Sabtu, 28 Januari 2017

Doodling Is Fun


Dulu, duluuuu sekali, 20 tahun lalu saya pernah menjadi ilustrator buku anak bergambar yang diterbitkan oleh penerbit mayor negeri ini. Tapi saya sendiri hampir-hampir tidak mempercayainya lagi. Masa sih saya dulu bisa menggambar? Kok sekarang nggak ada bekas-bekasnya sedikitpun.

Hihihi, iya, sekarang tangan semakin kaku. Tidak pernah lagi memegang pensil warna ataupun kuas. Tidak pernah lagi menggambar atau melukis. Saya suka menggambar wajah dengan pensil. Temanya black n white seperti pas foto gitu. Aliran naturalis gitu deh. Tapi bakat itu semakin terpendam dan terpendam. Terakhir saya ingat adalah saya menggambar wajah mantan. Eaaaa.... hahaha.. #Hoax


Jadi pas ada acara doodling with stabillo yang diadakan oleh Kriya Indonesia, bertempat di stasiun Bogor, saya tertantang nih. Ah doodling gampang kali..kan hanya coret-coret bebas gitu kan. Ah gampaaang...

Eh ternyata, gampang itu berlaku buat master doodling Tanti Amelia. Set-set-set.. stabillo aneka warna membentuk harmoni doodle yang keren. Giliran saya sendiri mau mencoba menggoreskan di kertas sendiri, eh, kok tersendat-sendat dan kaku ya. Trus bingung mau mengisi pola doodling dengan motif apa saja. Masa garis lagi garis lagi? Huhuhu..ternyata saya tidak bisa menggambar lagi.

Mba Tanti yang baik memberikan tips-tipsnya. Privat, khusus buat saya lho. 
Jadi gini, pertama, jangan ada beban jari tangan ini mau menggores kemana. Mba Tanti bisa menebak dari garis yang saya buat, karakter saya ini perfesionis, selalu terencana dan takut salah. Jadinya, garis yang saya buat terlihat ragu-ragu. Jadi saya harus melepaskan beban itu saat mau doodling. Kan niat doodling buat melepas stress, jadi jangan dibikin stress.

Tips berikutnya adalah membelah bidang dengan garis lengkung, belok atau lurus suka-suka. Lalu belah lagi, belah lagi, dan belah lagi hingga dirasa bidang sudah tidak terlalu luas. Baru kemudian diarsir dengan pola-pola apa saja sesuai ide yang terlintas saat itu. Hm..mulai saya merasakan gampangnya melakukan doodling.

Tak terasa, penuh juga bidang kertas saya. Karena lokasi kali ini adalah di stasiun jadi tema doodling adalah stasiun masa depan. Teman - teman pun telah selesai menyelesaikan doodlingnya. Dan inilah hasilnya: 





Masing-masing peserta pulang membawa 2 buah spidol stabillo, kertas artwork khusus buat doodling dan pigura untuk memasang hasilnya. Sebelum acara usai kami foto-foto dulu. 

Spesial buat mba Tanti, terimakasih ya sudah dibangun lagi keberanianku menggoreskan stabillo. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar