Langsung ke konten utama

Suasana 'Old City' di Samsen Road


Tiga hari pertama dari tujuh hari perjalanan ke Bangkok kami harus mencari penginapan sendiri. Pasalnya, suami baru akan mengikuti meeting kantor mulai hari ke empat, di hotel yang telah ditentukan kantor.

Dari hasil googling, saya memilih Nouvo City Hotel. Saya memilihnya karena Nouvo City Hotel merupakan hotel halal, jika seapes-apesnya enggak dapat makanan halal saat jalan-jalan, kami bisa memesan makanan di hotel.  

Nouvo City Hotel ini terletak di kawasan Samsen Road, dekat dengan Khaosan Road, yang notabene adalah kota-tuanya Bangkok dan merupakan kawasan turis backpaker-an.  Foto di atas adalah suasana Samsen Road difoto dari kamar hotel kami. 

Di Samsen road banyak taylor atau penjahit jas, dan tukang pijat. Hm...sayang saya tidak mencoba keduanya hehehe. Banyak juga cafe-cafe sederhana yang ramai di malam hari. Siang hari, cafe-cafe ini tutup, kursinya dilipat dan bergantian jemuran-jemuran  dari pemilik laundry kiloan yang banyak ditemukan di gang-gang itu. 





Di Samsen Road ini, enaknya kita bisa menjangkau makanan murah, laundry kiloan murah, dan souvenir murah tak jauh dari hotel. Sebelah hotel ada 7 eleven. Cinta paling suka ke 7 eleven. Banyak jajanan-jajanan lokal yang menarik untuk dibeli. Dekat pula dengan ATM, sehingga mudah untuk mencari sumber bath terdekat.

Kelemahannya, di sini jauh dari stasiun MRT. Kalau mau menjangkau tempat wisata atau ke kota, bisa naik perahu di tier terdekat, naik bis atau tuk-tuk. Taxi juga sudah pasti ada banyak, tapi cukup menguras kocek.
Penginapan Backpacker, ramai turis multinational


Pijat, mau?
Taylor. Kapan-kapan mau jahit baju ah dimari

Kios Majalah dekat Nouvo City Hotel
Ada satu kios majalah di dekat hotel. Penjualnya seorang Nenek, hanya bisa berbahasa Thai. Tetiba Cinta ingin membeli sebuah majalah yang covernya bintang KPOP kesukaannya. Komunikasi pembayaranpun dilakukan dengan bahasa isyarat. Seusai memberikan kembalian, sang Nenek menasehati Cinta dengan bahasa Thai. Panjang pula nasehatnya. Sambil menepuk-nepuk pundak Cinta. Entah apa yang disampaikan, sepertinya sebuah harapan yang tulis. Cintapun membungkuk hormat. Terimakasih Nenek, semoga Nenek sehat-sehat terus ya.

Gang-gang laundry kiloan
Agar bagasi tidak berat, kami hanya membawa baju 4 stel per orang, cukup untuk 2 hari saja. Dengan asumsi kami harus segera mencuci dan mengeringkannya apapun caranya. Biasanya kami mengirimkan laundrian ke petugas hotel. Tapi berhubung terlihat banyak tempat laundry kiloan di Samsen ini, maka kami pun ke laundry kiloan. Harganya sangat murah, sekitar 30 baht per kilo atau 15 ribu rupiah per kilo. Murah kan dibanding laundry hotel.
Deretan Cafe
Deretan cafe
Kursi-kursi yang menanti sore
Salah satu cafe depan hotel
Serasa di Yogya
Pilihan minuman
Deretan cafe
Kalau malam kursi itu penuh



Seperti orang yang jatuh cinta pada pandagan pertama.
Samsen road, kawasan sederhana yang bikin kangen. 
Yang kami nikmati bukan wisata kemegahan, melainkan suasana kota tua yang unik. Pagi hari, saat membuka jendela kamar, terlihat pedagang daging babi bakar mulai berjualan. Anak-anak berangkat sekolah. Sampai siang, suasana masih sepi. Turis-turis masih lelap. Anak-anak bermain sepak bola di jalan. Jika ada taksi melintas , anak-anak itu menepi sejenak. Taksipun tak berani main kebut.  Menjelang sore, kursi-kursi di cafe mulai ramai.

Jika anda mau ke Bangkok dan bosan dengan kawasan kota, cobalah ke kawasan Samsen Road ini.
Sebagai gambaran, ini jarak lokasi-lokasi jika dijaungkau dari Nouvo City Hotel :
  • Grand Palace 1,7 km (naik bis atau tuk-tuk)
  • Wat Pho 1,8 km (bisa naik bis atau tuk-tuk)
  • Khaosan Road 700 m (jalan kaki)
  • Phra Arthit (Tier Express Boad terdekat) 400 m (jalan kaki)
  • Siam Paragon 5,2 km (naik bis atau taxi)
  • Asiatique 12 km (20 menit dengan taxi)
  • Don Mueang Airport 22 km (40 menit dengan taxi)
Untuk kebutuhan perut, selama di Samsen ini alternatif tempat makan halal
  • Sarapan di Nouvo City Hotel, pilihan menu nasi, bihun, buah, roti, dan aneka tumisan. 
  • Sara Restaurat, menunya enak-enak. Masakan melayu. Harga kisaran 500 ribu rupiah untuk 4 orang.
  • Room Service, kisaran harga 140 baht atau 70 ribu rupiah sepiring nasi goreng (kao pad) dan mie goreng (pad thai) . Setara dengan harga room service di hotel di Indonesia
  • Kareem Mataba (Martabak), jalan kaki sekitar 200 meter (cek di peta). Warungnya kecil, terdiri dari 2 lantai, bersih, nyaman enak. Selain martabak ada aneka minuman, kari ayam dan martabak manis. Harga sekitar 600 baht (300 ribu rupiah) untuk 4 orang.
  • Ikan bakar bumbu garam yang ada di pedangang kaki lima tak jauh dari Khaosan Road. Harga 34 bath (70 ribuan per ekor)
  • Udang dan cumi di pedagang kaki lima (sekotak 200 baht alias 100 ribu rupiah)
  • Ketan mangga (Mango Sticky Rice) dijual pedagang kaki lima.
  • Coconut Ice Cream dijual pedagang kaki lima, seharga 50 baht atau 25 ribu rupiah.
  • Aneka buah-buahan.
Separo hati ini tertinggal di Samsen Road, bukan hanya saya sendiri yang merasakannya, ternyata suami dan anak-anak juga merasakan hal yang sama. Malah, seandainya nanti ada meeting-meeting di Bangkok, suami berencana akan menginap di sini lagi. Toh untuk menjangkau kota dengan perjalanan kurang lebih 1 jam, sudah biasa dilakukannya selama di Indonesia. 


Tulisan lainnya tentang jalan-jalan kami ke Bangkok bisa dibaca di

Komentar

  1. Kalo di Jakarta, Samsen ini semacam kawasan Kota Tua ya? Ngga seberapa jauh dengan Grand Palace. Bangkok memang ngangenin. Kami sekeluarga pun masih sering mengulas lagi cerita saat liburan di Negara Gajah Putih itu.

    BalasHapus

Posting Komentar