantai di mana mata berkesempatan memandang sejauh-jauhnya ke cakrawala. Adalah cara ampuh mengusir stress yang membuat batin sumpek. Konon para ahli berpendapat, hormon serotonin dilepaskan oleh otak dan manusia cenderung merasa tenang meskipun hanya dengan duduk di pantai.

Cahaya matahari yang melimpah mengaktifkan pro Vitamin D dalam kulit dan tulang. Saat kulit terkena sinar matahari, tubuh kita memproduksi vitamin D yang sangat berperan penting dalam penyerapan kalsium dan pembentukan tulang kuat. Selain itu sinar matahari meningkatkan produksi hormon endorfin dan melindungi tubuh dari penyakit autoimmune. 

Buat ibu dengan anak-anak sedang tumbuh, pastinya ingin mereka sehat. Semakin tahu manfaat pantai bagi kesehatan -kandungan garam air laut bersifat anti-mikroba yang menyembuhkan infeksi kulit, paru-paru membaik ketika bernapas di udara pantai, pasir laut yang membersihkan kulit, berjalan di pasir menguatkan otot kaki, dan tentunya membakar kalori, semakin membuat saya suka mengajak anak-anak liburan ke pantai.


Anak ayah :)
Lucu ya bentuknya
We love playing sandbeach!
Tentu saja, liburan ke pantai tak lepas dari "efek samping" yang sebenarnya bisa kita minimalisir. Yang paling terasa adalah kulit gosong sepulang dari pantai. 

Ibunya panik, tapi anaknya bangga "Mamaaa, kulitku coklaaat". Huhuhu, seringkali saya lupa mengoleskan krim sun-block, mengenakan lengan panjang dan topi. Kalaupun ingat, gosong sulit dihindarkan. Setidaknya jangan sampai kulit melepuh karena kelamaan berpanas-panas.

Pantai-pantai di Indonesia banyak yang indah dan masih bersih. Tapi, kebanyakan pantai yang sudah ramai dikunjungi tidak lagi terjaga kebersihannya. Ini sih yang sering menjadi kekuatiran saya saat anak-anak main di pantai. Takut pulangnya kena infeksi, lantas demam dan sakit. Jangan dooong.

Eh, tapi demam pada anak-anak tidak selalu karena infeksi, lho! Demam bisa juga disebabkan karena terpapar panas berlebihan ataupun karena mereka kelelahan. Seharian berlarian bergerak di pantai, tertawa, bermandi matahari, eh malamnya demam. Ya, kadang hal-hal tersebut sulit dihindari. Susah menge-rem anak-anak. Seakan tak puas-puas bermain.

Saya nggak mau keceriaan bermain di pantai berubah menjadi prahara karena demam menyerang. Karena itu untuk mencegahnya saya minta anak-anak minum air yang banyak selama di pantai dan sesudahnya, cooling down dengan kipas-kipas setelah berpanas-panas, tidak langsung mandi saat masih berkeringat, dan menyiapkan Tempra parasetamol buat jaga-jaga kalau badan mulai menghangat.

Tempra parasetamol memang selalu saya bawa saat liburan dan menjadi itinerary wajib. Dulu sewaktu anak-anak masih bayi, saya membawa Tempra Drops dengan rasa anggur, setelah usianya 2 – 5 tahun mulai beralih ke Tempra Syrup. Sekarang berhubung semua sudah 6 tahun ke atas, saya bawakan Tempra Forte dengan rasa jeruk. Alhamdulillah, anak-anak cocok dengan Tempra. Tidak pernah terjadi alergi. Tempra tidak mengandung alkohol dan rasanya juga enak, jadi proses minum obat tidak sulit. Cara kerja Tempra Parasetamol cepat menurunkan demam, dalam 30 menit demam mereda, anak-anak pun segera ceria kembali.

Catatan: pengaruh parasetamol bekerja selama 4-6 jam. Parasetamol adalah penghilang gejala, yaitu nyeri dan demam. Jika infeksi dalam tubuh masih berlangsung, tubuh dapat kembali demam. Tempra bisa diulang setiap 4-6 jam dengan maksimal pemberian 5x per 24 jam. Jika masih demam, hubungi dokter untuk menyembuhkan infeksinya.

Kembali ke pantaaaaaiii! Setelah bermain datanglah lapar.
Siapa dapat menahan diri melihat si Ibu pemilik warung mengantarkan piring-piring berisi makanan ini. Duh, maaf, langsung lihat fotonya aja ya *glek*


Yuuummm...
Ayo main ke pantai, ayo, ayo! Pasti ketagihan lagi dan lagi. 
Mengejar-dikejar ombak, byuuuur! Mengumpulkan cangkang kerang yang unik dan dibawa ke Bogor. OMG, niat banget!
Mengubur kaki di pasir, menciprati kepala dengan air laut, lalu tergelak lepas.
Menyongsong sampan menepi, makan ikan, udang dan kepiting, yummy!
Betapa bahagiannya jadi anak-anak pantai.
Tertawa lepas dan ceria. Bermain kapan saja suka. 

Anak Indonesia suka pantai. Nggak perlu takut lagi jadi anak pantai. Karena bermain di pantai itu seru dan ceria!

8 komentar:

  1. Waah Fadev juga suka main ke Pantai Mbaak..By the way udang dan kepitingnya menggodaaaa....

    BalasHapus
  2. Waah Fadev juga suka main ke Pantai Mbaak..By the way udang dan kepitingnya menggodaaaa....

    BalasHapus
  3. Wah ini kalau ke Lombok bakal puas ngepantai semua nih :D
    Pantainya banyaaaaakkkk

    BalasHapus
  4. wuaa mba Arin fotonya keren2 banget, jadi pengen liburan ih liatnya :D

    BalasHapus
  5. duh foto udangnya menggoda banget *gagal fokus* btw anak-anak memang paling senang main di air apalagi ke pantai

    BalasHapus
  6. Astrid Prasetya17 Oktober 2016 09.13

    Panas-panasan main di pantai emang asyik.. tp kalau terusnya jadi panas demam jadi ngga asyik lagi.. makanya harus sedia Tempra yaa

    BalasHapus
  7. Yups susah mengerem anak2 yang lagi seneng2nya main, emaknya yang harus ingetin dan prepare segala macam biar mereka tetap ceria & sehat

    BalasHapus
  8. duh, kepiting sama udangnya bikin laper banget deh asli, huhuhu

    salam,
    ara

    BalasHapus