Cheerful Office for Happy Work


Mood bulanan saya seperti roaller coaster. Naik, turun, melengkung, berbalik arah, kadang meluncur tajam. Bedanya, bukan karena haid sih, melainkan karena siklus pekerjaan bulanan sebagai akuntan.

Bekerja berhubungan dengan uang itu berputar tiada henti. Saya dituntut tepat waktu membereskan laporan pertanggungjawaban belanja pada akhir bulan berjalan, baru kemudian bisa mengajukan anggaran bulan berikutnya. Kalau laporan belum beres, ya nggak bakalan cair dana untuk operasional untuk bulan berikutnya. Padahal laporan tersendat itu bukan karena saya, ada rekan-rekan kantor yang telah menerima dana namun belum menyerahkan bukti belanja. Sementara itu, kegiatan kantor harus tetap berjalan dan membutuhkan biaya. Kalau enggak ada uang, siapa yang nalangi? Nah, siapa yang pusing kalau sudah begini?

Kalau digambarkan kira-kira begini siklus mood saya setiap bulannya.

Pekerjaan saya sebagai akuntan melelahkan pikiran dan mata. Keduanya harus bekerja keras memelototi ribuan angka-angka, memandang ratusan tumpukan berkas, mencari selisih saldo yang belum balance, terpapar radiasi komputer karena harus upload laporan setiap hari dan sederetan jenis pekerjaan lainnya. Jenuh seringkali datang. Karena sifat pekerjaan yang rutin dan berulang. 

Di sisi lain, pikiran dan mata harus tetap terjaga “kesehatannya” agar meminimalisir kesalahan-kesalahan. Salah ketik satu angka saja bisa berakibat fatal. Pasalnya ini hubungannya dengan uang. U-A-N-G. Empat huruf yang sakral. 

Secara naluri saya menyenangkan diri dengan benda-benda unik dan lucu. Entah apakah karena memang sifat saya yang menyukai sesuatu yang unik dan warna yang menyolok mata, atau karena terbawa kebutuhan diri untuk refreshing? Bisa saja karena keduanya. 

Perlahan, saya mendandani ruangan kantor.

Sejak saya menjabat sebagai akuntan, binder laporan saya pilihkan yang berwarna pelangi. Alhasil, sederet binder pelangi berjajar rapi di rak. Saya juga membeli alat tulis kantor (ATK) yang warna-warni, toh fungsinya sama. Misalnya clip kertas, blocknote, pulpen, map dan sticky note. 

Tak ketinggalan, ada beberapa pernak-pernik non fungsional yang saya beli karena lucu. Contohnya adalah bunga kecil artifisial yang awet tanpa perlu disiram, bentuknya lucu dan menyenangkan. Bunga mini itu bisa saya lihat-lihat saat jenuh. Ada juga pin untuk kerudung yang bentuknya unik dan lucu-lucu, dengan percaya diri saya kenakan saat bekerja. Biar kalau pas bercermin atau selfie, mood bisa segar kembali. Orang mungkin menganggap norak, tapi kalau saya suka, ya nggak masalah juga sih.



Baru-baru ini saya membeli alat hitung / calculator yang warnanya genjreng dan membahagiakan mata, CASIO My Style Colorful Calculator. Tertarik dengan warna-warnanya yang super ceria, saya pun akhirnya membelinya. Wah, pas banget. Kalkulator itu adalah ‘senjata’ utama saya untuk hitung cepat transaksi-transaksi dari belanja operasional kantor sehari-hari. Kebetulan kalkulator hitam sebelumnya sudah rusak.

Saya membelinya di Mataharimall.com dengan kode diskon 20% dari harga kisaran Rp. 90.000 - Rp. 125.000. Ini saya bocorin kodenya : CASIOBLOGKN58 . Masukkan kode tersebut saat perhitungan pembayaran, otomatis akan memotong jumlah yang harus dibayarkan.

Saya beli 3 buah, warna hijau toscha untuk di meja saya, warna pink untuk di meja asisten saya, dan warna kuning untuk saya bawa di tas. Kebetulan warnanya memang cocok dengan tas saya yang juga kuning.

Fungsinya sama seperti kalkulator hitung pada umumnya, bedanya CASIO My Style Colorful Calculator mood booster banget. Menghitung uang jadi lebih menyenangkan, enggak bikin bosan. Saya membeli yang ukuran besar dengan display sebanyak 12 digit angka. Tombol-tombolnya nyaman digunakan. Ukurannya juga proporsional, cukup besar sebesar genggaman tangan, ringan dan nyaman di pegang. Powernya menggunakan baterai kancing dan solar. Jadi bisa lebih hemat baterai. Saat tidak digunakan, CASIO My Style Colorful Calculator saya dekatkan jendela agar refill energi dari cahaya matahari.

Casio My Style warna pink menyala yang dinamis

Casio My Style warna hijau touscha yang lembut

Casio My Style warna kuning yang segar
Warna-warni di ruangan kantor membuat suasana lebih ceria. 
Saya percaya warna bisa mengubah mood. Warna membantu manajemen stres. Beberapa warna di sekitar kita, yang dilihat setiap saat membantu membuat otak rileks. Setiap warna memberikan efek yang berbeda.

Warna yang dilihat oleh mata diteruskan informasinya ke otak dapat berpengaruh pada suasana hati (mood). Konon, sejak dulu warna digunakan untuk terapi kesehatan, terutama kesehatan mental. Warna dapat menghasilkan efek psikologis, emosional dan fisik yang berbeda. Ini terkait dengan warna-warna yang sering dijumpai di alam. Misalnya hitam identik dengan suasana gelap, petir, hujan. Merah identik dengan semangat dan keberanian.Hijau identik dengan pepohonan yang sejuk. Kuning identik dengan buah-buahan segar. Pink dan ungu identik dengan bunga yang harum dan cantik. Dan biru identik dengan langit atau laut yang tenang dan damai. 

Karena itu, untuk membangkitkan mood, saya memilih warna-warna cerah untuk alat-alat di kantor saya. Dan kebetulan sekali saya memang menyukai warna-warna cerah.  Warna-warni di kantor membawa suasana hati yang baik dan lebih bersemangat. Pekerjaan tetap banyak dan tiada henti, namun setidaknya, saya tidak terlalu stress menghadapinya.

Memilih perlengkapan kantor yang berwarna cerah, itulah cara saya membuat suasana lebih ceria agar saya bisa bekerja lebih bahagia dan produktif. #CasioMyStyle Calculator is a little thing to boost my mood & productivity.

Komentar

  1. Lucu-lucu banget bu arin peralatan kantornya terutama kalkulator casionya hihi... jd semangat kerja pasti ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mungkin karena aku bungsu, selalu merasa berjiwa anak-anak hehehe

      Hapus
  2. wah mbak arin sampai beli 3 warna :D biar gonta ganti pake setiap hari nih.

    BalasHapus
  3. Kalkulatornya ada 3, Mbak? Seger-seger banget warnanya. Lempar sini satu, Mbak :D

    BalasHapus
  4. Berarti kontak Arin kalo akhir bulan, kemungkinan ditraktir baksonya tinggi hehehe

    BalasHapus

Posting Komentar