Langsung ke konten utama

Postingan

Melepas Kangen ke Cibinong City Mall

Benar apa yang dikatakan Dilan, rindu itu berat. Seberat itu kami menahan rindu pada Cibinong City Mall. Bagaimana kami, keluarga yang doyan banget nge-mall, bisa menahan diri tidak jalan-jalan ke mall selama masa pandemi COVID-19 ini. Mau sampai kapan menahan rindu? Setelah sekitar 6 bulan bersabar di rumah saja, tidak ke mall, akhirnya bulan ini kami melepas rindu ke Cibinong City Mall. Tentu saja karena memang ada keperluan yang sangat penting yang harus dibeli di sana. Kepentingan berikutnya, demi menjaga otak kami tetap waras, sehingga kami putuskan nge-mall secara singkat dan padat.  Hari itu bagi kami merupakan one fine day at Cibinong City Mall . Acara melepas kangen ini terasa sangat istimewa, selain karena sudah saking rindunya, ada hal-hal baru yang kita temui selama di Cibinong City Mall. Apa saja? Yuk simak cerita ini. Suasana Nge-mall di Era New Normal. Kita sedang menjalani era new normal, yang mana diharapkan aktifitas ekonomi bisa berjalan normal dengan adaptasi ke...

Serunya Belajar dari Rumah Saat Pandemi

Dulu main handphone dibatasi, sekarang boleh seharian. Dulu malas ke sekolah dimarahi, sekarang malah disuruh sekolah dari rumah. Ya itulah konsekuensi dari pandemi Covid-19 ini, salah satu dampaknya, bekerja dan sekolah dari rumah. Per Maret 2020, anak-anak saya sekolah dari rumah. Bagi sebagian anak dan orang, belajar dari rumah itu lebih menyenangkan, karena tidak harus buru-buru mandi pagi dan berangkat ke sekolah. Di sisi yang lain, kendala gadget, kuota internet dan sistem pembelajaran membuat anak dan orangtua pusing tujuh keliling. Apapun kendalanya, belajar dari rumah sudah diwajibkan. Mau tak mau, kita harus beradaptasi dengan cara baru ini. Adaptasi Ruang dan Perangkat Seketika, rumah kami berubah menjadi ruang sekolah dan kantor. Harus ada zona berbeda dan tidak saling ganggu. Saat pagi hari, kami sibuk masing-masing. Sering dalam waktu bersamaan, masing-masing kami melakukan online meeting. Ada yang di kamar, ruang makan, atau ruang tamu. Masing-masing kami punya belajar d...

Kelimpahan Buah-buahan Nusantara dalam Adaptasi Kebiasaan Baru Saat Pandemi

Siapa sangka, sebuah pandemi terjadi tahun ini. Anak-anak mulai sekolah di rumah pada awal maret 2020, sedangkan saya pun menjalankan WFH ( work from home ) mulai pertengahan Maret 2020.  Virus Corona bernama resmi COVID-19 memporak-porandakan dunia dari berbagai aspek, terutama kesehatan, sosial dan ekonomi. Di Indonesia sendiri, sejak pemerintah mengumumkan adanya pasien pertama COVID-19 pada awal Maret 2020, kepanikan sosial terjadi. Masyarakat disadarkan bahwa kehadiran Virus Corona ini benar-benar nyata adanya, dilihat dari kurva jumlah penderita dan jumlah korban yang masih menanjak hingga saat ini.  Melihat semakin tinggi sebaran virus ini, penguatan daya tahan tubuh adalah upaya sangat penting. Istilahnya, kita harus siap ‘pasang badan’ seandainya (amit-amit) virus ini sampai ke tubuh kita. Sebagaimana diketahui, penyakit bersumber dari virus adalah penyakit yang bisa dilawan oleh daya tahan tubuh. Dengan begitu, kita harus memberi dukungan pada tubuh agar membentuk an...

Menata Ruang Kerja di Rumah bersama iCreate.id

Bekerja dari rumah atau dikenal dengan Work From Home (WFH) menjadi kebiasaan normal baru  yang diadaptasi pada masa pandemi Covid-19 ini, terutama bagi para karyawan kantoran.  Pekerjaan-pekerjaan yang biasanya dilakukan di kantor, seperti rapat, presentasi, mengetik, merapikan arsip dan lain-lain, sedikit banyak dipindahkan ke rumah agar bisa terus beraktivitas. Saya mulai menjalani WFH sejak pertengahan Maret 2020, begitupun Suami. Hampir bersamaan dengan anak-anak menjalani SFH (School from Home). Alhasil, rumah pun menjadi kantor dan sekolah dadakan. Meja makan besar yang ada di ruang utama beralih fungsi menjadi meja serbaguna, untuk makan dan juga untuk bekerja. Pada sebagian sisi meja dikondisikan untuk meletakkan komputer dan printer. Numpang meeting di meja makan :) Berhubung saya bekerja dengan berkas-berkas dan arsip yang setiap bulannya terus bertambah, perlu ditambah rak-rak untuk meletakkan berkas berkas tersebut. Makin lama bekerja di rumah, ...

SENANG SERANGGA - Mengenalkan Keanekaragaman Serangga Pada Anak

Pertimbangkan lagi jika serangga termasuk dalam daftar hal yang ingin anda jauhi. Tidak semua binatang berkaki enam ini menjijikkan.  Di luar sana, terdapat jutaan spesies serangga yang unik dan indah.  Juga tidak semua serangga adalah hama.  Bahkan sebenarnya serangga yang menjadi hama hanya 1% dari total spesies serangga yang ada.  Lebih banyak serangga yang bermanfaat sebagai penyerbuk, musuh alami, pengurai dan pengendali gulma. Peran serangga di alam sangat besar, terutama untuk menjaga keseimbangan.  Mengenalkan serangga pada anak-anak kita menjadi salah satu cara mencintai alam. Besar–kecil, warna-warni, terbang-meloncat, serangga memang menarik! Menakjubkan Apa reaksi anda mendapati si kecil sedang mengamati seekor ulat? Jika anda langsung merasa panik dan jijik, itu adalah reaksi yang wajar.  Tetapi simpan larangan anda.  Dampingi anak agar tak sembarangan menyentuh. Beri apresiasi rasa ingin tahunya karena sesungguhnya dia sedang...

Rumah Pertamaku, Rumah Penuh Asa dan Cinta

Setelah 8 tahun (2003-2011) saya dan suami menempati rumah kontrakan. Setelah penuh perjuangan, di tahun ke 9 pernikahaan, setelah kesana kemari, selama berbulan-bulan memilih rumah, dan proses KPR bank yang tidak mudah, akhirnya kami mendapatkan rumah pertama. Membeli rumah dengan segenap asa.  Pengalaman kami sembilan tahun silam mengisahkan, bahwa untuk membeli sebuah rumah dengan cara Kredit Pemilikan Rumah (KPR) tidak semua bank dapat mengabulkan keinginan kita. Menggunakan jasa atau produk sebuah bank, apapun itu, berangkat dari satu komitmen kepercayaan. Karena urusan perbankan tidak lepas dari masalah keuangan dan investasi baik milik nasabah maupun milik bank.  Kemudahan persyaratan dan kepercayaan kepada kemampuan nasabah sangat menentukan cair tidaknya KPR yang diajukan. Kami hampir saja kehilangan mimpi memiliki rumah, sebelum akhirnya kami berjodoh dengan KPR dari sebuah bank. Dulu saya pikir, mengajukan KPR pada bank cukup memenuhi persyaratan ya...