Minggu, 14 Mei 2017

Mama - mama Doyan Ngemil


Saya doyan ngemil. Apakah karena saya wanita? Apakah setelah menjadi ibu semakin doyan ngemil? Walaupun tanpa survei mendetail, jika anda merasakan hal yang sama, mari akui saja. Hihihi..

Ngemil ada plus minusnya. Jadi nggak perlu phobia berlebihan. Ngaku phobia tapi nggak bisa meninggalkan kebiasaan ngemil, yang ada malah stress. Mending dikelola saja kebiasaan ngemilnya jadi ngemil sehat.



Kebiasaan doyan ngemil seperti apa yang berbahaya?


Mindlees Eating
Ambil saja contoh seorang mama (anonim) yang mengunyah keripik sambil menyelesaikan beberapa episode drama korea. Yang begitu itu tidak akan bisa dikontrol lagi berapa kalori masuk ke dalam saluran cernanya. Pertanyaan nggak penting : Siapakah seorang mama yang dimaksud? #ups

Yak, itu hanya sebuah contoh makan yang tidak disertai kesadaran akan apa yang dimakan dan seberapa banyak. Psikolog makanan dari Cornell University Brian Wansink, PhD, menemukan bahwa semakin besar piring atau mangkuk yang kita gunakan untuk makan, semakin kita tidak sadar mengonsumsinya. Penonton bioskop yang membeli popcorn kemasan besar, akan menghabiskan dalam waktu yang hampir sama dengan penonton yang membeli popcorn kemasan kecil, yaitu sepanjang durasi film. 

Solusi : Pilih wadah makanan yang lebih kecil, atau membeli dalam jumlah kecil. Kita tidak perlu tergiur harga diskon pada kemasan besar, atau beli dua dapat satu atau kemasan besar lebih murah dan sebagainya. Jika kita mendapatkan makanan dalam jumlah besar, pindahkan ke dalam piring kecil, sisanya simpan dalam lemari es.

Ngemil di malam hari.
Ngemil di malam hari hampir tidak pernah menjadi ide bagus jika kita ingin menurunkan berat badan. Tentu saja ini berlaku pada manusia yang notabene adalah makhluk diurnal atau aktif pada siang hari. Makan menjelang masa istirahat akan membentuk timbunan lemak tubuh. 

Solusi : Kunci rapat lemari dapur dan kulkas setelah Anda makan malam. Hahahaha. Segera sikat gigi setelah makan malam juga efektif untuk menahan diri tidak ngemil lagi. Jika perut benar-benar lapar dimalam hari, ambilah sepotong buah.

Healthy Snack : Matcha Goji Berry Cruch Granola from Re.juve

Healthy Snack : Cranberry Nut Cruch Granola from Re.juve

Ngemil tanpa henti.
Nah, siapa yang seperti ini ayo tunjuk diri? Saat nganggur ngemil, saat sibuk tambah kenceng ngemilnya. Jadi kapan mau berhenti ngemil? Iya memang benar bahwa ngemil bisa mengusir kantuk, seharusnya saat kantuk pergi ngemil pun berhenti. Tapi nyatanya apa? Ngemil berlanjut sepanjang hari. Ini jelas kebiasaan buruk yang salah. Apalagi kalau ngemilnya karbohidrat dan yang manis-manis. 

Solusi: Ganti cemilan dengan snack sehat seperti buah-buahan, aneka buah kering, dan biji-bijian. 

Melewatkan Sarapan
Sadarkah, kebiasaan terburu-buru berangkat kerja, lari keluar rumah tanpa sarapan, adalah hal yang akan membuat berat badan kita tidak terkontrol. Karena apa? Sekitar pukul sepuluh pagi perut kita akan keroncongan minta diisi. Lalu tangan Kita akan mencari-cari stock cemilan di dalam tas atau laci kerja. Sebuah studi baru tentang anak-anak sekolah Tionghoa menemukan bahwa mereka yang melewatkan sarapan mengalami kenaikan berat badan lebih dari dua tahun dibandingkan mereka yang makan pagi. 
Solusi: Jangan lupa sarapan sehat. Jika tidak sempat, pilih sarapan yang bisa dibawa sambil dikonsumsi dalam perjalanan, misalnya sepotong pisang dan roti. 

Ngemil dengan emosional.
Putus cinta? Uang belanja habis? Jangan lampiaskan dengan ngemil. Karena begitu hati Anda bisa move on, Anda akan menjerit saat melihat timbangan badan. Nggak mau down untuk kedua kalinya karena berat badan naik kan?
Ngemil dengan emosional karena problema kantor, pacar, atau pasangan secara tidak sadar membuat tangan kita memasukkan makanan ke dalam mulut lebih sering dan banyak dari biasanya. Sejumlah penelitian mengkonfirmasi bahwa emosi, baik positif maupun negatif, dapat menyebabkan orang makan lebih banyak dari seharusnya.

Solusi: Temukan pemicu stres, lalu telponlah teman karib untuk berbagi cerita.
Healthy Snack : Naked Banana Nutter from Re.juve
Healthy Snack : Matcha Oat Cookie from Re.juve


Ngemil dengan ritme cepat.
Dengan berbagai pemicu sehingga kita ngemil terlalu cepat, tidak memberi waktu bagi otak untuk mengirimkan sinyal “kenyang” ke perut. Sinyal tersebut akan terkirim 15-20 menit setelah kunyahan pertama. Jadi dalam waktu 20 menit akan lebih sedikit makanan masuk ke perut jka kita makan dengan ritme lambat, dibandingkan ritme cepat. 

Solusi : Kunyah setiap makanan dengan saksama. Hm, pantas Rasullullah SAW menyontohkan kita menguyah makanan sebanyak kurang lebih 30 kunyahan, selain agar makanan terkunyah dengan baik, juga untuk mengontrol ritme makan. Selingi dengan minum air putih agar cepat kenyang.

Terlalu menahan diri dari Junk Food.
Ayolah, bagi kita yang belum bisa melupakan junk food, terlalu ambisi menjauhinya justru akan menyiksa. Dan ketika titik pertahanan ambrol, kita akan kehilangan kontrol. Junk food memang tidak bersahabat pada lingkar pinggang kita, tetapi jika memang ada yang paling Anda inginkan, tetapkan dalam daftar keinginan dan belilah sesekali di hari spesial Anda. 

Solusi: Kunci keberhasilan penurunan berat badan adalah mengidentifikasi apa yang benar-benar Kita inginkan, dan menuruti makanan favorit Kita secukupnya sebagai makanan istimewa, tidak setiap hari. Catat, tidak setiap hari.

Healthy Snack : Organic Mix Munchies from Re.juve



Lalu apa manfaat ngemil?
Jangan salah, ngemil juga bermanfaat lho. Tentu saja dengan memilih waktu, frekuensi dan jenis cemilan yang tepat. 
  • Ngemil sehat dapat mengatur suasana hati menjadi lebih tenang dan meningkatkan konsentrasi. Cemilan yang mengandung protein meningkatkan produksi neurotransmiter yang mengatur konsentrasi dan kewaspadaan. 
  • Ngemil mengurangi rasa kantuk karena otot wajah dan rahang bergerak.
  • Ngemil sehat memberi energi tambahan untuk kebutuhan kalori sehari-hari. Camilan sehat lebih seperti bahan bakar slow-burning yang membantu kita terus berjalan seharian. 
  • Ngemil sehat menambah asupan vitamin dan gizi yang diperlukan tubuh
  • Ngemil sehat mencegah kelaparan dan membantu menahan diri makan makanan berat.
  • Mengkonsumsi makanan ringan yang kecil sering membuat metabolisme Kita meningkat dan membantu menormalkan gula darah. 
Bagimana memilih cemilan sehat?
Pilih cemilan yang terdiri dari buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, dan kacang-kacangan memuaskan keinginan menguyah. Dengan komposisi nutrisi, serat, dan protein yang proporsional sangat dibutuhkan tubuh kita. Cemilan yang diolah higinenis tanpa tambahan gula aman untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh. Camilan ideal harus antara 100-200 kalori, dan itu harus mencakup karbohidrat kompleks, protein tanpa lemak, dan sedikit lemak sehat. Pastikan bahwa Kita memilih pilihan bergizi untuk kualitas kesehatan yang lebih baik.

Referensi :
http://www.everydayhealth.com/diet-and-nutrition-pictures/bad-eating-habits-and-how-to-break-them.aspx#01
http://www.everydayhealth.com/diet-nutrition/meal-planning/healthy-snacking-benefits.aspx

10 komentar:

  1. Cemilan di tempatku adanya lontong, panada, gemblong hiks.. jadi makin gembrot deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ganti sama labu rebus, wortel rebus, kacang rebus

      Hapus
  2. Akunjuga doyan banget ngemil, apalagi kalo banyak deadline tugas kampus. Rasanya mulut pengen ngunyah terus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mana lebih banyak, ngemil saat sibuk atau ngemil saat marah? hahaha

      Hapus
  3. Ini cemilan sehat mba. Mau ah langsung meluncur ke instagramnya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, produk Re.juve buat pilihan ngemil sehat.

      Hapus
  4. Wah, Gak konsen baca tulisan di atas sebab ada foto cemilannya. Kayaknya enak tuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak-enak. Rasanya unik. Fav aku Mix Munchies.

      Hapus
  5. Waduuuh jangan2 akulah si Mama dlm mindless eating meski ngga sedang nonton film Korea

    BalasHapus
  6. Duh kalo cemilannya kaya diatas mah sehat banget kali aaahhhh.. Cobain ah nantiii, cemilan sehat untuk mulut yang nggak bisa berenti ngunyah yaaa.. Hihihihii

    BalasHapus